• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANNA YANG TERSEMBUNYI ADALAH BAGIAN ALLAH Makan Yesus dan Menikmati Yesus sebagai Manna yang

Gereja di Smirna

MANNA YANG TERSEMBUNYI ADALAH BAGIAN ALLAH Makan Yesus dan Menikmati Yesus sebagai Manna yang

Tersembunyi Adalah Jalan untuk Mengalahkan Semua Jenis

Kemerosotan dalam kehidupan gereja

Cara untuk menang atas segala macam kemerosotan dalam kehidupan gereja adalah makan dan menikmati Yesus sebagai manna yang tersembunyi, manna pribadi, untuk hayat batini dan suplai hayat. Di dalam Kristus sebagai tabut, kita dapat menikmati Dia sebagai manna yang tersembunyi, sebagai bagian khusus bagi suplai hayat kita, untuk

mengalahkan keduniawian dari gereja yang merosot. Kita harus meninggalkan semua orang dan gangguan untuk memiliki waktu pribadi dengan Tuhan, di mana kita dapat menikmati Dia dengan cara yang tersembunyi. Kita dapat menikmati Kristus secara umum bersama semua orang kudus, tetapi kita masih perlu waktu yang terpisah dari semua orang untuk menikmati Kristus sebagai manna yang tersembunyi. Kita perlu berada di tempat pribadi untuk mengontaki Dia, untuk memuji Dia, dan menikmati Dia dalam Firman kudus. Banyak orang beriman mungkin hanya makan Kristus yang terbuka, yang umum, tetapi kita semua perlu satu waktu untuk makan Kristus yang pribadi, yang tersembunyi. Pengalaman kita akan Kristus seharusnya tidak hanya terbuka di dalam sidang tetapi tersembunyi di dalam Ruang Maha Kudus, bahkan di dalam Kristus sendiri sebagai Tabut, Kesaksian Allah.

Hari ini Kristus sebagai tabut ada di dalam roh kita, yang bersatu dengan Ruang Maha Kudus. Di dalam roh kita, kita memiliki Ruang Maha Kudus; dan di dalam Ruang Maha Kudus kita memiliki Kristus, Tabut itu, dan di dalam Kristus kita memiliki buli-buli emas, sifat ilahi. Hari ini sifat ilahi Allah ada di dalam roh kita. Meskipun kita memiliki buli-buli emas, masalahnya adalah seringkali kita jauh dari roh kita. Kita tidak perlu bertengkar atau berkelahi dengan orang lain agar keluar dari roh. Bahkan ketika kita bercanda dengan saudara-saudara, kita berada di luar roh. Juga, menjadi agamawi jauh berbeda dari berada di dalam roh. Dengan menjadi agamawi, kita dibawa ke padang gurun. Buli-buli emas ada di dalam Tabut, dan Tabut ada di dalam Ruang Maha Kudus, dan Ruang Maha Kudus bersatu dengan roh kita. Jika kita terus-menerus menjamah Kristus di dalam roh kita, kita akan menikmati Dia sebagai manna yang tersembunyi. Manna yang terbuka adalah makanan untuk semua orang yang berada di luar tempat kediaman Allah dan mengembara di padang gurun, sedangkan manna yang tersembunyi adalah untuk orang yang tinggal di bagian terdalam dari tempat kediaman Allah, tidak lagi mengembara di dalam jiwa tetapi tinggal di hadirat Allah di dalam roh.

Melayankan Allah secara Langsung di Hadirat-Nya

Jika ada jarak antara kita dengan Allah, kita mungkin menikmati manna yang terbuka, tetapi kita tidak dapat makan manna yang tersembunyi. Jika kita mau mengambil bagian dari manna yang tersembunyi, tidak boleh ada jarak antara kita dan Allah. Dalam Ruang Maha Kudus kita menikmati sesuatu dari Kristus yang tidak dapat dirasakan oleh semua orang yang jauh dari hadirat-Nya. Perhatikanlah pelayanan di sekitar tabernakel dalam Perjanjian Lama. Orang-orang Lewi bertugas di pelataran luar, dan para imam bertugas di pelataran luar dan juga di Ruang Kudus, di mana mereka mengatur roti sajian, membereskan pelita, dan membakar ukupan. Namun ketika Imam Besar masuk ke dalam Ruang Maha Kudus, hampir tidak ada yang harus dikerjakan. Di sini, di dalam Ruang Maha Kudus, Imam Besar melayani secara langsung di hadapan Allah. Di sini, di dalam Ruang Maha Kudus, orang yang melayani menikmati manna yang tersembunyi. Manna yang

tersembunyi adalah bagian dari Kristus yang kita nikmati di hadapan Allah ketika tidak ada jarak antara kita dengan Dia.

