• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Keadaan Umum

4.1.2. Karakteristik Pelaku Kemitraan

a. Gabungan Kelompok Tani Citra Sawargi

Munculnya berbagai peluang dan hambatan sesuai dengan lingkungan sosial ekonomi setempat membutuhkan adanya pengembangan kelompoktani ke dalam suatu organisasi yang jauh lebih besar. Beberapa kelompoktani bergabung ke dalam Gapoktan. Penggabungan dalam Gapoktan terutama dapat dilakukan oleh kelompoktani yang berada dalam satu wilayah administrasi pemerintahan untuk menggalang kepentingan bersama secara kooperatif. Wilayah kerja Gapoktan sedapat mungkin di wilayah administratif desa/kecamatan, tetapi sebaiknya tidak melewati batas wilayah kabupaten/kota.

Penggabungan kelompok tani ke dalam Gapoktan dilakukan agar kelompok tani dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna, dalam penyediaan sarana produksi pertanian, permodalan, peningkatan atau

perluasan usahatani ke sektor hulu dan hilir, pemasaran serta kerja sama dalam peningkatan posisi tawar (Peraturan Menteri Pertanian No.273/Kpts/OT.160/4/2007 tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Petani).

Gapoktan diharapkan mampu melakukan fungsi-fungsi berikut: 1) Merupakan satu kesatuan unit produksi untuk memenuhi

kebutuhan pasar

2) Penyediaan sarana produksi pertanian (saprotan) serta menyalurkannya kepada para petani melalui kelompoknya

3) Penyediaan modal usaha dan menyalurkan secara kredit/pinjaman kepada para petani yang memerlukan

4) Melakukan proses pengolahan produk para anggota (penggilingan, grading, pengepakan dan lainnya) yang dapat meningkatkan nilai tambah

5) Menyelenggarakan perdagangan, memasarkan/menjual produk petani kepada pedagang/industri hilir.

Gapoktan Citra Sawargi merupakan sebuah organisasi petani Pandanwangi yang telah mendapatkan bimbingan dari Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur dan LPPM–IPB dalam rangka pengembangan budidaya tanaman padi varietas Pandanwangi melalui metode GAP, sehingga gabah yang dihasilkannya merupakan gabah yang bermutu tinggi dan dijamin keasliannya. Petani yang bergabung dalam Gapoktan Citra Sawargi seluruhnya berlokasi di Kecamatan Warung Kondang yaitu di Desa Mekarwangi, Desa Bunikasih dan Desa Tegallega. Jumlah petani dan kelompok tani yang bergabung dalam Gapoktan Citra Sawargi disajikan pada Tabel 12.

Unit Quality Control (QC) bertanggungjawab dalam mengawasi dan menilai mutu gabah (Malai Kering Panen) yang akan dibeli dari petani anggota. Unit pengadaan bahan bertanggungjawab dalam mengendalikan stok gabah atau beras, serta merencanakan pembelian dan penjualan gabah atau beras. Unit pengadaan saprodi bertanggungjawab dalam menyediakan kebutuhan saprodi petani

anggotanya khususnya dalam melayani kebutuhan benih bersertifikat dan pupuk. Unit pengolahan bertanggungjawab melakukan penanganan dan pengolahan gabah hingga menjadi beras siap jual. Sementara unit pemasaran bertanggungjawab dalam perencanaan pengiriman barang dan penyelesaian transaksi beras.

Tabel 12. Jumlah Petani, Kelompok Tani, luas tanam dan taksiran produksi Gapoktan Citra Sawargi

No. Desa Kelompok

Tani Ketua Kelompok Tani Jumlah Petani anggota (orang) Luas Tanam (Ha) Taksiran Produksi (ton MKP) Sawargi H.Burhan 6 6,75 34,5 1. Mekarwangi Sugihtani H.Ijudin 19 6,78 38,8 Mekartani H.Sahroni 34 15,5 97,6 2. Tegallega Karyatani H.Mansur 11 5,3 34,7 Karyasari H.Yahya 8 4,75 31,9 3. Bunikasih

Karya usaha Memed 18 985 53,9

Jumlah 96 48,93 291,4

Sumber : Gapoktan Citra Sawargi, 2007

Susunan pengurus Gapoktan adalah sebagai berikut:

Ketua : H. Burhan

Sekretaris I : H.Mansyur

Machpuddin (Wakil)

Bendahara : H. Sahroni

Joni Candra (Wakil)

Unit Kegiatan :

1. QC : H. Pepen Jaenudin

Entus Kusdinar (Wakil)

2. Pengadaan Bahan : H. Yahya

3. Pengadaan Saprodi : H.M. Ijudin

4. Processing : A. Kustana

5. Pemasaran : Ibrahim Naswari

Dari ke lima unit usaha tersebut, seluruhnya telah berjalan dengan cukup baik, sehingga kontrak beras Pandanwangi selalu dapat

dipenuhi, baik dalam hal mutu, kuantitas maupun kontinuitas pasokan. Untuk unit usaha saprodi, saat ini pelayanan yang diberikan kepada petani anggota hanyalah terbatas pada benih bersertifikat, sementara untuk kebutuhan pupuk belum dapat dilayani oleh Gapoktan akibat keterbatasan modal.

