• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kecukupan

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh : RAISA AFNI SIRAIT (Halaman 67-0)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4. Evaluasi Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni di Kelurahan

4.4.3. Kecukupan

Indikator kecukupan menguatkan pada hubungan antara alternatif kebijakan dan hasil yang ingin dicapai. Kriteria kecukupan pada program perbaikan RTLH tidak hanya bagaimana pencapaian sasaran dengan biaya

tertentu, melainkan juga dilihat dari bagaimana strategi dan mekanisme yang dijalankan mampu melaksanakan program dengan baik. Seperti keterlibatan atau kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan program, sehingga tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpendapatan rendah dapat terlaksana dengan baik.

Dalam rangka mewujudkan lingkungan permukiman yang baik dan untuk mencapai keberhasilan dalam kegiatan program perbaikan RTLH melalui upaya pemberdayaan masyarakat adalah melakukan penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat, yaitu melibatkan masyarakat sebagai pengelola kegiatan dan menempatkan masyarakat sebagai objek mulai dari identifikasi lokasi dan kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan sehingga masyarakat betul-betul berperan aktif dalam setiap kegiatan. Program perbaikan RTLH yang dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Tanjungbalai memberikan fasilitas teknis berupa bantuan sosial RTLH kepada masyarakat yang dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat secara gotong royong. Dalam pelaksanaanya Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Tanjungbalai memberi bantuan sebesar Rp. 15.000.000 setiap rumah /KK, secara nyata bahwa dengan dana yang diperoleh untuk masyarakat tidak mencukupi untuk memperbaiki rumah menjadi sangat layak, Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Tanjungbalai percaya swadaya masyarakat bisa membantu dalam melaksanakan perbaikan rumah agar meringankan keluarga yang menerima bantuan sehingga dana yang diperoleh mencukupi untuk perbaikan rumah yang layak huni.

Dari wawancara dengan Informan mengatakan bahwa:

“Bantuan yang diberikan sebesar Rp. 15.000.000, secara nyata memang tidak mencukupi dilihat dari tingginya tingkat harapan masyarakat, akan

tetapi jika swadaya masyarakat sekitar sangat tinggi, tidak mengeluarkan biaya tukang, sedikit meringankan bagi penerima bantuan”. (Hasil wawancara dengan Kepala Seksi Penyediaan dan Pembiayaan Perumahan Kota Tanjungbalai pada tanggal 22 Mei 2019, Transkrip wawancara hal.88)

Informan lain mengatakan bahwa:

“Dengan uang Rp. 15.000.000 yang diberikan Dinas Perumahan dan Permukiman dalam bentuk material bahan bangunan, menurut saya belum mencukupi, lain lagi saya harus mengeluarkan uang makan dan minum untuk pekerja yang melakukan pekerjaan perbaikan rumah tersebut, lain lagi bahan bangunan masih kurang mencukupi sehingga saya harus mengeluarkan uang untuk tambahan tersebut. Tapi balik lagi kepada masing-masing orang, kadang dengan bantuan sebesar itu ya sudah cukup, mau gamau harus di cukup-cukupkan”. (Hasil wawancara dengan Ibu Mariati, 1 Juli 2019, Transkrip Wawancara hal.98)

Informan lainnya juga mengatakan bahwa:

“Sebenarnya uang Rp. 15. 000.000 tersebut tidak mencukupi, tetapi tingkat swadaya masyarakat bisa sedikit terbantu jadi biaya untuk tukang kami tidak perlu mengeluarkan biaya. Dari segi kualitas rumah bantuan material belum mencukupi, tetapi setidaknya ada peningkatan. Menurut saya tidak semua mendapatkan kesempatan dalam program RTLH, jadi saya sangat

senang menerima bantuan ini”. (Hasil wawancara dengan Ibu Sarifah, 27 Mei 2019, Transkrip Wawancara hal.101)

Hal senada juga dikatakan informan lain bahwa:

