• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.17. Strategi Pengelolaan Kawasan untuk Wisata

4.17.4. Pembuatan tabel rangking alternatif strategi

Penentuan prioritas strategi pengelolaan kawasan objek Wisata Danau Rawa Pening dilakukan dengan memperhatikan faktor-faktor yang saling terkait. Jumlah dari skor pembobotan akan menentukan rangking prioritas strategi (Tabel 17). Jumlah skor (nilai) ini diperoleh dari penjumlahan semua skor di setiap faktor-faktor strategi yang terkait. Rangking akan ditentukan berdasarkan urutan jumlah skor terbesar sampai terkecil dari semua strategi yaitu:

1. Mengadakan koordinasi dengan pemerintahan setempat termasuk masyarakat untuk menanggulangi terancamnya Danau Rawa Pening.

2. Memanfaatkan potensi Danau Rawa Pening untuk menarik wisatawan 3. Membuat paket tour wisata dengan objek wisata lain

4. Mengoptimalkan aksesibilitas dengan bekerjasama pihak-pihak terkait dalam upaya mempermudah pengembangan wisata

5. Pemerintah (instansi-instansi terkait) memperhatikan dan membantu usaha- usaha masyarakat yang berkontribusi positif terhadap usaha penyelamatan Danau Rawa Pening

6. Memanfaatkan dukungan masyarakat dan pemerintah untuk pengembangan objek wisata Danau Rawa Pening

7. Membenahi fasilitas yang belum optimal dan membangun fasilitas yang kurang agar kegiatan wisata dapat berjalan dengan baik

8. Mengembangkan pola tata ruang yang menyerasikan tata ruang lahan, air dan SDA lainnya dalam satuan sistem DAS Danau Rawa Pening yang ditunjang dengan pengelolaan perkembanan penduduk yang serasi

9. Instansi terkait melakukan pengontrolan dan pengawasan terhadap ketersediaan air

10. Mengupayakan penyuluhan konsep penataan dan pengelolaan kawasan yang menunjang kegiatan pengelolaan wisata dengan melibatkan semua pihak

11. Mendayagunakan lahan sesuai dengan daya dukung dan keseimbangan lingkungan

12. Meningkatkan penyuluhan dan pelatihan keterampilan kerja serta pembinaan masyarkat agar dapat berperan dalam pengembangan wisata

13. Pemanfaatan tumbuhan air sebagai penyaring air tercemar oleh berbagai bahan polutan

14. Mengembangkan usaha pengambilan/pengerukan sedimen oleh masyarakat sekitar danau untuk mengurangi sedimentasi

Tabel 16. Matriks SWOT strategi pengelolaan kawasan objek wisata Danau Rawa Pening INTERNAL E K S T E R N A L Kekuatan (Strenght)

1. Daya tarik alam 2. Iklim yang sejuk

3. Keanekaragaman hayati

perairan

4. Potensi budaya dan legenda/ sejarah wisata

5. Dukungan masyarakat

Kelemahan (Weakness)

1. Penurunan kualitas air 2. Kondisi perairan tidak stabil 3. Kualitas tenaga kerja yang

masih rendah dan jumlahnya sedikit

4. Pengelolaan terhadap perairan yang masih kurang optimal

5. Tingkat kebersihan Danau

Rawa Pening masih rendah

6. Kurangnya prasarana

pendukung

7. Kurang tertatanya vegetasi

tumbuhan air dengan baik.

8. Volume dan kedalaman air

berfluktuatif

Peluang (Oppurtunity)

1. Letak strategis dan aksesibilitas mudah 2. Keberadaan objek wisata lain 3. Dukungan berbagai instansi terkait terhadap pengembangan objek wisata Danau Rawa Pening

Strategi S-O

1.Memanfaatkan potensi

Danau Rawa Pening untuk menarik wisatawan

2.Memanfaatkan dukungan

masyarakat dan pemerintah untuk pengembangan objek wisata Danau Rawa Pening 3.Membuat paket tour wisata

dengan objek wisata lain

4.Mengoptimalkan

aksesibilitas dengan

bekerjasama pihak-pihak

terkait dalam upaya

mempermudah pengembangan wisata

Strategi W-O

1. Mendayagunakan lahan sesuai

dengan daya dukung dan

keseimbangan lingkungan

2. Pemanfaatan tumbuhan air

sebagai penyaring air tercemar oleh berbagai bahan polutan 3. Pemerintah (instansi-instansi

terkait) memperhatikan dan

membantu usaha-usaha

masyarakat yang berkontribusi

positif terhadap usaha

penyelamatan Danau Rawa

Pening

4. Meningkatkan penyuluhan dan

pelatihan keterampilan kerja serta pembinaan masyarakat agar dapat berperan dalam pengembangan wisata

5. Membenahi fasilitas yang

belum optimal dan membangun fasilitas yang kurang agar kegiatan wisata dapat berjalan dengan baik Ancaman (Threat) 1. Terjadinya sedimentasi 2. Terjadinya pencemaran 3. Pola pembangunan

yang tidak sesuai

dengan tata guna

lahan

4. Kurang koordinasinya antar berbagai pihak

yang terkait dalam

pemanfaatan sumber

daya Danau Rawa

Pening

Strategi S-T

1.Mengembangkan usaha

pengambilan/ pengerukan

sedimen oleh masyarakat

sekitar danau untuk

mengurangi sedimentasi 2.Mengadakan koordinasi dengan pemerintahan setempat termasuk masyarakat untuk menanggulangi

terancamnya Danau Rawa Pening

Strategi W-T

1. Mengembangkan pola tata

ruang yang menyerasikan tata ruang lahan, air dan SDA lainnya dalam satuan sistem DAS Danau Rawa Pening yang ditunjang dengan pengelolaan yang baik

2. Mengupayakan penyuluhan

konsep penataan dan

pengelolaan kawasan Rawa

Pening yang menunjang

kegiatan wisata dengan

melibatkan semua pihak dan instansi terkait

3. Instansi terkait melakukan

pengontrolan dan pengawasan terhadap ketersediaan air

Tabel 17. Perangkingan alternatif strategi

No. Alternatif strategi

Keterkaitan dengan unsur

SWOT

Skor Rangking

1.

Memanfaatkan potensi Danau Rawa Pening untuk

menarik wisatawan S1, S2, S3, S4, O1, O3 2,106 2

2.

Memanfaatkan dukungan masyarakat dan pemerintah untuk pengembangan objek wisata

Danau Rawa Pening S5,O1,O3 1,226 6

3. Membuat paket lain tour wisatadengan objek wisata S4, S5, O2,O3 1,670 3

4

Mengoptimalkan aksesibilitas dengan bekerjasama pihak-pihak terkait dalam upaya mempermudah

pengembangan wisata S5,O1,O2,O3 1,614 4

5. Mendayagunakan lahan sesuai dengan daya dukung dan keseimbangan lingkungan W1, W2, W4, O3 0,850 11

6.

Pemanfaatan tanaman air sebagai penyaring air

tercemar oleh berbagai bahan polutan W3, W4, O3 0,738 13

7.

Pemerintah (instansi-instansi terkait) memperhatikan dan membantu usaha-usaha masyarakat yang berkontribusi positif terhadap usaha penyelamatan Danau Rawa Pening

W3, W4, W7, O2, O3 1,210 5

8.

Meningkatkan penyuluhan dan pelatihan keterampilan kerja serta pembinaan masyarkat

agar dapat berperan dalam pengembangan wisata W3, W6, O3 0,844 12

9.

Membenahi fasilitas yang belum optimal dan membangun fasilitas yang kurang agar kegiatan

wisata dapat berjalan dengan baik W3, W6, O1,O3 1,173 7

10.

Mengembangkan usaha pengambilan/pengerukan sedimen oleh masyarakat sekitar danau untuk

mengurangi sedimentasi S5, T1 0,426 14

11.

