Pada tahun 2004, Undang-Undang Keimigrasian Republik Federal Jerman yang pertama disahkan setelah reuniikasi tahun 1990, yang mengatur kebijakan integrasi bagi imigran yang memenuhi kualiikasi dan migrasi yang berbasis pada reuniikasi keluarga. Sebelumnya Undang- Undang Nasionalitas (Nationality Act) yang disahkan pada tahun 2000 juga memberikan hak kepada pendatang untuk menjadi warga negara Jerman (naturalisasi) baik bagi imigran yang telah tinggal lebih dari 8 (delapan) tahun secara legal punya tempat tinggal permanen di Jerman maupun bagi anak-anak imigran yang lahir di Jerman. Undang-Undang Nasionalitas tidak mengakui dwi-kewarganegaraan.
Pada tahun 2014 terdapat pembaruan hukum kewarganegaraan Jerman dengan Salah satu fokus utama dalam Undang-Undang Keimigrasian Jerman mengenai kebijakan migrasi dan integrasi adalah dalam hal perlindungan pengungsi. Konstitusi Jerman menjamin hak asasi atas suaka bagi korban persekusi politik. Dalam beberapa tahun terakhir ini jumlah peminta suaka naik secara tajam. Pada tahun 2004 terdapat sekitar 50.000 orang yang mengajukan permohonan suaka, tahun 2014 jumlahnya meningkat menjadi 200.000 orang. Dengan adanya arus pengungsi yang terus-menerus dari daerah perang dan krisis seperti Suriah, Irak dan Afghanistan, Jerman akhirnya menerapkan kebijakan liberal dengan membuka pintu perbatasan kepada pengungsi dan pencari suaka dengan alasan kemanusiaan. Badan Federal Urusan Migrasi dan Pengungsi (BAMF) hingga akhir tahun 2015 mencatat lebih dari satu juta pengungsi dan pencari suaka telah ditampung oleh Republik Federal Jerman.
Perkembangan terakhir pada bulan Februari 2016, Jerman mengesahkan paket Undang-Undang tentang Keimigrasian yang kedua, Undang-Undang ini berfokus pada masalah pengungsi dan pencari suaka. Dengan adanya Undang-Undang ini, para migran yang masuk ke Jerman akan diklasiikasikan berdasarkan kelompok di mana setiap kelompok memiliki hak kepentingan yang berbeda-beda. Bagi orang-orang yang dianggap ”tidak berbahaya”, maka mereka akan dibawa ke instansi khusus dan dokumen keterangan mereka akan dipelajari dan diproses dengan cepat. Selama tinggal di Jerman, para pengungsi dan pencari
suaka tidak dibebaskan dalam hal memilih tempat tinggal. Mereka akan mendapat kartu domisili dalam waktu setahun dan akan diperpanjang setahun lagi. Sesudah 2 (dua) tahun, mereka bisa mengundang keluarganya ke Jerman untuk berkumpul. Menurut undang-undang baru ini, apabila para migran di Jerman menyelesaikan kursus pendidikan kejuruan, maka akan bisa bekerja minimum 2 (dua) tahun di Jerman. Kanselir Jerman menyatakan bahwa kebijakan baru mengenai imigran ini membantu mengatasi populasi penduduk asli Jerman yang mulai berkurang.
”Kewajiban menjatuhkan pilihan” dihapuskan bagi anak yang orangtuanya warga negara asing dan yang lahir dan besar di Jerman setelah reuniikasi tahun 1990. Pada Undang- Undang sebelumnya anak tersebut wajib memutuskan sampai batas umur 23 tahun kewarganegaraan tunggal yag dipilih.
STRUKTUR ORGANISASI
Masalah keimigrasian di dalam negeri dilaksanakan dan menjadi tanggung jawab Kementerian Dalam Negeri (Innensministerium) sedangkan pemberian visa dilaksanakan oleh Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan-perwakilan Jerman di luar negeri. Untuk menangani masalah keimigrasian tidak ada badan khusus yang dibentuk, melainkan secara terintegrasi dikoordinir/berada dibawah Kementerian Dalam Negeri. Badan-badan tersebut antara lain pengawasan perbatasan dan pemeriksaan keimigrasian di checkpoint oleh pihak Kepolisian Federal (Bundespolizei),
penerbitan paspor oleh Dinas Kependudukan kota setempat (Bürgeramt), izin tinggal orang asing oleh Kantor Imigrasi Orang Asing (Ausländerbehörde).
Lingkup tugas Bundespolizei domestik mencakup hal- hal yang berkaitan dengan perbatasan (darat, laut dan udara), sedangkan Bundespolizei Internasional mencakup hal-hal pengeluaran dokumen dan visa (DVB=Dokumenten und Visumberater), misi Internasional (Internationale Polizeimissionen), penanganan migran non-reguler di 23 negara (GVB=Grenzpolizei Verbindungsbeamte), penanganan keimigrasian dinas/diplomatik pada Kedutaan Besar Jerman di seluruh dunia (HOD=Housordnungs und Objektschutzdienst), penanganan keimigrasian di negara-negara Schengen (GUA=Grenzpolizeiliche Unterstützungsbeamte Ausland) dan penanganan keimigrasian untuk Kedutaan Jerman di Kabul dan Baghdad.
