VII. KESIMPULAN DAN SARAN
7.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Tren laju konversi lahan di Kecamatan Cisarua tahun 2001-2010 terus mengalami peningkatan. Konversi lahan tertinggi terjadi pada tahun 2006, karena ada pertambahan jumlah obyek wisata dan jumlah penduduk. Tingkat konversi lahan untuk pertanian dan untuk pemukiman masing-masing sebesar 2.28 % dan 3.94 %.
2. Harga lahan di tingkat Kecamatan Cisarua pada tahun 2001-2010 berhubungan positif terhadap konversi lahan. Laju konversi semakin tinggi karena kenaikan harga lahan di Kecamatan Cisarua lebih murah dibandingkan dengan daerah asal mayoritas pembeli yaitu Jakarta dimana pembeli memiliki keinginan untuk berinvestasi.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi penduduk pada tingkat rumah tangga dalam mengkonversi lahan adalah harga lahan, jumlah tanggungan, pendapatan, dan luas lahan yang dimiliki saat sebelum menjual.
7.2. Saran
Berdasarkan hasil penelititan dan pembahasan maka dapat disarankan: 1. Pemerintah harus menetapkan batas-batas wilayah pembangunan sesuai dengan
rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kecamatan Cisarua dengan cara pemberitahuan melalui media seperti larangan tertulis maupun himbauan secara hukum seperti pemberian sanksi secara progresif.
2. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang mekanisme penetapan harga lahan di Kecamatan Cisarua agar nilainya tidak terlalu rendah, sehingga konversi lahan dapat dikurangi.
3. Pemerintah harus memberikan penyuluhan kepada pemilik lahan yang mayoritas petani dengan cara memberikan penyuluhan dan pelatihan melalui gabungan kelompok tani (Gapoktan) agar pemilik lahan dapat meningkatkan produktifitas lahan yang dimilikinya guna meningkatkan pendapatan petani dan nilai lahan itu sendiri, sehingga pemilik lahan tidak tertarik untuk mengkonversi lahan.
DAFTAR PUSTAKA
Antara .2002. ‘Konversi Lahan Pertanian Menjadi Pariwisata’.
http://ejournal.unud.ac.id/?module=editor&idf=7&idj= 48&idv= 185&
idi=188. diakses pada tanggal 13 Januari 2011.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana 2010. ‘Banjir Sepanjang Tahun 2009 Kota Jakarta’. http://www.bnpb.go.id/website/ asp/index.asp diakses pada tanggal 4 Januari 2011.
Badan Pusat Statistik 2001. ‘Kabupaten Bogor Dalam AngkaTahun 2001’ . BPS. Kabupaten Bogor.
_________________ 2002. ‘Kabupaten Bogor Dalam Angka Tahun 2002’. BPS. Kabupaten Bogor.
_________________ 2003. ‘Kabupaten Bogor Dalam Angka Tahun 2003’. BPS. Kabupaten Bogor.
_________________ 2004. ‘Kabupaten Bogor Dalam Angka Tahun 2004’. BPS. Kabupaten Bogor.
_________________ 2005. ‘Kabupaten Bogor Dalam Angka Tahun 2005’. BPS. Kabupaten Bogor.
_________________ 2006.’ Kabupaten Bogor Dalam Angka Tahun 2006’. BPS. Kabupaten Bogor.
_________________ 2007.’ Kabupaten Bogor Dalam Angka Tahun 2007’. BPS. Kabupaten Bogor.
_________________ 2008. ‘Kabupaten Bogor Dalam Angka Tahun 2008’. BPS. Kabupaten Bogor.
_________________ 2009. ‘Kabupaten Bogor Dalam Angka Tahun 2009’. BPS. Kabupaten Bogor.
_________________ 2010. ‘Kabupaten Bogor Dalam Angka Tahun 2010’. BPS. Kabupaten Bogor.
Balai Pengelolaan DAS Citarum Ciliwung. ‘Peta Guna Lahan Kecamatan Cisarua’. BPDAS Citarum Ciliwung. Bogor
Barbier EB. 2000. The Economic Linkages Between Rural Poverty and Land Degradation: Some Evidence from Africa. Agriculture, Ecosystems and Environment Journal. vol 82. no 20: 355–370
Dinas Pertanian dan Kehutanan.2010. ‘Luas Lahan Hijau Kabupaten Bogor Tahun 2001-2010’. Dinas Pertanian dan Kehutanan. Kabupaten Bogor.
Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman Kabupaten Bogor. ‘Luasan Pemukimam Kabupaten Bogor Tahun 2001-2010’. Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman. Kabupaten Bogor.
