Program Studi Sastra Indonesia
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana
Abstrak
Kosakata suatu bahasa tentu digunakan dalam kehidupan ini. Begitu juga halnya dengan kosakata “layar” yang ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa (KBBIPB). Di mana sajakah penggunaan kosakata “layar” tersebut pada ranah kehidupan ini? Bentuk dan kategori apa sajakah yang ada dalam penggunaannya di KBBIPB? Permasalahan itulah yang akan diidentifikasi, dideskripsikan, dan dibahas secara singkat dan praktis dalam tulisan ini. Sesuai dengan judul tulisan ini, KBBIPB merupakan sumber data utama. Data dikumpulkan dengan metode simak dibantu dengan teknik catat, dianalisis dengan metode deskriptif dan teori ekolinguistik. Selanjutnya, hasil analisis disajikan dengan metode informal dan metode formal (dalam bentuk tabel). Hasil yang didapatkan adalah kosakata “layar” digunakan pada ranah kehidupan ini dalam bidang pelayaran, kesenian, dan ilmu komunikasi (publisistik dan jurnalistik). Bentuknya berupa bentuk tunggal dan bentuk kompleks. Kategori ekologinya berkategori abiotik dan kategori linguistiknya berkategori nomina dan frasa nomina.
Kata kunci: kosakata, layar, ekolinguistik I. Pendahuluan
T
opik tulisan ini adalah bahasa dan lingkungan. Kosakata suatu bahasa tentang lingkungan sangatlah beragam, tidak terkecuali dengan bahasa Indonesia (lih. Mbete, 2013). Dalam tulisan ini yang berupa kajian1 Tulisan ini sudah dipresentasikan pada Seminar Nasional Sastra dan Bu-daya IV di Denpasar, 29-30 Maret 2019
82
awal dipilih kosakata “layar” yang terdapat dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia Pusat Bahasa (KBBIPB) 2014. Kosakata “layar”
ini merupakan kosakata lingkungan yang ada sejak dulu sampai sekarang yang perlu dijaga dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hal ini penting dilakukan karena kosakata tersebut merupakan kekayaan bangsa Indonesia dan merupakan wahana keberlangsungan masyarakat Indonesia.
Wilayah Indonesia sangat luas. Wilayahnya tidak saja terdiri atas daratan, tetapi juga terdiri atas perairan. Tentu dalam keadaan seperti itu terjadi interaksi antara masyarakat dan alam sekitarnya dalam kehidupan mereka. Untuk itu, patutlah dilakukan upaya untuk menjaga dan melestarikannya. Salah satu upaya yang dapat dikerjakan sebagai pewaris masa sekarang adalah melakukan kajian awal ini. Hal itu dilakukan sebagai bukti nyata mewujudkan kesadaran pentingnya suatu kosakata dalam kehidupan. Dengan demikian, keberlangsungannya dapat dijaga.
Pemilihan KBBIPB sebagai objek tulisan ini didasari oleh alasan berikut. Pertama, KBBIPB merupakan kamus yang memuat banyak kosakata yang perlu diinformasikan secara luas dan terus-menerus kepada para pemakainya. Tulisan ini dibuat sebagai salah satu upaya penyebarluasan informasi pemakaian kosakata “layar” dalam ranah kehidupan, khususnya kosakata “layar 1”. Kedua, berdasarkan penelusuran yang dilakukan, belum ada studi mengenai kosakata “layar” yang dilakukan melalui tinjauan ekolinguistik.
Kosakata “layar” dalam KBBIPB ada dua wujud dan ditandai dengan angka 1 dan 2 dengan makna yang berbeda. Namun, pada tulisan ini hanya difokuskan pada kosakata “layar 1” yang ditulis dengan “layar” saja. Pada kajian awal ini masalah yang ingin dijawab ada dua. Pertama, di mana sajakah penggunaan kosakata “ layar” dalam ranah kehidupan ini? Kedua, bentuk dan kategori apa sajakah yang ada dalam penggunaannya di KBBIPB?
Kedua permasalahan di atas akan diidentifikasi, dideskripsikan, dan dibahas secara singkat dan praktis sebagai tujuan khusus dalam tulisan ini. Secara umum, tulisan ini bertujuan untuk menyumbangkan perspektif pemikiran yang memiliki
Pendalaman dan Pembaruan dalam Kajian Bahasa dan Sastra
perbedaan dalam hal membahas KBBIPB, walaupun berupa sebuah kajian awal. Kajian ini diharapkan mampu memberikan inspirasi dan menjadi sumber daya kreasi kebahasaan yang memanfaatkan bahasa dan lingkungan.
Sesuai dengan judul tulisan ini, KBBIPB dijadikan sumber data utama. Data diperoleh dengan metode simak dibantu dengan teknik catat. Penyimakan dilakukan pada sumber data dengan membacanya secara intensif, kemudian mencatatnya dalam kartu data untuk memudahkan melakukan pengklasifikasiannnya. Setelah itu, analisis data dilakukan dengan metode deskriptif, yakni mendeskripsikannya dan menganalisisnya dengan teori ekolinguistik. Akhirnya, hasil analis disajikan dengan metode informal, yaitu penyajian dilakukan dengan uraian kata-kata biasa dan juga dengan metode formal (dalam bentuk tabel).
II. Pembahasan
Kosakata “layar” dimaknai dalam KBBIPB (2014:798) sebagai berikut.
1. Kain tebal yang dibentangkan untuk menadah angin agar perahu (kapal) dapat berjalan (laju).
2. Tabir (tirai) penutup jendela (pintu).
3. Tirai; kelir (dipakai pada pertunjukan gambar hidup, drama, dsb.).
4. Bidang tempat menayangkan gambar (film, televisi, dsb.). Penggunaan kosakata “layar” pada ranah kehidupan ini yang ditemukan dalam KBBIPB telah dapat diidentifikasi. Adapun penggunaannya ditemukan di lingkungan/bidang pelayaran, kesenian, dan ilmu komunikasi (publisistik dan jurnalistik). Begitu juga halnya dengan bentuk dan kategorinya. Secara linguistik, bentuk penggunaannya berupa bentuk tunggal dan bentuk kompleks. Istilah bentuk tunggal dan bentuk kompleks ini digunakan sesuai dengan istilah yang dikemukakan Ramlan (1978) dan Dhanawaty dkk. (2017). Secara ekologi, kategorinya adalah abiotik dan secara linguistik, kategorinya adalah nomina (N) dan frasa nomina (FN).
Pengggunaan kosakata “layar” yang ditemukan pada ranah kehidupan ini di bidang-bidang tersebut di atas beserta bentuk dan kategorinya dideskripsikan dalam bentuk tabel berikut.
84
Tabel 1. Deskripsi Kosakata Abiotik “Layar” di Bidang Pelayaran
No Kosakata Makna
1 Layer kain tebal yang dibentangkan untuk menadah angin agar perahu (kapal) dapat berjalan (laju). Kosakata ini berbentuk tunggal dan berkategori N.
2 kapal layar kapal yang dijalankan dengan layar (biasanya untuk pelayaran pantai atau perlombaan mengarungi selat dan sebagainya). Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori FN 3 layar agung layar yang terbesar pada kapal. Kosakata ini
berbentuk kompleks dan berkategori FN. 4 layar apit layar kedua yang terbesar sesudah layar
agung. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N.
5 layar baksi layar segi empat yang dipasang pada tiang belakang atau buritan pada arah depan-belakang. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N.
6 layar batang layar kecil yang dipasang pada kayu penghubung tiang dengan ujung layar. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N.
7 layar bubutan layar segitiga dipasang searah dengan tali bubutan dekat tiang layar agung yang berguna untuk membelokkan kapal. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N. 8 layar bulu ayam layar penjaga keseimbangan kapal yang
terletak pada tali penyokong tiang. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N. 9 layar cucur layar segitiga yang dipasang pada tiang yang
terdepan. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N.
10 layar dastur layar kecil sebagai pembantu layar besar. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N.
11 layar depan layar segitiga yang dipasang pada tiang layar depan. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N.
Pendalaman dan Pembaruan dalam Kajian Bahasa dan Sastra
12 layar gap layar yang dipasang pada canggah, letaknya pada bagian atas tiang kapal. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N 13 layar guli layar segi empat yang dipasang searah
dengan bujur kapal (arah depan-belakang). Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N.
14 layar gusi sama dengan layar baksi.
15 layar haluan layar segitiga yang dipasang pada ujung haluan kapal (pada tiang terdepan). Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N. 16 layar jib sama dengan layar haluan.
17 layar lebar layar yang lebih besar daripada layar biasa. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori FN.
18 layar padan layar yang terbuat dari kain kanvas yang sangat kuat dengan ukuran lebih kecil daripada layar bisa, digunakan ketika cuaca buruk (pada waktu angin ribut). Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N. 19 layar pengapuh layar kecil dekat puncak tiang. Kosakata ini
berbentuk kompleks dan berkategori N. 20 layar penyorong sama dengan layar baksi.
21 layar pinggir sama dengan layar dastur.
22 layar pucuk jala layar besar di belakang layar cucur. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N. 23 layar sabang layar yang dipasang pada tiang perahu
kecil di belakang layar cucur. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N. 24 layar tanjak sama dengan layar pucuk jala.
25 layar tanjung sama dengan layar pucuk jala. 26 layar temberang sama dengan layar bubutan.
27 layar terbang layar segi empat yang dipasang sejajar pada tiang. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N.
86
28 layar topang layar yang terbesar pada tiang depan. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N.