Sedangkan Ausländerbehörde merupakan Kantor Imigrasi bagi orang asing yang pada umumnya terdapat di setiap kabupaten atau kotamadya dengan tugas utamanya yaitu pelaksanaan hukum keimigrasian. Ausländerbehörde mempunyai kewenangan dalam penerbitan persetujuan visa serta bertanggung jawab dalam hal pemberian atau penolakan izin tinggal serta berwenang dalam melakukan pengawasan administratif keimigrasian termasuk didalamnya pengusiran dan deportasi. Selain itu Ausländerbehörde juga bertugas dalam memproses permohonan serta mengeluarkan izin tinggal bagi para pencari suaka dan pengungsi.
Setiap Ausländerbehörde terhubung dengan pusat registrasi penduduk asing. Dalam menjalankan tugasnya
Ausländerbehörde berkomunikasi dengan perwakilan asing, polisi nasional dan kekuasaan kehakiman. Setiap keputusan dan kebijakan yang diambil oleh pihak Ausländerbehörde harus menyesuaikan dengan peraturan dan UU Negara Bagian dimana Ausländerbehörde tersebut berada.
SUMBER DAYA MANUSIA
Organisasi pertama yang paling bertanggung jawab terhadap masuk dan keluarnya orang dari Republik Federal Jerman adalah Direktorat Polisi Perbatasan dan Keamanan Udara. Petugas organisasi ini yakni Polisi Perbatasan (Grenzschutzpolizei) berfungsi sebagai petugas imigrasi di pintu-pintu masuk (exit-entry point) di perbatasan laut (seaport), darat (check point), dan pelabuhan udara (airport). Petugas untuk daerah perbatasan tersebut memiliki kewenangan sebagai polisi umum dan memiliki kewenangan khusus sebagai Polisi Perbatasan. Petugas tersebut dipersenjatai dan mendapat pendidikan kemiliteran serta pendidikan khusus yang berkenaan dengan keimigrasian. Republik Federal Jerman sendiri memiliki perbatasan darat sepanjang 3.855 km dengan 9 (sembilan) negara tetangganya dan juga perbatasan laut sepanjang 700 km. Selain itu Jerman juga memiliki lebih dari 5.700 stasiun kereta api serta 39 bandar udara.
Petugas Direktorat Polisi Perbatasan dan Keamanan Udara berjumlah lebih dari 40.000 orang, dan berada dibawah Kementerian Dalam Negeri (Federal). Petugas lapangan direkrut dari lulusan Realschule dan Gymnasium
(SMA) dan dididik selama 2,5 tahun di Pusat Pendidikan Polisi Perbatasan (Bundespolizeiakademie) yang terletak di kota Lübeck. Disamping itu direkrut juga lulusan perguruan tinggi dengan tambahan pendidikan selama 2,5 tahun untuk menduduki jabatan-jabatan struktural di lapangan maupun di kantor pusat.
Pendidikan bagi petugas lapangan dititikberatkan pada kemampuan isik karena kualiikasi utamanya adalah sebagai polisi perbatasan dengan tugas tambahan sebagai petugas imigrasi. Dari segi pelaksanaan tugas, Polisi Perbatasan lebih menitikberatkan pendekatan keamanan (security approach).
UNDANG-UNDANG
Bagi orang asing yang berada di Republik Federal Jerman berlaku Undang-Undang tentang Orang Asing (Ausländerrecht der Bundesrepublik Deutschland). Undang- Undang tersebut menentukan jenis izin tinggal bagi orang asing (Aufenthaltsgenehmigung) yang terbagi dalam 4 (empat) kategori yaitu :
Pertama, Residence Title for Speciic Purpose (Aufenhaltsbewelligung) yaitu izin tinggal yang diberikan kepada orang asing yang berada di Jerman untuk tujuan- tujuan tertentu seperti kunjungan keluarga, belajar, training dan lain-lain untuk jangka waktu terbatas.
Kedua, Residence Permit (Aufenthaltserlaubnis) yaitu izin tinggal terbatas yang diberikan kepada orang asing tertentu yang tinggal di Jerman karena suatu kepentingan, misalnya keperluan studi, menikah dengan warga negara Jerman, dll.
lzin tingal ini setelah jangka waktu tertentu dapat dirubah/ dikonversi menjadi izin tinggal tidak terbatas.
Ketiga, Unlimited Residence (Aufenthaltsberechtigung) yaitu izin tinggal tidak terbatas yang memberikan hak-hak kepada pemegangnnya hampir sama dengan hak-hak yang dimiliki oleh warga negara Jerman. Pemegang izin ini tidak dapat dideportasi oleh pemerintah Jerman.
Keempat, Residence Title for Exceptional Circumtances (Aufenthaltsbefugnis) yaitu izin tinggal yang diberikan dengan kondisi dan syarat-syarat khusus seperti alasan kemanusiaan dan politik. Biasanya diberikan kepada pengungsi dan pencari suaka.
Semua izin tinggal tersebut diatas dikeluarkan oleh Kantor Orang Asing (Ausländeramt/Ausländerbehörde) yang berada di Kotamadya (Stadtverwaltung) di seluruh Jerman.