Gereja di Filadelfia
YANG MEMBUKA DAN TIDAK ADA YANG DAPAT MENUTUP, DAN YANG MENUTUP DAN TIDAK ADA YANG DAPAT
MEMBUKA
Wahyu 3:7 menyajikan Kristus sebagai "Yang Kudus, Yang Benar, yang
memegang kunci Daud; apabila dia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila dia menutup, tidak ada yang dapat membuka." Untuk
gereja di Filadelfia, gereja kasih persaudaraan, Tuhan adalah "Yang Kudus, Yang benar" yang oleh dan dengan-Nya gereja dapat menjadi kudus, terpisah dari dunia, dan benar, setia, kepada Allah. Untuk mendispensikan hayat kepada orang lain, Dia harus kudus dan Dia harus benar. Jika kita tidak kudus atau benar, kita tidak pernah dapat mendispensikan hayat kepada orang lain. Ketika kita memasuki Alkitab dan melihat semua butir dari diri Kristus, kita dapat melihat bahwa mereka adalah untuk penyaluran ilahi.
Bagi gereja di Filadelfia, Tuhan juga Yang memegang "kunci Daud" (ay. 7), kunci kerajaan, dengan otoritas untuk membuka dan menutup. Di sini kita perlu memperhatikan arti dari istilah kunci Daud. Menurut Kejadian 1, ketika Allah menciptakan manusia, Dia memberinya kuasa atas semua makhluk. Hal ini mengindikasikan bahwa maksud Allah terhadap manusia adalah untuk berkuasa yang mewakili Allah di bumi. Namun karena kejatuhan, manusia kehilangan kuasa ini dan tidak pernah sepenuhnya memulihkannya. Manusia tidak mendapatkan kembali kekuasaan di bumi untuk mewakili Allah. Dalam kehidupan Adam, Habel, Enos, Henokh, dan Nuh kita tidak melihat kuasa ini. Kita juga tidak melihatnya dalam kehidupan Abraham, Ishak, dan Yakub. Kita tidak melihat kuasa ini sampai umat pilihan Allah, bani Israel, masuk ke dalam negeri yang baik dan membangun Bait. Kelihatannya, Bait ini dibangun oleh Salomo; sebenarnya, Bait dibangun oleh Daud, karena dia berada di balik pembangunan Bait itu. Dalam Kejadian 1:26 Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri supaya manusia dapat mengekspresikan Dia dan dengan kuasa-Nya supaya manusia dapat mewakili Dia. Bait berhubungan dengan gambar Allah, karena sebagai rumah Allah, Bait adalah ekspresi-Nya. Bait dibangun di dalam kota. Bait melambangkan ekspresi Allah, dan kota melambangkan kekuasaan Allah. Gambar dan kekuasaan yang diwahyukan dalam Kejadian 1, setidaknya sampai tingkat tertentu, digenapi di dalam Bait dan kota. Di dalam Bait kita memiliki hadirat Allah untuk ekspresi-Nya, dan di dalam kota kita memiliki kekuasaan Allah. Raja Allah ada di dalam kota yang mewakili-Nya saat dia memerintah di bumi.
Ini adalah latar belakang yang diperlukan untuk memahami apakah kunci Daud itu. Kunci yang dipegang oleh Daud adalah kunci dari seluruh kekuasaan Allah. Kekuasaan Allah meliputi seluruh alam semesta, khususnya umat manusia. Kekuasaan ini memiliki kunci yang dipegang oleh orang yang berperang bagi kerajaan dan yang membuat persiapan untuk Bait. Nama orang ini adalah Daud. Daud mewakili Allah dalam mendirikan Kerajaan Allah di bumi. Karena itu, dia memegang kunci kekuasaan Allah di alam semesta. Namun, Daud hanya lambang, bukan realitas. Daud yang sejati adalah Kristus, Daud yang lebih besar (Mat. 12:1-8). Dialah yang membangun Bait Allah, gereja, dan mendirikan Kerajaan Allah (16:18-19). Karena itu, dalam gereja hari ini, yang adalah satu rumah dan satu kerajaan, kita memiliki ekspresi dan perwakilan Allah. Sebagai Daud yang lebih besar, Kristus telah membangun rumah Allah, Bait sejati, dan Dia telah mendirikan Kerajaan Allah, kekuasaan yang di dalamnya Dia melaksanakan otoritas penuh untuk mewakili Allah. Dengan demikian, Dia memegang kunci Daud, yang mewakili Allah dan yang membuka seluruh alam semesta bagi Allah. Ini melambangkan bahwa Kristus adalah pusat ekonomi Allah. Dialah yang mengekspresikan dan mewakili Allah, memegang kunci untuk membuka segala sesuatu dalam kekuasaan Allah.
Wahyu 3:7 juga mengatakan bahwa Kristus “apabila dia membuka,
membuka.” Dia membuka dan menutup karena kunci alam semesta, kunci
ekonomi Allah, ada di tangan-Nya. Tuhan memakai kunci ini untuk menanggulangi gereja.
