• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kata Keterangan Ekstraklausal

Dalam dokumen Nuansa Bahasa Citra Sastra (Halaman 97-103)

TINJAUAN SINGKAT SUBKATEGORI SASI KATA

2.2 Subkategorisasi Kata Keterangan

2.2.2 Kata Keterangan Ekstraklausal

Kata keterangan ekstraklausal dapat dikatakan berlawanan dengan kata keterangan intraklausal sehingga cirri-cirinya

76

juga berlawanan. Artinya, secara sintaksis, kata keterangan ekstraklausal mempunyai kemungkinan berpindah-pindah posisi. Hal itu disebabkan oleh hubungannya tidak seerat hubungan kata keterangan intraklausal dengan kategori-kategori yang didampingi. Ciri dapat berpindah-pindah posisi menunjukkan bahwa kata keterangan ekstraklausal mempunyai daya mobilitas yang cukup tinggi dalam memberikan penekanan makna sintaksis. Hal ini berarti bahwa perpindahan posisi sangat mungkin akan memindahkan penekanan kalimat. Di samping ciri itu, secara semantis, kata keterangan ekstraklausal mengungkapkan perihal atau tingkat proposisi secara keseluruhan. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, kata keterangan yang dapat digolongkan ke dalam subkategori ekstraklausal adalah sebagai berikut.

a. barangkali

Kata barangkali dikatakan tergolong ke dalam kata keterangan ekstraklausal karena secara sintaksis mempuyai kemungkinan untuk berpindah-pindah posisi. Artinya, kata barangkali tidak selalu berdampingan erat dengan kata kerja, kata sifat, kata bilangan, dan kata keterangan lain yang didampingi. Posisi kata keterangan jenis ini dapat dipisahkan dari kategori kata yang didampingi tanpa mengubah makna kalimat semula. Hal tersebut lebih dimungkinkan oleh adanya ciri semantis yang dimiliki, yaitu mengungkapkan makna perihal atau tingkat proposisi secara keseluruhan. Jadi, posisi kata keterangan ekstraklausal dapat dipindah-pindahkan tanpa mengubah makna kalimat semula terbukti dalam contoh berikut.

(5) Sebentar lagi barangkali akan datang mereka. (6) Barangkali sebentar lagi mereka akan datang. (7) Mereka barangkali sebentar lagi akan datang. (8) Sebentar lagi mereka akan datang barangkali. (9) Mereka barangkali sebentar lagi akan datang.

Contoh (5)—(9) di atas ternyata tidak mengubah makna kalimat. Artinya, baik contoh (5), (6), (7), (8), maupun (9) mengandung makna yang sama, yaitu sama-sama menyatakan bahwa ‘pelaku’ (mereka) dalam kalimat itu belum datang dan

Pendalaman dan Pembaruan dalam Kajian Bahasa dan Sastra

diperkirakan akan datang tidak lama lagi. Berdasarkan cara pembuktian seperti di atas, kata keterangan di bawah ini juga dapat digolongkan ke dalam subkategori kata keterangan ekstraklausal. Adapun kata keterangan tersebut adalah memang,

mungkin, segera, jarang, jangan-jangan, paling-paling, sering-sering, mula-mula, benar-benar, belum boleh, belum tentu, tidak boleh, ingin benar, tidak mungkin, hendaknya, biasanya, kiranya, agaknya, rupanya, sebaiknya, sebenarnya, seharusnya, secepat-cepatnya, dan selambat-lambatnya. Contoh penggunaannya dapat dilihat di bawah ini.

b. Akhir-akhir ini program pendidikan anak berbakat memang

banyak dikeluhkan.

c. Kini premi asuransi mungkin meningkat karena direncanakan diberikan ganti rugi.

d. Semua atlet berprestasi segera dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan.

e. Setiap memasuki minggu pertama tahun baru harga sembako

jarang stabil.

f. Terbentuknya DPD jangan-jangan hanya sekadar simbol yang bersifat mandul.

g. Penantang Chris John paling-paling mampu bertahan hingga ronde kedelapan.

h. Atasannya cepat marah, malah kini sering-sering menegur langsung karyawan.

i. Di sejumlah daerah program nasional KB mula-mula banyak mendapat tantangan, terutama dari kalangan keagamaan. j. Sejumlah penonton benar-benar kecewa karena karcis habis

terjual.

k. Para calon yang pasrah dan secara diam-diam hilang semangat tentu belum boleh dipakai ukuran bahwa pada dirinya telah tumbuh rasa sadar pendidikan.

l. Hingga kini keberadaan dan manfaat LSM belum tentu disadari oleh warga masyarakat setempat karena belum diatur dalam undang-undang.

m. Potensi Papua yang serba khas tidak boleh dilupakan dalam upaya mempercepat akselerasi yang diharapkan.

n. Sebagian besar warga masyarakat pedesaan ingin benar

memanfaatkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan taraf

78

o. Karena kompleksnya masalah yang dihadapi, jelas tidak

mungkin diselesaikan sendiri.

p. Produksi panen padi yang cukup tinggi hendaknya dijaga dengan baik supaya dapat dimanfaatkan secara optimal. q. Dahulu pemimpin di pedesaan biasanya dipilih berdasarkan

kesepakatan tanpa proses pemungutan suara.

r. Di antara para petani, kiranya banyak yang belum memahami manfaat pascapanen.

s. Setiap tahun suasana Lebaran di Pulau Dewata agaknya ceria dan tidak kalah dibandingkan dengan di daerah lain.

t. Pulau Bali rupanya banyak menarik perhatian daerah lain untuk mengetahauinya.

u. Sebaiknya empat puluh orang siswa saja di dalam satu kelas

agar pelajaran dapat diterima dengan mantap.

v. Sebenarnya empat fungsi yang dimiliki kebun binatang, salah

satu di antaranya adalah sebagai sarana pelestarian binatang dan tumbuhan.

w. Para orang tua seharusnya mendukung aktivitas positif yang dilakukan oleh anaknya.

x. Surat lamaran harus secepat-cepatnya dibawa langsung ke tempat pendaftaran.

y. Semua peserta ujian diharapkan telah berada dalam ruangan

selambat-lambatnya sepuluh menit sebelum ujian dimulai.

Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa pada umumnya kata keterangan yang tergolong ke dalam subkategori ekstraklausal adalah kata keterangan bentuk turunan di samping sebagian kecil saja kata keterangan bentuk dasar, seperti

barangkali, memang, mungkin, jarang , dan segera. Kata keterangan

bentuk turunan yang termasuk subkategori ekstraklausal terdiri atas bentuk ulang, kelompok kata, se- + perulangan bentuk dasar + -nya.

III. Simpulan

Uraian mengenai subkategorisasi kata keterangan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut. Kata keterangan berbeda dengan keterangan karena kata keterangan termasuk konsep kategori, sedangkan keterangan termasuk konsep fungsi. Ditinjau dari subkategorisasinya, kata keterangan dapat dibedakan atas

Pendalaman dan Pembaruan dalam Kajian Bahasa dan Sastra

dua subkategori, yaitu kata keterangan intraklausal dan kata keterangan ekstraklausal. Kedua subkategori kata keterangan tersebut dibedakan atas dasar ciri-ciri atau sifat-sifat khusus yang dimiliki oleh setiap subkategori.

Kata keterangan intraklausal adalah kata keterangan yang mempunyai hubungan sangat erat dengan kata kerja, kata sifat, kata bilangan, dan kata keterangan lain yang didampingi. Dilihat dari segi konstruksi sintaksis kata keterangan intraklausal tidak mempunyai kemungkinan untuk berpindah-pindah posisi. Apabila posisinya dipindahkan atau dipisahkan dengan kategori kata yang didampingi, akan menjadi tidak gramatikal. Kata keterangan yang termasuk subkategori intraklausal pada umumnya terdiri atas kata keterangan bentuk dasar.

Kata keterangan ekstraklausal memiliki ciri atau sifat yang berlawanan dengan kata keterangan intraklausal. Ditinjau dari segi konstruksi sintaksis, kata keterangan ekstraklausal mempunyai kemungkinan yang besar untuk berpindah-pindah posisi. Artinya, subkategori kata keterangan ini bersifat dinamis dalam memberikan penekanan makna sintaksis. Apabila posisinya dipindahkan atau dipisahkan dari kategori kata yang didampingi, akan tetap gramatikal. Kata keterangan yang termasuk subkategori ekstraklausal pada umumnya berbentuk turunan, baik bentuk ulang, kelompok kata, bentuk dasar + -nya, maupun se- + perulangan bentuk dasar + -nya.

DAFTAR PUSTAKA

Hadiwidjaja, Tardjan. 1965. Tatabahasa Indonesia. Yogyakarta: UP Indonesia.

Keraf, Gorys. 1980. Tatabahasa Indonesia. Ende-Flores: Nusa Indah. Kridalaksana, Harimurti. 1982. Kamus Linguistik. Jakarta: PT

Gramedia.

Kridalaksana, Harimurti. 1984. “Kategori Sintaksis dalam Bahasa Indonesia”. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

80

Ramlan, M. 1980. Morfologi Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: UP Karyono.

Robins, R.H. 1964. General Linguistics: An Introductory Survey. London: Longman

Slametmuljana. 1969. Kaidah Bahasa Indonesia. Ende-Flores: Nusa Indah.

Supriyadi. 1984. “Peloncatan Kategorial dan Fungsional Kata Tugas dalam Bahasa Indonesia”.

Denpasar: Panitia Pelaksana Konferensi Nasional IV Masyarakat Linguistik Indonesia.

Verhaar, J.W.M. 1981. Pengantar Linguistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Zain, Sutan Muhamad. t.t. Jalan Bahasa Indonesia. Surabaya: Suara Asia.

Dalam dokumen Nuansa Bahasa Citra Sastra (Halaman 97-103)