Semakin jauh kita dari Allah, semakin kurang pelayanan kita terhadap Dia. Semakin dekat kita kepada-Nya, semakin banyak pelayanan kita berikan kepada-Nya. Akhirnya, ketika kita masuk ke hadirat kemuliaan ilahi di dalam Ruang Maha Kudus, semua pelayanan berhenti. Di sini kita hanya memiliki kehadiran Tuhan dan menikmati Kristus yang tersembunyi, manna yang tersembunyi. Di sini kita memiliki persekutuan langsung dengan Tuhan dan mengenal hati-Nya serta maksud-Nya. Di sinilah kita dapat diisi oleh Dia, dengan maksud-Nya, dan dengan semua yang Dia ingin kita lakukan. Dengan cara ini kita menjadi orang yang mengenal hati-Nya dan maksud-Nya. Ketika kita adalah orang yang demikian, komitmen-Nya akan menjadi milik kita. Kita memiliki komitmen Allah karena kita berada di dalam hadirat-Nya. Kita tahu bahwa kita berada di dalam hadirat Allah karena kita menyadari bahwa tidak ada jarak antara kita dan Allah.

Manna yang tersembunyi tidak dapat dinikmati oleh mereka yang tinggal di luar Allah; itu hanya dinikmati oleh mereka yang tinggal di dalam Ruang Maha Kudus di hadapan Allah. Orang-orang yang berdiri di sisi Tuhan untuk menjaga kesaksian-Nya akan dapat mengalami Kristus sebagai manna yang tersembunyi. Mereka akan memiliki Kristus sebagai suplai hayat mereka, tetapi rasa suplai itu akan menjadi manna yang tersembunyi, yang tidak diketahui orang lain. Orang lain tidak akan dapat menjamah atau merasakan Kristus yang dialami dan dinikmati oleh para pemenang ini. Jika kita mencari ketenaran atau posisi, kita tidak akan berbagian dalam kenikmatan dari para pemenang; kita tidak akan merasakan, menjamah, atau mengalami manna yang tersembunyi. Jika kita menginginkan ketenaran duniawi dan kawin dengan dunia, kita tidak dapat menikmati Kristus yang tersembunyi di hadapan Allah.

Ketika kita menjadi intim dengan Kristus, pada beberapa kesempatan kita begitu dekat dengan Allah sehingga ketika menjamah sifat ilahi dan mengambil bagian darinya, kita melampaui dunia, setiap situasi, ego kita, dan bahkan diri alamiah kita. Setiap orang yang masuk ke dalam Ruang Maha Kudus ada bersama Imam Besar. Kristus, sang Imam Besar kita, ada di Ruang Maha Kudus, dan kita juga harus ada di sana. Kita juga harus menjadi imam di dalam Ruang Maha Kudus di mana buli-buli emas berada. Jika kita mau berada di tempat ini, kita harus melampaui dunia dan setiap jenis situasi. Kita harus melampaui perasaan terganggu oleh orang-orang. Ketika kita melampaui semua situasi, baik atau buruk, menyenangkan atau tidak menyenangkan, kita berada di dalam roh kita menjamah Tabut dan buli-buli emas. Jika kita mau mengambil bagian dari manna yang tersembunyi, kita harus terus-menerus berada di dalam roh kita menjamah sifat ilahi.

Makan manna yang tersembunyi adalah sesuatu yang mutlak di luar dunia. Sementara gereja duniawi merosot ke dalam persatuan dengan dunia, kita naik dari Mesir ke padang gurun, dari padang gurun ke negeri yang baik, dari negeri yang baik ke tabernakel, dari pelataran luar ke

Ruang Kudus, dan dari Ruang Kudus ke Ruang Maha Kudus. Setelah kita masuk ke dalam Ruang Maha Kudus, kita masih harus menyelam ke dalam Tabut, menjamah buli-buli emas, dan menikmati Kristus sebagai manna yang tersembunyi di sana. Semakin duniawi gereja jadinya, semakin kita harus masuk ke dalam Ruang Maha Kudus untuk makan manna yang tersembunyi. Jika kita mau menikmatinya, kita harus tinggal dalam keintiman yang mendalam dari hadirat Allah. Kita harus berada dalam sifat ilahi-Nya di mana tidak ada hal-hal duniawi atau yang mengganggu dan di sana ada persekutuan yang intim antara kita dengan Allah. Beberapa orang dari kita yang telah memiliki pengalaman akan Kristus yang tersembunyi ini mengatakan, "Tuhan, aku tidak peduli dengan dunia. Aku hanya peduli kepada-Mu, Tuhan, bukan untuk hubungan atau persahabatan insani. Tuhan, aku bersedia untuk membuang setiap ikatan. Tuhan, sekarang aku benar-benar bebas, dan aku mengasihi Engkau dari kedalaman diriku. Aku mengasihi-Mu tanpa apa pun yang menghalangiku." Ketika kita mengatakan ini kepada Tuhan, kita berada dalam buli-buli emas, di dalam keintiman dari sifat ilahi, mengambil bagian dari Kristus yang tersembunyi.

Suatu Peringatan di Hadapan Allah

Manna yang disimpan dalam buli-buli emas adalah pusat dari tabernakel, tempat kediaman Allah dalam Perjanjian Lama. Demikian juga, Kristus yang telah kita makan, cerna, dan asimilasi adalah pusat dari diri kita sebagai bagian dari gereja, tempat kediaman Allah hari ini (2 Tim. 4:22; Ef. 2:22). Kristus yang kita makan sebagai manna yang terbuka secara spontan menjadi manna yang tersembunyi melalui dicerna dan diasimilasi ke dalam batin kita. Titik fokus dari bangunan Allah hari ini adalah Kristus yang dimakan, dicerna, dan diasimilasi oleh umat-Nya.

Manna yang terbuka, manna yang tergeletak di tanah setiap pagi, adalah untuk kenikmatan umat Allah secara umum. Namun, segomer manna ditempatkan di dalam buli-buli (Kel. 16:33) itu tersembunyi dan bukan untuk gereja secara umum. Jumlah manna yang disimpan dalam buli-buli di hadapan Yehova adalah satu gomer, sama dengan jumlah yang dikumpulkan dan dimakan oleh umat itu (ay. 16-18). Dalam pengalaman rohani, ini mengindikasikan bahwa jumlah Kristus yang kita makan adalah jumlah yang kita dapat simpan. Sewaktu kita mengambil bagian atas Kristus hari demi hari, kita juga menyimpan Dia. Jumlah Kristus yang kita simpan bergantung pada jumlah Kristus yang kita makan. Semakin banyak kita makan Kristus, semakin kita menyimpan-Nya.

Fakta bahwa Kristus yang kita makan adalah Kristus yang kita simpan mengindikasikan bahwa apa pun Kristus yang kita makan akan menjadi satu peringatan bagi generasi yang akan datang. Kristus yang kita makan dan nikmati akan menjadi satu peringatan kekal, karena Kristus yang sedemikian akan menjadi susunan kita, memampukan kita membangun dan bahkan menjadi tempat kediaman Allah di alam semesta. Tidak ada dari apa adanya kita, apa yang kita miliki, atau apa yang dapat kita lakukan yang layak diingat. Hanya Kristus yang telah menjadi susunan

kita layak untuk menjadi peringatan kekal. Segala sesuatu yang lain dapat berubah, tetapi pengalaman kita akan Kristus akan tetap untuk selama-lamanya.

Ketika beberapa orang Kristen ada dalam kekekalan, mereka mungkin tidak memiliki banyak Kristus untuk diingat. Karena mereka tidak makan banyak Kristus hari ini, mereka tidak akan memiliki banyak dari Dia untuk diingat dalam kekekalan. Namun, jika kita benar bersama Tuhan hari demi hari dan memakan-Nya secara konsisten, kita akan memiliki banyak untuk dikatakan tentang Dia dalam kekekalan. Kita akan mengingat saat-saat indah yang kita miliki dalam kehidupan gereja ketika makan Kristus dan menikmati Dia. Apa pun Kristus yang kita nikmati dalam gereja hari ini akan menjadi peringatan kekal. Peringatan ini akan disimpan di hadirat Allah, bahkan di dalam diri-Nya. Manna yang tersembunyi ini adalah satu peringatan akan Kristus sebagai suplai untuk umat Allah guna membangun tempat kediaman Allah. (The Conclusion of

the New Testament, hal. 4178-4182)

Makan Manna yang Tersembunyi untuk Diinkorporasikan Menjadi Tabernakel

Allah yang bertujuan memiliki satu ekonomi, dan di dalam ekonomi-Nya dia bermaksud untuk memiliki satu inkorporasi universal. Kata