Mengadakan koordinasi dengan pemerintahan setempat termasuk masyarakat untuk

menanggulangi terancamnya Danau Rawa Pening

S1, S2, S5, T1, T2, T3,

T4 2,252 1

12.

Mengembangkan pola tata ruang yang

menyerasikan tata ruang lahan, air dan SDA lainnya dalam satuan sistem DAS Danau Rawa Pening yang ditunjang dengan pengelolaan perkembanan penduduk yang serasi

W3, W5, T1, T2, T3 0,984 8

13.

Mengupayakan penyuluhan konsep penataan dan pengelolaan kawasan yang menunjang kegiatan pengelolaan wisata dengan melibatkan semua pihak

W3,W4, W5, W7, T1,

T3 0,857 10

Dari 14 alternatif strategi yang dihasilkan, maka tiga prioritas utama sebagai rencana strategi dalam upaya pengelolaan kawasan objek wisata Danau Rawa Pening yaitu:

1. Mengadakan koordinasi dengan pemerintahan setempat termasuk masyarakat untuk menanggulangi terancamnya Danau Rawa Pening

Dalam suatu usaha pengembangan wisata haruslah mendapat dukungan dari masyarakat dan pemerintah. Masyarakat memiliki andil besar dalam keberlangsungan suatu kawasan wisata, karena dengan dukungan dari masyarakat maka kegiatan wisata dapat berjalan dengan baik. Begitupun dengan pemerintah, dalam hal ini pemerintah sebagai perencana, pengelola, dan pengawas dari suatu kawasan wisata. Kegiatan wisata dalam Danau Rawa Pening ditentukan oleh kerjasama antara masyarakat sekitar dan pemerintah setempat yang terkait. Mengintegrasikan pelaksanaan kegiatan sektor secara terpadu dan berkesinambungan melalui peningkatan koordinasi. Koordinasi tersebut dapat dimulai dengan mengadakan forum untuk mengajak diskusi dan kerjasama dengan masyarakat mulai dari hulu hingga hilir. Pelaksanaan pembangunan kawasan wisata harus memenuhi kriteria dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, sehingga dampak negatif dari pembangunan dapat ditekan sekecil mungkin. Gambaran realisasinya terwujud yaitu dengan keterlibatan masyarakat tani dan nelayan dalam pengangkatan gulma air eceng gondok yang merupakan masalah utama di Danau Rawa Pening.

Pengelolaan danau dan pengelolaan sumberdaya air pada umumnya yang efektif memerlukan tiga elemen pendukung (Sutardi 2003) yaitu:

a. Lingkungan yang menunjang atau enabling environmental yaitu adanya peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang menunjang

b. Keberadaan, peran dan fungsi institusi pada berbagai tingkatan pemerintahan dan partisipasi aktif stakeholders

c. Adanya instrumen-instrumen manajemen yang operasional dan sistem monitoring dan evaluasi serta penegakan hukum yang konsisten.

Adapun langkah-langkah dalam upaya penanggulangan dan penanganan terhadap permasalahan Danau Rawa Pening agar kelestarian ekosistem danau tetap berkelanjutan adalah:

a. Meningkatkan kerjasama antar berbagai pihak yang berkepentingan terhadap Danau Rawa Pening sehingga harus adanya perencanaan yang terpadu dengan memperhatikan fungsi dan peruntukan lahan yang sesuai.

b. Pembersihan eceng gondok yang tumbuh di Danau Rawa Pening, namun pada tingkatan luas tertentu masih disisakan untuk tetap menjaga keseimbangan ekosistem budidaya ikan air tawar seperti untuk tempat bertelur dan untuk kepentingan ekonomi masyarakat sekitar Danau Rawa Pening.

c. Pembuatan tanggul keliling Danau Rawa Pening pada elevasi +462,30 dpl agar dapat meningkatkan daya tampung air sehingga pemerintah (instansi yang terkait) harus melakukan pembelian hak tanah masyarakat.

d. Pemerintah (instansi-instansi terkait) seharusnya memperhatikan dan membantu usaha-usaha masyarakat yang memberikan kontribusi positif terhadap upaya penyelamatan Danau Rawa Pening. Contohnya adalah usaha penambangan gambut, permasalahan yang harus mendapat perhatian adalah teknologi penambangannya yang masih sederhana dan pemanfaatan tanah gambut masih terbatas. Pemanfaatan tumbuhan air seperti eceng gondok untuk dimanfaatkan menjadi bahan kerajinan.

Menurut Sutardi (2003) danau terdiri dari 2 komponen yaitu daerah tangkapan air (drainage basin) dan badan air. Aspek-aspek pengelolaan danau mencakup: pengelolan kegiatan pada daerah tangkapan, pengelolaan badan air danau secara keseluruhan dan pengelolaan kegiatan yang terkait dengan manajemen kualitas dan kuantitas air danau. Mengingat pengelolaan DAS suatu danau tidak terlepas dari pengelolaan DAS dari suatu sungai yang masuk ke danau. Pengelolaan DAS suatu danau dimaksudkan sebagai upaya mengembangkan sistem pengelolaan yang mencakup kegiatan konservasi (perlindungan), pendayagunaan (pengembangan dan pemanfaatan), dan pengendalian kerusakan karena air secara terpadu, guna menjamin fungsi sungai baik sebagai bagian utama dari ekosistem maupun elemen pembangunan yang sudah selayaknya tetap terjaga guna dimanfaatkan secara berkelanjutan. Mengingat keterkaitan air dengan daur hidrologi dimana daerah hulu dan hilir merupakan satu kesatuan maka penanganannya dilaksanakan melalui pendekatan pengelolaan terpadu DAS. Oleh karenanya, koordinasi dalam pengelolaan terpadu DAS menjadi elemen penting untuk terlaksananya pengelolaan terpadu DAS yang optimal.

2. Memanfaatkan potensi Danau Rawa Pening untuk menarik wisatawan

Danau Rawa Pening memiliki prospek yang baik untuk pengembangan wisata bila dapat memanfaatkannya secara optimal. Potensi tersebut tidak hanya dari bentang alam yang dikelilingi 4 gunung yaitu Gunung Ungaran, Kendali sodo, Merbabu, dan Gunung Telomoyo sehingga selain memiliki panorama yang baik juga memiliki

iklim yang sejuk. Dengan letaknya yang strategis dan potensi sumber daya alam utamanya potensi keindahan alam yang ada, menjadikan danau ini sebagai kawsan yang menarik untuk dikembangkan industri pariwisata. Keberadaan Danau Rawa

Pening yang terkenal dengan legenda Baru Klinting merupakan daya tarik yang

dapat memikat wisatawan dan terkenal dengan objek wisata yang berhawa dingin. Hal tersebut tentu saja dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang menginginkan kawasan wisata yang masih sejuk dan alami. Selain itu keanekaragaman hayati seperti banyaknya jenis ikan yang terdapat di danau ini juga menjadi kekuatan untuk menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang memiliki hobi memancing.

3. Membuat paket tour wisata dengan objek wisata lain

Kabupaten Semarang memiliki banyak objek wisata yang dapat dikembangkan dan dapat saling sinergis antara satu tempat wisata dengan yang lain. Untuk pengembangan Danau Rawa Pening sebagai objek wisata dapat didukung dengan membuat paket tour objek wisata lain, karena khusunya di daerah kabupaten Semarang Rawa Pening merupakan bentuk wisata alam air tawar berupa danau alam yang hanya ada satu di daerah tersebut. Pembuatan paket tour wisata ini juga dimaksudkan untuk menjaga kondisi sumberdaya alam dan kondisi perairan agar dapat dimanfaatkan secara optimal karena wisatawan masih dibawah daya dukung tetapi tidak merusaknya.