V. GAMBARAN UMUM PENELITIAN
5.2 Karakteristik Umum Responden
Karakteristik umum responden di Kecamatan Cisarua diperoleh berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 50 orang penduduk asli yang sudah pernah menjual lahan yang dimiliki. Karakteristik umum responden ini dilihat dari beberapa variabel meliputi jenis kelamin dan usia, pendidikan formal, luas lahan, dan status kepemilikan lahan, tingkat pendapatan, serta lama menetap di lokasi. 5.2.1. Jenis Kelamin dan Usia
Responden yang diwawancarai dalam penelitian ini sebanyak 50 orang yang berasal dari dua wilayah yaitu Desa Tugu Utara dan Kelurahan Cisarua. masing-masing sebanyak 25 responden. Responden yang diambil dari Desa Tugu
Utara terdiri dari 52 % pria dan 48 % wanita sedangkan di Kelurahan Cisarua terdiri dari 44 % pria dan 56 % wanita.
Responden memiliki tingkat usia yang bervariasi. Kisaran usia tersebut dimulai dari 23 hingga 85 tahun. Ada pun usia rata-rata responden secara keseluruhan adalah 51 tahun. Dominics (2009) menyatakan bahwa kategori usia dibagi tiga, yaitu usia muda (0-35 tahun), usia paruh baya (35-58 tahun), dan usia tua (>58 tahun). Responden dengan tingkat usia paruh baya sangat mendominasi di kedua wilayah tersebut. Kelurahan Cisarua dengan tingkat usia paruh baya sebanyak 76 %, usia tua sebanyak 20 %, dan sisanya 4 % tingkat usia muda. Sedangkan Desa Tugu Utara berusia paruh baya sebanyak 56 %, usia tua sebanyak 36 %, dan usia muda sebanyak 8 %.
5.2.2. Pendidikan Formal Responden
Tingkat pendidikan responden di kedua wilayah berbeda-beda. Responden di Desa Tugu Utara memiliki tingkat pendidikan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan Kelurahan Cisarua. Hal ini ditunjukkan oleh responden di Desa Tugu Utara yang tidak bersekolah sebanyak 16 %, berpendidikan SD sebanyak 60 %, dan berpendidikan SLTP dan SLTA masing-masing sebanyak 4 % dan 20 %, sedangkan tidak ada yang berpendidikan hingga tingkat perguruan tinggi. Sementara itu di Kelurahan Cisarua semua responden bersekolah, hal ini ditunjukkan dengan responden yang berpendidikan SD sebanyak 40 %, SLTP dan SLTA masing-masing sebanyak 12 % dan 36 %, serta perguruan tinggi sebanyak 12 %. Berdasarkan tingkat pendidikan tersebut dapat dilihat bahwa Kelurahan Cisarua memiliki sumberdaya manusia yang lebih baik dibandingkan dengan desa Tugu Utara. Persentase tingkat pendidikan dapat dilihat pada Gambar 5.
Desa Tugu Utara Kelurahan Cisarua
Sumber: Data Primer (diolah)
Gambar 5. Karakteristik Responden di Kecamatan Cisarua Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2011
Tingkat pendidikan responden di kedua wilayah berbeda disebabkan karena perbedaan tingkat usia dan pendapatan rumah tangga yang cukup jauh. Tingkat pendapatan responden di Desa Tugu Utara jauh lebih kecil dibandingkan dengan Kelurahan Cisarua. Hal ini menyebabkan ketidakmampuan responden untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Adanya responden yang tidak bersekolah di Desa Tugu Utara disebabkan karena pada saat responden berusia sekolah belum tersedia sarana pendidikan di wilayah tersebut, mengingat pada saat itu responden berada pada zaman penjajahan Belanda.
5.2.3. Luas dan Status Kepemilikan Lahan
Luas lahan yang dimiliki oleh responden saat menjual lahan sangat bervariasi. Kisaran luas lahan yang dimiliki responden Desa Tugu Utara mulai dari 0.0049 sampai dengan satu hektar dengan rata-rata kepemilikan lahan sebesar 0.2114 ha. Persentase penduduk yang memiliki luas lahan di bawah rata-rata sebesar 72 %. Sementara kepemilikan lahan di Kelurahan Cisarua jauh lebih sedikit dibandingkan di Desa Tugu Utara yaitu mulai dari 0.0035 sampai 0.1600 ha dengan rata-rata kepemilikan lahan seluas 0.0191 ha. Sebanyak 84 % responden memiliki lahan di bawah 0.0191 ha. Umumnya luas lahan yang
Tidak Sekolah SD SMP SLTA SD SMP SLTA Perguruan Tinggi
dimiliki responden di Tugu Utara lebih luas jika dibandingkan dengan kepemilikan lahan yang dimiliki responden di Kelurahan Cisarua. Hal ini disebabkan karena lahan yang dimiliki responden Desa Tugu Utara merupakan lahan pengalihan dari lahan pemerintah menjadi lahan garapan milik rakyat. Sebanyak 76 % dari responden memiliki tanah dengan status garapan dan sisanya telah memiliki surat tanah. Selain itu, sebanyak 80 % responden di Kelurahan Cisarua memiliki status lahan berupa girik dan sisanya memiliki surat tanah. 5.2.4. Tingkat Pendapatan
Tingkat pendapatan responden di kedua wilayah termasuk rendah. Pendapatan penduduk per bulan di Desa Tugu Utara rata-rata sebesar Rp 754 600.00 dan Kelurahan Cisarua sebesar Rp 2 044 000.00. Pendapatan penduduk di Desa Tugu Utara cenderung lebih rendah mengingat banyak penduduk yang tidak memiliki mata pencaharian tetap. Selain itu banyak responden yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan yang cukup untuk mendapatkan penghasilan lebih.
Rendahnya penghasilan responden di Desa Tugu Utara disebabkan oleh rendahnya pilihan lapangan kerja. Hal tersebut menyebabkan responden yang pada mulanya bekerja sebagai pemillik lahan, menjual lahan yang dimiliki. Setelah lahan dijual, responden berganti pekerjaan menjadi penjaga vila yang dibangun di lahan yang telah dijual tersebut.
Tingkat pendapatan responden di Kelurahan Cisarua lebih tinggi jika dibandingkan dengan Desa Tugu Utara. Hal ini disebabkan oleh banyaknya responden yang mengikuti tingkat pendidikan formal dari SMP hingga perguruan tinggi. Tingkat pendidikan yang tinggi menjadi latar belakang responden
memperoleh lapangan pekerjaan yang lebih layak. Responden di Desa Tugu Utara pada umumnya bekerja sebagai penjaga vila dan di Kelurahan Cisarua sebagian besar responden bekerja sebagai wiraswasta.
5.2.5. Lama Menetap di Lokasi
Responden sebagian besar merupakan penduduk asli yang sudah sejak lahir tinggal di kedua wilayah tersebut dan merupakan penduduk asli. Responden di Desa Tugu Utara dan Kelurahan Cisarua sebagian besar telah menetap selama 41 hingga 85 tahun, masing-masing sebesar 48 % dan 40 %, sisanya telah menetap di bawah 40 tahun. Persentase lama menetap dapat dilihat pada Gambar 6 berikut ini.
Desa Tugu Utara Kelurahan Cisarua
Sumber: Data Primer (diolah)
Gambar 6. Karakteristik Responden di Kecamatan Cisarua Berdasarkan Lama Menetap Tahun 2011
41‐85 tahun 21‐40 tahun <20 tahun 41‐85 tahun 21‐40 tahun <20 tahun