Dominics A, Rutland A, Pelletier J, Ferrell J. 2009. Group Nous and Social Exclusion: The Role of Theory of Social Mind, Multiple Classification Skill and Social Experience of Peer Relations Within Groups. Child Development Journal. vol. 80: 224-243
Ewers RM. 2006. Interaction Effect Between Economic Development and Forest Cover Determine Deforestation Rates. Global Environtmental Change Journal. vol. 16: 161-169
Handayani YL, Jayadi R, Triatmodjo B. 2005. Optimasi Tata Guna Lahan dan Penerapan Rekayasa Teknik dalam Analisa Banjir di Daerah Aliran Sungai. Jurnal Manusia dan Lingkungan. vol. 12. no. 2: 56-31
Houghton RA. 1991. Tropical Deforestation and Atmospheric carbondioxide. Climate Change Journal. vol.19. no. 3: 99-118
Irianto A. 2004. Statistik: Konsep Konsep Dasar dan Aplikasinya. Kencana Predana Media Group. Jakarta.
Ismail A. 2010. Dampak Konversi Lahan di Kota Medan. Skripsi Sarjana. Universitas Sumatra Utara. Medan.
Jamal. 2002. Harga Pengaruh Alih Fungsi Lahan di Kabupaten Karawang. Skripsi Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Jayadinata JT. 1999. Tata Guna Tanah dalam Perencanaan Pedesaan, Perkotaan, dan Wilayah Edisi Ketiga. Institut Teknologi Bandung. Bandung.
Michalski F, Metzger JP, Peres CA. 2010. Rural Property Size Drives Pattern of Upland and Riparian Forest Retention. Global Environtmental Change Journal. 20:705-712.
Milis Lingkungan Indonesia. 2007. Bongkar Vila-vila Liar di Puncak.
http://groups.yahoo.com/group/lingkungan/message/30060. diakses pada
tanggal 4 Mei 2011.
Munir M.2008. Pengaruh Konversi Lahan Pertanian terhadap Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Petani di Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Skripsi Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
PT Taman Wisata Matahari. 2009. Taman Wisata Matahari Recreation and Education Park. http://www.tamanwisatamatahari.com/about_us.html. diakses pada tanggal 4 Mei 2011.
Rusli S. 1995. Pengantar Ilmu Kependudukan. Pustaka. LP3ES. Jakarta.
Santoso S. 2007. Soal-Jawab Statistik dengan SPSS dan Excel. Elex Media Komputindo. Jakarta.
Sihaloho M. 2004. Konversi Lahan Pertanian dan Perubahan Struktur Agraria di Kelurahan Mulyoharjo Kecamatan Bogor Selatan. Tesis Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Sudrajat J. 2007. Tempo Online. http://tempointeraktif.com/id/arsip /2007/05 /21/
LU/mbm.20070521.LU124012.id.html. diakses pada tanggal 4 Mei 2011.
Utomo S. 1992. Pembangunan dan Pengendalian Alih Fungsi Lahan. Universitas Lampung. Lampung.
Viessman JW, Harbaugh TE, Knapp JW. 1977.Introduction to Hydrology Second Edition. Harper da RowPubliser. New York.
Zanten W. 1994. Statistika untuk Ilmu-Ilmu Sosial Edisi Kedua. Gramedia. Jakarta.
LAMPIRAN
KUESIONER PENELITIAN Hari/Tanggal ………. Nomor Responden : ……….. Nama Responden : ……….. Alamat Responden : ……….. ……….. Nomor Telepon/HP : ……….. Kuesioner ini digunakan sebagai acuan dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam skripsi “PENGARUH HARGA LAHAN TERHADAP LAJU KONVERSI LAHAN DI HULU SUNGAI CILIWUNG KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT” oleh Desi Irnalia Astuti, Mahasiswi Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB. Saya mohon partisipasi Bapak/Ibu/Saudara/i untuk mengisi kuesioner ini dengan objektif, lengkap, dan teliti. Kerahasian informasi yang Bapak/Ibu/Saudara/I berikan terjamin dan tidak untuk dipublikasikan, serta tidak terkait dengan kepentingan politik pihak mana pun. Atas perhatian dan
partisipasinya saya ucapkan terima kasih. A. Karakteristik Responden
1. Jenis Kelamin : L / P
2. Usia : ………….. tahun
3. Pendidikan Terakhir : a. Tidak Sekolah d. SLTA/Sederajat b. SD/Sederajat e. Perguruan Tinggi/Sederajat
c. SMP/Sederajat
Sampai dengan
kelas/tingkat………..