“Kalau uang Rp. 15.000.000 yang diberikan dalam bentuk material bahan bangunan belum mencukupi dalam hal perbaikan rumah, karena masih banyak kebutuhan yang harus ditanggung oleh penerima bantuan program RTLH, seperti makan dan minum tukang walaupun pekerjaan dikerjakan secara swadaya tetapi masih mengeluarkan uang untuk peningkatan kualitas rumah yang lebih baik. Tidak semua warga yang mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan bantuan program RTLH walaupun tergolong berpenghasilan rendah. Sebenarnya tergantung masing-masing orang, dia menilai kualitas rumah bagaimana, kalo saya yang penting, bersih, nyaman, bisa digunakan, gak harus dengan bahan yang mahal, atau ukiran, hiasan seperti itu, yang penting atap gak bocor, dinding gak ada yg berlobang, bisa ditempati sudah syukur” (Wawancara dengan Ibu Rabiah, 1 Juli 2019, Transkrip wawancara hal.103)

Hal senada juga dikatakan informan lainnya bahwa:

“Walaupun kami menerima uang sebesar Rp. 15.000.000,- kami sangat terbantu karena dengan biaya sebesar itu sangat meringankan kami untuk meningkatkan kualitas rumah atau memperbaiki rumah menjadi lebih baik atau layak huni, kami sangat senang menerima bantuan ini karena bantuan ini terbatas, jadi tidak semua masyarakat berpendapatan rendah mendapatkan bantuan”. (Hasil wawancara dengan Ibu Linda, 1 Juli 2019 Transkrip wawancara hal.105)

Dalam melaksanakan program perbaikan RTLH supaya berjalan lancar dan sesuai dengan target yang telah ditentukan tentu saja ada strategi khusus yang dilakukan Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Tanjungbalai. Sebelum mengusulkan proposal program perbaikan RTLH dari pihak Kelurahan harus melakukan pendekatan kepada keluarga yang rumahnya akan diperbaiki, apakah keluarga tersebut sudah siap memperbaiki rumahnya. Pemerintah juga harus melihat swadaya masyarakat sekitar untuk membantu dalam pelaksaan perbaikan rumah, dan juga memiliki keluarga sanak maupun saudara untuk memperlancar pelaksanaan program ini, itu trik yang diterapkan dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.

Dana Rp. 15.000.000 yang diberikan dari pemerintah untuk masyarakat yang menerima bantuan program perbaikan RTLH diberikan dalam bentuk material, sehingga dana itu benar-benar untuk keperluan memperbaiki rumah bukan lagi untuk keperluan lain.

Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan dapat disimpulkan bahwa bantuan yang diterima belum cukup memuaskan masyarakat, dikarenakan masih banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki rumah menjadi layak huni. Untuk meningkatkan kualitas rumah menjadi lebih baik masing-masing dari masyarakat sangat antusias dengan bantuan program

yang diberikan walaupun harus mengeluarkan baiaya tambahan. Namun karena bantuan yang diberikan hanya terbatas mereka sangat senang menerima bantuan tersebut. Untuk mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat dalam memenuhi rumah layak huni masih belum cukup, karena tidak semua masyarakat berpendapatan rendah mendapatkan bantuan tersebut, dan yang mendapatkan bantuan tersebut juga mengeluarkan biaya tambahan untuk menjadikan rumah layak huni.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan penulis di lapangan, sebagian masyarakat yang berpendapatan rendah belum mendapatkan bantuan tersebut dikarenakan bantuan yang diberikan terbatas dan masyarakat yang belum memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan tersebut. Penulis melihat bahwa, penerima bantuan program sangat antusias dalam memperbaiki rumah nya, bahkan penerima mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaiki rumah lebih baik.

Gambar 4.4 Keadaan Rumah 0%

Sumber: Laporan Tim Evaluasi Dinas Perumahan Rakyat dan permukiman Kota Tanjungbalai, 29 Juni 2019

Keadaan rumah 30%

Sumber: Laporan Tim Evaluasi Dinas Perumahan Rakyat dan permukiman Kota Tanjungbalai, 29 Juni 2019

Keadaan Rumah 100%

Sumber: Laporan Tim Evaluasi Dinas Perumahan Rakyat dan permukiman Kota Tanjungbalai, 29 Juni 2019

Berdasarkan gambar kondisi rumah penerima bantuan RTLH di Kelurahan Kapias Pulau Buaya kualitas rumah jauh lebih baik dan layak dihuni, sebelum memeberikan bantuan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman melakukan evaluasi terhadap rumah yang akan diberi bantuan, sehingga tujuan program terlaksana dengan baik. Berdasarkan laporan Tim Evaluasi Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman yang dipaparkan, terlihat dimana kondisi awal rumah penerima bantuan sangat layak untuk menerima bantuan. Tingkat swadaya masyarakat sekitar melancarkan proses pengembangan rumah menjadi lebih baik,

dikarenakan sebelum menerima bantuan pihak Dinas melakukan sosialisasi terhadap masyarakat mengenai tujuan dan sasaran program. Tim Evaluasi akan memantau proses berjalannya program agar pengembangan rumah berjalan dengan lancar.

Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi bahwa program RTLH di Kelurahan Kapias Pulau Buaya Kecamatan Teluk Nibung sudah cukup membantu dalam memimalisir permukiman kumuh untuk memenuhi kebutuhan pokok walaupun dengan biaya yang diberikan tidak akan cukup memenuhi dalam memperbaiki rumah menjadi lebih baik, akan tetapi tingginya tingkat swadaya masyarakat sangat membantu untuk memperbaiki rumah menjadi lebih layak.

4.4.4. Perataan

Untuk melihat apakah biaya dan manfaat dari program sudah didistribusikan dengan merata pada setiap kelompoknya. Perataan dalam kebijakan publik menurut Dunn (2003:434) yaitu kesamaan erat kaitannya dengan rasionalitas legal dan sosial dan usaha antara kelompok-kelompok yang berbeda dalam masyarakat. Perataan dalam indikator ini harus dapat menjawab pertanyaan tentang “apakah biaya dan manfaat yang didistribusikan dengan merata kepada kelompok-kelompok yang berbeda?”

Dana Program Perbaikan RTLH yang disalurkan kepada kelompok sasaran adalah sesuai dengan manfaat dan tujuan yang diperlukan dalam pelaksanaan program. Selain itu manfaat dari Program Perbaikan RTLH juga sudah dapat dirasakan masyarakat secara langsung dan nyata oleh masyarakat yang menerima bantuan. Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Tanjungbalai memprioritaskan bantuan diantaranya: 1) rumahnya para janda dan duda. 2)

rumahnya orang yang tidak mempunyai anak maupun saudara. 3) orang yang tidak mempunyai pekerjaan. Namun semua itu tentu dilihat dari bentuk rumah apakah sudah layak untuk dihuni atau belum, kesadaran masyarakat yang harus ditingkatkan dari semua ini, karena kebanyakan di Kota Tanjungbalai masyarakat yang lebih mementingkan membeli motor dari pada untuk memperbaiki rumahnya, sehingga itu menjadi pertimbangan dalam memberikan bantuan.

Seperti yang disampaikan oleh informan bahwa:

“Sudah, karena sebelum memberikan bantuan, kami melakukan evalusi terhadap rumah yang dibantu. Sebelumnya kan pihak Lurah mengusulkan masyarakatnya dengan pengajuan proposal permohonan dan melengkapi administrasi yang harus dipenuhi, setelah berkas diperiksa lulus administrasi, kemudian Tim Evaluasi Perumahan melakukan evaluasi ke lokasi rumah untuk melihat kondisi rumah dan lainnya”. (Hasil wawancara dengan Kepala Seksi Penyediaan dan Pembiayaan Perumahan Kota Tanjungbalai, 30 Mei 2019, Transkrip wawancara hal.88)

Informan lain mengatakan bahwa:

“Belum, karena keterbatasan dana yang dianggarkan oleh Pemerintah Kota Tanjungbalai, jadi sebagian masyarakat kurang mampu yang memiliki rumah yang tidak layak huni belum mendapatkan bantuan. Bukan tidak peduli, tapi kan kami harus melihat siapa yang lebih layak menerima, sebagian mereka belum memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan”.

