BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Karakteristik Demografi Responden
Karakteristik demografi responden meliputi usia, desa asal, status, tingkat pendidikan, pekerjaan, pengalaman menderita penyakit, dan sumber informasi yang pernah didapat responden.
Pengecekan data untuk melihat kelengkapan jawaban kuisioner dilakukan menggunakan program komputer. Ketidaklengkapan data akan menghasilkan data
missing. Jika terjadi hal demikian maka dilakukan pengecekan kembali pada kuisioner responden yang bersangkutan dan apabila memang data responden tersebut tidak lengkap maka akan di drop out. Hasil dari program tersebut disajikan dalam tabel II.
Tabel II. Jumlah responden wanita usia produktif di Kecamatan Berbah
Usia Desa Status Tingkat
pendidikan Pekerjaan Pengalaman menderita penyakit Sumber informasi yang pernah didapat N Valid 130 130 130 130 130 130 130 Missing 0 0 0 0 0 0 0 1. Usia
Minimal usia responden yang diikutsertakan pada penelitian adalah responden usia 15 tahun karena menurut Salim cit Stevenson (2010), usia normal wanita usia produktif yaitu 15 – 45 tahun. Adapun usia maksimal responden yang diikutsertakan adalah responden usia 52 tahun karena berdasarkan penelitian oleh
Andriana (2006) terdapat penderita endometriosis dengan usia maksimal 52 tahun di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang pada bulan Desember 2003 sampai Februari 2004. Pembagian umur responden yaitu berdasarkan alasan rasionalitas yang dibagi menjadi 4 kelompok umur.
Persentase usia tertinggi responden dari hasil penelitian yaitu 35 – 44 tahun, diikuti responden usia 25 – 34 tahun lalu responden usia 15 – 24 tahun dan yang terakhir responden usia > 44 tahun. Responden usia lebih dari 44 tahun merupakan responden dengan jumlah paling sedikit karena pada usia lebih dari 44 tahun banyak wanita yang telah mengalami menopause sehingga tidak masuk dalam kriteria inklusi maupun eksklusi. Rangkuman hasil distribusi karakteristik usia responden disajikan dalam tabel III.
Tabel III. Distribusi karakteristik wanita usia produktif berdasarkan klasifikasi usia
Usia
(tahun) Jumlah responden Persentase (%)
15-24 29 23,31 25-34 38 29,23 35-44 43 33,08 >44 20 15,38 Total 130 100 2. Desa asal
Kecamatan Berbah terbagi dalam empat desa yaitu Desa Jogotirto yang berada di wilayah timur selatan, Desa Kalitirto yang berada di wilayah timur utara, Desa Sendangtirto yang berada di wilayah barat selatan, dan Desa Tegaltirto yang berada di wilayah barat utara.
Jumlah sampel yang didapat tidak proporsional karena menggunakan metode purposive sampling sehingga hanya kriteria inklusi yang diutamakan.
Responden paling banyak dalam penelitian ini yaitu dari Desa Sendangtirto dengan jumlah hampir separuh dari total responden dengan persentase sebesar 46,92 %.
Adapun besar jumlah responden di desa lainnya hampir sama persentasenya yaitu 17,69 % di Desa Jogotirto; 16,15 % di Desa Kalitirto; dan 19,23 % di Desa Tegaltirto. Rangkuman hasil penelitian disajikan dalam tabel IV.
Tabel IV. Distribusi karakteristik wanita usia produktif berdasarkan desa asal
Desa Jumlah responden Persentase (%)
Jogotirto 23 17,69 Kalitirto 21 16,15 Sendangtirto 61 46,92 Tegaltirto 25 19,23 Total 130 100 3. Status
Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah wanita usia produktif yang bersedia menjadi responden. Dengan demikian, subyek uji yang diikutsertakan yaitu wanita, baik yang sudah menikah maupun belum menikah, yang sudah dan masih menstruasi.
Jumlah responden paling banyak adalah responden dengan status sudah menikah dengan persentase 79,23 %. Hal ini dikarenakan sebagian besar pengambilan data dilakukan pada pertemuan ibu-ibu. Adapun responden dengan status belum menikah hanya 20,77 % karena pengambilan data tidak pernah dilakukan pada pertemuan pemudi akibat sudah tidak ada lagi jadwal pertemuan pemudi. Untuk pengambilan data responden yang belum menikah dilakukan dengan cara menitipkan pada para ibu yang memiliki putri atau saudara wanita dengan usia ≥ 15 tahun dengan status belum menikah. Pada kenyataannya, hal ini
menyebabkan jumlah kuisioner yang kembali sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah kuisioner yang dititipkan sehingga mengurangi data responden yang belum menikah. Selain itu, dilakukan pula alternatif door to door namun wanita belum menikah sangat jarang ada di rumah karena kesibukan sekolah maupun bekerja sampai larut malam ataupun bekerja di daerah lain. Rangkuman hasil demografi karakteristik responden berdasarkan status disajikan dalam tabel V.
Tabel V. Distribusi wanita usia produktif berdasarkan status
Status Jumlah responden Persentase (%)
Sudah menikah 103 79,23
Belum menikah 27 20,77
Total 133 100
4. Tingkat pendidikan
Tingkat pendidikan pada penelitian ini dibagi menjadi empat kategori yaitu lulusan SD, lulusan SMP atau sederajat, lulusan SMA atau sederajat dan lulusan Perguruan Tinggi termasuk D1, D2, D3 maupun S1.
Jumlah responden paling banyak yaitu 52,31 % merupakan lulusan SMA atau sederajat. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan responden sudah baik. Adapun jumlah responden lulusan SD dan SMP atau sederajat relatif sama, sedangkan jumlah responden paling sedikit adalah lulusan perguruan tinggi yaitu sebesar 8,46 %. Rangkuman hasil penelitian disajikan dalam tabel VI.
Tabel VI. Distribusi karakteristik wanita usia produktif berdasarkan tingkat pendidikan
Tingkat pendidikan Jumlah responden Persentase (%)
Lulus SD 24 18,46
Lulus SMP atau sederajat 27 20,77
Lulus SMA atau sederajat 68 52,31
Lulus Perguruan Tinggi 11 8,46
5. Pekerjaan
Pada penelitian ini, distribusi karakteristik responden berdasarkan pekerjaan dibagi menjadi dua yaitu responden yang bekerja dan tidak bekerja. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 1 ayat 3 menyatakan bahwa pekerja adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain. Dengan demikian, responden yang dimasukkan dalam kelompok tidak bekerja yaitu ibu rumah tangga, pelajar atau mahasiswa, tidak mempunyai pekerjaan, maupun yang sedang mencari pekerjaan.
Responden paling banyak adalah responden yang tidak bekerja dengan jumlah melampaui setengah dari total jumlah responden dengan presentase 66,92%. Hal ini dikarenakan pengambilan data dilakukan pada pertemuan ibu-ibu dengan mayoritas ibu-ibu tersebut merupakan ibu rumah tangga. Rangkuman hasil penelitian disajikan dalam tabel VII dan tabel VIII.
Tabel VII. Distribusi karakteristik wanita usia produktif berdasarkan pekerjaan
Pekerjaan Jumlah responden Persentase (%)
Bekerja 43 33,08
Tidak bekerja 87 66,92
Total 130 100
Tabel VIII. Distribusi karakteristik wanita usia produktif berdasarkan jenis pekerjaan
Jenis pekerjaan Jumlah responden Persentase (%)
Wiraswasta 13 10,00 Karyawan/buruh 23 17,69 Guru 4 3,08 PNS 2 1,54 Petani 1 0,77 Tidak bekerja 87 66,92 Total 130 100
6. Pengalaman menderita penyakit
Karakteristik responden berdasarkan pengalaman menderita penyakit, dikelompokkan menjadi 2 yaitu responden yang pernah menderita suatu penyakit yang relatif susah disembuhkan seperti kista, kanker, hipotensi, hipertensi, gangguan ginjal, maupun penyakit lainnya dan responden yang tidak pernah menderita berbagai penyakit tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah responden yang tidak pernah menderita penyakit yang relatif susah disembuhkan dengan persentase sebesar 81,54 %. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesehatan responden sudah baik. Adapun responden yang pernah menderita penyakit yang relatif susah disembuhkan, mayoritas sumber penyakit berasal dari diri sendiri bukan karena faktor keturunan sehingga dapat diketahui bahwa pola hidup responden kurang sehat. Rangkuman hasil penelitian disajikan dalam tabel IX dan tabel X.
Tabel IX. Distribusi karakteristik wanita usia produktif berdasarkan pengalaman menderita penyakit
Pengalaman responden
menderita penyakit Jumlah responden Persentase (%)
Pernah 24 18,46
Tidak pernah 106 81,54
Total 130 100
Tabel X. Distribusi karakteristik wanita usia produktif berdasarkan asal penyakit Asal penyakit yang pernah
diderita responden Jumlah responden Persentase (%)
Diri sendiri 18 75,00
Keluarga 6 25,00
7. Sumber informasi yang pernah didapat
Informasi mengenai kista endometrium dapat diperoleh melalui media massa, baik media cetak maupun media elektronik dan instansi kesehatan seperti puskesmas, dokter, bidan atau tenaga kesehatan lainnya. Informasi juga bisa didapat dari keluarga atau teman/kerabat yang pernah menderita kista endometrium ataupun pernah mendapat informasi tentang kista endometrium.
Jumlah responden yang belum pernah mendapat informasi tentang kista endometrium lebih banyak dibandingkan dengan responden yang pernah mendapatkan informasi tentang kista endometrium yaitu mencapai 65,38 %. Hal ini menunjukkan bahwa pengenalan masyarakat mengenai kista endometrium masih kecil disebabkan karena kurangnya informasi mengenai kista endometrium yang diberikan oleh pemerintah maupun instansi-instansi terkait. Rangkuman hasil penelitian disajikan dalam tabel XI.
Tabel XI. Distribusi karakteristik wanita usia produktif berdasarkan informasi yang pernah didapat
Informasi Jumlah responden Persentase (%)
Sudah pernah mendapat informasi 45 34,62
Belum pernah mendapat informasi 85 65,38
Total 130 100
Berdasarkan sumber informasi mengenai kista endometrium, media massa merupakan sumber informasi paling banyak yang didapat responden yaitu sebesar 37,78 % sedangkan paling rendah adalah informasi dari keluarga sebesar 11,11 %. Media massa merupakan sumber informasi terbanyak karena dengan semakin majunya teknologi di jaman sekarang, media massa dapat dengan mudah diperoleh masyarakat melalui televisi, radio, internet maupun koran
dengan berbagai jenis informasi. Rangkuman hasil mengenai sumber informasi disajikan dalam tabel XII.
Tabel XII. Distribusi karakteristik wanita usia produktif berdasarkan sumber informasi mengenai kista endometrium
Sumber informasi Jumlah responden Persentase (%)
Media massa 17 37,78 Instansi kesehatan 11 24,44 Keluarga 5 11,11 Teman 12 26,67 Total 45 100