• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik Konsumen Wisata Pemancingan Fishing Valley Bogor Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu perusahaanSalah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu perusahaan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3. Karakteristik Konsumen Wisata Pemancingan Fishing Valley Bogor Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu perusahaanSalah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu perusahaan

dalam menjual produk barang ataupun jasa adalah kemampuannya dalam menarik konsumen. Seperti halnya perusahan jasa khususnya pada bidang pariwisata, kemampuan untuk dapat menarik minat konsumen merupakan hal yang sangat penting. Semakin banyak konsumen maka semakin besar pula pendapatan yang diperoleh perusahaan. Namun semakin beragamnya fasilitas jasa yang ditawarkan oleh suatu objek wisata membuat konsumen memiliki preferensi yang berbeda-beda terhadap jasa yang ditawarkan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami bagaimana karakteristik konsumen yang berkunjung sehingga perusahaan dapat memenuhi kebutuhan pembeli serta membuat kebijakan-kebijakan yang efektif dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada konsumen. Konsumen yang datang mengunjungi wisata pemancingan Fishing Valley Bogor memiliki beragam karakteristik. Karakteristik konsumen yang beragam akan mempengaruhi pola pikir konsumen terhadap tingkat kepentingan atribut-atribut yang ditawarkan di wisata pemancingan Fishing Valley dan preferensi konsumen untuk berkunjung. Karakteristik konsumen dapat dilihat berdasarkan jenis kelamin, usia, status, asal, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan rata-rata pendapatan keluarga per bulan.

Berdasarkan hasil pengolahan data kuesioner yang disampaikan kepada 100 responden diketahui bahwa sebagian besar konsumen yang berkunjung ke Fishing Valley adalah laki-laki sebanyak 72 persen dan perempuan sebanyak 28 persen. Hal ini disebabkan karena laki-laki lebih

dominan menyukai hobi memancing daripada perempuan. Kaum perempuan sebagian besar menyukai berbelanja atau sekedar jalan-jalan di pusat perbelanjaan. Hal ini dapat menjadi perhatian pihak pengelola untuk menarik minat pengunjung. Pengelola dapat memperbanyak atau menambah fasilitas yang biasanya banyak digemari oleh pengunjung laki-laki seperti flying fox, outbond, ATV dan lain-lain. Data dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Karakteristik Konsumen Fishing Valley Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Frekuensi (orang) Persentase (%)

Laki – laki 72 72

Perempuan 28 28

Total 100 100

Sumber : Data primer yang diolah (2009)

Selain jenis kelamin, salah satu kondisi kependudukan yang merupakan faktor pendorong orang untuk datang ke objek wisata adalah faktor usia. Dalam penelitian ini dilakukan pembatasan terhadap usia responden dimana pengunjung wisata pemancingan Fishing Valley yang dijadikan sampel berusia minimal 17 tahun. Hal ini dikarenakan pada batas usia tersebut, mereka dianggap telah mampu menentukan pengambilan keputusan dalam memilih objek wisata.

Keputusan pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi. Karakteristik tersebut salah satunya usia. Setelah dilakukan penyebaran kuesioner terhadap 100 responden konsumen secara umum didominasi oleh usia 31-40 tahun sebesar 37 persen, kemudian dengan selisih yang cukup kecil diikuti oleh kelompok usia lebih dari 40 tahun sebesar 28 persen. Karakteristik konsumen wisata pemancingan Fishing Valley berdasarkan usia dapat dilihat pada Tabel 3. Dikarenakan Fishing Valley memiliki konsep wisata keluarga sehingga segmen yang dituju oleh Fishing Valley adalah keluarga maka usia konsumen yang datang rata-rata diatas 21 tahun. Dominasi tersebut menunjukkan bahwa konsumen Fishing Valley merupakan kelompok yang telah dewasa. Umumnya mereka telah berkeluarga dan memiliki pekerjaan yang tetap. Perbedaan kuantitas terbesar konsumen yang berkunjung ke wisata pemancingan Fishing Valley Bogor tersebut terkait dengan faktor pribadi seperti kepribadian, kehidupan, gaya hidup, dan pekerjaan. Selain itu juga

faktor sosial seperti keluarga dan status sosial memiliki pengaruh kuat dalam menentukan perilaku konsumen untuk berkunjung ke Fishing Valley Bogor. Setiap keputusan pembelian yang diambil merupakan keterkaitan dengan pengaruh pribadi dengan status sosial individu. Faktor pendorong lain adalah Fishing Valley merupakan objek wisata bagi keluarga sehingga konsumen dimanjakan dengan kenyamanan emosi berupa wisata alam dan memancing bagi keluarga. Akibatnya konsumen yang memiliki keluarga umumnya lebih banyak kuantitasnya dibandingkan konsumen usia lainnya.

Tabel 3. Karakteristik Konsumen Fishing Valley Berdasarkan Usia Usia ( Tahun) Frekuensi (orang) Persentase (%)

17 – 23 12 12

24 – 30 23 23

31 – 40 37 37

> 40 28 28

Total 100 100

Sumber : Data primer yang diolah (2009)

Dilihat dari status pernikahan pada Tabel 4, diperoleh informasi bahwa sebagian besar konsumen yang berkunjung ke Fishing Valley telah menikah yaitu sebesar 64 persen. Sedangkan sisanya 36 persen menunjukkan belum menikah. Hal ini disebabkan Fishing Valley menekankan pada kenyamanan wisata mancing dan rekreasi bagi keluarga sehingga konsumen yang memiliki keluarga lebih cocok dan sering berkunjung. Selain itu kondisi konsumen yang telah menikah membuat konsumen bertindak lebih bijaksana dalam mengelola waktu dan keuangan sehingga aktivitas memancing harus mendapat persetujuan dari anggota keluarganya. Bahkan terkadang aktivitas memancing dijadikan alat untuk berlibur bersama.

Tabel 4. Karakteristik Konsumen Fishing Valley Berdasarkan Status Pernikahan

Status Pernikahan Frekuensi (orang) Persentase (%)

Menikah 64 64

Belum menikah 36 36

Total 100 100

Sumber : Data primer yang diolah (2009)

Berdasarkan asal kedatangan, pengunjung Fishing Valley cukup beragam tidak hanya berasal dari daerah lokal kota Bogor, melainkan berasal dari luar kota Bogor yang termasuk dalam wilayah Jadebotabek maupun luar

daerah. Dari 100 responden diperoleh informasi bahwa sebagian besar responden yang datang berasal dari Bogor yaitu sebanyak 58 orang dengan persentase sebesar 58 persen sedangkan konsumen yang berasal dari luar bogor yaitu sebanyak 42 orang atau sebesar 42 persen. Alasan kemudahan dan kedekatan jarak menjadi pertimbangan konsumen. Karakteristik konsumen wisata pemancingan Fishing Valley Bogor berdasarkan asal kedatangan dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Karakteristik Konsumen Fishing Valley Berdasarkan Asal Kedatangan

Asal Kedatangan Frekuensi (orang) Persentase (%)

Bogor 58 58

Luar Bogor 42 42

Total 100 100

Sumber : Data primer yang diolah (2009)

Karakteristik responden yang diamati selanjutnya adalah pendidikan terakhir. Konsumen Fishing Valley memiliki latar belakang pendidikan terakhir yang beragam. Pada Tabel 6 dapat dilihat persentase terbesar dari konsumen adalah dengan latar belakang pendidikan S1 sebesar 36 persen. Tabel 6. Karakteristik Konsumen Fishing Valley Berdasarkan Tingkat

Pendidikan Terakhir

Pendidikan Terakhir Frekuensi (orang) Persentase (%)

SD/SLTP 17 17 SMU/SMK 15 15 Diploma 28 28 SI 36 36 S2 4 4 S3 - -Total 100 100

Sumber : Data primer yang diolah (2009)

Tingkat pendidikan seseorang merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian terhadap suatu produk baik barang maupun jasa. Cara berfikir, cara pandang bahkan persepsi seseorang terhadap sesuatu hal dipengaruhi oleh tingkat pendidikannya. Selain itu ketanggapan terhadap suatu informasi dipengaruhi oleh tingkat pendidikan. Semakin baik tingkat pendidikan seseorang maka semakin tanggap terhadap informasi. Semakin banyak informasi yang

diperoleh konsumen maka semakin besar pengaruhnya dalam pemilihan tempat wisata yang akan dikunjungi.

