II. ASURANSI PENERBANGAN DAN ANTARIKSA.
KANDIDAT HARUS MAMPU MEMAHAMI: 1. Risiko yang terkait dengan asuransi penerbangan 2. Ruang lingkup jaminan asuransi penerbangan
3. Praktek pasar yang berkaitan dengan asuransi penerbangan
4. Masalah khusus underwriting dan klaim yang berkaitan dengan asuransi penerbangan
5. Aspek-aspek penting dari asuransi antariksa. 6. Fitur utama dari pasar reasuransi penerbangan.
RINGKASAN HASIL BELAJAR
1. Mengetahui unsur-unsur utama dari risiko penerbangan.
2. Memahami pertimbangan utama secara nasional dan internasional yang berdampak pada risiko penerbangan.
3. Memahami ruang lingkup jaminan pada kelas utama dan kelas terkait dalam asuransi penerbangan.
4. Memahami praktek pasar asuransi penerbangan.
5. Memahami pentingnya pertimbangan underwriting asuransi penerbangan.
6. Memahami investigasi klaim, penanganan dan prosedur penyelesaian klaim dalam. 7. asuransi penerbangan.
8. Memahami aspek-aspek penting dari asuransi antariksa. SILABUS
1. Mengetahui unsur-unsur utama dari risiko penerbangan.
1.1. Fakta penting tentang bagaimana sebuah pesawat udara dapat terbang.
1.2. Jenis-jenis risiko penerbangan - kegagalan manusia, kegagalan mekanik, kegagalan komunikasi dan navigasi, pembajakan, terorisme dan risiko perang termasuk frekuensi dan tingkat keparahan.
1.3. Tindakan yang diambil untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan - GPWS, EGPWS, ACAS, AOC, manual pengoperasian pesawat udara, klasifikasi pilot, manajemen sumber daya kru.
1.4. Risiko perbaikan dalam navigasi udara global - Komunikasi, Navigasi dan
Surveillance / Air Traffic Management.
2. Memahami pertimbangan utama secara nasional dan internasional yang berdampak pada risiko penerbangan.
2.1.1. Tujuan dan fitur utama dari Konvensi Warsawa 1929, Protokol Hague 1955, Perjanjian Montreal 1966, Regulasi Uni Eropa 2027/97, Protokol Montreal Tambahan 1-4, Konvensi Montreal 1999, Konvensi Guadalajara 1961, code sharing and passenger
liability, Konvensi Roma 1952, European Directive on Product Liability.
2.1.2. Interaksi antara berbagai protokol dan perjanjian di atas. 2.2. Konvensi keselamatan internasional dan asosiasi.
2.2.1. Tujuan dari Konvensi Chicago.
2.2.2. Peran International Civil Aviation Organisation (ICAO) dan International Air
2.2.3. Transport Association (IATA).
2.2.4. Konvensi Internasional terkait dengan pelanggaran di dalam pesawat udara.
2.3. Masalah di Inggris dan Uni Eropa.
2.3.1. Otoritas Penerbangan Sipil - fungsi utama.
2.3.2. Level minimum asuransi, EU directive 785/2004.
2.3.3. Sistem hukum Inggris / Eropa dan perhitungan kerusakan. 2.4. Masalah di Amerika Serikat.
2.4.1. Sistem hukum dan yurisdiksi Amerika Serikat. 2.4.2. Sistem litigasi Amerika Serikat.
2.4.3. Punitive and compensatory damages.
2.4.4. Ketentuan-ketentuan utama General Aviation Revitalization Act (GARA).
2.4.5. Instansi pemerintah - fungsi utama.
3. Memahami ruang lingkup jaminan pada kelas utama dan kelas terkait dalam asuransi penerbangan.
3.1. Kelas-kelas utama.
3.1.1. Rangka pesawat dan tanggung gugat - AVN 1C - jaminan utama, pengecualian, kondisi, definisi.
3.1.2. Aviation product liability - AVN 66 - jaminan utama, definisi, pengecualian umum, jenis pengecualian lainnya dan kondisi.
3.1.3. Airport liability - premises, hangarkeepers, produk, jaminan, kondisi, pengecualian, biaya-biaya.
3.1.4. Klausul jaminan risiko perang dan klausul pengecualian. 3.2. Kelas-kelas lain.
3.2.1. Kecelakaan diri - jaminan, pengecualian. 3.2.2. Loss of use atau consequential loss policy. 3.2.3. Loss of licence policy - jaminan, pengecualian. 3.2.4. Cargo – liability cover dan all risks cover.
4. Memahami praktek pasar asuransi penerbangan.
4.1. Penggunaan dan aplikasi endorsemen dan klausul. 4.2. Tipikal jumlah risiko sendiri.
4.3. Bank/leasing agreement dan persyaratan kontraktual dan bagaimana respon pasar asuransi.
4.4. Sejarah perkembangan pasar asuransi penerbangan secara garis besar. 4.5. Penyedia global asuransi penerbangan.
5. Memahami pentingnya pertimbangan underwriting asuransi penerbangan. 5.1. Metode rating.
5.2. Faktor-faktor yang mengatur rate. 5.3. Praktikal underwriting.
5.4. Pertimbangan manajemen pelaporan.
5.5. Interaksi dengan captive perusahaan asuransi. 5.6. Pertimbangan khusus reasuransi penerbangan.
6. Memahami investigasi klaim, penanganan dan prosedur penyelesaian klaim dalam asuransi penerbangan.
6.1. Klaim rangka pesawat - proses penyelesaian, termasuk investigasi, peran dan tanggung jawab surveyor, penerapan kondisi polis.
6.2. Klaim tanggung gugat - investigasi, informasi yang diperlukan, penuntutan klaim, klaim penumpang, penyelesaian klaim di Inggris, Amerika Serikat/ Kanada dan yurisdiksi lainnya.
6.3. Metode investigasi dan penyelesaian klaim kargo, klaim pihak ketiga dan klaim product liability.
6.4. Peran dan tanggung jawab dari badan investigasi pemerintah yang berwenang.
7. Memahami aspek-aspek penting dari asuransi antariksa. 7.1. Teknologi satelit dan penggunaannya.
7.2. Jenis-jenis jaminan yang tersedia.
7.3. Faktor-faktor yang mempengaruhi underwriting asuransi antariksa dan satelit, termasuk perundang-undangan yang relevan.
7.4. Prosedur dan penanganan klaim.
KEPUSTAKAAN Bacaan Utama :
Bacaan Tambahan:
1. Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. 2. Jurnal AAMAI.
3. Buku/diktat yang diterbitkan oleh lembaga-lembaga pendidikan asuransi di Indonesia yang berhubungan dengan asuransi penerbangan dan antariksa.
4. Aviation insurance: the law and practice of aviation insurance , including hovercraft and spacecraft insurance. Rod D Margo. 3rd ed. London: Butterworths, 2000.
5. Dictionary of insurance. C Bennett, London: Pearson Education, 2004. Catatan:
Walaupun ujian akan menguji materi sesuai silabus, kandidat disarankan untuk membaca sumber-sumber pengetahuan tambahan dan 10% dari nilai ujian dialokasikan untuk pengetahuan dari sumber-sumber dan penggunaan contoh yang relevan.
406 : MANAJEMEN KLAIM
SASARAN :
Pada akhir unit ini, kandidat harus mampu menunjukkan pemahaman bahwa layanan dilaksanakan dalam rangka customer-oriented sebagai upaya memuaskan stakeholders. PENGETAHUAN DASAR :
Kandidat dianggap sudah memiliki pengetahuan tentang prinsip-prinsip asuransi sebagaimana tercakup dalam 101- Praktek Asuransi dan 102 – Hukum Asuransi, serta pengetahuan praktek klaim sebagaimana dalam 108 – Praktek Klaim atau kualifikasi yang setara
RINGKASAN :
1. Memahami lingkungan klaim
2. Memahami dan menerapkan prinsip manajemen pelayanan klaim 3. Memahami dan menerapkan praktek manajemen klaim
4. Memahami dan menerapkan manajemen teknis klaim 5. Memahami dan menghitung biaya kegiatan manajemen SILABUS
1. Memahami lingkungan klaim 1.1. Strategi manajemen klaim 1.2. Filosofi klaim
1.3. Struktur dan disain organisasi
1.3.1. Departemen klaim dalam perusahaan asuransi (divisional /
fungsional)
1.3.2. Interaksi departemen klaim dengan fungsi lain 1.3.3. Struktur internal departemen, peran pekerjaan, tim 1.3.4. Poin rujukan; wewenang
1.3.5. Peran manajer departemen 1.4. Kebijakan interpretasi
1.5. Peraturan dan undang-undang
1.5.1. ICOBS; Arrow visits; Memperlakukan Pelanggan dengan Adil; Aplikasi untuk agen outsourcing
1.5.2. Kepastian kontrak 1.5.3. Dampak Uni Eropa
2. Memahami dan menerapkan praktek manajemen pelayanan klaim 2.1. Pengalaman pelanggan - harapan, kepuasan
2.1.1. Pedoman AIRMIC
2.1.2. Penggunaan layanan klaim sebagai alat pemasaran 2.1.3. Memperlakukan pelanggan dengan adil/bijaksana 2.2. Retensi pelanggan
2.3. Penanganan pengaduan
2.3.1. Layanan Ombudsman Keuangan
2.4. Litigasi terhadap pemegang polis dan pelanggaran kontrak 2.4.1. Itikad buruk
2.4.2. Hak reservasi termasuk pernyataan AIRMIC 3. Memahami dan menerapkan praktek manajemen klaim
3.1. Merancang dan pelaksanaan prosedur penanganan klaim untuk pihak pertama dan ketiga
3.2. Aturan prosedur civil 3.3. Protokol pre-action
3.4. Proses review dan manajemen mutu 3.5. Kepatuhan terhadap prosedur klaim 3.6. Langkah penanganan klaim
3.6.1. Segmentasi (volume dan kompleksitas) 3.6.2. Kewenangan
3.6.3. Outsourcing
3.6.4. Pendelegasian kewenangan 3.6.5. Manajemen Bencana
3.7. Pemasok dan manajemen hubungan; panel 3.7.1. Loss adjuster
3.7.2. Pengacara
3.7.3. Pemasok jasa dan barang 3.8. Manajemen call center
4. Memahami dan menerapkan manajemen teknis klaim 4.1. Filisofi pandangan
4.2. Interaksi antara klaim, aktuaris dan underwriting 4.3. Teknologi Informasi
4.4. Manajemen informasi 4.5. Penipuan klaim
4.5.1. Aspek etika
4.6. London dan Lloyd's market 4.7. Reasuransi
4.8. Subrogasi dan penagihan hak 4.9. Klaim internasional
5. Memahami dan menghitung biaya kegiatan manajemen
5.1. Strategi pengendalian biaya
5.1.1. Biaya Indemnity, biaya penanganan dan biaya yang terkait dengan penanganan
5.2. Memperkirakan cadangan 5.3. Kebocoran
5.4. Biaya fungsi klaim - biaya internal, pembagian overhead, dll. KEPUSTAKAAN
Bacaan Utama :
1. Course Book 820 : Advanced Claims – The Chartered Insurance Institute 2. Ketentuan umum mengenai klaim dalam Polis-polis terbitan AAUI
Bacaan Tambahan :
1. Course Book P85 : Claims Practice – The Chartered Insurance Institute 2. Undang-Undang No. 2 tahun 1992 dan Peraturan-peraturan Pelaksanaannya 3. KUHD / KUHPer
4. Buku/diktat yang diterbitkan oleh lembaga pendidikan asuransi di Indonesia yang berhubungan dengan Klaim Asuransi
Catatan:
Walaupun ujian akan menguji materi sesuai silabus, kandidat disarankan untuk membaca sumber-sumber pengetahuan tambahan dan 10% dari nilai ujian dialokasikan untuk pengetahuan dari sumber-sumber dan penggunaan contoh yang relevan.