• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik pengunjung taman kota yang diukur dalam penelitian ini meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, frekuensi kunjungan, dan aksesibilitas informasi. Responden dalam penelitian ini adalah para pengunjung taman kota yang berdomisili di wilayah Bogor.

Jenis Kelamin

Jumlah responden dalam penelitian ini yaitu sebanyak 60 orang pengunjung taman kota. Terdiri dari 31 orang perempuan dan 29 orang laki-laki. Jumlah dan persentase pengunjung berdasarkan jenis kelamin disajikan dalam Tabel 6.

Tabel 6 Jumlah dan persentase responden berdasarkan jenis kelamin

Jenis Kelamin Jumlah (orang) Persentase (%)

Perempuan 31 51,70

Laki-laki 29 48,30

Total 60 100,00

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa persentase responden berjenis kelamin perempuan sebesar 51,70% dan laki-laki sebesar 48,30%. Hal tersebut menunjukkan bahwa taman kota memang diperuntukkan kepada siapa saja. Masyarakat secara luas baik laki-laki maupun perempuan. Bagian Humas Pemerintah Kota Bogor dapat memnfaatkan hal tersebut sebagai media promosi terutama tentang pelaksanaan program-program pemerintahan, yang mampu melibatkan peran serta masyarakat laki-laki maupun perempuan. Promosi tentang dukungan untuk Kota Bogor sebagai The Most Loveable City 2016 misalnya.

Usia

Usia adalah lamanya seseorang hidup, terhitung sejak dia dilahirkan hingga saat menjadi responden penelitian. Berdasarkan penentuan data emik yang didapat dalam penelitian ini, usia dibedakan menjadi 3 kategori, yaitu kategori muda untuk usia dibawah 22 tahun, kategori dewasa awal untuk usia 22 s/d 32 tahun, dan kategori dewasa akhir untuk usia diatas 32 tahun, dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7 Jumlah dan persentase responden taman kota Bogor berdasarkan usia

Usia Jumlah Persentase (%)

Muda (<22 tahun) 20 33,30

Dewasa Awal (22-32 tahun) 25 41,70

Dewasa Akhir (>32 tahun) 15 25,00

Tabel 7 menunjukkan bahwa mayoritas pengunjung taman kota tergolong dalam usia kategori 22-32 tahun, yakni berjumlah 25 orang atau sebesar 41,7%. Namun, jika dilihat secara keseluruhan jumlah responden pada ketiga kategori usia tersebut tidak berbeda jauh. Hal tersebut dikarenakan taman kota merupakan sarana yang diperuntukkan kepada masyarakat, sehingga siapapun boleh mengunjungi taman yang sudah dibangun tersebut. Pada umumnya, pengunjung taman adalah masyarakat yang berdomisili di wilayah Bogor, baik di wilayah kota maupun wilayah kabupaten. Kondisi tersebut sejalan dengan pernyataan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor bahwa taman merupakan wadah untuk masyarakat dalam menunjang kegiatan sehari-hari, meskipun sekedar untuk melepas penat. Rachmawaty, Pian, dan Daulay (2006) menjelaskan dalam penelitiannya bahwa semakin meningkatnya usia seseorang, maka akan semakin bertambah pula kendala yang akan dihadapi dalam melakukan kegiatan rekreasi. Sedangkan pada usia muda umumnya orang masih memiliki semangat dan motivasi besar, serta kondisi fisik prima untuk melakukan suatu perjalanan rekreasi.

Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan adalah jenjang terakhir sekolah formal yang pernah diikuti oleh responden. Tingkat pendidikan rendah untuk responden yang tidak taman dan tamat Sekolah Dasar (SD). Pendidikan sedang untuk responden yang tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan tamat Sekolah Menengah Atas (SMA). Pendidikan tinggi untuk responden yang tamat Diploma dan Universitas. Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8 Jumlah dan persentase responden taman kota bogor berdasarkan kategori tingkat pendidikan

Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase (%)

Rendah (Tidak tamat SD dan tamat SD) 1 1,70

Sedang (SMP dan SMA) 34 56,70

Tinggi (Diploma dan Universitas) 25 41,70

Total 60 100,00

Tabel 8 menunjukkan bahwa mayoritas pengunjung taman kota tergolong dalam kategori pendidikan sedang (tamat SMP dan SMA), yakni sebesar 56,7%. Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat pendidikan seseorang dapat mempengaruhi cara berpikir, cara pandang, bahkan persepsi terhadap suatu hal. Seseorang yang berpendidikan tinggi kemungkinan besar akan memilih obyek wisata yang memiliki nilai edukasi tinggi serta sesuai dengan tujuan dan passion yang dimilki. Mayoritas pengunjung merupakan pelajar dan mahasiswa, hal tersebut sesuai dengan tujuan pembangunan taman kota yang salah satunya yaitu diperuntukkan kepada kaum muda yang memiliki kreativitas dan daya imajinasi yang tinggi, taman tersebut diantaranya adalah Taman Ekspresi dan Taman Grafiti atau yang lebih dikenal sebagai Taman Corat-Coret oleh pengunjung kalangan remaja.

Jenis Pekerjaan

Jenis pekerjaan adalah kegiatan utama yang dijalankan oleh responden untuk memperoleh pendapatan. Jenis pekerjaan responden dibedakan menjadi enam kategori, yaitu tidak bekerja, Guru (PNS), Wiraswasta, Pegawai Swasta, Pelajar/Mahasiswa, dan Lainnya. Karakteristik jenis pekerjaan responden taman kota di Bogor dapat dilihat pada Tabel 9.

