VI HASIL DAN PEMBAHASAN
6.1 Karakteristik Umum Responden Wisata Kebun Raya Bogor
Responden yang diambil sebagai sampel penelitian ini berjumlah 100 orang. Dalam pengambilan sampel, peneliti melakukan screening terlebih dahulu. Screening tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah calon responden pernah melakukan kunjungan wisata minimal dua kali, sudah berusia di atas empat belas tahun dan bersedia mengisi kuisioner. Karakteristik konsumen diperlukan untuk mengetahui keterkaitan konsumen dengan penilaian terhadap atribut-atribut yang terdapat di dalam Kebun Raya Bogor dan bagi Kebun Raya Bogor, bertujuan untuk membuat kebijakan-kebijakan yang lebih efektif dalam rangka memberi pelayanan yang lebih baik.
Konsumen yang berwisata ke Kebun Raya Bogor memiliki beragam karakteristik. Karakteristik responden yang dilihat dalam penelitian ini adalah karakteristik jenis kelamin, usia, status pernikahan, jumlah anggota keluarga, tempat tinggal, pendidikan, pendapatan per bulan dan pekerjaan.
6.1.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Berdasarkan hasil penyebaran yang dilakukan terhadap 100 orang responden Kebun Raya Bogor (KRB), diketahui bahwa sebagian besar pengunjung wisata Kebun Raya Bogor adalah perempuan mencapai 55 persen. Hasil ini mengindikasikan bahwa perempuan lebih senang berwisata ke KRB dibandingkan laki-laki atau dengan kata lain, laki-laki kurang begitu tertarik untuk berkunjung ke KRB. Sebagian besar pengunjung laki-laki mengunjungi KRB karena dipengaruhi oleh pengunjung perempuan yang merupakan teman, istri atau keluarga serta adanya kewajiban untuk mengunjungi KRB, seperti study tour.
Hasil ini dapat dimanfaatkan oleh KRB untuk meningkatkan minat pengunjung laki-laki untuk berkunjung ke KRB, yaitu dengan menyediakan fasilitas yang mendukung aktivitas-aktivitas yang disukai laki-laki seperti flying fox dan panjat tebing, sehingga selain menikmati panorama dan objek wisata alam yang ada di KRB, pengunjung pria memiliki pilihan lainnya. Manajemen permainan tersebut dapat dialihkan kepada pihak lain dengan perjanjian kerja sama, sehingga citra KRB sebagai Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) tetap
terjaga dengan baik. Secara lebih rinci, karakteristik konsumen berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 7.
Tabel 7. Sebaran Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah (orang) Presentase (%)
Perempuan 55 55
Laki-laki 45 45
Total 100 100
6.1.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Pengunjung wisata Kebun Raya Bogor memiliki tingkat usia yang beragam. Hal ini mengindikasikan bahwa keberadaan Kebun Raya Bogor dalam memberikan fasilitas dan pelayanan ditujukan untuk semua usia. Pada penelitian ini, responden yang dipilih untuk mengisi kuisioner adalah konsumen yang telah berusia ≥ 15 tahun, karena dianggap telah memiliki kedewasaan berpikir sehingga mampu memahami pertanyaan dalam kuisioner dengan baik dan mereka turut menentukan pengambilan keputusan dalam memilih lokasi wisata.
Sebagian besar pengunjung KRB berada pada kisaran usia 20-24 tahun yaitu sekitar 38 persen dan rentang usia terbesar kedua adalah 15-19 tahun yaitu 23 persen, sehingga dapat dikatakan bahwa sebagian besar pengunjung KRB berusia 15-24 tahun atau tergolong remaja lanjut dan dewasa awal. Proporsi terkecil ternyata berada pada usia di atas 55 tahun yaitu hanya dua persen. Perbedaan proporsi tersebut terkait dengan kebutuhan pribadi, kepribadian dan gaya hidup dalam memilih tempat wisata. Faktor pengaruh pribadi tersebut terbukti memiliki pengaruh yang kuat dalam menentukan keputusan untuk berwisata ke Kebun Raya Bogor.
Hasil ini menunjukkan bahwa KRB berhasil meraih konsumen remaja lanjut dan dewasa awal. Untuk itu, KRB dapat meningkatkan pelayanannya dengan memberikan promosi kepada kisaran usia tersebut melalui pemeriksaan pada kartu identitas diri pengunjung seperti kartu tanda pelajar, kartu tanda mahasiswa, KTP atau SIM. Promosi yang paling signifikan terhadap kisaran usia remaja lanjut dan dewasa awal adalah potongan harga tiket masuk atau bonus tiket untuk sepuluh kali tiket masuk yang sudah digunakan dalam jangka waktu
58 tertentu. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa Kebun Raya Bogor adalah tempat memiliki panorama alami dengan lahan wisata yang luas dan memberikan ketertarikan dan keingintahuan yang besar bagi kaum muda untuk menjelajahinya dan menikmati wisata ini. Secara lebih rinci, karakteristik konsumen berdasarkan usia dapat dilihat pada Tabel 8.
Tabel 8. Sebaran Responden Berdasarkan Usia
Usia Jumlah (orang) Presentase (%)
15-19 23 23 20-24 38 38 25-34 21 21 35-44 14 14 45-54 2 2 55-64 1 1 > 65 1 1 Total 100 100
6.1.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Status Pernikahan
Status pernikahan menunjukkan bahwa seseorang telah berkeluarga atau belum berkeluarga. Pemahaman sebaran status ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada perusahaan dalam membuat kebijakan-kebijakan untuk memberikan kepuasan terhadap pengunjung berdasarkan status pernikahan. Pengunjung Kebun Raya yang belum menikah sebanyak 72 persen dan yang telah menikah sebanyak 28 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar pengunjung KRB setiap harinya adalah wisatawan yang belum menikah (lajang) yaitu mahasiswa dan pelajar. Hal ini dapat dijadikan masukan dan potensi bagi Kebun Raya Bogor dalam meningkatkan pelayanannya bagi kaum muda seperti penambahan bangku taman. Secara lebih rinci, karakteristik konsumen berdasarkan status pernikahan dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 9. Sebaran Responden Berdasarkan Status Pernikahan
Status Pernikahan Jumlah (orang) Persentase (%)
Menikah 28 28
Belum Menikah 72 72
6.1.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Anggota Keluarga Berdasarkan hasil penyebaran kuisioner yang dilakukan terhadap 100 orang responden di Kebun Raya Bogor, diperoleh hasil bahwa sebagian besar jumlah anggota dalam satu keluarga adalah lima orang. Sedangkan jumlah anggota terbesar kedua adalah empat orang. Keluarga terdiri atas dua orang atau lebih yang dihubungkan melalui darah, perkawinan dan tinggal dalam satu tempat tinggal (Engel et al, 1994). Keluarga sangat penting dalam studi perilaku konsumen karena dua alasan, pertama keluarga merupakan unit pemakaian dan pembelian untuk banyak produk konsumen. Kedua, keluarga merupakan pengaruh utama pada sikap dan perilaku individu (Engel et al, 1994).
Pada Tabel 10, terlihat bahwa sebagian besar responden yang belum menikah, memiliki jumlah anggota keluarga antara lima sampai enam orang. Responden yang belum menikah pada umumya adalah remaja lanjut dan dewasa awal. Responden yang telah menikah dengan jumlah anggota keluarga sebanyak dua sampai empat orang juga memiliki proporsi terbesar. Hal ini dapat menjadi masukan dan informasi peluang bagi pihak KRB, dalam membuat kebijakan-kebijakan wisata yang mengacu pada jumlah anggota, seperti program khusus berupa diskon harga jika membawa semua anggota keluarga dengan menunjukan fotokopi kartu keluarga dan KTP. Secara lebih rinci, karakteristik konsumen berdasarkan jumlah anggota dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10. Sebaran Responden Berdasarkan Jumlah Anggota Keluarga
Status Jumlah Anggota
Keluarga (orang) Responden (orang) Persentase (%)
Menikah 2-4 anggota 21 21 5-6 anggota 5 5 6-10 anggota 2 2 Jumlah 28 28 Belum Menikah 2-4 anggota 28 28 5-6 anggota 36 36 6-10 anggota 8 8 Jumlah 72 72
60 6.1.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Domisili
Berdasarkan Tabel 11, diperoleh informasi bahwa sebagian besar responden yang berwisata ke KRB bertempat tinggal atau berdomisili di Bogor yaitu sebanyak 41 orang dengan persentase 41 persen. Sedangkan jumlah domisili terbesar kedua adalah Jakarta sebanyak 23 orang dengan persentase 23 persen. Pengunjung yang berdomisili di Bogor memilih Kebun Raya Bogor karena kemudahan dan kedekatan untuk mencapai tempat wisata yang menjadi pertimbangan utama dalam menikmati objek wisata yang mereka pilih. Pengunjung dari Jakarta memilih Kebun Raya Bogor sebagai tempat wisata karena kecenderungan penduduk Jakarta yang terbiasa dengan suasana padat, sibuk dan lingkungan Jakarta yang kurang memiliki lingkungan alami, sehingga mereka membutuhkan tempat wisata alam yang menawarkan udara sejuk serta memiliki pemandangan dan lingkungan yang masih alami.
Tabel 11. Sebaran Responden Berdasarkan Domosili
Domosili Tempat Tinggal Jumlah (orang) Persentase (%)
Bogor 41 41 Jakarta 23 23 Depok 17 17 Tanggerang 7 7 Bekasi 2 2 Bandung 3 3 Kerawang 2 2 Sumedang 1 1 Lampung 1 1 Batam 1 1 Total 100 100
6.1.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Terakhir Menurut Engel et al (1994), tingkat pendidikan seseorang mempengaruhi pilihan seseorang dalam memilih suatu kegiatan rekreasi. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin besar kemampuannya dalam mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkannya. Informasi ini akan digunakan untuk
memenuhi kebutuhannya dan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan untuk berwisata.
Pengunjung wisata Kebun Raya Bogor memiliki tingkat pendidikan yang beragam. Sebaran terhadap 100 orang responden menunjukan bahwa 52 persen responden berpendidikan SMA. Selanjutnya diikuti oleh responden yang berpendidikan sarjana S1 sebanyak 22 persen. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen KRB umumnya memiliki pendidikan menengah ke atas dan sedang mengalami masa transisi untuk mencoba wisata yang bersifat alami (back to nature). Para responden sudah dapat menentukan dan memutuskan objek wisatanya sendiri yang sesuai dengan kebutuhannya. Informasi tingkat pendidikan terakhir dapat memberi masukan kepada KRB tentang kebijakan-kebijakan wisata yang lebih efektif dalam rangka memberi pelayanan yang lebih baik pada kaum muda. Salah satunya adalah Bagian Jasa dan Informasi yang melakukan sosialisasi tentang wisata dan konservasi KRB di perguruan tinggi dan di SMU yang ada di Bogor. Secara lebih rinci, karakteristik konsumen berdasarkan pendidikan terakhir dapat dilihat pada Tabel 12.
Tabel 12. Sebaran Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Pendidikan Terakhir Jumlah (orang) Persentase (%)
SD 1 1 SLTP 8 8 SMA 52 52 Akademi D3 17 17 Sarjana S1 22 22 Total 100 100
6.1.7 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan Per Bulan
Dalam penelitian ini, pendapatan yang dianalisis adalah pendapatan perbulan yang diterima oleh responden. Semakin besar tingkat pendapatan seseorang maka semakin besar pula daya belinya terhadap suatu barang dan jasa yang ditawarkan oleh pihak produsen (Engel et al, 1994). Sumber pendapatan konsumen Kebun Raya Bogor bervariasi menurut pekerjaannya. Bagi anak SMA, pendapatan diartikan sebagai uang saku yang diterima selama sebulan dan bagi
62 ibu rumah tangga diartikan sebagai pendapatan suami perbulannya. Tingkat pendapatan pengunjung akan mempengaruhi pilihannya dalam memilih sarana wisata yang sesuai dengan pendapatannya.
Pendapatan responden terbagi dalam beberapa kelompok yaitu dari tingkat pendapatan kurang dari Rp 1.000.000 hingga konsumen yang memiliki pendapatan lebih dari Rp 4.000.000. Sebagian besar responden memiliki kisaran pendapatan kurang dari Rp 1.000.000, yaitu sebanyak 59 persen. Selanjutnya sebanyak 20 persen berpenghasilan antara Rp 1.000.000 sampai Rp 2.000.000. Kisaran besarnya pendapatan responden yang diteliti sesuai dengan tingkat pendidikan dan pekerjaan responden. Sebagian besar responden yang berpendapatan kurang dari Rp 1.000.000 adalah pelajar dan mahasiswa. Informasi karekteristik ini berguna untuk membuat kebijakan wisata khusus untuk pelajar dan mahasiswa dengan memberi potongan harga untuk kunjungan secara kolektif atau jumlah rombongan kurang dari 50 orang. Secara lebih rinci, sebaran responden berdasarkan pendapatan perbulan dapat dilihat pada Tabel 13.
Tabel 13. Sebaran Responden Berdasarkan Pendapatan Per Bulan
Pendapatan Per bulan Jumlah (orang) Persentase (%)
≤ Rp 1.000.000 59 59 > Rp 1.000.000 - Rp 2.000.000 20 20 > Rp 2.000.000 - Rp 3.000.000 13 13 > Rp 3.000.000 - Rp 4.000.000 2 2 > Rp 4.000.000 6 6 Total 100 100
6.1.8 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan
Pekerjaan yang dilakukan oleh konsumen sangat mempengaruhi gaya hidupnya (pola dimana orang hidup untuk menghabiskan waktu serta uangnya) dan satu-satunya basis terpenting untuk menyampaikan prestis, kehormatan dan respek (Engel et al, 1994). Dari 100 orang konsumen yang dijadikan sebagai responden, diperoleh hasil bahwa sebagian besar konsumen memiliki jenis pekerjaan sebagai pelajar atau mahasiswa dengan persentase sebesar 44 persen. Jenis pekerjaan terbesar kedua yaitu pegawai swasta sebesar 37 persen. Persentase
tersebut dipengaruhi karena pelajar dan mahasiswa membutuhkan tempat rekreasi selain memberikan panorama yang indah juga menambah wawasan mengenai konservasi tanaman. Pegawai swata memerlukan suasana alam dan pemandangan indah KRB, guna menghilangkan kejenuhan dari rutinitas sehari-hari dikantornya. Secara lebih rinci, sebaran responden berdasarkan pekerjaan dapat dilihat pada Tabel 14.
Tabel 14. Sebaran Responden Berdasarkan Pekerjaan
Pekerjaan Jumlah (orang) Persentase (%)
Pelajar/Mahasiswa 44 44
Pegawai Negeri 3 3
Pegawai Swasta 37 37
Ibu Rumah Tangga 8 8
Wirausaha 7 7
Pensiunan 1 1
Total 100 100