BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
F. Tata Cara Penelitian
1. Penentuan lokasi
Pemilihan lokasi penelitian di Kecamatan Berbah karena letaknya yang berada pada perbatasan kota sehingga dengan mobilitas yang tinggi maka tingkat polusi udara yang dapat mempengaruhi tumbuhnya kista endometrium juga akan tinggi. Pengambilan data dilakukan di semua desa Kecamatan Berbah yaitu Desa Jogotirto, Kalitirto, Sendangtirto, dan Tegaltirto. Pemilihan padukuhan tempat data akan diambil yaitu sesuai ijin yang didapat.
2. Pengurusan ijin
Pengurusan ijin penelitian pertama kali dilakukan di BAPPEDA Sleman dan mendapat ijin penelitian selama 7 bulan. Selanjutnya perijinan dilanjutkan ke pemerintah Kecamatan Berbah menggunakan ijin dari BAPPEDA Sleman. Berdasarkan kebijakan Camat Berbah untuk pengambilan data penelitian di tiap desa Kecamatan Berbah dapat menggunakan ijin dari BAPPEDA tanpa harus menggunakan tembusan ijin dari pemerintah Kecamatan Berbah.
Setelah itu dilanjutkan perijinan ke empat desa di Kecamatan Berbah. Untuk perijinan di seluruh desa Kecamatan Berbah, hanya Desa Tegaltirto yang memberikan surat tembusan ijin untuk padukuhan. Untuk perijinan di Desa Kalitirto dan Sendangtirto cukup dengan membawa ijin dari BAPPEDA. Adapun perijinan di Desa Jogotirto yaitu dengan menghubungi Kades untuk mengetahui jadwal pertemuan di desa terkait. Perijinan terakhir yaitu pada padukuhan tempat data akan diambil dengan meminta ijin pada Dukuh setempat. Pengambilan data penelitian dilakukan pada enam padukuhan di Kecamatan Berbah. Perijinan
pertama yaitu di Padukuhan Jagalan Desa Tegaltirto dan Padukuhan Kepuh Desa Kalitirto, lalu di Padukuhan Rejosari Desa Jogotirto, kemudian di Padukuhan Tampungan Desa Sendangtirto, lalu di Padukuhan Semoya Desa Tegaltirto, dan terakhir di Padukuhan Sumber Lor Desa Kalitirto.
3. Pembuatan instrumen penelitian
a. Penyusunan kuisioner. Pertama, dibuat item-item pertanyaan untuk kuisioner tipe isian sehubungan dengan data demografi responden yang berkaitan dengan variabel penelitian, selain itu juga mengenai skala pengenalan responden mengenai kista endometrium dan juga form tanda tangan responden.
Selanjutnya dibuat item-item pernyataan mengenai pengetahuan tentang kista endometrium meliputi definisi/sinonim, etiologi, faktor risiko, patofisiologi, pencegahan dan pengatasan kista endometrium dengan alternatif jawaban “ya” atau “tidak” untuk tiap pernyataan.
Setelah itu dibuat item-item pernyataan mengenai sikap mengenai keinginan responden untuk memahami lebih lanjut kista endometrium, antisipasi dampak, serta upaya pencegahan penyakit kista endometrium. Jawaban pernyataan bagian sikap terdiri dari empat alternatif jawaban yaitu “sangat setuju”, “setuju”, “tidak setuju” atau “sangat tidak setuju” untuk tiap pernyataan.
Dalam pembuatan kuisioner ini, peneliti banyak bertanya pada orang yang menguasai tata cara pembuatan kuisioner penelitian. Jenis pernyataan pada kuisioner bagian pengetahuan dan sikap terdiri dari pernyataan favourable dan
Tabel I. Jenis pernyataan favorable dan unfavorable pada pernyataan pengetahuan dan sikap mengenai kista endometrium
Variabel Favorable Unfavorable
Pengetahuan 3, 5, 6, 9, 10, 11, 12, 13, 15, 16, 18, 20 1, 2, 4, 7, 8, 14, 17, 19 Sikap 1, 6, 9, 10, 11, 14, 15, 16, 18 2, 3, 4, 5, 7, 8, 12, 13, 17, 19, 20
b. Uji validitas dan uji pemahaman bahasa. Setelah pembuatan item-item pertanyaan selesai maka dilanjutkan dengan uji validitas. Uji validitas kuisioner yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan validitas konstruk yaitu dengan menggunakan pendapat dari ahli (professional judgement).