Yesaya 22:22-24 adalah satu nubuat tentang Kristus sebagai Yang memegang kunci Daud. Subyek penting dalam Yesaya 22 adalah rumah Allah. Dalam pasal ini dinubuatkan bahwa Kristus tidak hanya akan menjadi Yang memegang kunci Daud tetapi juga gantungan. Jika kita mempertimbangkan konteks Yesaya 22 dan membaca konteks perkataan mengenai Kristus sebagai Yang memegang kunci Daud dalam Wahyu 3, kita akan menyadari bahwa Kristus memegang kunci Daud adalah bagi rumah Allah, bangunan Allah.
Surat kiriman kepada gereja di Filadelfia melanjutkan berbicara mengenai Yerusalem Baru (ay. 12). Para pemenang di Filadelfia akan menjadi tiang dalam Bait Allah, dan Bait Allah pada akhirnya akan diperbesar menjadi Yerusalem Baru. Menurut Wahyu 21:22, tidak ada Bait dalam Yerusalem Baru, sebab dalam kekekalan Bait akan diperbesar menjadi satu kota, yang memiliki tiga dimensi yang sama (ay. 16), akan menjadi perbesaran Ruang Maha Kudus. Inilah perampungan akhir rumah Allah. Kristus memegang kunci Daud, berperang bagi Allah, membangun Bait, dan mendirikan Kerajaan Allah, semuanya adalah untuk bangunan Allah.
Kristus, dengan memegang kunci Daud, membuka dan menutup, bukan agar kita dapat menjadi kudus atau rohani, tetapi agar kita dapat dibangunkan. Kekudusan dan kerohanian adalah untuk memampukan kita menjadi tiang di dalam Bait Allah. Pada akhirnya, kita akan menyandang nama Yerusalem Baru. Dalam Wahyu 3:12 Tuhan berkata, "dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu
Yerusalem baru, yang turun dari surga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru." Tujuan Allah adalah untuk menjadikan kita bagian dari Yerusalem
Baru. Allah mendambakan sebuah gereja yang terbangun. Dia menginginkan Betel hari ini, rumah Allah, yang akan rampung dalam Yerusalem Baru.
Yesaya 22:22-24 mencatat perkataan Yehova mengenai Elyakim, yang melambangkan Kristus: "Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas
bahunya: apabila dia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila dia menutup, tidak ada yang dapat membuka. Aku akan memberikan dia kedudukan yang teguh seperti gantungan yang dipasang kuat-kuat pada tembok yang kokoh; maka dia akan menjadikursi kemuliaan bagi kaum keluarganya. Dan padanya akan digantungkan segala tanggungan kaum keluarganya, tunas dan taruk, beserta segala perkakas yang kecil, dari piring pasu sampai periuk belanga." Kristus yang almuhit, seperti
dilambangkan oleh Elyakim, adalah Dia yang di atas bahunya, kunci (perbendaharaan dari—39:2) rumah Allah (dilambangkan oleh rumah Daud bagi pembangunan Kerajaan Allah—2 Sam. 7:16) ditaruh (Why. 3:7). Gereja adalah rumah Allah (1 Tim. 3:15.) dan Kerajaan Allah (Mat. 16:18-19; Rm. 14:17). Kunci yang ditaruh di bahu Kristus adalah kunci untuk menjaga semua harta dari rumah Allah, yang adalah semua kekayaan
Kristus untuk kenikmatan kita. Kristus adalah Dia yang dapat membuka dan menutup pintu ke gudang kekayaan Allah, yang diwujudkan di dalam Dia (Kol. 2:9). Kristus telah dipasang oleh Allah sebagai gantungan, atau paku, ke tempat yang kokoh (Yes. 22:23a), yang melambangkan langit tingkat ketiga (2 Kor. 12:2b), di mana Kristus ditinggikan oleh Allah setelah kebangkitan-Nya (Kis. 2:33; 5:31). Karena Bapa ada di langit tingkat ketiga (Mat. 6:9), ditinggikan ke langit tingkat ketiga adalah ditinggikan sampai ke Allah Bapa (lih. Luk. 15:18). Kristus hari ini ada di surga sebagai gantungan yang dipasang ke dalam Allah.