(Hasil wawancara dengan Kepala Seksi Penyediaan dan Pembiayaan Perumahan Kota Tanjungbalai, 29 Mei 2019, Transkrip wawancara hal.88) Informan lain mengatakan bahwa:

“Setiap penerima program RTLH yang dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dna Permukiman Kota Tanjungbalai sebesar Rp. 15.000.000 dalam bentuk material bahan bangunan, bantuan ini tidak ada yang diberikan dalam bentuk uang ataupun lainnya sehingga tidak terjadi kecemburuan sosial yang membedakan masyarakat satu dengan yang lain”. (Hasil wawancara denganIbu Linda, 1 Juli 2019, Transkrip wawancara hal.106)

Informan lainnya mengatakan bahwa:

“Biaya yang diterima semua dalam bentuk material bahan bangunan yang diberikan oleh Dinas perumahan dan Permukiman, yang membedakan dengan penerima lainnya tingkat swadaya masyarakatnya. Jika yang

lainnya bisa menambah bahan bangunan diluar bantuan, ya itu tanggungan si penerima bantuan, mungkin dia mau meningkatkan kualitas rumah nya lebih baik”. (Hasil wawancara dengan Ibu Sucita, 1 Juli 2019, Transkrip wawancara hal.108)

Sedangkan Informan lain juga mengatakan bahwa:

“Setiap penerima program RTLH mendapatkan uang sebesar Rp. 15.000.000 dalam bentuk material bahan bangunan, namun ada

penerima bantuan program RTLH menambah biaya diluar bantuan agar rumah yang diperbaiki lebih baik lagi. Saya mengetahui biaya tukang ditanggung oleh penerima bantuan, sebelum menerima bantuan pihak dari Dinas mensosialisasikan atau menanyakan kesanggupan si penerima bantuan”. (Wawancara dengan Ibu Savira, 1 Juli 2019, Transkrip wawancara hal.110)

Berdasarkan data di atas bahwa pelaksanaan Program perbaikan RTLH belum merata dikarenakan bantuan yang diberikan sangat terbatas dan sebagian masyarakat belum memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan. Dalam kategori pemerataan jelas tujuannya adalah untuk masyarakat berpendapatan rendah.

Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan dapat disimpulkan bahwa setiap penerima menerima bantuan sebesar Rp. 15.000.000/KK dan untuk biaya tukang serta biaya tambahan untuk memperbaiki rumah ditanggung oleh penerima bantuan. Namun belum semua masyarakat yang berpendapatan rendah di Kelurahan Kapias Pulau Buaya mendapatkan bantuan.

Berdasarkan hasil observasi di lapangan biaya yang diberikan setiap penerima program RTLH tidak ada perbedaan antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya dan biaya yang terima setiap masyarakat mendapatkan jumlah yang sama sebesar Rp. 15.000.000/KK serta biaya tukang dan biaya tambahan lainnya ditanggung oleh penerima bantuan. Penulis juga melihat bahwa sebagian masyarakat berpendapatan rendah belum menerima bantuan dikarenakan bantuan yang tersedia terbatas.

Gambar 4.5 Surat Pernyataan Penghasilan

Sumber: Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman Kumuh Kota Tanjungbalai, 3 Juli 2019

Dokumentasi di atas menjelaskan bahwa calon penerima bantuan harus menunnjukkan surat pernyataan penghasilan dan surat pernyataan mengikuti program pengembangan perumahan untuk memenuhi persyaratan mendapatkan

bantuan program. Penerima bantuan juga mengetahui besarnya jumlah bantuan yang diberikan. Ketentuan yang dibuat berdasarkan Peraturan Walikota Tanjungbalai untuk memenuhi persyaratan sehingga masyarakat yang menerima bantuan benar masyarakat layak untuk mendapatkan bantuan. adanya surat penghasilan tersebut, Seksi Penyediaan dan Pembiayaan Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Tanjungbalai mengetahui secara jelas calon penerima bantuan dan disesuaikan dengan kondisi rumah dan dibandingkan diantara calon penerima lainnya, sehingga sasaran program jelas.

Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi yang dikemukan bahwa program RTLH di Kelurahan Kapias Pulau Buaya Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai belum cukup merata diberikan kepada masyarakat berpendapatan rendah, namun tidak ada perbedaan besarnya bantuan yang diberikan kepada masyarakat dan biaya tukang serta biaya tambahan untuk memperbaiki rumah ditanggung oleh penerima bantuan.

4.4.5. Responsifitas

Untuk menilai apakah hasil kebijakan tersebut memuat preferensi atau nilai yang dapat memuaskan sasaran kebijakan. Kriteria responsivitas penting karena analisis yang dapat memuaskan semua kriteria lainnya jika belum menanggapi kebutuhan aktual dari kelompok yang seharusnya diuntungkan dari suatu adanya kebijakan.

Program perbaikan RTLH dinyatakan berhasil karena dari wawancara penulis dengan masyarakat yang menerima bantuan ini dapat memuaskan penerima bantuan, karena dengan adanya program perbaikan RTLH maka masyarakat berpendapatan rendah dapat menempati rumah yang layak untuk

dihuni dari pada sebelum menerima bantuan dan meningkatkan kesejahteraan harkat dan martabat masyarakat berpendapatan rendah dan hidup menjadi lebih sehat.

Hal tersebut senada dengan yang dikatakan oleh Informan bahwa:

“Dengan adanya bantuan program RTLH masyarakat akan terbantu, karena dapat meningkatkan kesehatan masyarakat. Anggapan masyarakat sangat baik sekali dengan adanya program ini, merasa sangat terbantu dengan adanya program ini, karena penerima merasakan dampak langsung dari perbaikan ini walaupun masyarakat sendiri ada yang mengeluarkan uang pribadi untuk membayar tukang, karena swadaya masyarakatnya sangat rendah” (Wawancara dengan Kepala Seksi Penyediaan dan Pembiayaan Perumahan Kota Tanjungbalai, 30 Mei 2019, Transkrip wawancara hal.88)

Hal senada juga dikemukan Informan lain mengatakan bahwa:

“Progam bantuan RTLH yang dilaksanakam oleh Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Tanjungbalai sangat membantu kami yang berpenghasilan rendah, sehingga rumah yang tadi tidak layak huni menjadi layak huni, seperti MCK yang bersih, kebersihan rumah juga terjaga”.

(Hasil wawancara dengan Ibu Savira, 1 Juli 2019, Transkrip wawancara hal.110)

Hal senada juga dikatakan oleh informan lain bahwa:

“Dimana dengan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Tanjungbalai melalui Dinas Perumahan dan Permukiman, kami dapat hidup layak, dimana rumahnya tadi kumuh menjadi layak huni”. (Hasil wawancara dengan Ibu Sucita, 1 Juli 2019, Transkrip wawancara hal.108) Hal yang sama dikemukakan oleh informan lain, mengatakan bahwa:

“Bantuan yang saya terima dapat membantu bagi kami yang berpenghasilan rendah dimana kami memiliki rumah yang lebih baik, ada peningkatan MCK yang bersih, atap dan dinding tidak bocor, dengan adanya program RTLH kami sangat bersyukur dapat menerima bantuan program ini”. (Hasil wawancara denganIbu Linda, 1 Juli 2019, Transkrip wawancara hal.106)

Responsivitas dalam kebijakan publik diartikan sebagai respon atau tanggapan dari sasaran kebijakan publik terhadap suatu kebijakan, maka dari itu keberhasilan suatu kebijakan dapat dilihat dari masyarakat yang menanggapi

kebijakan tersebut, baik itu tanggapan yang baik berupa dukungan (positif) maupun tanggapan buruk berupa penolakan (negatif).

