• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEADAAN GEREJA Kekuatannya Tidak Seberapa

Gereja di Filadelfia

KEADAAN GEREJA Kekuatannya Tidak Seberapa

Dalam 3:8 kita nampak keadaan gereja di Filadelfia. Pertama, gereja ini mempunyai kekuatan yang tidak seberapa. (Dalam bahasa aslinya, memiliki sedikit kekuatan). Sering kali kita terlalu melebih-lebihkan gereja di Filadelfia, mengira gereja ini kuat dan unggul. Namun, sebenarnya tidaklah demikian. Sebagian orang beranggapan, ketika Tuhan membangkitkan para saudara di Inggris lebih dari seratus lima puluh tahun yang lalu, setiap orang di antara mereka pastilah seperti Daud. Sementara kita membanggakan gereja di Filadelfia, Tuhan berkata, “Kamu memiliki sedikit kekuatan.” Yang menyenangkan Tuhan bukan kekuatan kita, melainkan kita menggunakan sedikit kekuatan itu untuk melakukan yang semaksimal mungkin. Janganlah berusaha menjadi kuat. Orang yang merasa dirinya kuat tidak begitu menyenangkan Tuhan seperti orang yang berbuat semaksimal mungkin dengan kekuatannya yang tidak sedikit. Anda tidak mungkin melampaui apa yang telah Tuhan

berikan kepada Anda. Gunakan saja apa yang telah Anda terima dari-Nya. Jangan merampas kasih karunia Tuhan. Tidak seorang pun di antara kita dapat mengatakan bahwa dia tidak menerima sesuatu pun dari Tuhan. Bahkan yang terkecil di antara kita pun telah menerima sejumlah kasih karunia dari-Nya. Anda wajib menggunakan kasih karunia itu, dan memakainya dengan sebaik-baiknya. Jika Anda berbuat demikian, Tuhan akan menghargai Anda serta berkata, “Bagus. Kamu memang memiliki sedikit kekuatan, namun kamu melakukan firman-Ku dengan kekuatan yang engkau miliki.” Jangan berusaha menjadi raksasa. Tuhan tidak senang raksasa; dia lebih suka orang kecil yang hanya memiliki sedikit anugerah. Sekalipun kapasitas kasih karunia itu terbatas, asal kita memakainya, mengeluarkannya sebanyak dan semampu kita untuk menuruti firman Tuhan, dia akan berkenan.

Menuruti Firman Tuhan

Dalam ayat 8 Tuhan berkata bahwa gereja di Filadelfia menuruti firman-Nya. Salah satu ciri khusus dari gereja di Filadelfia adalah dia menuruti firman Tuhan. Menurut sejarah, tidak ada orang Kristen lainnya yang menuruti firman Tuhan seketat yang dilakukan gereja di Filadelfia. Demikian pula, bersandar anugerah-Nya, kita hari ini juga menuruti firman Tuhan. Meskipun banyak yang menyalahkan kita, mengatakan kita adalah bidah, namun kita sangat menghargai firman Tuhan. Kita menuruti firman Allah, bukan secara tradisional, melainkan sesuai dengan firman yang murni. Hal ini menyinggung mereka yang ingin berpegang pada berbagai tradisi nenek moyang mereka. Gereja di Filadelfia tidak mempedulikan tradisi, dia hanya memperhatikan firman Allah.

Tidak Menyangkal Nama Tuhan

Dalam ayat 8 Tuhan juga berkata bahwa gereja di Filadelfia tidak menyangkal nama-Nya. Sejak para saudara dibangkitkan di Inggris pada awal abad 18; mereka tidak mengambil nama lain selain nama Tuhan. Firman adalah pengutaraan Tuhan, dan nama adalah diri Tuhan sendiri. Walaupun gereja Reformasi sedikit banyak sudah dipulihkan kepada firman Tuhan, namun mereka menyangkal nama Tuhan dengan menjadikan diri mereka denominasi-denominasi, mengambil nama-nama lain, misalnya: gereja Anglikan, gereja Prebisterian, ... dan sebagainya. Gereja yang dipulihkan bukan hanya secara keseluruhan kembali kepada firman Tuhan, juga telah meninggalkan segala nama selain nama Tuhan Yesus Kristus. Gereja yang dipulihkan mutlak kepunyaan Tuhan, tidak ada sangkut-pautnya dengan sebutan apa pun. Menyimpang dari firman Tuhan adalah murtad, membuat gereja menjadi denominasi dengan mengambil nama apa pun selain nama Tuhan adalah perzinaan rohani. Sebagai perawan suci yang dipertunangkan kepada Kristus (2 Kor. 11:2), gereja tidak seharusnya memiliki nama lain, selain nama Suaminya. Semua nama lain adalah kekejian bagi Allah. Dalam kehidupan gereja yang dipulihkan, tidak ada ajaran Bileam (2:14), tidak ada ajaran Nikolaus (2:15), tidak ada ajaran Izebel (2:20), juga tidak ada seluk-beluk Iblis (2:24);

hanya ada firman murni Tuhan. Gereja yang dipulihkan tidak mempunyai predikat (sebutan) denominasi, hanya mempunyai nama Tuhan Yesus Kristus yang unik ini. Penyimpangan dari firman Tuhan kepada berbagai bidah dan meninggikan banyak nama selain nama Kristus adalah tanda yang paling mencolok dari kekristenan yang merosot. Kembali kepada firman yang murni dari segala bidah dan tradisi dan meninggikan nama Tuhan dengan meninggalkan semua nama lain merupakan kesaksian yang paling menjamah orang dalam gereja yang dipulihkan. Inilah sebabnya, gereja dalam pemulihan Tuhan memiliki wahyu dan penyertaan Tuhan, bahkan dengan lincah mengekpresikan Tuhan, penuh dengan terang dan kelimpahan hayat.

