4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.11. Karakteristik Sosial Ekonomi
4.11.1. Karakteristik responden masyarakat sekitar
Masyarakat yang diwawancarai menjadi responden adalah masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Rawa Pening khususnya yang dekat dengan wisata Bukit Cinta yaitu Desa Kebondowo. Peran masyarakat terhadap keberadaan kawasan wisata tentu saja mempengaruhi pengelolaan suatu kawasan wisata air, sehingga masyarakat hendaknya dilibatkan dalam pengembangan suatu kawasan wisata.
a. Data pribadi masyarakat sekitar a.1. Jenis kelamin
Responden masyarakat yang diambil di lapangan terdiri dari 60% laki-laki dan 40% perempuan (Gambar 6). Komposisi laki-laki lebih besar dibandingkan wanita karena laki-laki lebih banyak ditemui saat mereka melakukan aktivitasnya di sekitar Danau Rawa Pening seperti sedang berada di KJA, memanen eceng gondok, ataupun memancing. Sedangkan responden masyarakat perempuan yang dijumpai rata-rata sebagai pedagang.
a.2. Umur
Kisaran umur responden masyarakat yaitu antara 16-57 tahun. Responden yang ditemui dilapangan memiliki kisaran umur yang beragam dan persentase terbesar
adalah kelompok umur 26-30 tahun sebesar 17% dan persentase terkecil ada pada kelompok umur 41-45 tahun sebesar 7% (Gambar 7).
Gambar 6. Komposisi responden masyarakat sekitar kawasan objek wisata Danau Rawa Pening
Gambar 7. Kelompok umur responden masyarakat di sekitar kawasan objek wisata Danau Rawa Pening
a.3. Pendidikan
Tingkat pendidikan dari responden masyarakat merupakan pendidikan formal yang terakhir diambil atau yang sudah memperoleh ijazah. Tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan persentase terbesar yaitu sebesar 37% dan persentase terkecil adalah tingkat lulusan S1 hanya 3% (Gambar 8). Berdasarkan data dari responden masyarakat terlihat bahwa tingkat pendidikan masyarakat sekitar kawasan wisata masih rendah. Sebagian besar masyarakat yang diwawancarai menyatakan bahwa pendidikan itu merupakan hal yang penting, tetapi karena faktor ekonomi mereka tidak dapat melanjutkan sekolah. Tingkat pendidikan masyarakat sekitar berperan dalam menentukan pengelolaan dan pengembangan kawasan wisata, karena semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin tinggi pula tingkat pemahaman terhadap konsep wisata yang berkelanjutan.
Gambar 8. Tingkat pendidikan responden masyarakat di sekitar kawasan objek wisata Danau Rawa Pening
a.4. Pekerjaan
Responden masyarakat sekitar Danau Rawa Pening umumnya memiliki pekerjaan sebagai wiraswasta (33%) dan karyawan (20%) (Gambar 9). Masyarakat yang memiliki pekerjaan sebagai wiraswasta antara lain berdagang, berjualan makanan, memiliki keramba sekaligus menjual hasil ikannya. Pekerjaan lainnya yang dilakukan masyarakat sekitar kawasan Danau Rawa Pening yaitu sebagai ibu rumah tangga, pelajar, petani, PNS, dan buruh serabutan (seperti memanen eceng gondok, ojek perahu, petani, nelayan). Masyarakat yang tinggal di sekitar danau umumnya menggantungkan hidupnya pada Danau Rawa Pening.
Gambar 9. Jenis pekerjaan responden masyarakat di sekitar kawasan objek wisata Danau Rawa Pening
a.5. Pendapatan
Berdasarkan data yang diperoleh presentase terbesar pendapatan per bulan masyarakat sekitar Danau Rawa Pening (Gambar 10) yaitu <Rp.500.000,00 (37%). Masyarakat sekitar Rawa Pening dilihat dari aktivitasnya merupakan pekerja keras dan dapat memiliki peluang berwirausaha dalam memanfaatkan kesempatan Danau Rawa Pening sebagai kawasan wisata sehingga dapat menambah pendapatan yang diterima masyarakat.
Gambar 10. Tingkat pendapatan per bulan responden masyarakat di objek wisata Danau Rawa Pening
b. Manfaat dan pengaruh wisata bagi masyarakat sekitar
Sebagian besar masyarakat sekitar kawasan objek wisata Danau Rawa Pening merasa ada manfaat yang diperoleh adanya wisata (Gambar 11a) yaitu dapat
membuka lapangan kerja/ada kesempatan berusaha (80%). Manfaat lain yang dirasakan yaitu kondisi jalan menjadi baik (13%) dan bisa berinteraksi dengan wisatawan (7%). Bentuk kerjasama/bantuan yang dilakukan pengelola dengan masyarakat yaitu terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar (80%) dan lainnya menyatakan tidak ada bantuan apa-apa (20%) (Gambar 11b). Lapangan pekerjaan yang bisa dikembangkan di kawasan wisata ini antara lain yaitu berwiraswasata seperti menjadi pedagang makanan, souvenir atapun bentuk usaha wiraswasta yang lainnya.
Gambar 11. Manfaat yang dirasakan responden masyarakat sekitar adanya kawasan wisata Danau Rawa Pening
Suatu kawasan wisata pasti akan memberikan pengaruh kepada masyarakat di sekitarnya dan pengaruh tersebut bisa saja pengaruh negatif. Sebesar 50% responden menyatakan pengaruh/dampak negatif adanya objek wisata Danau Rawa Pening yakni takut terpengaruh oleh perilaku wisatawan (Gambar 12a). Hasil dari wawancara dengan pegawai wisata Bukit Cinta juga menguatkan ketakutan pernyataan dari masyarakat yaitu perilaku wisatawan yang tidak baik yaitu banyaknya pemuda pemudi yang memilih Danau Rawa Pening khususnya Bukit Cinta sebagai tempat berpacaran. Dampak negatif lain yang dirasakan masyarakat antara lain kawasan menjadi kotor (33%) seperti terlihat adanya sampah yang dibuang sembarangan. Dampak negatif lainnya yaitu tercemarnya perairan (10%) dan keamanan masyarakat terganggu (7%). Menurut data yang diperoleh bahwa ada pengaruh yang sudah ada pada masyarakat akibat perilaku wisatawan yaitu cenderung adanya pengaruh tingkah laku (53%), pengaruh berbicara (30%), pengaruh berpakaian (7%), dan sisanya menyatakan tidak ada pengaruh apa-apa (Gambar 12b).
Gambar 12. Pengaruh/dampak yang dirasakan responden masyarakat sekitar kawasan objek wisata Danau Rawa Pening
c. Aktivitas masyarakat di kawasan Danau Rawa Pening c.1. Aktivitas yang dilakukan
Responden mengakui datang ke kawasan wisata ini sudah lebih dari dua kali dan dapat dikatakan sering datang ke Danau Rawa Pening. Aktivitas yang dilakukan masyarakat yaitu bekerja (50%) seperti memanen eceng gondok, bertani, menyewakan perahu (Gambar 13). Selain bekerja, masyarakat juga berdagang (37%) dan melakukan aktivitas lainnya (13%) seperti memancing. Berdasarkan data yang diperoleh umumnya aktivitas masyarakat yang dilakukan yaitu bekerja hal ini terbukti bahwa Danau Rawa Pening menjadi sumber mata pencaharian masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada danau tersebut.
Gambar 13. Aktivitas responden masyarakat sekitar Danau Rawa Pening
c.2. Keterlibatan masyarakat sekitar dalam menjaga kebersihan Danau Rawa Pening
Sebagian besar masyarakat yang tinggal di sekitar danau mengaku pernah turut terlibat dalam menjaga kebersihan Rawa Pening (90%) seperti tidak membuang sampah di danau dan ikut membersihkan eceng gondok serta tumbuhan air lainnya yang berada tepian di Danau Rawa Pening yang dirasa mengganggu (Gambar 14).
Responden yang tidak turut terlibat dalam menjaga kebersihan Danau Rawa Pening karena mereka sibuk bekerja di luar rumah dan merasa bahwa kebersihan danau menjadi tanggung jawab pihak pengelola. Menurut wawancara dengan salah satu responden ada kelompok masyarakat yaitukelompok Sadar Wisata yang melakukan aksi bersih-bersih di sekitar tempat wisata bila tempat wisata sudah terlihat kotor.
Gambar 14. Keterlibatan responden masyarakat sekitar dalam menjaga kebersihan Danau Rawa Pening
d. Persepsi dan pendapat masyarakat sekitar terhadap keberadaan dan pengelolaan kawasan objek wisata Danau Rawa Pening
Seluruh responden masyarakat mengakui senang akan adanya objek wisata Danau Rawa Pening (Gambar 15a) karena dapat menambah penghasilan, menyimpan nilai budaya terkait dengan legenda Rawa Pening, dan banyak manfaat sehingga masyarakat bersyukur adanya tempat wisata ini. Selain masyarakat dapat mencari nafkah di kawasan wisata ini, mereka juga dapat menyalurkan hobi seperti memancing. Semua responden mengakui tidak ada aktivitas wisata yang mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar (Gambar 15b) dan masyarakat setuju kawasan objek wisata Danau Rawa Pening dikelola oleh pihak pengelola saat ini (Gambar 15c).
Gambar 15. Persepsi responden masyarakat sekitar terhadap keberadaan dan pengelolaan kawasan objek wisata Danau Rawa Pening
Masyarakat setuju (100%) bila tanah milik masyarakat dibeli oleh pengelola dan dibangun fasilitas hotel/restoran tradisional. Harapan-harapan yang diinginkan
masyarakat terhadap pengelola kawasan wisata antara lain yaitu memberikan ijin untuk berdagang di area wisata, membuka usaha perahu milik pribadi, mengijinkan pemanen eceng gondok untuk melewati area wisata, menambah fasilitas di kawasan wisata, dan mengoptimalkan pengelolaan karena tingkat kebersihan dan tata letak perahu masih kurang baik dan belum teratur.
e. Persepsi masyarakat mengenai ekowisata dan sumberdaya alam Danau Rawa Pening
Berdasarkan data yang diperoleh, sebagian besar responden masyarakat tidak mengerti dengan ekowisata yaitu sebesar 93% (Gambar 16a) karena mereka lebih sering mendengar kata wisata. Menurut responden potensi sumberdaya alam danau yang masyarakat ketahui untuk pengembangan wisata antara lain dibuat rumah khusus kerajinan eceng gondok yang nantinya juga bisa dipelajari langsung oleh wisatawan sebagai daya tarik untuk menambah penghasilan masyarakat dan mengurangi jumlah tumbuhan air, dibuat rumah makan terapung di tengah danau karena sampai saat ini hanya ada satu pemilik tempat makan terapung dengan 7 tempat lesehan sambil menikmati suasana danau dengan pengelolaan limbah buangan makanan yang baik.
Menurut masyarakat, Danau Rawa Pening sudah mengalami pencemaran (83%) (Gambar 16b). Hal tersebut terlihat tumbuh cepatnya eceng gondok di danau, banyaknya sampah di pinggiran danau dan sampah yang berasal dari sungai-sungai yang bermuara ke danau. Harapan-harapan masyarakat terhadap pengelola mengenai kerusakan/pencemaran yang terjadi yaitu diadakan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar sungai yang alirannya bermuara ke Rawa Pening untuk lebih memperhatikan alam sekitar seperti tidak membuang sampah ke sungai dan adanya pegawai khusus untuk membersihkan sampah. Selain itu perlu adanya kegiatan rutin untuk membersihkan tumbuhan air seperti eceng gondok karena dapat mengganggu kegiatan perikanan dan mengganggu jalannya perahu.
Gambar 16. Persepsi responden masyarakat tentang ekowisata dan keadaan sumber daya alam Danau Rawa Pening
4.11.2. Karakteristik Wisatawan