Kesimpulan berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan di atas dapat dijelaskan bahwa program RTLH di Kelurahan Kapias Pulau Buaya Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai secara keseluruhan sudah cukup baik, hal ini dapat dilihat dari respon masyarakat yang baik dan sangat bermanfaat bagi penerima bantuan.

Dari observasi yang dilakukan di Kelurahan Kapikas Pulau Buaya Kecamatan Teluk Nibung bahwa masyarakat merasa sangat terbantu dengan adanya program RTLH ini. Mereka sangat senang menerima bantuan tersebut, karena mereka mengetahui sebagian dari mereka yang berpendapatan rendah belum mendapatkan bantaun tersebut.

Sumber: Laporan Tim Evaluasi Dinas Perumahan Rakyat dan permukiman Kota Tanjungbalai, 29 Juni 2019

Dokumentasi di atas merupakan photo penerima program RTLH dengan bidang Perumahan dan Permukiman di Kelurahan Kapias Pulau Buaya hal ini dapat dibuktikan bahwa program RTLH mendapat tanggapan cukup baik dari penerima bantuan. Mereka merasa sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan.

Pengembangan rumah yang dilaksanakan cukup berhasil dibantu dengan tingkat swadaya masyarakat.

Melalui wawancara, observasi dan dokumentasi yang dilakukan oleh penulis bahwa program ini mendapatkan respon yang baik dari masyarakat dan program ini sangat bermanfaat bagi penerima bantuan dalam memperbaiki rumah menjadi lebih baik untuk dihuni.

4.4.6. Ketepatan

Indikator ini merujuk pada hasil yang dicapai dari program tersebut bermanfaat atau tepat kepada kelompok sasaran. Tujuan dari program ini adalah untuk mengurangi rumah tidak layak huni di Kota Tanjungbalai walaupun belum dapat sepenuhnya mendapatkan bantuan, setidaknya rumah tidak layak huni yang ada di Kota Tanjungbalai semakin berkurang setelah adanya program ini.

Sebagaimana pihak kelurahan yang paling bertanggung jawab dengan pengajuan program ini dan yang paling mengetahui keadaan dan kondisi masyarakatnya.

Seperti yang dikatakan oleh informan bahwa:

“Ya, Karena bantuan ini diberikan kepada masyarakat berpendapatan rendah untuk mengurangi kawasan kumuh khususnya pusat kota Tanjungbalai. Program ini memang untuk masyarakat yang rumahnya jauh dari kata layak, jadi kami memang semaksimal mungkin memberikan bantuannya untuk yang membutuhkan, dan kami bekerja sama dengan pihak kelurahan setempat karena mereka yang terdekat dan yang paling tau kondisi warganya seperti apa, ya memang program ini benar-benar untuk masyarakat berpendapatan rendah”. (Hasil wawancara dengan Kepala Seksi Penyediaan dan Pembiayaan Permukiman Kota Tanjungbalai, 30 Mei 2019, Transkrip wawancara hal.87)

Tidak jauh berbeda dengan yang dikatakan Informan lain bahwa:

“Saya membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan, saya usulkan, yang memutuskan tetap dari Dinas nya. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman tidak mengetahui kondisi masyarakat nya gimana, setelah diajukan proposal permohonan bantuan baru Tim

Evaluasi Perumahan turun ke lapangan melihat kondisi rumah tersebut”.

