telah diakui kiprah dan karyanya oleh berbagai kalangan civitas akademika, lembaga pendidikan, bahkan oleh negara-negara dari
A. Kejadian + dan + Tujuan + Hidup + Manusia
Al-Qur’an +memberikan +informasi +bahwa +Allah +menciptakan +manusia +dari +materi +dan +roh. +Setelah +tanah +(turāb) +–melalui +beberapa +fase +penciptaan– +menjadi +lumpur, +menjadi +tanah +liat +yang +dibentuk, +menjadi +tanah +kering +seperti +tembikar, +Allah +meniupkan +roh +kepadanya, +lalu +terciptalah +Adam.1 Hasan Langgulung, sependapat dengan ‘Abd +al-Hayy +al-Farmawy, menyatakan bahwa+pengertian +roh +yang +terkait +dengan +penciptaan +Adam +adalah +roh +dari +Allah +yang +menjadikan +manusia +memiliki +kecenderungan
1Azis Abdullah, Siswanto Masruri, and Khoiruddin Bashori. "Islamic Education and Human Construction in The Quran." Int. J. Educ. Learn (2019); Moh Mukri and Syaiful Anwar. "Quran-integrated science in the era of industrial revolution 4.0." Journal of Physics: Conference Series. Vol. 1155. No. 1. IOP Publishing, 2019; Muhammad Yusuf, Nahdhiyah, and Ismail Suardi Wekke. "Dimension of Human Perfection Based on the Quran." Opción 35.89 (2019): 402-418; Sadat Hoseini, Akram Sadat. "A Proposed Islamic Nursing Conceptual Framework." Nursing science quarterly 32.1 (2019): 49-53; Mahayudin Hj. Yahaya, "A Contribution of Muslim Scholars on the Unity of Science and Religion Based on the Holy Quran." IJUS| International Journal of Umranic Studies (2019); Ghasem Faez and Maryam Gohari. "The role of experiential sciences in translation of Quran in the field of verses of human creation." Translation Studies of Quran and Hadith 5.10 (2019): 147-179.
+pada +sifat-sifat +luhur +dan +mengikuti +kebenaran.2
+Menurut Langgulung, unsur +paling +luhur +yang +merupakan +potensi manusia +untuk +mengejawantahkan +hal-hal +luhur +dan +sifat-sifat +suci. +Inilah +yang +membuat +manusia +dapat +mencapai +keluhuran +derajat +melebihi +malaikat, +memantapkan +tujuan-tujuan +luhur +dalam +kehidupan, +dan +melengkapi +manusia +dengan +kecenderungan +pada +sumber +nilai +dan +pengetahuan +yang +menentukan +harkat +manusia.3 +Singkatnya, +roh +dari +Allah +inilah +yang +membuat +manusia +memiliki +kesiapan +untuk +mengenal +dan +beribadah +kepada-Nya, +memperoleh +ilmu +pengetahuan +dan +menggunakannya +untuk +kemakmuran +bumi, +berpegang +pada +nilai-nilai +dan +cita-cita +luhur +dalam +perilakunya, +baik +individual +maupun +sosial.
Adapun +unsur +materi +dalam +penciptaan +manusia, Langgulung sependapat dengan AN. Whitehead4 bahwa manusia mengandung +sifat-sifat +hewan +yang +tampak +dari +kebutuhan-kebutuhan +fisik +yang +mesti +dipenuhi +dan +dipuaskan +demi +menjaga +eksistensi +diri +dan +kelangsungan +hidup. +Unsur +materi +ini, +dengan +unsur +roh +yang +imateril, +berpadu +secara +bersamaan +dalam +satu +kesatuan +yang +saling +melengkapi +dan +harmonis.5
+Perpaduan +inilah +yang +membentuk +diri
2‘Abd +al-Hayy +al-Farmawy, +Mausû‘at +al-Qur’ân +al-Mutakhas}s}isah},
+Pengantar +Mahmud +Hamdy +Zaqzuq, +(Kairo: +Mat}âbi’ +al-Tijâriyyah, +2003),
+Jilid +4, +140.
3Hasan Langgulung, Beberapa Tinjauan dalam Pendidikan Islam (Jakarta: Pustaka al-Husna, 1981); Hasan Langgulung, Manusia dan Pendidikan; Suatu Analisa Psikologi dan Pendidikan (Jakarta: Pustaka al-Husna, 1992); Hasan Langgulung, Asas-Asas Pendidikan Islam, (Jakarta: Pustaka al-Husna, 2003).
4Alfred North Whitehead, The Aims of Education (New York: Ernest Benn, 1929), 23. Lihat juga tentang pentingnya pendidikan untuk membentuk kereligiusan manusia dari beberapa karya Whitehead, semisal ‚Religion and Science,‛ dalam AN. Whitehead, Science and the Modern World (London: Cambridge University Press, 1925), 224-239; AN. Whitehead, Religion in the Making (Oxford: Oxford University Press, 1927).
5Lihat ‘Abd al-Karīm ibn Ibrahim ibn ‘Abd al-Karīm ibn Khalifah ibn Ahmad ibn Mahmud al-Jili, al-Insān al-Kamīl fī Ma’rifat al-Awākhir wa al-Awā’il, (Beirut: Dar al-Fikr, 1975). Lihat juga Syafwan Rozi, "Uderstanding the Concept of Ecosufism: Harmony and the Relationship of God, Nature and Humans in Mystical Philosophy of Ibn Arabi." Ulumuna 23.2 (2019): 242-265; Nuraan Davids and Yusef Waghid, "Ibn al-Arabi’s Idea of Al-insan Al-kamil (the Perfect Human) and Democratic Education," Democratic Education and Muslim Philosophy. Palgrave Pivot, Cham, (2019); 71-79; Rini Puspitasari dan Achmad Ushuluddin. "The Concept Of Muhammad Iqbal Education Education (Godhead Perspective)." AIUA Journal of Islamic Education 1.2 (2019): 147-170.
+dan +kepribadian +manusia +secara +utuh. +Dua +unsur +dalam +diri +manusia +yang +berlawanan +ini, +acapkali +menimbulkan +pergulatan +psikologis +yang +berkelanjutan. +Adakalanya +manusia +tertarik +oleh +kebutuhan +dan +kerinduan +spiritual, +serta +hal-hal +yang +bersifat +luhur, +adakalanya +pula +justru +tertarik +dan +cenderung +pada +kesenangan +materi +dan +godaan +duniawi +yang +menjauhkannya +dari +Allah.6
+ Al-Qur’an +menggambarkan +pergulatan +ini, +misalnya, +dalam +QS. + Al-Nazi’at +[79]: +36-39:
( ٰى َرَي نَمِل ُميِح َج ۡلٱ ِت َزِّرُب َو
٦٣
( ٰىَغَط نَم اَّمَأَف )
٦٣
)
( اَي ۡنُّدلٱ َة ٰوَي َح ۡلٱ َرَثاَء َو
٦٣
( ٰى َوۡأَم ۡلٱ َىِه َميِحَجۡلٱ َّنِإَف )
٦٣
)
Dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal [nya].
Singkatnya, +Ayat di atas dalam penafsiran Langgulung bahwa dalam +diri +manusia +selalu +ada +pergulatan +antara +kebaikan +dan +keburukan, +antara +keutamaan +dan +kehinaan, +antara +ketaatan +kepada +Allah +dan +kemaksiatan +kepada-Nya.7
+Untuk +itu, +sebagaimana yang dijelaskan oleh Armai Arief maupun Suwito, bahwa Allah +membekali +manusia +dengan +menganugerahkan +akal +dan +wahyu +yang +berfungsi +untuk +membedakan +antara +kebaikan +dan +keburukan, +antara
6Deepshikha Shahi, "Introducing Sufism to International Relations Theory: A Preliminary inquiry into epistemological, ontological, and methodological pathways." European Journal of International Relations 25.1 (2019): 250-275; Shahid Bahar Hashmi and Asma Shakir Khawaja. "Sufism in Medieval Sub-continent and Contribution in Human Development." Pakistan Journal of Social Sciences (PJSS)
39.4 (2019); Koushali Fatemeh Soleymani, Azim Hamzeian, and Mahmoudreza Esfandiar. "Study of Dr. Ali Shariati’s Point of View on Mysticism and Sufism." (2019): 232-253; Bijan Bidabad and Mehdi Tabatabaei. "Slavery in Islam: An Islamic Sufi Approach." International Journal of Shari'ah and Corporate Governance Research
2.2 (2019): 1-12; Bijan Bidabad, "Social Changes: An Islamic Sufi Approach."