Uji validitas tidak melibatkan perhitungan statistik, melainkan hanya analisis rasional oleh 2 dokter yang memahami kista endometrium. Salah satu dokter memberikan saran perbaikan pada bahasa yang digunakan dalam kuisioner. Dokter yang lain memberikan saran perbaikan pada kuisioner bagian pengetahuan yaitu dengan menghapus empat pernyataan dan mengganti tiga pernyataan serta menyempurnakan lima pernyataan pada kuisioner bagian sikap.
Bersamaan dengan uji validitas juga dilakukan uji pemahaman bahasa kepada 20 wanita usia produktif yang tidak termasuk dalam sampel. Uji pemahaman bahasa dilakukan untuk mengetahui bahasa yang digunakan dalam kuisioner mudah dipahami atau tidak oleh responden dalam penelitian ini.
c. Uji reliabilitas. Uji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan
Alpha Cronbach dengan taraf kepercayaan 95%. Oleh karena uji validitas menggunakan professional judgementmaka kuisioner tersebut reliabel jika nilai α > 0,75.
Uji reliabilitas kuisioner dilakukan pada wanita usia produktif baik yang sudah menikah maupun yang belum menikah yang bukan termasuk dalam sampel. Pengujian kuisioner pertama kali dengan 48 responden didapatkan hasil α = 0,419 untuk kuisioner bagian pengetahuan dan α= 0,699 untuk kuisioner bagian sikap. Pengujian kuisioner kedua dengan 39 responden didapatkan hasil α = 0,761 untuk kuisioner bagian pengetahuan dan α= 0,815 untuk kuisioner bagian sikap. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kuisioner telah reliabel.
4. Sampling
Jumlah sampel minimal untuk Desa Jogotirto yaitu 21 orang, Desa Kalitirto 25 orang, Desa Sendangtirto 28 orang, dan Desa Tegaltirto 21 orang.
Pemilihan sampel berdasarkan kriteria inklusi. Dipilih wanita yang masih menstruasi dengan usia 15 – 52 tahun, bisa membaca dan menulis, bukan tenaga kesehatan, tidak memiliki latar belakang pendidikan formal maupun informal mengenai kista endometrium dalam 2 tahun terakhir, dan tentunya bersedia menjadi responden.
5. Penyebaran kuisioner
Pengambilan data sebisa mungkin dilakukan pada pertemuan wanita dan mempunyai jadwal pertemuan yang akan segera berlangsung untuk efisiensi waktu, biaya, serta tenaga, namun karena susahnya mencari padukuhan yang bersedia menerima kedatangan peneliti pada pertemuan wanita maka terkadang pengambilan data dilakukan secara door to door.
Pengisian kuisioner dilakukan sendiri oleh responden. Setiap responden diberikan satu kuisioner dan diberikan kesempatan untuk mengerjakan kuisioner
saat itu juga di tempat penelitian, terkecuali apabila ada kebijakan tersendiri dari para pemberi ijin di tempat pengambilan data agar kuisioner diisi di rumah masing-masing dan dikembalikan dengan cara dikumpulkan keesokan harinya. Sebelum pengisian kuisioner, terlebih dahulu peneliti menjelaskan maksud dan tujuan dari penyebaran kuisioner dan jika para responden telah menyetujui untuk diikutsertakan dalam penelitian maka satu per satu responden yang sesuai kriteria inklusi dibagikan kuisioner. Selama pengisian kuisioner responden didampingi peneliti, ini dimaksudkan jika responden mengalami kesulitan maka dapat bertanya langsung kepada peneliti, namun jika kuisioner dibawa pulang maka terlebih dahulu peneliti menjelaskan segala sesuatu tentang cara pengisian kuisioner dengan lebih detail dan dilakukan pengulangan penjelasan sampai responden benar-benar memahami.
