KAJIAN PUSTAKA A.Landasan Teori
6. Karakteristik Siswa Kelas II Sekolah Dasar
Pengembangan metode pembelajaran disesuaikan dengan tahap-tahap perkembangan siswa. Pola serta tahap perkembangan yang disesuaikan dengan umur akan bersifat hierarkis, yaitu harus dilalui berdasarkan urutan tertentu.
Berdasarkan psikologi perkembangan terdapat masa perkembangan peserta didik yang memiliki ciri-ciri khasnya sendiri-sendiri yang disebut karakteristik anak. Menurut Izzaty (2013: 114-115), masa perkembangan dibagi menjadi dua masa, yaitu:
a) masa kelas-kelas rendah sekolah dasar yang berlangsung antara usia 6/7 tahun – 9/10 tahun, biasanya mereka duduk di kelas 1, 2, dan 3 Sekolah Dasar, dan
b) masa kelas-kelas tinggi sekolah dasar yang berlangsung antara usia 9/10 tahun – 12/13 tahun, biasanya mereka duduk di kelas 4, 5, dan 6 Sekolah Dasar.
Izzaty (2013: 115) juga mengungkapkan ciri-ciri anak masa kelas-kelas rendah Sekolah Dasar, yaitu:
a) ada hubungan yang kuat antara keadaan jasmani dan prestasi sekolah. b) suka memuji diri sendiri,
c) kalau tidak dapat menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan, tugas atau pekerjaannya dianggapnya tidak penting,
d) suka membandingkan dirinya dengan anak lain, jika hal itu menguntungkan dirinya, dan
47
Menurut Piaget (Budiningsih, 2005: 36-37) terdapat beberapa tahap perkembangan kognitif. Piaget menyebutkan empat tahap, yaitu tahap sensori motori (umur 0-2 tahun), tahap praoperasional (umur 2-7 tahun), tahap operasional konkrit (umur 7-11 tahun) dan tahap operasional (umur 11-18 tahun).
Pernyataan dari Piaget juga diperkuat oleh pernyataan Yusuf (2012: 12) yang mengemukakan anak usia Sekolah Dasar (6-11 tahun) mereaksi rangsangan intelektual, atau melaksanakan tugas belajar yang menuntut kemampuan kognitif (membaca, menulis dan berhitung). Kemudian macam-macam tugas-tugas pada tahap perkembangan anak usia enam hingga dua belas tahun menurut Havighurst dalam Juntika (dalam Susanto, 2013: 72) adalah sebagai berikut.
a. Belajar keterampilan fisik untuk pertandingan biasa sehari-hari.
b. Membentuk sikap yang sehat terhadao dirinya sebagai organisme yang sedang tumbuh kembang.
c. Belajar bergaul dengan teman-teman sebaya.
d. Belajar peranan sosial yang sesuai sebagai pria atau wanita.
e. Mengembangkan konsep-konsep yang perlu bagi kehidupan sehari-hari. f. Mengembangkan kata hati, moralitas, dan suatu skala nilai-nilai. g. Mencapai kebebasan pribadi.
h. Mengembangkan sikap-sikap terhadap kelompok dan institusi-institusi sosial
Berdasarkan pendapat di atas, siswa kelas rendah seperti kelas II Sekolah Dasar berada pada anak-anak masa kelas rendah pada tahap operasinal konkrit. Pada tahap ini, siswa akan memiliki tugas belajar. Dalam konteks pendidikan dasar, pembelajaran bahasa khususnya aspek menulis akan menambah kemampuan anak dalam penguasaan bentuk huruf, kosakata serta kalimat. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan keterampilan berbahasa siswa adalah dengan menulis terbimbing.
48 B. Kerangka Pikir
Pembelajaran menulis tegak bersambung dipelajari dikelas awal. Menulis tegak bersambung membutuhkan ketelitian dan kesabaran lebih dalam merangkaikan setiap hurufnya. Pada dasarnya, melalui materi pembelajaran menulis tegak bersambung siswa dapat melatih kemampuan berpikir dan melatih kemampuan motorik halusnya. Selanjutnya tujuan menulis tegak bersambung adalah untuk membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berkomunikasi melalui menulis. Tulisan yang dihasilkan bisa rapi dan dapat dibaca oleh orang lain. Berdasarkan kenyataan saat ini, beberapa siswa mengalami kesulitan dalam merangkai huruf tegak bersambung. Misalnya dalam hal penulisan huruf kapital dan tanda baca pada kalimat, siswa masih mengalami kesulitan. Bahkan guru cenderung menggunakan metode ceramah saat proses pembelajaran, meskipun telah memberikan contoh huruf tegak bersambung yang benar dipapan tulis, siswa tidak memperhatikan. Masalah tersebut harus segara mendapatkan penanganan. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran menulis tegak bersambung adalah strategi menulis terbimbing.
Pembelajaran menulis tegak bersambung melalui strategi menulis terbimbing akan membantu siswa dan siswa akan merasa siswa tersebut mendapat bimbingan guru secara langsung. Karena dalam mengajarkan menulis tegak bersambung bukanlah pelajaran yang diajarkan melalui penjelasan guru saja, melainkan dibutuhkan latihan secara langsung dengan bimbingan guru dengan berbagai proses tahapannya.
49
Pembelajaran tersebut diawali dengan mengenal huruf cetak dan huruf tegak bersambung serta bagaimana transisi huruf cetak ke huruf tegak bersambung. Kemudian dilanjutkan dengan menulis kata dan kalimat dengan menggunakan huruf tegak bersambung sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan tanpa mengangkat alat tulis. Penggunaan strategi ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan menulis tegak bersambung siswa. Pola pemecahan masalah tersebut dapat digambarkan melalui skema kerangka pikir pembelajaran menulis tegak bersambung tersaji pada skema di bawah ini.
50
Gambar 17. Skema Kerangka Pikir Pembelajaran Menulis Tegak Bersambung Keadaan Awal
Proses Pembelajaran dan Hasil Menulis Tegak Bersambung 1. Kemampuan menulis tegak bersambung siswa belum baik.
2. Siswa masih kesulitan dalam merangakaian dan menggabungkan huruf tegak bersambung
3. Siswa masih kesulitan dalam menggunakan ejaan seperti huruf kapital dan tanda baca. 4. Siswa belum diberikan tugas dalam melatih kemampuan menulis tegak bersambung. 5. Siswa belum pernah diberlakukan cara menulis tegak bersambung melalui strategi
menulis terbimbing sehingga kurang bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. 6. Siswa belum terlihat aktif dalam mengikuti pembelajaran menulis tegak bersambung.
Perlakuan
Pembelajaran menulis tegak bersambung melalui strategi menulis terbimbing
Proses Pembelajaran dan Hasil Menulis Tegak Bersambung yang Diharapkan 1. Kemampuan menulis tegak bersambung siswa lebih baik.
2. Siswa mampu merangkaikan dan menggabungkan huruf tegak bersambung.
3. Siswa mampu menggunakan ejaan seperti huruf kapital dan tanda baca dalam menulis tegak bersambung.
4. Siswa mampu melatih kemampuan menulis tegak bersambung melalui tugas yang diberikan.
5. Siswa dapat bersemangat menulis tegak bersambung melalui strategi menulis terbimbing.
51 C. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kajian teori dan kerangka pikir yang telah dipaparkan di atas, dapat diajukan hipotesis tindakan yaitu Penerapan strategi menulis terbimbing dapat berpengaruh terhadap keterampilan menulis tegak bersambung siswa kelas II A SD Negeri 1 Pedes Sedayu Bantul.
52 BAB III
METODE PENELITIAN