Karena kita memiliki nama yang almuhit, nama di atas segala nama, maka kita tidak perlu nama Lutheran, Methodis, Baptis, Episkopal, Presbiterian, atau nama-nama lainnya. Kita hanya memiliki satu nama, nama Juruselamat kita, Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah. Mengambil suatu nama adalah satu perkara yang serius. Misalkan Anda adalah Nyonya Smith. Jika kemudian Anda mengambil nama Nyonya Jones, berarti Anda telah melakukan perzinaan. Gereja seharusnya hanya mempunyai satu suami, hanya satu nama, yaitu nama Yesus Kristus.

Beberapa teman di denominasi pernah bertanya kepada saya, “Mengapa Anda menyebut diri Anda gereja? Dan mengapa Anda menyebut kami bukan gereja?” Jawab saya, “Kalian sendiri menyebut diri kalian sebagai Presbiterian. Jangan menyalahkan saya. Kalian sendiri yang menetapkan begitu. Jika kalian adalah gereja, mengapa kalian menetapkan diri kalian begitu? Kalau Anda Nyonya Smith, mengapa Anda menyebut diri Anda Nyonya Jones? Kemudian ketika saya memanggil Anda Nyonya Jones dan menyebut diri saya Nyonya Smith, Anda merasa cemburu. Jangan menyalahkan saya, karena Anda sendiri yang menyebut diri Anda Nyonya Jones.” Setelah itu, semua mulut mereka terkatup. Jangan mengira nama itu perkara kecil. Kita diselamatkan dalam nama Tuhan. Selain nama-Nya, kita tidak seharusnya mengambil nama lain. George Whitefield, yang sezaman dengan John Wesley, pernah mengatakan bahwa selain nama Yesus Kristus, dia tidak mempunyai nama lain. Meskipun George Whitefield adalah orang Inggris, dia meninggalkan nama gereja negara Inggris, dia bukan milik nama gereja negara itu lagi. Gereja di Filadelfia tidak menyangkal nama Tuhan, dia tidak mempunyai nama lain selain nama-Nya.

Kadang-kadang, ada orang yang berdebat dengan kita, “Kami tidak pernah menyangkal nama Tuhan.” Jawab kita, “Memang Anda tidak menyangkal nama-Nya, tetapi Anda telah mengambil nama lain di samping Nya, dan bahkan meninggikan nama itu melebihi nama-Nya. Sekarang Anda mempunyai dua nama. Mengapa Anda tidak membuang nama lain yang telah Anda ambil itu? Jika Anda mau membuang nama lain itu, tentulah kita dapat menjadi satu. Semua nama lain itu mendatangkan perpecahan belaka. Anda menyebut diri Anda Presbiterian. Saya membenci nama itu karena hal itu akan membuat saya berzina. Karena Anda menyukainya dan saya membencinya, dan Anda

tetap berpegang padanya, lalu bagaimanakah kita dapat menjadi satu? Tetapi jika Anda mau membuang nama itu, kita segera akan menjadi satu di dalam nama yang unik, yaitu Tuhan Yesus Kristus.” Sebagian orang berkata bahwa nama yang di luar itu, yaitu nama bangunan gereja itu hanyalah sebuah tanda di luar, dan sebenarnya mereka tidak bermaksud mempertahankannya. Jika mereka memang tidak bermaksud mempertahankannya, mereka harus membuktikan kejujuran mereka dengan meninggalkan tanda itu. Tetapi mereka berkata, hal itu sangat sulit dilakukan, karena majelis “gereja” akan menghalangi mereka. Terhadap orang-orang yang demikian saya berkata, “Kalau begitu Anda harus bertanggung jawab atas perpecahan ini.”

Pintu yang Terbuka

Dalam ayat 8 Tuhan berkata, “Lihatlah, Aku telah membuka pintu

bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun.” Sebagai yang

memegang kunci Daud dan yang membuka pintu yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Tuhan telah membukakan pintu kepada gereja yang dipulihkan, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Sejak pemulihan kehidupan gereja yang tepat dimulai pada awal abad 19, sampai sekarang, pemulihan Tuhan selalu memiliki pintu yang terbuka. Semakin organisasi kekristenan berupaya menutup pintu, pintu malah terbuka lebih lebar. Hari ini, meskipun banyak tentangan, pintu ini tetap terbuka di seluruh dunia. Kuncinya ada di dalam tangan Kepala gereja, tidak di dalam tangan penentang. Haleluya! Kita mempunyai sebuah pintu yang terbuka! Selama lima puluh tahun yang silam, denominasi berupaya sekuat tenaga untuk menutup pintu ini. Namun semakin mereka berusaha menutupnya, Tuhan semakin membukanya. Tidak seorang pun dapat menyangkal adanya pintu yang terbuka bagi pemulihan Tuhan hari ini. Tuhan memiliki kunci itu. Asal kita berada di pemulihan, pintu selalu terbuka bagi kita. (Pelajaran-Hayat Wahyu, hal. 254-260)

KRISTUS SEBAGAI YANG KUDUS, YANG BENAR,