inkorporasi mengacu kepada orang yang tinggal di dalam satu sama lain,

saling huni. Allah dalam Trinitas Ilahi-Nya adalah satu inkorpoasi melalui saling berhuni dan dengan bekerja bersama sebagai satu; ketiga dari Trinitas merupakan satu inkorporasi dengan apa adanya Mereka dan dengan apa yang Mereka kerjakan (Yoh. 14:10-11). Allah Tritunggal dalam kekekalan yang lampau mengadakan rapat (Kis. 2:23) untuk membuat keputusan bahwa yang kedua di antara Mereka harus menjadi manusia dan melewati proses kehidupan insani, kematian, dan kebangkitan sehingga semua orang beriman Allah yang ditebus dan dilahirkan kembali akan diinkorporasikan ke dalam inkorporasi Allah untuk menjadi inkorporasi ilahi-insani yang diperbesar. Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung serta kaum beriman yang telah ditebus dan dilahirkan kembali menjadi satu inkorporasi ilahi-insani yang universal dan diperbesar dalam kebangkitan Kristus (Yoh. 14:20), merampungkan Yerusalem Baru sebagai tabernakel Allah (Why. 21:2-3). Tabernakel dalam Perjanjian Lama adalah satu tanda dari inkorporasi universal, dan makan manna yang tersembunyi adalah diinkorporasikan menjadi tabernakel.

Kristus sebagai manna yang tersembunyi adalah pusat dari tabernakel. Manna yang tersembunyi ada dalam buli-buli emas; buli-buli emas ada di dalam Tabut, yang terbuat dari kayu penaga yang dilapisi emas; dan Tabut ini berada di dalam Ruang Maha Kudus. Manna yang tersembunyi, yang melambangkan Kristus, ada dalam buli-buli emas, yang mengacu kepada Allah. Manna dalam buli-buli emas mengindikasikan bahwa Kristus ada di dalam Bapa. Tabut ada di dalam Ruang Maha Kudus, dan Ruang Maha

Kudus adalah roh kita. Hari ini roh kita yang dihuni oleh Roh Kudus adalah Ruang Maha Kudus. Dari sini kita dapat melihat bahwa Kristus sebagai manna yang tersembunyi ada di dalam Allah Bapa sebagai buli-buli emas; bahwa Bapa ada di dalam Kristus sebagai Tabut dengan dua sifat-Nya, keilahian dan keinsanian; dan bahwa Kristus ini sebagai Roh yang berhuni hidup di dalam roh kelahiran kembali kita untuk menjadi realitas dari Ruang Maha Kudus. Ini berarti bahwa Putra ada di dalam Bapa, Bapa ada di dalam Putra, dan Putra sebagai Roh adalah realitas dari Ruang Maha Kudus. Ini mengindikasikan dan sesuai dengan empat di

dalam dalam Yohanes 14:16-20. Ayat 20 mengatakan, "Pada waktu itulah kamu akan tahu bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu," dan ayat 17 mengatakan, "yaitu Roh Kebenaran ... akan diam di dalam kamu." Putra ada di dalam Bapa, kita ada di dalam

Putra, Putra ada di dalam kita, dan kita dihuni oleh Roh realitas. Ini adalah inkorporasi dari Allah yang telah melalui proses dengan kaum beriman yang telah dilahirkan kembali.

Jalan untuk diinkorporasikan menjadi tabernakel adalah makan manna yang tersembunyi. Semakin banyak kita makan Kristus, semakin kita diinkorporasikan ke dalam Allah Tritunggal sebagai inkorporasi universal. Dengan makan manna yang tersembunyi, kita diinkorporasikan menjadi tabernakel. Tabernakel dalam Perjanjian Lama adalah lambang dari Yerusalem Baru, yang disebut tabernakel Allah. Sebagai tabernakel Allah, Yerusalem Baru adalah inkorporasi universal. Inkorporasi universal ini adalah tujuan kekal Allah. Yerusalem Baru adalah tabernakel Allah, dan pusat dari tabernakel ini adalah Kristus sebagai manna yang tersembunyi untuk kita makan. Jalan untuk berada di dalam Yerusalem Baru adalah makan Kristus. Semakin banyak kita makan Kristus, semakin kita diinkorporasikan ke dalam inkorporasi universal ini.

Dunia akan binasa dalam telaga api. Kita perlu bertanya apakah kita bagian dari dunia atau bagian dari Yerusalem Baru sebagai tabernakel Allah, inkorporasi universal itu. Tuhan berjanji kepada para pemenang dalam gereja di Pergamus bahwa jika mereka makan Dia, mereka akan diinkorporasikan ke dalam inkorporasi universal, Yerusalem Baru yang rampung. Kita jangan bersatu dengan dunia; kita harus diinkorporasikan ke dalam Yerusalem Baru melalui makan Kristus sebagai manna yang tersembunyi. Cara untuk diinkorporasikan ke dalam inkorporasi unik ini adalah menikmati Kristus, makan Dia, dan mengambil bagian dari Dia. Ketika kita makan Dia, kita hidup oleh Dia dalam inkorporasi ini, yang hari ini adalah Tubuh Kristus yang korporat dan yang merampungkan Yerusalem Baru. (The Conclusion of The New Testament, hal. 4186-4187)

KEMBALI KE ORTODOKSI GEREJA