• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik Responden

Dalam dokumen T E S I S. Oleh MASRIZAL SARAAN (Halaman 61-68)

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Karakteristik Responden

Karakteristik responden sangat penting untuk dinilai sebagai bahan pembelajaran dan dapat dijadikan dasar dalam menetukan bentuk-bentuk tindakan dan pendekatan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan program Hutan Kemasyarakatan. Karakteristik individu yang diamati diantaranya usia, pendidikan, pekerjaan utama, komoditas utama, penghasilan, jenis kelamin serta lama tinggal. Jawaban responden terhadap pertanyaan tersebut dirangkum pada Tabel 4.1 hingga Tabel 4.7.

a. Usia

Usia berpengaruh terhadap tingkat kematangan seseorang dalam berinteraksi dan bersosialisasi sehingga usia adalah salah satu faktor yang diperhitungkan dalam menilai karakteristik responden.

Tabel 4.1 Karakter Responden Sesuai Tingkat Usia Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen

1 21-44 tahun 22 49% 18 67% 14 56%

2 45-54 tahun 13 29% 7 26% 5 20%

3 55-80 tahun 10 22% 2 7% 6 24%

Jumlah 45 100% 27 100% 25 100%

Tabel diatas menggambarkan bahwa di Desa Aor Nakan, dari 45 orang responden didominasi oleh responden pada rentang usia 40 sampai dengan usia 49 tahun sebanyak 19 orang. Di Desa Kuta Tinggi dari 27 orang responden terdapat 10 orang responden pada rentang usia 40 sampai dengan 49 tahun, sedangkan di Desa Sibongkaras didominasi oleh responden dengan kisaran usia 30 tahun sampai dengan 39 tahun yang berjumlah 8 (delapan) orang dari total 25 orang responden.

b. Jenis Kelamin

Perempuan dan laki-laki memiliki perbedaan dalam mengaplikasikan peran, menjalankan fungsi, menunaikan hak, dan melaksanakan kewajiban serta tingkah laku yang terbentuk karena aturan-aturan masyarakat, kebiasaan serta hukum adat masyarakat yang bisa beralih/bergeser disesuaikan dengan masa dan situasi setempat. Responden pada penelitian ini didominasi oleh laki-laki di setiap desa sasaran sebagaimana digambarkan pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.2. Karakter Responden Sesuai Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen

1 Laki-laki 13 29% 3 11% 3 12%

2 Perempuan 32 71% 24 89% 22 88%

Jumlah 45 100% 27 100% 25 100%

Pada ketiga desa yang diteliti, jumlah responden berjenis kelamin laki-laki lebih dominan jika dikomparasikan dengan jumlah responden perempuan dimana di Desa Aor Nakan responden berjenis kelamin laki-laki sejumlah 32 orang dan

Pendidikan sangat berkontribusi dalam pembentukan karakter seseorang yang dapat terlihat dalam kesatuan yang fundamental antara subyek dengan karakter dan perbuatan yang dimilikinya. Pendidikan formal mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan karakter manusia. Semakin tinggi pendidikan diharapkan kecerdasan, karakter, moral dan ilmu juga semakin baik.

Pada diagram dibawah dapat dilihat tingkat pendidikan yang dienyam oleh masyarakat di 3 desa di Kabupaten Pakpak Bharat yang diwakili oleh 45 responden dari Desa Aor Nakan, 27 responden dari Desa Kuta Tinggi dan 25 responden dari Desa Sibongkaras.

Tabel 4.3. Karakter Responden Sesuai Tingkat/Level Pendidikan

Nomor Pendidikan

3 Tamat Sekolah Menengah

Pertama 15 33% 6 22% 6 24%

4 Tamat Sekolah Menengah Atas 15 33% 14 52% 4 16%

5 Perguruan Tinggi 0 0% 0 0% 1 4%

Jumlah 45 100% 27 100% 25 100%

Tingkat pendidikan di Desa Aor Nakan sebanyak 4% responden tidak tamat SD, 29% responden tamat SD, 33% responden mengenyam pendidikan sampai dengan tingkat SMP dan 33% tamat SMA namun 0% yang sampai ke perguruan tinggi. Di Desa Kuta Tinggi 0% mengenyam pendidikan sampai ke perguruan tinggi namun responden yang tidak tamat SD juga 0%, responden yang tamat SD sebesar 26%. Selanjutnya, 22% responden yang mengenyam pendidikan di tingkat SMP dan 52% responden yang mengenyam pendidikan ditingkat SMA.

Sedangkan jumlah responden yang tidak tamat SD di Desa Sibongkaras merupakan yang paling tinggi apabila dikomparasikan dengan Desa Aor Nakan dan Desa Kuta Tinggi, yaitu sebesar 20% dari 25 responden. Selebihnya, 36%

responden yang menamatkan pendidikan di tingkat SD, 24% responden yang menamatkan pendidikan di tingkat SMP. Sesuai dengan kajian dan analisis terhadap data tingkat pendidikan, terungkap bahwa tinggi jenjang/tingkat pendidikan seseorang, berbanding terbalik dengan jumlah responden yang berhasil menyelesaikan pendidikannya yaitu hanya 16% pada tingkat SMA dan 4% yang memiliki gelar sarjana.

d. Pekerjaan Utama

Penilaian karakteristik masyarakat berdasarkan pekerjaan utama di ketiga desa Kabupaten Pakpak Bharat pada program Hutan Kemasyarakata merupakan hal penting untuk dasar penilaian dan membuat program-program yang disesuaikan dengan pekerjaan utama sehingga kemampuan masyarakat tersebut hanya tinggal diperbaharui dan dikembangkan (Tabel 4.4).