Dalam Yesaya 22:24 kemuliaan adalah kata keterangan pengganti untuk
tunas dan taruk dan perkakas
. Jadi, kemuliaan rumah Bapa yang menggantung pada Kristus sebagai gantungan adalah anak-anak Allah sebagai tunas dan taruk (keturunan) dari Allah, dan anak-anak Allah ini adalah perkakas Kristus, yang menggantung pada-Nya sebagai gantungan, penopang, agar diisi oleh Dia dan meministrikan Dia kepada orang lain. Anak-anak Allah sebagai tunas dan taruk adalah kemuliaan di dalam rumah Allah, dan mereka juga adalah perkakas. Yang berbicara kepada gereja di Filadelfia memegang kunci Daud untuk menanggulangi kita supaya kita dapat ditransformasi dan dibangun. Setelah kita dibangun, Dia akan menjadi gantungan bagi kita, dan kita akan menjadi perkakas yang tergantung pada-Nya.Pertama, Kristus memegang kunci Daud, dan akhirnya Dia memegang kita. Kristus menggunakan kunci untuk membuka pintu penjara kita. Sebelum kita masuk ke dalam kehidupan gereja, kita semua dipenjara. Tetapi Kristus, Dia yang memegang kunci Daud, membuka penjara kita dan membebaskan kita. Menurut pengalaman kita, semua pintu yang dibukakan untuk kita oleh Kristus adalah pintu penjara. Meskipun para penentang berusaha sebisa mungkin untuk memenjarakan kita, kita dilepaskan oleh kunci yang dipegang di tangan Kristus. Sebagai Daud hari ini, Dia memiliki kunci untuk membuka apa pun yang Allah ingin buka. Sekali Dia membuka pintu dan kita dibebaskan, kita masuk ke dalam rumah Allah di mana kita menjadi rumah tangga dengan banyak bejana yang dimiliki oleh Kristus sebagai gantungan. Kristus adalah gantungan di dalam rumah Allah, dan oleh gantungan ini, kita semua terangkat dari bumi.
Pertama, Kristus menggunakan kunci untuk melepaskan kita dari penjara. Setelah kita dilepaskan dan telah masuk ke dalam rumah Allah, Dia menjadi gantungan yang menahan kita dari tanah. Tujuan Dia melakukan hal ini adalah agar kita dapat ditransformasi menjadi tiang di dalam rumah Allah. Pada akhirnya, kita, tiang-tiang itu, akan menjadi bagian dari Yerusalem Baru. Kristus menuliskan nama Yerusalem Baru kepada kita berarti kita telah ditransformasi menjadi bagian dari Yerusalem Baru. Inilah kehidupan gereja, dan inilah Bait Allah. Di dalam bait ini, Kristus kita adalah gantungan besar yang menahan kita dari tanah bagi bangunan Allah.
Sebagai Dia yang memegang kunci Daud dan yang apabila membuka, tidak ada yang dapat menutup, Tuhan telah memberikan satu pintu yang
terbuka, yang tidak dapat ditutup, kepada gereja yang dipulihkan. Selama bertahun-tahun, pemulihan Tuhan telah mengalami Tuhan sebagai Dia yang sedemikian. Sejak pemulihan kehidupan gereja yang tepat dimulai pada awal abad sembilan belas, satu pintu selalu terbuka lebar bagi pemulihan Tuhan. Sejak awal pemulihan kehidupan gereja yang tepat, Iblis, musuh Allah, berusaha sekuatnya untuk menutup pintu itu. Semakin Kekristenan yang terorganisir mencoba untuk menutup pintu, semakin terbuka lebar pintu itu. Meskipun ada banyak penentangan, hari ini pintu terbuka di seluruh dunia. Kuncinya ada di tangan Kepala gereja; kunci ini bukan ada di tangan para penentang. Tidak peduli berapa banyak penentang terhadap pemulihan-Nya, pintu semakin terbuka bagi pemulihan, dan kunci itu ada di tangan-Nya. Selama kita berada dalam pemulihan-Nya, pintu akan selalu terbuka untuk kita. Meskipun banyak penentang bangkit melawan pemulihan-Nya dan berusaha sekuatnya untuk menutup pintu, Kristus tetap adalah Dia yang memegang kunci Daud. Apa yang Dia buka tidak akan ada yang menutup, dan apa yang Dia tutup tidak akan ada yang membuka. Hari ini kita harus memuji Tuhan untuk pintu yang terbuka di seluruh dunia.
Filadelfia berarti "kasih persaudaraan." Dalam gereja-gereja lokal kita
memerlukan Filadelfia; kita perlu saling mengasihi. Kita saling mengasihi karena kita mengasihi Tuhan. Kita memerlukan kasih persaudaraan, sebab di dalam kasih ini kita memiliki pintu yang terbuka. Di dalam gereja lokal yang menang, pintu selalu terbuka lebar, karena para saudara saling mengasihi. Selama saudara-saudari saling mengasihi, pintu tidak pernah dapat ditutup. Semakin kita saling mengasihi, semakin pintu akan terbuka. Jika kita mengundang orang lain untuk datang ke sidang-sidang gereja, kita hanya perlu membiarkan mereka melihat kasih dengan keesaan dan keharmonisan yang kita miliki. Ini saja akan meyakinkan mereka. Jalan untuk membuka pintu adalah saling mengasihi. Pintu yang terbuka diletakkan di depan Filadelfia. Jika kita mau memiliki pintu yang terbuka, kita harus saling mengasihi. Hal ini akan meyakinkan dunia. (The
KEMBALI KE ORTODOKSI GEREJA