BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
4.2 Pengolahan Data
4.2.1 Karakteristik Data Penelitian
Data pada penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada konsumen PT. PANCA WANA INDONESIA SIDOARJO di Surabaya. Kuesioner yang digunakan menggunakan skala semantic differential. Untuk mengetahui Pengembangan Karier jawaban responden, maka digunakan daftar Pengembangan Karier frekuensi jawaban responden yang terbagi atas 3 kelas interval yaitu rendah, sedang dan tinggi karena hasil frekuensi tabel (dapat dilihat dalam Lampiran ) berbeda maka pada perhitungan untuk mencari kelas dapat dicontohkan dengan rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
Rentang = (data maximum – data minimum) = 7 – 4 = 3 Interval = (rentang / banyak kelas) = 3 / 3 = 1
Jadi, dari keterangan di atas didapat interval sebagai berikut : Rendah, jika 1 x 3
Sedang, jika 3 < x 5 Tinggi, jika 5 < x 7
Berdasarkan tabel frekuensi dari Output SPSS, dapat dibuat Pengembangan Karier frekuensi jawaban responden terhadap variabel yang diteliti
sebagai berikut:
Tabel 4.1. Daftar Pengembangan Karier Frekuensi Jawaban Responden
Rendah Sedang Tinggi Total
Variabel Indikator frek % frek % frek % frek %
Kepemimpinan (X1) x1.1.1 0 0.00% 28 28.00% 72 72.00% 100 100.00% x1.1.2 0 0.00% 32 32.00% 68 68.00% 100 100.00% x1.1.3 0 0.00% 29 29.00% 71 71.00% 100 100.00% Budaya Organisasi (X2) x2.2.1 18 18.00% 67 61.00% 15 15.00% 100 100.00% x2.2.2 9 9.00% 58 58.00% 33 33.00% 100 100.00% x2.2.3 9 9.00% 60 60.00% 31 31.00% 100 100.00% x2.2.4 4 4.00% 74 74.00% 22 22.00% 100 100.00% x2.2.5 26 25.00% 67 67.00% 7 7.00% 100 100.00% x2.2.6 18 18.00% 75 75.00% 7 7.00% 100 100.00% x2.2.7 4 4.00% 67 67.00% 29 29.00% 100 100.00% Pengembangan Karier (X3) x3.3.1 12 12.00% 69 69.00% 19 19.00% 100 100.00% x3.3.2 21 21.00% 68 68.00% 11 11.00% 100 100.00% x3.3.3 23 23.00% 67 67.00% 10 10.00% 100 100.00% Motivasi (X4) x4.4.1 0 0.00% 62 62.00% 38 38.00% 100 100.00% x4.4.2 0 0.00% 62 62.00% 38 38.00% 100 100.00% x4.4.3 0 0.00% 56 56.00% 44 44.00% 100 100.00% Strategi (X5) x5.5.1 21 21.00% 75 75.00% 4 4.00% 100 100.00% x5.5.2 21 21.00% 75 75.00% 4 4.00% 100 100.00% x5.5.3 4 4.00% 74 74.00% 22 22.00% 100 100.00% y1.1 7 7.00% 74 74.00% 19 19.00% 100 100.00% Kinerja
Karyawan (Y1) y1.2 3 3.00% 81 81.00% 16 16.00% 100 100.00%
y1.3 7 7.00% 67 67.00% 26 26.00% 100 100.00%
Sumber : Output SPSS
Berdasarkan tabel diatas maka dapat dianalisa karakteristik data frekuensi jawaban responden sebagai berikut :
Hubungan Pimpinan dan Bawahan (X1.1)
Persentase tertinggi ada pada interval tinggi dengan persentase sebesar 72%, sehingga dapat disimpulkan Hubungan Pimpinan dan Bawahan di PT. PANCA WANA INDONESIA SIDOARJO sangat baik.
Pemberian Petunjuk (X1.2)
Persentase tertinggi ada pada interval tinggi dengan persentase sebesar 68%, sehingga dapat disimpulkan Pemberian Petunjuk yang dilakukan pimpinan dapat dicerna mudah oleh karyawan PT. PANCA WANA INDONESIA SIDOARJO.
Pengawasan (X1.3)
Persentase tertinggi ada pada interval tinggi dengan persentase sebesar 71%, sehingga dapat disimpulkan Pengawasan yang baik menciptakan kepuasan bagi para konsumen PT. PANCA WANA INDONESIA SIDOARJO.
Variabel Budaya Organisasi (X2)
Inovasi dan Pengambilan Resiko (x2.2.1)
Persentase tertinggi ada pada interval sedang dengan persentase sebesar 67%, sehingga dapat disimpulkan PT. PANCA WANA INDONESIA SIDOARJO selalu berani berinovasi dan mengambil resiko.
Perhatian yang Rinci (x2.2.2)
Persentase tertinggi ada pada interval sedang dengan persentase sebesar 53%, sehingga dapat disimpulkan di PT. PANCA WANA INDONESIA SIDOARJO, member perhatian yang rinci terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan perusahaan.
Persentase tertinggi ada pada interval sedang dengan persentase sebesar 60%, sehingga dapat disimpulkan terdapat Orientasi dari hasil-hasil produksi karyawan PT. Panca Wana Indonesia Sidoarjo.
Orientasi Pada Manusia (x2.2.4)
Persentase tertinggi ada pada interval sedang dengan persentase sebesar 74%, sehingga dapat disimpulkan Terdapat Orientasi pada manusia untuk memperhitungkan efek hasil PT. Panca Wana Indonesia Sidoarjo..
Orientasi Tim (x2.2.5)
Persentase tertinggi ada pada interval sedang dengan persentase sebesar 67%, sehingga dapat disimpulkan Penerapan Orientasi tim dalam pekerjaan agar kinerja karyawan dapat maksimal di PT. PANCA WANA INDONESIA SIDOARJO.
Keagresifan (x2.2.6)
Persentase tertinggi ada pada interval sedang dengan persentase sebesar 75%, sehingga dapat disimpulkan pada PT. PANCA WANA INDONESIA SIDOARJO Karyawan terdorong untuk bersifat agresif dan kompetitif.
Stabilitas (x2.2.7)
Persentase tertinggi ada pada interval sedang dengan persentase sebesar 67%, sehingga dapat disimpulkan Status quo selalu dipertahankan didalam PT. PANCA WANA INDONESIA SIDOARJO.
Promosi (x3.3.1)
Persentase tertinggi ada pada interval sedang dengan persentase sebesar 69%, sehingga dapat disimpulkan promosi jabatan sering dilakukan di PT. PANCA WANA INDONESIA SIDOARJO.
Pendidikan (x3.3.2)
Persentase tertinggi ada pada interval sedang dengan persentase sebesar 68%, sehingga dapat disimpulkan PT. PANCA WANA INDONESIA SIDOARJO sering menyekolahkan karyawannya.
Pelatihan (x3.3.3)
Persentase tertinggi ada pada interval sedang dengan persentase sebesar 67%, sehingga dapat disimpulkan PT. PANCA WANA INDONESIA SIDOARJO, selalu mengadakan pelatihan.
Variabel Motivasi (X4) Semangat Kerja (x4.4.1)
Persentase tertinggi ada pada interval rendah dengan persentase sebesar 62%, sehingga dapat disimpulkan semangat kerja karyawan tidak buruk.
Tunjangan (x4.4.2)
Persentase tertinggi ada pada interval rendah dengan persentase sebesar 62%, sehingga dapat disimpulkan tunjangan karyawan PT. PANCA WANA INDONESIA SIDOARJO cukup baik.
Persentase tertinggi ada pada interval sedang dengan persentase sebesar 56%, sehingga dapat disimpulkan insentif karyawan PT. PANCA WANA INDONESIA SIDOARJO cukup tinggi.
Variabel Strategi (X5) Sasaran Strategi (x5.5.1)
Persentase tertinggi ada pada interval sedang dengan persentase sebesar 75%, sehingga dapat disimpulkan strategi dengan meningkatkan efektivitas kerja para manajer PT. PANCA WANA INDONESIA SIDOARJO tidak buruk.
Inisiatif Strategi (x5.5.2)
Persentase tertinggi ada pada interval sedang dengan persentase sebesar 75%, sehingga dapat disimpulkan inisiatif strategi di PT. PANCA WANA INDONESIA SIDOARJO cukup baik.
Target (x5.5.3)
Persentase tertinggi ada pada interval sedang dengan persentase sebesar 74%, sehingga dapat disimpulkan target yang ditetapkan PT. PANCA WANA INDONESIA SIDOARJO cukup terpenuhi.
Model) dan Persamaan Struktural (Strctural Model)
Pada langkah ini, model yang digambarkan dalam path diagram dapat dinyatakan dalam dua kategori dasar persamaan yaitu :
a. Persamaan Pengukuran (Measurement Model)
Spesifikasi model pengukuran (measurement model) dilakukan terlebih dahulu pada konstruk eksogen yang pertama yaitu Kepemimpinan adalah sebagai berikut :
Hubungan Pimpinan dan Bawahan (X1.1)
Hubungan Pimpinan dan Bawahan = 1 Kepemimpinan + e1 X1.1 = 1 f(X1) + e1
X1.1 = 0,883 X1
Dapat diartikan bahwa Kepemimpinan berpengaruh langsung terhadap Hubungan Pimpinan dan Bawahan sehingga pemilihan indikator Hubungan Pimpinan dan Bawahan pada variabel laten Kepemimpinan adalah sangat tepat (nilai 1 > 0,4).
Pemberian Petunjuk (X1.2)
Pemberian Petunjuk = 2 Kepemimpinan + e2 X1. 2 = 2 f(X1) + e2
X1. 2 = 0,640 X1
Dapat diartikan bahwa Kepemimpinan berpengaruh langsung terhadap Pemberian Petunjuk sehingga pemilihan indikator Pemberian Petunjuk pada variabel laten Kepemimpinan adalah sangat tepat (nilai 1 > 0,4).
Pengawasan = 3 Kepemimpinan + e3 X3 = 3 f(X1) + e3
X3 = 0,730 X1
Dapat diartikan bahwa Kepemimpinan berpengaruh langsung terhadap Pengawasan sehingga pemilihan indikator Pengawasan pada variabel laten Kepemimpinan adalah sangat tepat (nilai 1 > 0,4).
Spesifikasi model pengukuran (measurement model) pada konstruk endogen yang kedua yaitu Budaya Organisasi adalah sebagai berikut :
Inovasi dan Pengambilan Resiko (X2.2.1)
Inovasi dan Pengambilan Resiko = 4 Budaya Organisasi + e4 X2.2.1= 4 f(X2) + e4
X2.2.1= 0,075 X2
Dapat diartikan bahwa Budaya Organisasi tidak berpengaruh langsung terhadap Inovasi dan Pengambilan Resiko sehingga pemilihan indikator Inovasi dan Pengambilan Resiko pada variabel laten Budaya Organisasi adalah kurang tepat (nilai 1 < 0,4).
Spesifikasi model pengukuran (measurement model) pada konstruk endogen yang ketiga yaitu Pengembangan Karier adalah sebagai berikut :
Perhatian Yang Rinci (X2.2.2)
Perhatian Yang Rinci = 5 Budaya Organisasi + e5 X2.2.2= 5 f(X3) + e5
terhadap Budaya Organisasi sehingga pemilihan indikator Perhatian Yang Rinci pada variabel laten Budaya Organisasi adalah sangat tepat (nilai 1> 0,4).
Orientasi Hasil (X2.2.3)
Orientasi Hasil = 6 Budaya Organisasi + e6 X3. 2 = 6 f(X1. 3) + e6
X3. 2 = 0,785X1. 3
Dapat diartikan bahwaa Orientasi Hasil berpengaruh langsung terhadap persediaan sehingga pemilihan indikator persediaan pada variabel laten Budaya Organisasi adalah sangat tepat (nilai 1> 0,4).
Spesifikasi model pengukuran (measurement model) pada konstruk endogen yang keempat yaitu Motivasi adalah sebagai berikut :
Orientasi Pada Manusia (X2.2.4)
Orientasi Pada Manusia = 7 Budaya Organisasi + e7 X2.2.4= 7 f(X4) + e7
X2.2.4= 0,313 X4
Dapat diartikan bahwa Budaya Organisasi tidak berpengaruh langsung terhadap Orientasi Pada Manusia sehingga pemilihan indikator periklanan pada variabel laten Budaya Organisasi adalah kurang tepat (nilai 1< 0,4).
Orientasi Tim (X2.2.5)
Orientasi Tim = 8 Budaya Organisasi + e8 X4. 2 = 8 f(X4) + e8
Tim sehingga pemilihan indikator Orientasi Tim pada variabel laten Motivasi adalah sangat tepat (nilai 1> 0,4).
Keagresifan (X2.2.6)
Keagresifan = 9 Budaya Organisasi + e9 X4. 3 = 9 f(X4) + e9
X4. 3 = 0,625X4
Dapat diartikan bahwa Keagresifan berpengaruh langsung terhadap hubungan masyarakat sehingga pemilihan indikator hubungan masyarakat pada variabel laten Keagresifan adalah sangat tepat (nilai 1> 0,4).
Stabilitas (X2.2.7)
Stabilitas = 10 Budaya Organisasi + e10 X2.2.7= 10 f(X5) + e10
X2.2.7= 0,092 X5
Dapat diartikan bahwa Budaya Organisasi tidak berpengaruh langsung terhadap Stabilitas sehingga pemilihan indikator Stabilitas pada variabel laten Budaya Organisasi adalah kurang tepat (nilai 1< 0,4).
b. Persamaan Struktural (Structural Model)
Persamaan struktural dari model yang dibuat peneliti adalah sebagai berikut :
Kepemimpinan = β1 Kinerja Karyawan + Z1; X1 = β1 f(X1) + Z1
X1 = βX1 + Z1 X1 = 0,368 X1
Dapat diartikan bahwa Kepemimpinan merupakan faktor penentu Kinerja Karyawan, karena nilai C.R Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan lebih besar dari nilai t tabel dengan df = 32 yaitu 2,758 > 2,037 (signifikan) dengan kontribusi sebesar 0.368.
Budaya Organisasi (X2)
Budaya Organisasi = β2 Kinerja Karyawan + Z2; X2 = β2 f (X1) + Z2
X2 = βX1 + Z2 X2 = 0,232 X1
Dapat diartikan bahwa Budaya Organisasi bukan merupakan faktor penentu Kinerja Karyawan, karena nilai C.R Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan lebih kecil dari nilai t tabel dengan df = 32 yaitu 1,965 < 2,037 (tidak signifikan) dengan kontribusi sebesar 0.232.
Pengembangan Karier (X3)
Pengembangan Karier = β3 Kinerja Karyawan + Z3; X3 = β3 f(X1) + Z3
X3 = βX1 + Z3 X3 = 0,406 X1
Kinerja Karyawan, karena nilai C.R Pengembangan Karier terhadap Kinerja Karyawan lebih besar dari nilai t tabel dengan df = 32 yaitu 3,437 > 2,037 (signifikan) dengan kontribusi sebesar 0,406.
Motivasi (X4)
Motivasi = β4 Kinerja Karyawan + Z4; X4 = β4 f (X1) + Z4
X4 = βX1 + Z4 X4 = 0,305 X1
Dapat diartikan bahwa Motivasi bukan merupakan faktor penentu Kinerja Karyawan, karena nilai C.R Motivasi terhadap Kinerja Karyawan lebih kecil dari nilai t tabel dengan df = 32 yaitu 1,545 < 2,037 (tidak signifikan) dengan kontribusi sebesar 0,305.
Strategi (X5)
Strategi = β5 Kinerja Karyawan + Z5; X5= β5 f(Y) + Z5
X5 = βY + Z5 X5 = 0,304 Y
Dapat diartikan bahwa Strategi merupakan faktor penentu Kinerja Karyawan, karena nilai C.R Strategi terhadap Kinerja Karyawan lebih besar dari nilai t tabel dengan df = 32 yaitu 2,478 > 2,037 (signifikan) dengan kontribusi sebesar 0,304.
Keragaman Kepemimpinan = β6 Kinerja Karyawan + Z6; = β6 f (X1) + Z6
= βX1 + Z6 = 0,992 X1
Dapat diartikan bahwa keragaman Kepemimpinan merupakan faktor penentu Kinerja Karyawan, karena nilai C.R keragaman Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan lebih besar dari nilai t tabel dengan df = 32 yaitu 5,332 > 2,037 (signifikan) dengan kontribusi sebesar 0,992.
Pelayanan
Pelayanan = β7 Kinerja Karyawan + Z7; = β7 f (X1) + Z7
= βX1 + Z7 = 0,405 X1
Dapat diartikan bahwa pelayanan merupakan faktor penentu Kinerja Karyawan, karena nilai C.R pelayanan terhadap Kinerja Karyawan lebih besar dari nilai t tabel dengan df = 32 yaitu 3,777 > 2,037 (signifikan) dengan kontribusi sebesar 0,405.
Perangkat
Perangkat = β8 Kinerja Karyawan + Z8; = β8 f (X1) + Z8
= βX1 + Z8 = 0,219 X1
Karyawan, karena nilai C.R perangkat terhadap Kinerja Karyawan lebih besar dari nilai t tabel dengan df = 32 yaitu 1,938 < 2,037 (tidak signifikan) dengan kontribusi sebesar 0,219.