(Hasil wawancara dengan Kepala Lurah Kapias Pulau Buaya, 30 Mei 2019, Transkrip wawancara hal.93)

Hal senada dengan pendapat informan lainya mengemukakan bahwa:

“Penerima program RTLH sasarannya untuk masyarakat berpendapatan rendah dalam meningkatkan kualitas rumah menjadi lebih baik. Ya bisa dilihat keadaan kami bagaimana, sebelum menerima bantuan, dari pihak Dinas sendiri sudah melihat kondisi rumah kami secara langsung, bukan karena saudara atau kenal makanya kami mendapatkan bantuan.” (Hasil wawancara dengan Ibu Rabiah, 1 Juli 2019, Transkrip wawancara hal.103) Informan lainnya juga mengatakan bahwa:

“Sasaran dari program RTLH ini ditujukan untuk masyarakat yang berpendapatan rendah jadi sebelum menerima bantuan terlebih dahulu Dinas Perumahan dan Permukiman turun lapangan untuk melihat keadaan rumah kami”. (Hasil wawancara dengan Ibu Linda, 1 Juli 2019, Transkrip wawancara hal.106)

Hal senada dikatakan oleh informan lain bahwa:

“Menurut saya bantuan dalam bentuk material bahan itu sudah sangat tepat ya, karena gini, kalo bantuan tersebut dalam bentuk uang, bisa jadi uang tersebut tidak digunakan untuk memperbaiki rumah, melainkan digunakan untuk kepentingan lain, alhasilkan tujuan dari program tidak tercapai. Kalo saya lebih setuju sih dalam bentuk barang ya”. (Hasil wawancara dengan Ibu Savira, 1 Juli 2019, Transkrip wawancara hal.109)

Ketepatan atau kelayakan merupakan kriteria yang dipakai untuk menseleksi sejumlah alternative untuk dijadikan rekomendasi dengan menilai apakah hasil dari alternative yang direkomendasikan tersebut merupakan pilihan tujuan yang layak. Atau lebih ringkas ketepatan dapat diartikan dengan sebuah pertanyaan” Apakah hasil yang dicapai bermanfaat?”

Dari hasil wawancara dengan beberapa informan di atas, maka ketepatan sasaran dari program perbaikan RTLH di Kelurahan Kapias Pulau Buaya Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai sudah tepat namun masih ada masyarakat yang berpendapatan rendah yang belum merasakan dampak dari

program ini. Hal ini dikarenakan bantuan yang diberikan terbatas sehingga program tersebut belum maksimal.

Dari pengamatan di lapangan bahwa program perbaikan RTLH sangat berguna bagi masyarakat berpendapatan rendah karena dilihat dari sasaran program perbaikan RTLH adalah masyarakat berpendapatan rendah dan mempunyai niat untuk memperbaiki rumah menjadi lebih baik.

Sumber: Dokumentasi Penelitian, 1 Juli 2019

Dokumentasi photo di atas merupakan kondisi rumah keluarga penerima bantuan program RTLH, hal ini sesuai dengan kriteria masyarakat penerima program RTLH. Program yang dilaksanakan sudah tepat untuk membantu masyarakat yang berpendapatan rendah dan mempunyai keinginan memperbaiki rumah menjadi lebih baik. Program yang diberikan ditujukan untuk masyarakat berpendapatan rendah. Pihak Lurah mengusulkan proposal bantuan pogram

Dokumentasi photo di atas merupakan kondisi rumah keluarga penerima bantuan program RTLH, hal ini sesuai dengan kriteria masyarakat penerima program RTLH. Program yang dilaksanakan sudah tepat untuk membantu masyarakat yang berpendapatan rendah dan mempunyai keinginan memperbaiki rumah menjadi lebih baik. Program yang diberikan ditujukan untuk masyarakat berpendapatan rendah. Pihak Lurah mengusulkan proposal bantuan pogram

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh : RAISA AFNI SIRAIT (Halaman 67-0)