Sebagaimana dinyatakan dalam Peraturan Menteri Pertanian No.273/Kpts/OT.160/4/2007 tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Petani, Gapoktan yang kuat dan mandiri dicirikan, antara lain :

1) Adanya pertemuan/rapat anggota/rapat pengurus yang diseleng- garakan secara berkala dan berkesinambungan.

2) Disusunnya rencana kerja gapoktan secara bersama dan dilaksanakan oleh para pelaksana sesuai dengan kesepakatan bersama dan setiap akhir pelaksanaan dilakukan evaluasi secara partisipasi.

3) Memiliki aturan/norma tertulis yang disepakati dan ditaati bersama.

4) Memiliki pencatatan/pengadministrasian setiap anggota organisasi yang rapih.

5) Memfasilitasi kegiatan–kegiatan usaha bersama di sektor hulu dan hilir.

6) Menfasilitasi usahatani secara komersial dan berorientasi pasar. 7) Sebagai sumber, serta pelayanan informasi dan teknologi untuk

usaha para petani umumnya dan anggota kelompoktani khususnya. 8) Adanya jalinan, kerjasama antara Gapoktan dengan pihak lain. 9) Adanya pemupukan modal usaha baik iuran dari anggota atau

penyisihan hasil usaha/kegiatan Gapoktan.

Mengacu pada kriteria di atas, maka Gapoktan Citra Sawargi belum dapat dikategorikan sebagai Gapoktan kuat dan mandiri, karena :

1) Hingga saat ini Gapoktan belum menyusun aturan norma tertulis (AD/ART), kendati demikian pengadministrasian anggota Gapoktan terlaksana dengan baik.

2) Gapoktan belum mampu memberikan pelayanan penuh dalam menunjang usaha anggotanya, baik dalam penyediaan saprodi maupun sarana pengolahan, karena hingga saat ini gapoktan masih menggunakan alat pengolahan (Unit Penggilingan Padi) milik salah satu pengurus Gapoktan, sehingga nilai tambah dari kegiatan pengolahan tidak sepenuhnya dapat dinikmati Gapoktan. Akibatnya, keuntungan Gapoktan dari unit pengolahan relatif kecil, sehingga sulit untuk memupuk modal usaha.

3) Keanggotaan petani dalam Gapoktan saat ini hanya terbatas pada diwajibkannya petani menggunakan input produksi dan jadwal tanam sesuai kesepakatan dengan Gapoktan, serta kewajiban untuk menjual hasil panennya kepada Gapoktan, sementara pemupukan modal melalui iuran atau simpanan anggota belum terlaksana.

b. CV Quasindo

CV Quasindo (Quality Sehat Indonesia) telah lama dikenal sebagai importir sekaligus distributor beras jenis khusus bermerek Taj Mahal. Beras dimaksud merupakan beras yang sangat unik, yaitu varietas Mani Chamba yang hanya dapat ditanam di daerah India Selatan. Jenis beras tersebut memiliki kadar gula dan lemak rendah, tidak berkanji, kaya mineral, kalsium, phosporus, zinc, protein, berkarbohidrat komplek dan fiber soluble (serat larut). Dengan karakteristik tersebut, maka jenis beras ini sangat cocok bagi kesehatan, khususnya bagi penderita diabetes dan hipertensi. Usaha perdagangan beras Taj Mahal tersebut telah dirintis sejak tahun 2001 dan menunjukkan peningkatan yang pesat dari tahun ke tahun. Saat ini CV Quasindo mengimpor sekitar 400 ton per tahun, dengan wilayah distribusinya meliputi hampir seluruh kota besar di Indonesia.

Berawal dari keberhasilan CV Quasindo dalam memasarkan beras Taj Mahal di Indonesia, maka sejak tahun 2007 CV Quasindo mulai mengembangkan sayap untuk berbisnis beras lokal dengan keunggulan khusus, karena sasaran utama pasarnya sebagaimana untuk beras Taj Mahal adalah kelompok masyarakat golongan ekonomi menengah ke atas. Dengan pertimbangan tersebut, maka akhirnya diputuskan untuk memilih beras Pandanwangi sebagai unit usahanya yang baru. Minat CV Quasindo untuk berbisnis beras Pandanwangi disambut baik oleh Departemen Pertanian yang pada saat yang sama (tahun 2006) tengah membangun program sertifikasi beras berlabel, khususnya varietas Pandanwangi. Saat ini, CV Quasindo menjadi pelopor sekaligus satu- satunya produsen beras Pandanwangi yang mendapatkan sertifikasi jaminan kemurnian varietas dari lembaga sertifikasi yang ditunjuk oleh Departemen Pertanian.

Sejak berdiri tahun 2001, CV Quasindo berdomisili di Semarang- Jawa Tengah. Khusus untuk mendistribusikan beras Pandanwangi bersertifikat, telah dibuka kantor cabang di Jakarta, yaitu di Kompleks Ruko Permata Ancol – Jakarta.

Dokumen terkait