Pada tabel dibawah dapat dilihat pekerjaan utama masyarakat di Desa AorNakan, Desa Kuta Tinggi dan Desa Sibongkaras yang diwakilkan oleh

responden didominasi oleh petani. Sebanyak 90% responden di Desa AorNakan merupakan petani, 2% bekerja sebagai pedagang dan 2% lainnya bekerja sebagai PNS. Di Desa Kuta Tinggi 100% pendapatannya berasal dari bertani. Sedangkan di Desa Sibongkaras 92% pekerjaan utama responden adalah petani dan sisanya sebesar 4% bekerja sebagai PNS dan 4% lain-lain.

Tabel 4.4. Karakter Responden Sesuai Pekerjaan Utama No Pekerjaan Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase

1 Petani 43 96% 27 100% 23 92%

Penghasilan masyarakat di ketiga desa sasaran penelitian sangat rendah.

Terdapat lebih dari 50% penduduk desa dengan pendapatan dibawah Rp.

1.000.000 per bulan. Kondisi ini jelas bukan hal yang baik mengingat untuk memenuhi kebutuhan hidup yang layak serta untuk mengenyam pendidikan yang baik diperlukan biaya yang banyak. Tabulasi penghasilan responden disajikan sebagai berikut.

Tabel 4.5. Karakter Responden Sesuai Penghasilan No Penghasilan Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen

1 Rp 500.000 14 31% 8 30% 15 60%

Berdasarkan tabulasi penghasilan responden diatas, dapat disimpulkan bahwa terdapat 30% responden di Desa Aor Nakan, 30% responden di Desa Kuta Tinggi dan 60% responden di Desa Sibongkaras yang memiliki penghasilan sebesar Rp. 500.000,-/bulan. Kemudian, responden yang berpenghasilan di kisaran Rp.500.000,- hingga Rp. 1.000.000,- sejumlah 34% di Desa Aor Nakan, 26% di Desa Kuta Tinggi dan 4% di Desa Sibongkaras. Selanjutnya, reponden berpenghasilan antara Rp.1.000.000,- hingga Rp. 1.500.000,- sejumlah 21% di Desa AorNakan, 26% di Desa Kuta Tinggi dan 28% di Desa Sibongkaras.

Responden yang berpenghasilan antara Rp.1.500.000,- sampai dengan Rp.

2.000.000,- sebanyak 9% Desa AorNakan, 15% di Desa Kuta Tinggi dan 8% di Desa Sibongkaras. Sedangkan penduduk yang berpenghasilan diatas Rp.

2.000.000,- sejumlah 2% responden di Desa AorNakan, 19% di Desa Kuta Tinggi dan 0% di Desa Sibongkaras.

f. Komoditas Utama

Desa Aor Nakan, Desa Kuta Tinggi dan Desa Sibongkaras merupakan desa-desa di Kabupaten Pakpak Bharat yang berbatasan langsung dengan hutan lindung. Hampir semua masyarakat pada ketiga desa tersebut adalah petani dimana masyarakatnya memanfaatkan lahan hutan secara turun temurun sejak leluhur mereka dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sehingga sebagian besar komoditas utamanya masih memanfaatkan sumber daya alam yang berasal dari hutan (Tabel 4.6).

Table 4.6. dibawah menjelaskan bahwa padi adalah komoditas terbesar di Desa Aor Nakan sebesar 33% dan kopi sebagai komoditas kedua sebesar 20%. Di Desa Kuta Tinggi komoditas utama adalah gambir dan padi, komoditas kedua

adalah kopi dan padi sebesar 8%. Adapun di Desa Sibongkaras, komoditas utama terbesarnya adalah gambir sebesar 32% dan yang kedua adalah kopi sebesar 20%.

Tabel 4.6. Karakter Responden Sesuai Komoditas Usaha

No Komoditas Usaha Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen

1 Gambir 0 0% 3 11% 8 32%

10 Gambir, kemenyan dan

kopi 0 0% 0 0% 1 4%

Masyarakat perkotaan pada umumnya tidak bertahan lama apabila pindah untuk menetap di daerah pedesaan. Hal tersebut tentu akan mempengaruhi perilaku dalam berinteraksi dan bersosialisai. Akan tetapi, masyarakat yang di tinggal dipedesaan sejak lahir atau sudah menetap terlalu lama, akan terbiasa dengan pola hidup masyarakat pedesaan pada umumnya yang masih menjalankan adat-istiadat dan nilai-nilai kultural yang dipegang oleh penduduk setempat (Tabel 4.7).

Tabel 4.7. Karakter Responden Sesuai Lama Tinggal Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase

1 1 – 3 0 0 0 0% 0 0%

Tabel 4.7. diatas menunjukkan bahwasanya masyarakat pada Desa Aor Nakan, Desa Kuta Tinggi dan Desa Sibongkaras hampir seluruhnya telah menetap diatas 15 tahun. Sebesar 78% responden di Desa Aor Nakan, 93% responden di Desa Kuta Tinggi dan 88% responden di Desa Sibongkaras yang telah menetap di desa tersebut diatas 15 tahun.

4.2. Bentuk Partisipasi Masyarakat Pada Program Hutan Kemasyarakatan

Dalam dokumen T E S I S. Oleh MASRIZAL SARAAN (Halaman 61-68)

Dokumen terkait