• Tidak ada hasil yang ditemukan

VI HASIL DAN PEMBAHASAN

PEMETAAN DIAGARAM KARTESIUS IPA

2. Kesopanan pemandu

Sikap santun karyawan dapat membuat konsumen merasa senang dan nyaman saat berkunjung ke KRB. Kesopanan pemandu adalah sikap yang ditunjukan oleh orang yang berkewajiban memberi petunjuk dan informasi yang diperlukan wisatawan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pemandu wisata adalah pramuwisata atau petugas pariwisata yang berkewajiban memberi petunjuk dan informasi yang dibutuhkan oleh wisatawan. Pemandu yang dimaksud oleh responden adalah karyawan KRB yang memberikan arahan dan informasi bagi para pengujung yang ingin mengetahui objek wisata yang ada di KRB. Pemandu yang disediakan oleh KRB berada di koleksi Bji, koleksi Herbarium, Museum Zoology dan Rumah Anggrek.

Atribut kesopanan pemandu dinilai sangat penting oleh konsumen dan memiliki kinerja yang memuaskan atau baik. Atribut ini dinilai sangat penting karena sebagian besar responden mengungkapkan bahwa mereka belum mengetahui objek-objek wisata yang ada di KRB secara menyeluruh. Dengan kata lain, masih banyak pengunjung yang ingin mengetahui objek wisata KRB secara

98 lengkap. Luasnya area wisata yang dimiliki KRB juga mempengaruhi tingkat kelelahan pengunjung saat sampai di objek wisata yang di tuju, seperti menuju ke Koleksi Biji sehingga mereka membutuhkan peningkatan kesopanan pemandu dalam menjelaskan informasi yang diinginkan oleh pengunjung. Untuk itu diperlukan kesopanan pemandu agar dapat menyampaikan informasi dan arahan yang baik kepada pengunjung.

Kinerja yang baik dapat dilihat dari tutur kata yang digunakan pemandu sudah menggunakan bahasa yang sopan dan disesuaikan dengan tingkatan umur pengunjung sehingga pengunjung dengan jelas mendengarkan arahan dari pemandu. Pemandu juga menggunakan baju kemeja dan celana bahan sehingga pengunjung merasa lebih nyaman melihatnya. Diharapkan dengan mempertahankan kesopanan pemandu saat menyampaikan informasi, dapat menimbulkan hasrat pengunjung untuk berkunjung kembali dan mengajak teman atau keluarganya ke KRB. Kesopanan pemandu juga berperan dalam meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan dalam mengetahui arti pentingnya konservasi dan pelestarian lingkungan.

3. Rumah Anggrek

Rumah anggrek merupakan salah satu objek wisata yang terkenal di Kebun Raya Bogor. Tempat ini menawarkan koleksi Anggrek yang ada di Indonesia. Rumah Anggrek atau Orchidarium memiliki 500 spesies Anggrek alam dari seluruh Indonesia. Tempat ini didukung dan di resmikan oleh Presiden Megawati Soekarno Putri saat itu. Rumah Anggrek dibedakan atas dua bagian yaitu Anggrek Hybrid (Anggrek yang didapat dengan hasil persilangan) dan Anggrek Species (Anggrek yang asli atau bukan hasil dari persilangan).

Atribut Rumah Anggrek dinilai sangat penting oleh konsumen dan memiliki kinerja yang memuaskan atau baik karena Rumah Angrek ini dibuat dari rumah kaca yang dilengkapi sprayer untuk menjaga suhu tetap stabil dan konsumen bisa merasakan kesejukan diantara ratusan Anggrek dengan bangku taman yang ada didalam Rumah Anggrek tersebut. Konsumen juga dapat membeli langsung bibit Anggrek Hybrid setelah mereka selesai mengunjungi Rumah Anggrek. Rumah Anggrek juga menyediakan souvenir dan buku-buku tentang

seputar Aggrek yang dapat menambah wawasan konsumen. Setiap bulannya, Rumah Anggrek selalu menambah hasil persilangannya antara lain dendrobium cattleya, vanda, oncidium dan sebagainya.

4. Bunga Bangkai

Bunga Bangkai merupakan tanaman asli Sumatera dengan ukuran bunga terbesar dan tertinggi di dunia dan menebarkan bau busuk seperti bangkai tikus. Bunga ini pertama kali dikoleksi KRB pada tahun 1915. Tanaman ini berbunga tiap 2-3 tahun sekali, memiliki keindahan yang spesifik yang jarang ditemui pada bunga lain. Tanaman ini dapat mencapai tinggi sekitar tiga setengah meter dengan diameter kelopak bunganya lebih dari dua meter. Umbinya bisa mencapai berat 200 kg. Bunga ini juga memiliki kelopak bunga yang berwarna merah maroon dan tongkol bunga yang berwarna keemasan.

Bunga ini mekar sempurna pada malam hari. Perbedaan suhu di dalam tongkol dengan udara sekitar membuatnya mengeluarkan semacam asap tipis. Asap inilah yang berbau busuk dan menyengat yang berguna untuk menarik serangga agar melakukan penyerbukan. Hal unik yang dapat diperhatikan dalam siklus hidupnya adalah masa berdaun (vegetatif) dan masa berbunga (generatif) akan muncul dalam waktu yang berbeda. Setelah masa berdaun, akan dilanjutkan dengan masa istirahat (dormansi) selama 1-3 tahun. Setelah umbi cukup energi, maka akan muncul masa bunga. Jika tidak menemukan suatu bagian tanaman pun di atas tanah, berarti Bunga Bangkai sedang berada dalam fase istirahat menuju fase selanjutnya.

Atribut Bunga Bangkai dinilai sangat penting oleh konsumen dan memiliki kinerja yang memuaskan atau baik. Hal ini dikarenakan sebagian besar responden ingin mengetahui dan melihat siklus hidup dari Bunga Bangkai dan siap menanti saat bunga ini mekar. Konsumen juga sudah merasa puas dengan melihat masa berdaun dan masa istirahat yang dialami Bunga Bangkai di KRB. 5. Koleksi tumbuhan langka

Kebun Raya Bogor memiliki luas 87 hektar. Jumlah koleksi yang terakhir tercatat sekitar 13.684 spesiesmen (data Januari 2006). Koleksi tanaman Kebun

100 Raya sebagian besar berasal dari kepulauan Indonesia dan sebagian lagi dari manca negara.

Atribut ini dinilai sangat penting oleh konsumen dan memilki kinerja yang memuaskan atau baik. Hal ini disebabkan karena Kebun Raya selalu melakukan penambahan koleksi melalui eksplorasi ke hutan-hutan yang ada di Indonesia dan tukar menukar biji tanaman dengan kebun raya lain di dunia. Kebun Raya Bogor melakukan inventaris jenis-jenis tumbuhan langka berdasarkan versi IUCN dan WCMC. Dari kegiatan inventaris tersebut tercatat 60 jenis tumbuhan langka yang tergolong dalam 47 marga dan 24 suku. Kebun Raya juga melakukan perbanyakan tumbuhan langka untuk menghasilkan stok bibit yang sampai saat ini sebanyak 6 jenis.

6. Museum Zoology

Museum Zoology ini memiliki tugas untuk memperkenalkan keanekaragaman fauna nusantara dalam bentuk awetan binatang dan replika, dengan harapan pengunjung dapat mengenal akan kekayaan fauna nusantara dan meningkatkan kepedulian dan kecintaan generasi muda akan fauna tersebut serta menunjang usaha pelestariannya. Jumlah koleksi yang dipamerkan Museum Zoology meliputi 3,5 persen jumlah fauna yang terdapat di Indonesia. Koleksi yang ditampilkan oleh Museum Zoology meliputi beberapa kelompok yaitu: Mamalia, Burung, Reptil, Ampibia, Ikan, Moluska, Udang, Kepiting, Serangga.

Bentuk display yang dihadirkan Museum Zoology adalah menampilkan diorama (habitat hidup fauna tersebut), data distribusi dan keterangan biologi spesies. Hal ini dimaksudkan agar pengunjung dapat mengenal dan memahami apa yang ditampilkan oleh Museum Zoology.

Atribut ini dinilai sangat penting oleh konsumen dan memilki kinerja yang memuaskan atau baik. Hal ini disebabkan Museum Zoology telah memberikan sarana pendidikan dan wisata yang praktis bagi pengunjung untuk mempelajari keanekaragaman, perilaku dan daya guna fauna. Museum Zoology perlu melakukan penambahan display fauna, agar menambah wawasan kepuasan pengunjung Kebun Raya Bogor.

6.5.3 Atribut-atribut Dalam Kuadran III (Prioritas Rendah)

Kuadran III dinamakan sebagai kuadran prioritas rendah, artinya atribut yang berada di kuadran ini dinilai konsumen memiliki tingkat kepentingan yang dan kinerja yang rendah. Pada kuadran ini, peningkatan variabel perlu diperhatikan kembali karena pengaruhnya yang tidak terlalu besar terhadap kepuasan konsumen. Atribut yang terdapat di kuadran III ini adalah :

1. Kolam Gunting 2. Harga

3. Kolam Victoria

1. Kolam Gunting

Kolam Gunting merupakan salah satu kolam wisata yang berada dekat

pintu masuk utama KRB. Di tengah kolam tersebut, ada pulau kecil yang dipenuhi tumbuhan dan kawanan burung kowak (Nycticorax nycticorak). Kolam

ini bernama Kolam Gunting karena bentuknya yang seperti gunting besar. Kolam

ini memiliki air mancur besar yang airnya berasal dari saluran sungai Katu Lampa. Atribut Kolam Gunting dinilai konsumen memiliki tingkat

kepentingan yang dan kinerja yang rendah. Responden yang sudah mengunjungi Kebun Raya Bogor lebih dari lima kali pada umumya menggunakan lingkungan sekitar kolam hanya untuk berpiknik dan menikmati makan siang bersama teman dan keluarga. Kinerja rendah karena kolam menjadi kotor akibat ulah beberapa pengunjung yang membuang sampah sehabis piknik dan makan siang ke dalam Kolam Gunting. Perlu dilakukan penyadaran konsumen akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya melalui petugas kebun yang berada diareanya masing-masing.

2. Harga

Harga adalah nilai yang harus diberikan oleh konsumen untuk membeli jasa wisata KRB. Harga karcis masuk yang diberikan KRB kepada pengunjung sebesar Rp. 10.000. Kebun Raya juga menyediakan dua jenis tiket yaitu perorangan dan kolektif. Harga tiket masuk KRB Rp. 10.000 dibagi untuk Pemerintah Kota Bogor, LIPI, PMI, Asuransi dan Museum Zoology. Kebun Raya

102 juga memberi potongan kepada rombongan sekolah sebesar 50 persen, rombongan instansi pemerintah 25 persen dan rombongan panti asuhan 10 persen. Harga tiket masuk motor ditetapkan sebesar Rp. 3000 dan mobil Rp. 15.500 tanpa memperhitungkan jam parkir.

Atribut Harga tiket masuk dinilai konsumen memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang rendah karena konsumen merasa objek wisata dan pelayanannya tidak mengalami perubahan, sedangkan harga meningkat. Informasi mengenai perubahan harga tidak disosialisasikan kepada pengunjung dengan baik, sehingga pengunjung tidak menyadari bahwa dengan satu tiket masuk dapat menikmati semua objek wisata di Kebun Raya Bogor. Oleh karena itu bagian jasa dan informasi perlu menyampaikan perubahan ini melalui berbagai media seperti pemasangan banner di pintu masuk utama dan melalui radio.

Tidak tersediannya fasilitas untuk mempermudah mengelilingi Kebun Raya membuat konsumen sudah mengalami kelelahan sebelum menikmati objek wisata yang ada. Untuk itu KRB perlu meningkatkan pelayanannya dalam merespon keluhan pengunjung seperti dengan menambahkan penyewaan mobil keliling atau sepeda untuk para pengunjung.

3. Kolam Victoria

Kolam ini merupakan tempat yang ditumbuhi oleh tanaman yang bernama Teratai raksasa yang berasal dari daerah Amazon di Brazilia. Didatangkan pertama kali melalui Kebun Raya Leiden Belanda pada tahun 1860. Daunnya bergaris tengah 1-1,5 M, bungannya berwarna putih yang berubah menjadi merah jambu setelah 2-3 hari. Berbunga seminggu sekali dan berbunga di malam hari sehingga tanaman ini disebut “Queen of The Night”. Nama latin

Teratai ini adalah Victoria Amazonica sehingga kolam ini bernama Kolam Victoria.

Atribut Kolam Victoria dinilai konsumen memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang rendah. Hal ini disebabkan karena kolam ini hanya digunakan sebagai tempat foto bersama teman dan keluarga saja. Pengunjung yang sudah lebih dari lima kali berwisata merasa bosan dengan kondisi kolam yang tidak mengalami banyak perubahan dari segi keindahan (estetika) dan kebersihan

kolam. Kebersihan kolam menjadi rendah karena kurangnya kesadaran konsumen dalam membuang sampah pada tempatnya.

6.5.4 Atribut-atribut Dalam Kuadran IV (Berlebihan)

Kuadran IV dinamakan sebagai kuadran berlebihan, artinya atribut yang berada di kuadran ini memiliki tingkat kepentingan yang rendah namun dinilai konsumen terlalu berlebihan dan memiliki kinerja yang tinggi. Atribut yang ada pada kuadran ini dapat dikurangi sehingga perusahaan dapat menghemat biaya. Atribut yang terdapat di kuadran II ini adalah :