29 layar utama layar yang dipasang pada tiang layar utama. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori FN.
30 perahu layar perahu kecil berlayar dan berlambung tunggal dengan sirip yang dapat ditarik masuk, pemberat penyeimbang dihasilkan dari berat badan awak perahu. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori FN. 31 perahu layar
motor perahu layar tradisional yang dilengkapi dengan motor penggerak bantu untuk menggerakkan baling-baling, digunakan pada waktu tidak ada angin atau pada waktu yang dipandang perlu
Tabel 2. Deskripsi Kosakata Abiotik “Layar” di Bidang Kesenian
No Kosakata Makna
1 layar tabir (tirai) yang dipakai pada pertunjukan, bidang tempat menayangkan gambar film. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N.
2 layar dekor layar atau kain tebal yang diberi hiasan untuk menggabarkan tempat kejadian sehingga terlihat lebih hidup. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N
3 layar lebar layar di gedung bioskop untuk memproyeksikan film, ukuran lebarnya lebih besar daripada tingginya. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori FN.
4 layar perak tirai tempat mempertunjukkan gambar hidup. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N. 5 layar putih sama dengan layar perak
6 layar sebeng tabir (yang dapat dipindah-pindahkan seperti dalam panggung sandiwara ). Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N.
7 layar tabir kain vertikal yang dapat digulung untuk
membentuk latar belakang panggung. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N
Pendalaman dan Pembaruan dalam Kajian Bahasa dan Sastra
8 layar tancap pertunjukan film di alam terbuka dengan layar yang tiangnya ditancapkan di tanah. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N.
Tabel. 3 Deskripsi Kosakata Abiotik “Layar” di Bidang Ilmu Komunikasi
No Kosakata Makna
1 layar bidang tempat menayangkan gambar. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N.
2 layar gelas layar pesawat televisi tempat menayangkan gambar. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N.
3 layar kaca sama dengan layar gelas. 4 layar kristal
cair jenis layar menggunakan kristal cair sebagai media refleksinya. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori FN.
5 layar plasma layar televisi atau sejenisnya yang berdefinisi tinggi. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N 6 layar proyeksi layar putih yang digunakan untuk memproyeksikan
gambar atau tulisan. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N.
7 layar sentuh layar tampilan pada komputer dan sebagainya yang menunya dipilih dengan menyentuh layar. Kosakata ini berbentuk kompleks dan berkategori N.
Khazanah kosakata “layar” pada tabel-tabel di atas merupakan kekayaan khazanah komponen abiotik. Khazanah kosakata itu ada dalam pikiran orang Indonesia yang merupakan pengetahuan dan khazanah kebahasaan untuk menyebut dan merujuk suatu entitas. Selain bermakna, khazanah kosakata “layar” itu juga berfungsi
referensial (referensinya dapat dilihat secara kasat mata). Sebagai buktinya dapat dilihat pada gambar berikut (gambar layar pada bidang pelayaran sebagai salah satu contoh).
88
III. Simpulan
Kajian awal mengenai kosakata “layar” ini telah dapat diidentifikasi, dideskripsikan , dan dibahas secara singkat dan praktis. Penggunaaannya pada ranah kehidupan ini dalam KBBIPB tidak hanya ditemukan di lingkungan/bidang pelayaran, tetapi juga ditemukan di bidang kesenian dan ilmu komunikasi (publisistik dan jurnalistik). Bentuknya ada yang tunggal dan ada yang kompleks. Kategori ekologinya adalah abiotik dan kategori linguistiknya adalah nomina dan frasa nomina. Dengan demikian, kekayaan nomina “layar” tersebut sangat beragam pada ranah kehidupan ini.
Telah diungkapkan bahwa dalam kajian awal ini difokuskan pada kosakata “layar 1” dan ditulis dengan “layar” saja. Sesuai dengan namanya kajian awal, kajian ini merupakan langkah awal pendeskripsiannya dengan teori ekolinguistik . Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian lanjutan yang lebih mendalam dan menyeluruh. Untuk mencapai hal tersebut, perlu dilakukan kajian lanjutan terhadap kosakata “layar 2”.
DAFTAR PUSTAKA
Dhanawaty dkk. 2017. Pengantar Linguistik Umum. Denpasar: Pustaka Larasan.
Kridalaksana, Harimurti. 1992. Pembentukan Kata dalam Bahasa
Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Mbete, Aron Meko. 2013. Penuntun Singkat Penulisan Proposal
Penelitian Ekolinguistik. Denpasar: Penerbit Vidia.
Ramlan, Prof. Drs. M. 1978. Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: U.P. Karyono.
Shadily, Hassan. 1992. Ensiklopedi Indonesia. Edisi Khusus. Jilid 4.
Cetakan keenam. Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve.
Sudaryanto. 2015. Metode dan Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaaan dan Pengembangan Bahasa. 2014. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa.