• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEMBALI KE ORTODOKSI GEREJA (Jumat — Sidang Pertama Pagi)

Gereja di Smirna

KEMBALI KE ORTODOKSI GEREJA (Jumat — Sidang Pertama Pagi)

Berita Empat Gereja di Pergamus Pembacaan Alkitab: Why. 2:12-17

I. Di dalam Bahasa Yunani Pergamus berarti “perkawinan,” menyiratkan persatuan, dan “menara yang kokoh”—Rev. 2:12: A. Sebagai satu tanda, gereja di Pergamus menggambarkan gereja yang masuk ke dalam persatuan perkawinan dengan dunia dan menjadi menara tinggi yang kokoh; kedua makna ini sesuai dengan dua perumpamaan di dalam Matius 13—perumpamaan tentang pohon besar (ay. 31-32) dan perumpamaan tentang ragi— ay. 33:

1. Pohon besar itu sama dengan menara yang tinggi, dan perempuan dengan ragi itu sama dengan gereja yang murtad, yang telah kawin dengan dunia.

2. Di mata Allah, dunia Kristen yang merosot adalah perempuan jahat yang telah mencampurkan hal-hal duniawi, roh-roh najis, penyembahan berhala, dan hal-hal iblis dengan hal-hal baik dari Kristus untuk menghasilkan suatu percampuran yang keji—ay. 33; Why. 17:1-6.

3. Kita harus secara mutlak keluar dari sistem jahat ini dan dipisahkan kepada Allah, dan kembali ke ortodoksi gereja sehingga gereja dapat menjadi kaki pelita emas, sama sekali tidak ada hubungan dengan keduniawian, penyembahan berhala, atau penjenuhan Satan—Why. 1:12.

4. Bila kita diserang dan mengalami penganiayaan, kita tidak boleh putus asa, sebab itu adalah suatu tanda yang kuat bahwa kita berada di jalur yang benar dan kita tidak disimpangkan dari mengikuti langkah-langkah Tuhan—cf. Ibr. 6:19; 13:13.

5. Selama bertahun-tahun kita telah dijaga melalui dianiaya; kita tidak pernah menerima nama baik, karena Satan tidak akan mengizinkan kita memiliki nama baik kecuali kita masuk ke dalam persatuan dengan dia.

6. "Sejarah di antara kita adalah sejarah tentang sepenuhnya keluar dari kekristenan tanpa kompromi. Alangkah memalukannya bila beberapa orang yang disebut para sekerja di antara kita berusaha untuk berkompromi. Mereka mengatakan bahwa di antara denominasi dan gereja lokal ada satu jurang pemisah, dan mereka menganggap diri mereka sebagai jembatan untuk menjembatani jurang pemisah itu. Hal ini adalah penderitaan bagi Saudara Nee, dan hari ini, hal

ini adalah penderitaan bagi saya" (The History of the Church

and the Local Churches, hal. 112-113).

B. Di dalam Wahyu 2:13a Tuhan berkata tentang gereja di Pergamus, "Aku tahu di mana engkau tinggal, yaitu di tempat takhta Satan"; takhta Satan ada di dunia, tempat di mana dia tinggal dan alam pemerintahannya; karena gereja yang duniawi telah masuk ke dalam persatuan dengan dunia, maka dia tinggal di mana Satan tinggal.

C. Alih-alih tinggal di mana Satan tinggal, kita perlu tinggal di dalam roh kita dan di dalam Kristus, yaitu Dia yang di dalam-Nya, Satan, penguasa dunia ini tidak punya apa-apa (tidak punya tumpuan, tidak punya kesempatan, tidak punya harapan, dan tidak punya kemungkinan apapun)—Mzm. 91:1; 2 Tim. 4:22; Yoh. 14:30.

D. Karena gereja adalah pasangan Kristus sebagai mempelai perempuan yang suci (2 Kor. 11:2), maka persatuannya dengan dunia dianggap sebagai percabulan rohani di mata Allah:

1. Satan menyadari bahwa menganiaya gereja itu tidak terlalu berhasil; karena itu, si licik itu mengubah strateginya dari menganiaya gereja jadi menyambut gereja; penyambutan terhadap gereja oleh Kekaisaran Romawi telah merusak gereja, karena hal itu menyebabkan gereja menjadi duniawi. 2. Hal-hal duniawi itu berhubungan dengan penyembahan

berhala, karena keduniawian selalu berhubungan dengan penyembahan berhala; berhala di dalam hati kita adalah sesuatu di dalam kita yang kita kasihi melebihi Tuhan dan yang menggantikan Tuhan di dalam kehidupan kita—Yeh. 14:3; 1 Yoh. 5:21.

3. Mamon juga berdiri berlawanan dengan Allah; banyak berhala eksis hanya karena mamon; “Kamu tidak dapat melayani Allah dan Mamon”—Mat. 6:24.

4. Gereja haruslah kaki pelita emas, yaitu ekspresi murni Allah Tritunggal, dan tidak boleh ada hubungan dengan dunia, tetapi setelah Kekaisaran Romawi membuat gereja menjadi agama duniawi, gereja menjadi tidak murni, duniawi, dan penyembahan berhala.

E. Di dalam surat rasuli-Nya ke Pergamus, Tuhan menyebutkan “Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di antara kamu, di mana Satan tinggal”—Why. 2:13b:

1. Saksi yang setia ini berdiri melawan semua yang dibawa masuk dan dipraktekkan oleh gereja yang duniawi; maka, dia menjadi martir Tuhan; untuk bersaksi melawan gereja yang duniawi, maka kita memerlukan roh martir:

a. Saksi-saksi adalah para martir, yaitu orang-orang yang mengemban kesaksian yang hidup dari Kristus yang bangkit dan naik dalam hayat—Kis. 1:8.

b. Kita dapat menjadi para martir bagi Tuhan secara fisik, secara psikologis, atau secara rohani—2 Tim. 4:6; Why. 12:11; Mat. 10:36; cf. 1 Kor. 16:12.

2. Di dalam Bahasa Yunani kata martir itu sama dengan kata

saksi; Antipas, sebagai saksi yang setia, mengemban

anti-kesaksian, yaitu kesaksian yang berlawanan segala sesuatu yang menyimpang dari kesaksian Yesus.

3. Melalui anti-kesaksiannya di zaman itulah gereja di Pergamus tetap mempertahankan nama Tuhan, dan tidak menyangkal iman orang Kristen yang tepat—Why. 2:13.

II. Gereja yang duniawi dan merosot bukan hanya memegang pengajaran Bileam tetapi juga pengajaran para pengikut Nikolaus—ay. 14-15:

A. Bileam adalah seorang nabi Kafir yang demi upah menarik umat Allah ke dalam percabulan dan penyembahan berhala; di dalam gereja yang duniawi, beberapa orang mulai mengajarkan hal-hal seperti itu (Bil. 25:1-3; 31:16); penyembahan berhala selalu mengakibatkan percabulan (Kis. 15:29); ketika gereja yang duniawi tidak menghiraukan nama, persona Tuhan, ia berpaling kepada penyembahan berhala, yang menghasilkan percabulan. B. Kesalahan Bileam adalah kesalahan mengajarkan doktrin yang

salah demi mendapatkan upah, padahal dia tahu bahwa itu bertentangan dengan kebenaran dan melawan umat Allah, dan dengan cara penyalahgunaan yaitu memakai pengaruh karunia-karunia tertentu untuk menyesatkan umat Allah dari penyembahan yang murni terhadap Tuhan kepada penyembahan berhala; menginginkan upah akan menyebabkan orang-orang yang menginginkan itu berbondong-bondong mendesak untuk masuk ke dalam kesesatan Bileam—Bil. 22:7, 21; 31:16; Why. 2:14; lihat 2 Raj. 5:20-27.

C. Pengajaran Bileam mengalihkan kaum beriman dari persona Kristus kepada penyembahan berhala dan dari kenikmatan akan Kristus kepada percabulan rohani, sedangkan pengajaran para pengikut Nikolaus menghancurkan fungsi kaum beriman sebagai anggota-anggota Tubuh Kristus; pengajaran yang pertama tidak menghiraukan Kepala, dan pengajaran yang kedua menghancurkan Tubuh; inilah maksud licik si musuh di dalam semua pengajaran agamawi.

D. Pertama-tama, para pengikut Nikolaus mempraktekkan hirarki di dalam gereja sebermula; kemudian mereka mengajarkannya di dalam gereja yang merosot; hari ini, di dalam aliran Katolik dan aliran Protestan, hirarki para pengikut Nikolaus ini unggul baik dalam praktek maupun pengajaran.

III. “Siapa yang menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak

diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya”— Why. 2:17:

A. Kita perlu makan manna yang tersembunyi agar dapat diinkorporasikan ke dalam Yerusalem Baru sebagai tabernakel Allah—Kel. 16:33-34; Yoh. 14:20; Why. 21:2-3:

1. Manna yang disimpan di dalam buli-buli emas adalah pusat dari tabernakel, tempat kediaman Allah di dalam Perjanjian Lama; demikian juga, Kristus yang telah kita makan, cerna, dan asimilasi adalah pusat dari diri kita sebagai bagian dari gereja, tempat kediaman Allah hari ini—Ibr. 9:3-4; 2 Tim. 4:22; Ef. 2:22.

2. Kristus sebagai manna yang tersembunyi adalah pusat dari tabernakel; manna yang tersembunyi ada di dalam buli-buli emas; buli-buli emas ada di dalam tabut, yang dibuat dari kayu penaga yang disalut dengan emas; dan tabut ini ada di dalam Tempat Maha Kudus.

3. Kristus Putra sebagai manna yang tersembunyi ada di dalam Allah Bapa sebagai buli-buli emas; Allah Bapa ada di dalam Kristus Putra sebagai tabut dengan dua sifat-Nya, keilahian dan keinsanian; dan Kristus sebagai Roh yang menghuni hidup di dalam roh kita yang telah dilahirkan kembali sebagai realitas Tempat Maha Kudus.

4. Putra ada di dalam Bapa, kita ada di dalam Putra, Putra ada di dalam kita, dan kita dihuni oleh Roh realitas; inilah inkorporasi dari Allah yang telah melalui proses dengan kaum beriman yang telah dilahirkan kembali—Yoh. 14:16-20. 5. Cara untuk diinkorporasikan ke dalam tabernakel adalah

dengan makan manna yang tersembunyi; semakin banyak kita makan Kristus, semakin banyak kita diinkorporasikan ke dalam Yerusalem Baru, tabernakel ultima Allah, sebagai inkorporasi yang universal—6:57; Mat. 4:4.

6. Kita tidak boleh diikatkan kepada dunia; kita harus diinkorporasikan ke dalam Yerusalem Baru melalui makan Kristus sebagai manna yang tersembunyi.

B. Menikmati Kristus sebagai manna yang tersembunyi menghasilkan transformasi:

1. Tuhan menjanjikan pemenang itu makan dari manna yang tersembunyi dan memberikan kepadanya batu putih; ini mengindikasikan bahwa jika kita makan manna yang tersembunyi, kita akan ditransformasi menjadi batu putih untuk bangunan Allah.

2. Batu-batu ini akan dibenarkan dan diperkenan oleh Tuhan, seperti yang diindikasikan oleh warna putih, tetapi gereja yang duniawi akan dihukum dan ditolak oleh Dia.

3. Bangunan Alllah, bangunan gereja, bergantung pada transformasi kita, dan transformasi kita dihasilkan dari kenikmatan akan Kristus sebagai suplai hayat kita.

C. Setiap orang beriman yang telah ditransformasi sebagai batu putih mengemban satu nama baru, yang tidak diketahui siapapun kecuali orang yang menerimanya:

1. Nama baru yang sedemikian adalah penafsiran dari pengalaman orang yang telah ditransformasi; maka, hanya dirinya sendiri yang tahu makna dari nama itu.

2. Wahyu 2:17 adalah firman yang dikatakan Tuhan kepada kita; kita tidak boleh menerimanya secara obyektif melainkan menerimanya sebagai biografi kita:

a. Kita dapat berdoa, “Tuhan, aku setuju dengan janji-Mu. Mulai sekarang, aku akan makan Engkau secara tersembunyi dan ditransformasi menjadi batu bagi bangunan-Mu.”

b. Betapa ajaibnya janji dari Tuhan ini; memang betul, gereja bisa menjadi duniawi, tetapi Tuhan telah berjanji bahwa kita bisa menjadi batu putih bagi bangunan Allah.

Kutipan Berita Ministri: