BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.4. Evaluasi Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni di Kelurahan
4.4.6. Ketepatan
Indikator ini merujuk pada hasil yang dicapai dari program tersebut bermanfaat atau tepat kepada kelompok sasaran. Tujuan dari program ini adalah untuk mengurangi rumah tidak layak huni di Kota Tanjungbalai walaupun belum dapat sepenuhnya mendapatkan bantuan, setidaknya rumah tidak layak huni yang ada di Kota Tanjungbalai semakin berkurang setelah adanya program ini.
Sebagaimana pihak kelurahan yang paling bertanggung jawab dengan pengajuan program ini dan yang paling mengetahui keadaan dan kondisi masyarakatnya.
Seperti yang dikatakan oleh informan bahwa:
“Ya, Karena bantuan ini diberikan kepada masyarakat berpendapatan rendah untuk mengurangi kawasan kumuh khususnya pusat kota Tanjungbalai. Program ini memang untuk masyarakat yang rumahnya jauh dari kata layak, jadi kami memang semaksimal mungkin memberikan bantuannya untuk yang membutuhkan, dan kami bekerja sama dengan pihak kelurahan setempat karena mereka yang terdekat dan yang paling tau kondisi warganya seperti apa, ya memang program ini benar-benar untuk masyarakat berpendapatan rendah”. (Hasil wawancara dengan Kepala Seksi Penyediaan dan Pembiayaan Permukiman Kota Tanjungbalai, 30 Mei 2019, Transkrip wawancara hal.87)
Tidak jauh berbeda dengan yang dikatakan Informan lain bahwa:
“Saya membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan, saya usulkan, yang memutuskan tetap dari Dinas nya. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman tidak mengetahui kondisi masyarakat nya gimana, setelah diajukan proposal permohonan bantuan baru Tim
Evaluasi Perumahan turun ke lapangan melihat kondisi rumah tersebut”.
(Hasil wawancara dengan Kepala Lurah Kapias Pulau Buaya, 30 Mei 2019, Transkrip wawancara hal.93)
Hal senada dengan pendapat informan lainya mengemukakan bahwa:
“Penerima program RTLH sasarannya untuk masyarakat berpendapatan rendah dalam meningkatkan kualitas rumah menjadi lebih baik. Ya bisa dilihat keadaan kami bagaimana, sebelum menerima bantuan, dari pihak Dinas sendiri sudah melihat kondisi rumah kami secara langsung, bukan karena saudara atau kenal makanya kami mendapatkan bantuan.” (Hasil wawancara dengan Ibu Rabiah, 1 Juli 2019, Transkrip wawancara hal.103) Informan lainnya juga mengatakan bahwa:
“Sasaran dari program RTLH ini ditujukan untuk masyarakat yang berpendapatan rendah jadi sebelum menerima bantuan terlebih dahulu Dinas Perumahan dan Permukiman turun lapangan untuk melihat keadaan rumah kami”. (Hasil wawancara dengan Ibu Linda, 1 Juli 2019, Transkrip wawancara hal.106)
Hal senada dikatakan oleh informan lain bahwa:
“Menurut saya bantuan dalam bentuk material bahan itu sudah sangat tepat ya, karena gini, kalo bantuan tersebut dalam bentuk uang, bisa jadi uang tersebut tidak digunakan untuk memperbaiki rumah, melainkan digunakan untuk kepentingan lain, alhasilkan tujuan dari program tidak tercapai. Kalo saya lebih setuju sih dalam bentuk barang ya”. (Hasil wawancara dengan Ibu Savira, 1 Juli 2019, Transkrip wawancara hal.109)
Ketepatan atau kelayakan merupakan kriteria yang dipakai untuk menseleksi sejumlah alternative untuk dijadikan rekomendasi dengan menilai apakah hasil dari alternative yang direkomendasikan tersebut merupakan pilihan tujuan yang layak. Atau lebih ringkas ketepatan dapat diartikan dengan sebuah pertanyaan” Apakah hasil yang dicapai bermanfaat?”
Dari hasil wawancara dengan beberapa informan di atas, maka ketepatan sasaran dari program perbaikan RTLH di Kelurahan Kapias Pulau Buaya Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai sudah tepat namun masih ada masyarakat yang berpendapatan rendah yang belum merasakan dampak dari
program ini. Hal ini dikarenakan bantuan yang diberikan terbatas sehingga program tersebut belum maksimal.
Dari pengamatan di lapangan bahwa program perbaikan RTLH sangat berguna bagi masyarakat berpendapatan rendah karena dilihat dari sasaran program perbaikan RTLH adalah masyarakat berpendapatan rendah dan mempunyai niat untuk memperbaiki rumah menjadi lebih baik.
Sumber: Dokumentasi Penelitian, 1 Juli 2019
Dokumentasi photo di atas merupakan kondisi rumah keluarga penerima bantuan program RTLH, hal ini sesuai dengan kriteria masyarakat penerima program RTLH. Program yang dilaksanakan sudah tepat untuk membantu masyarakat yang berpendapatan rendah dan mempunyai keinginan memperbaiki rumah menjadi lebih baik. Program yang diberikan ditujukan untuk masyarakat berpendapatan rendah. Pihak Lurah mengusulkan proposal bantuan pogram kepada Dinas Perumahan Rakyat dan kawasan Permukiman, kemudian Tim Evaluasi melakukan pemantauan terhadap rumah yang diberikan bantuan. Tim Evaluasi menilai kondisi rumah dan memastikan bahwa rumah yang mendapatkan bantuan harus memenuhi syarat, maka dari itu tujuan program tepat pada sasaran.
Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dapat disimpulkan bahwa program RTLH dikelurahan Kapias Pulau Buaya Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai sudah tepat sasaran dikarenakan masyarakat yang menerima bantuan RTLH adalah masyarakat yang berpendapatan rendah yang memiliki rumah tidak layak huni. Namun sebagian masyarakat yang berpendapatan rendah dan memiliki rumah yang tidak layak huni juga masih ada.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan
Berdasarkan data yang diperoleh terkait Evaluasi Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Di Kota Tanjungbalai diketahui bahwa program perbaikan rumah tidak layak huni merupakan program dari Pemerintah Kota Tanjung Balai dalam rangka mendukung penanggulangan kemiskinan dan upaya memberikan perlindungan pada keluarga miskin guna meningkatkan kesejahteraan.
1. Efektivitas, sudah dapat dikatakan efektif karena bantuan program yang diberikan dalam bentuk material barang.
2. Efisiensi sudah cukup baik, adanya sosialisasi antara dinas dengan Seksi Pemantauan Evaluasi dan Lurah.
3. Kecukupan belum maksimal karena keterbatasan dana, sehingga masyarakat mengeluarkan biaya lagi untuk keperluan perbaikan rumah.
4. Perataan, bantuan yang diberikan setiap penerima program RTLH sama berupa material senilai Rp. 15.000.000. Masyarakat menunjukkan surat penghasilan, Seksi penyediaan dan Pembiayaan menseleksi calon penerima bantuan dikarenakan bantuan terbatas, dengan begitu Seksi Penyediaan dan Pembiayaan mengetahui masyarakat yang lebih pantas menerima bantuan.
5. Responsivitas, tingkat kepuasaan masyarakat cukup baik, masyarakat merasa terbantu dengan adanya bantuan program tersebut, namun tingginya harapan dari masyarakat agar besar nya bantuan yang diberikan bertambah.
6. Ketepatan, sudah sangat tepat, karena bantuan diberikan kepada masyrakat yang berpendapatan rendah dan lebih diutamakan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, akan tetapi masih ada masyarakat yang berpendapatan rendah belum mendapatkan bantuan dikarenakan bantuan hanya terbatas dan masyarakat tersebut belum memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan tersebut.
5.2 Saran
Sesuai hasil penelitian dilapangan mengenai Evaluasi Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Kapias Pulau Buaya, penulis memberikan saran. Berikut ini adalah saran untuk program perbaikan RTLH:
1. Sebelum pengajuan proposal oleh kelurahan, kelompok sasaran membuat surat pernyataan bahwa rumah yang diperbaiki tidak dalam status konflik.
2. Adanya peningkatan anggaran dana untuk pengembangan rumah, dikarenakan masih banyak masyarakat yang berpendapatan rendah dan memiliki rumah tidak layak huni.
DAFTAR PUSTAKA
Buku
Agustino, Leo. 2006. Politik dan Kebijakan Publik. AIPI Bandung Puslit KP2W Lemlit Unpad, Bandung.
Aji, Firman B., 2010, Perencanaan dan Evaluasi (PDE), Bumi Aksara, Jakarta.
Danim, Sudarwan., 2012, Pengantar Analisis Kebijakan Publik: Edisi Kedua, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.
Dwiyanto, Agus. 2011. Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Reformasi Birokrasi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Dunn, William N., 2013, Analisis Kebijakan Publik, Gajah Mada University Press,Yogyakarta.
Harsono, Hanifah. 2012. Implementasi Kebijakan dan Politik. Mutiara Sumber Widya, Bandung.
Irawan. Willy, 2014. Pembangunan Perumahan Permukiman di Indonesia.
Direktorat Permukiman dan Perumahan Kementerian Negara Perencanaan, Jakarta.
Kuswartojo. Tjuk, 2015. Perumahan dan Permukiman di Indonesia: Upaya Membuat Perkembangan Kehidupan yang Berkelanjutan. ITB, Bandung.
Moleong, Lexy. 2012. Metodologi Penulisan Kualitatif, Remaja Rosdakarya, Bandung
Nugroho, Riant. 2010. Perencanaan Strategis In Action. PT Elex Media Komputindo. Jakarta.
Setiawan, Guntur. 2004. Implementasi Dalam Birokrasi Pembangunan. Remaja Rosdakarya Offset, Bandung.
Singarimbun, Masri. 2007. Metode Penelitian Survei, LP3ES, Jakarta.
Soenarko. 2015. Public Policy (Pengertian Pokok Untuk Memahami dan Analisa Kebijaksanaan Pemerintah), Airlangga University Press, Surabaya.
Subarsono, A.G. 2010. Analisis Kebijakan Publik, Pustaka Pelajar, Jakarta.
Sudarwati, Nanik., 2012, Kebijakan Pengentasan Kemiskinan, Intimedia, Malang
Sugiyono, 2012, Memahami Penulisan Kualitatif, Alfabeta, Bandung.
Suryabrata, S., 2010, Metodologi Penulisan, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Suyanto, Bagong, 2015, Metode Penulisan Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan, Prenada Media, Jakarta.
Tangkilisan, Hesel Nogi. 2013. Kebijakan Publik yang Membumi. YPAPI, Yogyakarta.
Tayibnapis, Farida Yusuf 2010. Evaluasi Program, Rineka Cipta, Jakarta.
Usman, Nurdin. 2012. Konteks Implementasi Berbasis Kurikulum. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Wibawa, Samudra. 2014. Evaluasi Kebijakan Publik. Raja Grafindo, Jakarta.
Widodo. 2011. Implementasi Kebijakan. Pustaka Pelajar, Bandung.
Winarno, Budi. 2014. Teori dan Proses Kebijakan Publik, Med Press, Jakarta.
Wirawan. 2018. Evaluasi, Teori, Model, Standar, Aplikasi dan Profesi. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Jurnal
Agung Ridlo, Mohammad.2011. Jurnal Lingkungan vol 1 No.1: Antara kemiskinan dan Pemukiman Kumuh di Perkotaan, Semarang.
Amri,Nurmaida. 2013. Karateristik Lingkungan Permukiman Kumuh Tepian Sungai Kecamatan Lolaka, Sulawesi Tenggara, Jurnal Jupiter Volume XII No.1
Peraturan Perundang-undangan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Amandemen IV.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Pemukiman.
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial
Lampiran I : Pedoman Wawancara
PEDOMAN WAWANCARA
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Tanjungbalai a. Identitas Diri :
Nama : Yusmada, SH
Jabatan : Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Tanjungbalai
Tanggal : 21 Mei 2019
Pendidikan Terakhir : S-1 b. Pertanyaan Penelitian :
1. Apakah masyarakat mengetahui sepenuhnya tentang program tersebut, mengenai biaya tukang dan biaya tambahan lainnya yang diperlukan untuk memeperbaiki rumah menjadi lebih baik?
Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Tanjungbalai sebelumnya telah melakukan sosialiasi kepada penerima program RTLH berkaitan dengan swadaya masyarakat terkait pembangunan rumah tersebut. Jika ada biaya diluar bantuan yang diberikan, masyarakat sudah mengetahui hal tersebut, maka dari itu sebelumnya, masyarakat penerima bantuan ditanyakan kesiapan mereka jika terjadi penambahan.
2. Apakah dengan adanya program pengembangan rumah dapat meminimalisir permukiman kumuh?
Dengan adanya program ini yang jelas masyarakat sangat terbantu sekali, karena secara langsung masyarakat dapat imbasnya. Program ini adalah salah satu untuk menangani rumah kumuh, dari tahun ketahun dengan adanya program ini si alhamdulillah rumah yang tidak layak huni semakin berkurang ya, walupun di Tanjungbalai sendiri rumah yang tidak layak huni dihitung sangat tinggi. Setidaknya program ini benar-benar berguna dan bermanfaat bagi masyarakat berpendapatan rendah.
3. Apakah target dan sasaran kebijakan untuk mengurangi hunian kumuh tercapai?
Ya, selain itu juga sasaran kebijakan dibuat agar dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam hal penyehatan lingkungan, dengan adanya program ini yang jelas masyarakat sangat terbantu sekali, karena secara langsung masyarakat dapat imbasnya. Program ini adalah salah satu untuk menangani rumah kumuh, dari tahun ketahun dengan adanya program ini si alhamdulillah rumah yang tidak layak huni semakin berkurang ya, walupun di Tanjungbalai sendiri rumah yang tidak layak huni dihitung sangat tinggi. Setidaknya program ini benar-benar berguna dan bermanfaat bagi masyarakat berpendapatan rendah
4. Apakah program pembangunan bedah rumah dilakukan secara merata?
Tidak, karena anggaran yang belum memadai Dinas Permukiman hanya membedah rumah yang betul-betul tidak layak huni menurut Dinas Permukiman Kota Tanjungbalai.
5. Apakah masyarakat merasakan manfaat dengan adanya program perbaikan rumah tidak layak huni?
Ya, pasti ada manfaatnya salah satunya dapat meningkatkan kesehatan penghuni dimana dahulu tidak ada MCK dan air bersih sekarang sudah tersedia MCK dan air bersih dan sanitasinya. Dengan adanya program ini yang jelas masyarakat sangat terbantu sekali, karena secara langsung masyarakat dapat imbasnya. Program ini adalah salah satu untuk menangani kemiskinan, dari tahun ketahun dengan adanya program ini si alhamdulillah rumah yang tidak layak huni semakin berkurang ya, walupun di Tanjungbalai sendiri rumah yang tidak layak huni dihitung sangat tiuggi. Setiudaknya program ini benar-benar berguna dan bermanfaat bagi masyarakat miskin.
6. Apakah dalam memberikan pelayanan, staf atau pegawai selalu tepat waktu dalam menyelesaikan tugas sesuai dengan yang telah dijanjikan?
Tidak, terdapat masalah di lapangan dikarenakan rumah tersebut tidak dapat dilalui kendaraan sehingga pekerja harus melangsir bahan-bahan tersebut ke lokasi rumah sehingga memakan waktu, dan pada waktu pekerjaannya datang hujan sehingga di hentikan sementara.
7. Apakah program pembangunan bedah rumah dilakukan tepat sasaran untuk masyarakat miskin yang menempati rumah tidak layak huni?
Ya, karena sebelum dilakukan pembedaan rumah tersebut masyarakat harus melaporkan melalui pihak RT/RW, selanjutnya kelurahan dan kecamatan kemudian pihak Dinas Perumahan Kota Tanjungbalai melakukan pemantauan langsung ke lokasi tersebut apakah rumah tersebut layak dibedah atau tidak.
PEDOMAN WAWANCARA
Kepala Bidang Perumahan Kota Tanjungbalai a. Identitas Diri :
Nama : Ir. Harlianty Nasution
Jabatan : Kepala Bidang Perumahan Kota Tanjungbalai
Tanggal : 31 Mei 2019
Pendidikan Terakhir : S-1 b. Pertanyaan Penelitian :
1. Apakah tujuan program pelaksananaan rumah tidak layak huni dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam hal penyehatan lingkungan, sanitasi, air bersih, dan penyediaan sarana dan prasarana rumah?
Sudah pasti ya, dimana dengan dilakukan pembedahan rumah yang tidak layak dihuni agar dapat meningkatkan kesehatan penghuninya, waktu sebelum dilakukan bedah rumah MCK dan air bersih tidak ada.
2. Apakah target dan sasaran kebijakan untuk mengurangi hunian kumuh tercapai?
Bantuan yang diberikan sasarannya untuk masyarakat yang berpendapatan rendah. Untuk meyakinkan bahwa masyarakat tersebut masyarakat berpendapatan rendah, kami meminta kepada calon penerima untuk membuat surat penghasilan, karena kami kan tidak menegtahui keadaan masyarakat tersebut.
3. Apakah bantuan dana yang diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan cukup untuk memperbaiki rumah menjadi layak huni?
Ya, dana tersebut dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kota Tanjungbalai oleh anggota dewan dan setiap laporan pengeluaran diumumkan pada lokasi bedah rumah tersebut sehingga transparan. kalo
uang 15 juta, di daerah itukan masing-masking tidak sama, untuk tingkat gotong royongnya kan tidak sama, ada yang tidak ada gotong royong semuanya dinilai dengan uang, itu kan karena itu. Tapi ada juga desa yang swadayanya itu tinggi, agar RTLH itu bisa berjalan sesuai dengan harapan kami sehingga kami memberikan trik-trik kepada masyarakat, jadi pada waktu sebelum mengusulkan RTLH ini kelurahan harus pendekatan dulu dengan calon penerima bantuan, setelah itu nanti ditanyai mau buat rumah bagaimana dan diitung bahan yang udah ada .Tapi ada kalanya warganya yang mengeluh “pak saya rumahnya udah mau rubuh” tapi kepala lurah menyanggupi secara spontan tidak dilihat dulu keadaan swadayanya ada apa ngga kan kaya gitu ya, begitu di ajukan dapat 15 juta rumah yang mau diperbaiki tidak punya sanak saudara tidak punya anak, tetangga disitu swadayanya terlalu rendah ,uang 15 juta itu tidak bisa menjadi rumah yang layak huni, makanya triknya harus pendekatan dulu kepada calon penerima bantuan.
4. Apakah ada peningkatan ketahanan rumah yang baik, akses air bersih dan akses sanitasi?
Ya, dengan dibedahnya rumah tersebut penghuni dapat meningkatan kesehatannya dimana waktu dulu tidak tersedia MCK, air bersih dan sanitasi saat ini sudah tersedia.
5. Apakah program pembangunan bedah rumah dilakukan secara merata?
Belum, dikarenakan anggaran yang terbatas, jadi Dinas Perumahan Kota Tanjungbalai lebih mengutamakan masyarakat yang benar-benar tidak mampu, keadaan rumah tidak layak huni, dan dilihat dari keadaan lain.
6. Apakah masyarakat merasakan manfaat dengan adanya program perbaikan rumah tidak layak huni?
Jelas, MCK, air bersih dan sanitas yang ada saat ini dapat meningkatkan kesehatan penghuni. Jadi gini dik, program inikan buat masyarakat berpendapatan rendah, jadi program ini memang sangat membantu sekali karena untuk membangun rumah kan persiapannya butuh waktu yang lama, jadi uang terkumpulkan untuk membangun juga lama, maka dengan adanya program ini akan sangat membantu sekali dik.
7. Apakah program pembangunan bedah rumah dilakukan tepat sasaran?
Sebelum memberikan bantuan kepada pihak yang ingin dibantu kami memperhatikan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Kami kan gatau ya keadaan masyarakat sebelumnya, Lurah mengajukan proposal permohonan bantuan, karena Lurah yang paling tau kondisi masyarakat nya, setelah diperiksa berkas memenuhi syarat, Tim evaluasi perumahan turun ke lapanagn melihat kondisi rumah sudah memenuhi syarat, kemudian kami menilai kondisi rumah tersebut apakah layak mendapatkan bantuan agar bantuan diberikan tepat sasaran
8. Seberapa besar usaha yang diperlukan dalam membantu masyarakat untuk memiliki rumah layak huni?
Bantuan yang diberikan dalam bentuk material bahan bangunan yang diperlukan, jadi sebelumnya masyarakat penerima bantuan membuat proposal mengenai bahan bangunan yang diperlukan. Dengan adanya kebijakan ini, masyarakat penerima bantuan tidak salah menggunakan bantuan yang diberikan, jadi kan tujuan program tercapai untuk mengurangi rumah tidak layak huni. Masyarakat juga mengetahui bahwa biaya tukang ditanggung sama mereka dan kalo mereka mau meningkatkan kualitas rumah lebih baik lagi ya keperluan bahan lainnya ditanggung sama mereka juga.
PEDOMAN WAWANCARA
Kepala Seksi Perencanaan Perumahan Kota Tanjungbalai a. Identitas Diri :
Nama : Ikhsan, ST., MT
Jabatan : Kepala Seksi Perencanaan Perumahan Kota Tanjungbalai
Tanggal : 30 Mei 2019
Pendidikan Terakhir : S-1 b. Pertanyaan Penelitian :
1. Apakah tujuan program pelaksananaan rumah tidak layak huni dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam hal penyehatan lingkungan, sanitasi, air bersih, dan penyediaan sarana dan prasarana rumah?
Bantuan ini sasaran nya masyarakat berpendapatan rendah dan masyarakat yang punya niat untuk memperbaiki rumah nya. Dilihat dari besar nya bantuan tidak mencukupi, tetapi sangat membantu masyarakat yang bertujuan untuk memperbaiki rumah nya jauh lebih baik. Sebelum bantuan diberikan, Seksi penyediaan Perumahan menanyakan kesanggupan calon penerima bantuan jika kekurangan bahan akan ditanggung penerima bantuan.
2. Apakah target dan sasaran kebijakan untuk mengurangi hunian kumuh tercapai?
Dinas Permukiman Kota Tanjungbalai melakukan bedah rumah yang tidak layak huni salah satunya mengurangi rumah tidak layak huni selain itu juga untuk meningkatkan kesehatan masyarakat pada penghuni rumah tersebut. Bantuan yang diberikan sasarannya untuk masyarakat yang berpendapatan rendah. Untuk meyakinkan bahwa masyarakat tersebut
masyarakat berpendapatan rendah, kami meminta kepada calon penerima untuk membuat surat penghasilan, karena kami kan tidak menegtahui keadaan masyarakat tersebut.
3. Apakah bantuan dana yang diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku?
Bantuan yang diterima besarnya sama ya Rp. 15.000.000/KK, tidak ada perbedaan, kami juga gadak mengurangi jumlah nya, masyarakat juga mengetahui berapa besar nya bantuan yang mereka terima.
4. Apakah program pembangunan bedah rumah dilakukan secara merata?
Tidak, karena anggaran yang tersedia belum memadai untuk dilakukan secara merata di Kota Tanjungbalai, walaupun tingkat rumah tidak layak huni masih tinggi.
5. Apakah masyarakat merasakan manfaat dengan adanya program perbaikan rumah tidak layak huni?
Ya, tanggapan mayarakat sangat baik sekali dengan adanya program ini, merasa sangat terbantu dengan adanya program ini, karena penerima merasakan dampak langsung dari perbaikan ini walaupun masyarakat sendiri ada yang mengeluarkan uang pribadi untuk membayar tukang, karena swadaya masyarakatnya sangat rendah.
6. Apakah program pembangunan bedah rumah dilakukan tepat sasaran?
Ya, karena Dinas dalam melakukan bedah rumah melakukan beberapa tahap untuk dapat dilakukan pembedahan rumah tersebut.
7. Apakah hasil yang diinginkan telah sesuai dengan kelompok sasaran untuk masyarakat berpendapatan rendah?
Sebelum memberikan bantuan kepada pihak yang ingin dibantu kami memperhatikan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Kami kan gatau ya keadaan masyarakat sebelumnya, Lurah mengajukan proposal permohonan
bantuan, karena Lurah yang paling tau kondisi masyarakat nya, setelah diperiksa berkas memenuhi syarat, Tim evaluasi perumahan turun ke lapanagn melihat kondisi rumah sudah memenuhi syarat, kemudian kami menilai kondisi rumah tersebut apakah layak mendapatkan bantuan agar bantuan diberikan tepat sasaran.
PEDOMAN WAWANCARA
Kepala Seksi Penyediaan dan Pembiayaan Perumahan Kota Tanjungbalai a. Identitas Diri :
Nama : Sarifuddin Simangunsong
Jabatan : Kepala Seksi Penyediaan dan Pembiayaan Perumahan Kota Tanjungbalai
Tanggal : 30 Mei 2019
Pendidikan Terakhir : S-1 b. Pertanyaan Penelitian :
1. Apakah tujuan program pelaksananaan rumah tidak layak huni dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam hal penyehatan lingkungan, sanitasi, air bersih, dan penyediaan sarana dan prasarana rumah?
Bantuan ini sasaran nya masyarakat berpendapatan rendah dan masyarakat yang punya niat untuk memperbaiki rumah nya. Dilihat dari besar nya bantuan tidak mencukupi, tetapi sangat membantu masyarakat yang bertujuan untuk memperbaiki rumah nya jauh lebih baik. Sebelum bantuan diberikan, Seksi penyediaan Perumahan menanyakan kesanggupan calon penerima bantuan jika kekurangan bahan akan ditanggung penerima bantuan.
2. Apakah target dan sasaran kebijakan untuk mengurangi hunian kumuh tercapai?
Ya, Karena bantuan ini diberikan kepada masyarakat berpendapatan rendah untuk mengurangi kawasan kumuh khususnya pusat kota Tanjungbalai. Program ini kan memang untuk masyarakat yang rumahnya jauh dari kata layak, jadi kami memang semaksimal mungkin memberikan bantuannya untuk yang membutuhkan, dan kami bekerja sama dengan
pihak kelurahan setempat karena mereka yang terdekat dan yang paling tau kondisi warganya seperti apa, ya memang program ini benar-benar untuk masyarakat berpendapatan rendah.
3. Apakah bantuan dana yang diberikan sudah mencukupi untuk memperbaiki rumah menjadi layak huni?
Bantuan yang diberikan sebesar Rp. 15.000.000, secara nyata memang
Bantuan yang diberikan sebesar Rp. 15.000.000, secara nyata memang