Tabel 9 Jumlah dan persentase responden taman kota berdasarkan kategori jenis pekerjaan

Jenis Pekerjaan Jumlah Persentase (%)

Tidak Bekerja 4 6,70 PNS 1 1,70 Wiraswasta 5 8,30 Pegawai Swasta 16 26,70 Pelajar/Mahasiswa 20 33,30 Lainnya 14 23,30 Total 60 100,00

Tabel 9 menunjukkan bahwa mayoritas pengunjung taman kota tergolong sebagai pelajar atau mahasiswa. Hal tersebut menunjukkan bahwa taman kota merupakan wadah untuk kalangan muda dalam menyalurkan kretivitasnya. Ditunjukkan dengan pembangunan taman yang memiliki nama seperti Taman Ekspresi, Taman Kencana, Taman Grafiti, dan Taman Skateboard. Taman-taman tersebut identik dengan kegiatan yang sering kali dilakukan masyarakat terutama oleh kalangan muda. Kiranya hal tersebut juga senada dengan pernyataan Wali Kota bahwa taman adalah ekspresi jiwa. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat responden yang bekerja sebagai Pegawai Swasta sejumlah 16 orang (26,70%), pengunjung dengan kategori pekerjaan lainnya meliputi Ibu Rumah Tangga, Guru non-PNS, Pekerja Harian Lepas (Freelancer) sejumlah 14 orang (23,30%), wiraswasta sejumlah lima orang (8,30%), responden yang tidak bekerja dengan jumlah empat orang (6,70%) dan PNS sejumlah satu orang (1,70%).

Frekuensi Kunjungan

Frekuensi kunjungan adalah jumlah kedatangan responden ke taman kota. Frekuensi kunjungan digolongkan menjadi tiga kategori, yaitu rendah untuk satu kali kunjungan dalam sebulan, sedang untuk dua sampai tiga kali dalam sebulan, dan tinggi untuk lebih dari tiga kali kunjungan dalam sebulan. Karakteristik responden berdasarkan frekuensi kedatangan dapat dilihat pada Tabel 10.

Tabel 10 Jumlah dan persentase responden taman kota berdasarkan kategori frekuensi kedatangan

Frekuensi Kunjungan Jumlah Persentase (%)

Rendah (1 kali dalam sebulan) 22 36,70

Sedang (2-3 kali dalam sebulan) 21 35,00 Tinggi (Lebih dari 3 kali dalam sebulan) 17 28,30

Tabel 10 menunjukkan bahwa frekuensi kunjungan dengan persentase terbesar adalah kategori rendah, yaitu sebesar 36,70% responden melakukan kunjungan ke taman kota sebanyak satu kali dalam periode satu bulan. Responden dengan kedatangan satu kali dalam sebulan biasanya mereka yang bertempat tinggal jauh dari taman kota, sehingga memiliki akses yang lebih sulit. Beberapa diantarnya mengaku bahwa melakukan kunjungan ke taman kota didasari oleh rasa penasaran dengan pembangunan taman oleh pemerintah. Frekuensi kunjungan dengan kategori sedang yakni berkunjung dua sampai tiga kali dalam sebulan dengan persentase sebesar 35,00%. Selain itu, frekuensi kunjungan tinggi berada pada kategori rendah yakni lebih dari tiga kali dalam sebulan berada pada persentase 28,30%. Responden dalam kategori tinggi merupakan responden yang berdomisili disekitar taman kota, sehingga memiliki akses yang lebih mudah.

Aksesibilitas Informasi

Aksesibilitas informasi merupakan tingkat akses responden dalam memperoleh informasi melalui media yang digunakan oleh praktisi Public Relations Pemerintah Kota Bogor. Akses informasi oleh responden meliputi akses dari media cetak, elektronik, sosial, dan lainnya. Digolongkan menjadi tiga kategori, yakni rendah, sedang dan tinggi. Aksesibilitas informasi oleh responden ditunjukkan oleh Tabel 11.

Tabel 11 Jumlah dan persentase responden taman kota berdasarkan kategori aksesibilitas informasi

Aksesibilitas Informasi Jumlah Persentase (%)

Rendah 6 10,00

Sedang 51 85,00

Tinggi 3 5,00

Total 60 100,00

Responden memiliki akses terhadap informasi yang diberikan oleh pihak pemerintah baik melalui media cetak, elektronik, dan media sosial berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 85,00%. Sementara itu responden dengan aksesibilitas informasi rendah yakni 10,00% dan responden dengan aksesibilitas informasi tinggi yakni hanya 5,00%. Beberapa responden menjelaskan bahwa kegiatan pencarian informasi tentang program Pemerintah Kota Bogor dilakukan hanya jika memiliki kepentingan saja. Perkembangan teknologi yang begitu pesat dengan berbagai kemudahan yang ditawarkannya justru membuat kebanyakan orang menjadi lebih memilih untuk mencari informasi sesuai dengan kebutuhannya saja. Dengan kata lain, jika seseorang tidak membutuhkan informasi terkait pemerintahan, kegiatan akses informasi tersebut tidak akan dilakukan. Berbanding terbalik dengan akses terhadap kehidupan sosial, seseorang cenderung akan mengikuti apa yang sedang atau saat itu banyak diperbincangkan. Misalnya dengan mengikuti perkembangan media sosial terbaru, atau mengikuti apa yang sedang menjadi tren di kalangan pengguna Instagram, atau sebagainya. Dengan begitu, seseorang tidak akan dikatakan sebagai orang yang ketinggalan jaman. Disisi lain, pemerintah dapat memanfaatkan hal tersebut untuk kegiatan penyebaran informasi tentang pelaksanaan program.