Penyebaran kuisioner di Padukuhan Jagalan dan Padukuhan Kepuh dilakukan secara door to door. Kuisioner yang dibagikan di Padukuhan Jagalan yaitu 10 kuisioner dan kembali 10 kuisioner, sedangkan di Padukuhan Kepuh dibagikan 21 kuisioner dan kembali 15 kuisioner dengan 1 kuisioner yang di-drop out. Penyebaran kuisioner di Padukuhan Tampungan, Semoya, Rejosari, dan Sumber Lor dilakukan di pertemuan ibu-ibu. Kuisioner yang dibagikan di Padukuhan Tampungan yaitu 73 kuisioner dan kembali 63 kuisioner dengan 2 kuisioner yang di-drop out. Kuisioner yang dibagikan di Padukuhan Semoya yaitu 30 kuisioner dan kembali 15 kuisioner. Kuisioner yang dibagikan di Padukuhan Rejosari yaitu 40 kuisioner dan kembali 25 kuisioner dengan 2 kuisioner yang
di-drop out. Kuisioner yang dibagikan di Padukuhan Sumber Lor yaitu 25 kuisioner dan kembali 13 kuisioner dengan 3 kuisioner yang di-drop out.
6. Pengolahan data
Untuk data demografi dan skala tingkat pengenalan, pengolahan data dilakukan dengan cara menghitung jawaban responden yang sama dan dipersentasekan dari total responden sehingga dapat diketahui distribusi karakteristik demografi responden.
Untuk kuisioner bagian pengetahuan, pengolahan data dilakukan dengan menghitung jawaban benar responden. Pernyataan yang dijawab responden dengan benar diberi skor 1, sedangkan pernyataan yang dijawab salah oleh responden diberi skor 0. Lalu skor tersebut dijumlahkan untuk tiap responden. Selain itu, dilakukan pula penjumlahan jawaban responden pada tiap pernyataan pengetahuan sehingga dapat diketahui jumlah responden yang menjawab salah maupun benar pada tiap pernyataan. Oleh karena kuisioner terdiri dari 6 kategori pernyataan maka dihitung rata-rata jumlah responden yang menjawab salah maupun benar pada tiap kategori pernyataan. Lalu dibuat persentase dengan total 100% untuk tiap kategori pernyataan benar dan salah.
Pengolahan data pada kuisioner bagian sikap dilakukan dengan skoring
jawaban responden terlebih dahulu. Untuk tiap pernyataan favorable (nomor 1, 6, 9, 10, 11, 14, 15, 16, dan 18) jika responden menjawab “sangat setuju” maka diberi skor 4, jika responden menjawab “setuju” maka diberi skor 3, jika responden menjawab “tidak setuju” maka diberi skor 2, dan jika responden menjawab “sangat tidak setuju” maka diberi skor 1. Untuk tiap pernyataan
unfavorable (nomor 2, 3, 4, 5, 7, 8, 12, 13, 17, 19, dan 20) jika responden menjawab “sangat setuju” maka diberi skor 1, jika responden menjawab “setuju” maka diberi skor 2, jika responden menjawab “tidak setuju” maka diberi skor 3, danjika responden menjawab “sangat tidak setuju” maka diberi skor 4. Lalu skor tersebut dijumlahkan untuk tiap responden. Selain itu dilakukan pula perhitungan jumlah responden yang mempunyai sikap positif maupun negatif untuk tiap pernyataan pada kuisioner bagian sikap. Responden mempunyai sikap positif bila skor 3 atau 4 dan sikap negatif bila skor 1 atau 2. Lalu dibuat persentase dengan total 100% untuk tiap pernyataan bagian sikap.