Seperti diperlihatkan pada Tabel 7 bahwa konsumen Fishing Valley memiliki pekerjaan yang beragam. Sebesar 31 persen konsumen bekerja sebagai pegawai swasta dan wiraswasta sebesar 28 persen. Hal ini dapat dipahami karena lokasi Fishing Valley berdekatan dengan perkantoran swasta. Selain itu karyawan swasta dan wiraswasta umumnya memiliki waktu kerja yang sangat padat sehingga memerlukan wisata yang mampu melepaskan kepenatan rutinitas konsumen sehari-hari. Hal ini juga merupakan peluang bagi pengelola dalam upaya promosi Fishing Valley, dimana konsumen yang puas akan menjadi media promosi yang efektif dalam menginformasikan Fishing Valley kepada rekan kerjanya sehingga diharapkan mereka akan tertarik untuk mengunjungi Fishing Valley.

Tabel 7. Karakteristik Konsumen Fishing Valley Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Frekuensi (orang) Persentase (%)

Mahasiswa 5 5 Pelajar 2 2 Pegawai swasta 31 31 Wiraswasta 28 28 PNS 19 19 Pedagang 4 4 Petani 1 1 Lainnya 10 10 Total 100 100

Sumber : Data primer yang diolah (2009)

Dari segi pendapatan yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah rata-rata pendapatan per bulan yang diterima. Semakin tinggi pendapatan maka semakin besar pula daya beli konsumen terhadap suatu barang atau jasa. Bila responden telah berkeluarga, maka besarnya pendapatan adalah pendapatan per bulan suami, sedangkan bagi kalangan mahasiswa adalah besarnya uang saku per bulan yang diterima dari orang tua.

Dari hasil penelitian diperoleh informasi bahwa sebagian besar konsumen Fishing Valley memiliki pendapatan rata-rata diatas Rp 2.700.000 yaitu sebesar 60 persen. Jenis pendapatan konsumen terbesar kedua adalah Rp 1.800.000-Rp 2.700.000 yaitu sebesar 19 persen. Secara lebih terperinci karakteristik konsumen berdasarkan pendapatan dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8. Karakteristik Konsumen Fishing Valley Berdasarkan Pendapatan

Pendapatan Frekuensi (orang) Persentase (%)

< Rp 900.000 7 7

Rp 900.000 – Rp 1.800.000 14 14

Rp 1.800.000 – Rp 2.700.000 19 19

> Rp 2.700.000 60 60

Total 100 100

Sumber : Data primer yang diolah (2009)

Informasi mengenai tingkat pendapatan dari konsumen ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi pengelola Fishing Valley dalam menentukan kebijakan pemasaran yang efektif dalam hal penjualan jasa wisata. Misalnya dalam menentukan kebijakan untuk biaya sewa dari fasilitas yang disediakan oleh pengelola disesuaikan dengan kemampuan daya beli konsumen. Secara keseluruhan hasil rekapitulasi karakteristik konsumen wisata pemancingan Fishing Valley dapat dilihat pada Tabel 9.

Tabel 9. Hasil Rekapitulasi Karakteristik Konsumen

Kriteria Secara Keseluruhan

Jenis kelamin Laki-laki (72%)

Usia 31-40 tahun (37%)

Status pernikahan Menikah (64%) Asal kedatangan Bogor (58%) Pendidikan terakhir S1 (36%)

Pekerjaan Pegawai swasta (31%)

Pendapatan > Rp 2.700.000 (60%) Sumber : Data primer yang diolah (2009)