International Journal of Shari'ah and Corporate Governance Research 2.2 (2019): 41-53.
7Hasan Langgulung, Manusia dan Pendidikan; Suatu Analisa Psikologi dan Pendidikan, 5.
+kebenaran +dan +kebatilan.8
+Dengan +demikian +ada +nilai +kebebasan +dan +tanggung +jawab +yang +terkandung +di +dalamnya. +Kebebasan +untuk +memilih +yang +baik +atau +yang +buruk, +dan +mempertanggungjawabkan +pilihan +tersebut +kepada +Allah.9
Lebih lanjut, Arief menjelaskan bahwa inti dari kejadian dan tujuan manusia yaitu terbentuknya kesadaran terhadap hakikat dirinya sebagai hamba Allah yang diwajibkan menyembah kepadanya. Melalui kesadaran ini pada akhirnya dirinya akan berusaha agar potensi dasar keagamaan (fitrah) yang dimiliki dapat tetap terjaga kesuciannya sampai akhir hayatnya. Sehingga, hidup dalam keadaan beriman dan meninggalnya juga dalam keadaan beriman (muslim). Terbentuknya kesadaran akan fungsi dan tugasnya sebagai khalifah Allah di muka bumi dan selanjutnya dapat diwujudkan dalam kehidupannya sehari-hari. Melalui kesadaran ini seorang akan termotivasi untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, meningkatkan sumber daya manusia, mengelola lingkungannya dengan baik, dan lain-lain. sehingga pada akhirnya akan mampu memimpin dirinya dan keluarganya, masyarakat dan alam sekitarnya.10
Dasar +filosofis Hasan langgulung bahwa dalam +pendidikan +Islam, yaitu: +Pertama, +bahwa +proses +penciptaan +manusia +yang +berasal +dari +unsur +roh +dan +tanah +mengarahkan +tujuan +pendidikan +Islam +pada +upaya +meningkatkan +dan +memaksimalkan +unsur +immateri, +yang
8Armai Arief, Reformulasi Pendidikan Islam (Ciputat: CRSD Press, 2005); Armai Arief, Mahmud Yunus dan Pembaruan Pendidikan Islam Di Indonesia (Jakarta: Yayasan Citra Pendidikan Indonesia, 2002); Armai Arief, Pengantar Ilmu Metodologi Pendidikan Islam (Ciputat: Ciputat Press, 2002). Lihat juga Suwito dan Fauzan,
Sejarah Sosial Pendidikan Islam (Jakarta: Kencana, 2005); Suwito, Pengembangan Islam dan Budaya Moderat (Ciputat: YPM, 2016); Suwito, Yusuf Rahman, Izza Rohman, ‚Muslim Education and Interfaith Understanding: The Case of the Muslim College in the United Kingdom: 3rd International Conferences on Education in Muslim Society (ICEMS 2017),‛ Advances in Social Science, Education and Humanities Research, Vol. 115. No. 1 (2018); 304-309.
9S. Rijal, U. +Umiarso,‛Syari’ah +Dan +Tasawuf: +Pergulatan +Integratif
+Kebenaran +dalam +Mencapai +Tuhan.‛ +Jurnal +Ushuluddin, +25 +(2) (2017);
+124-136; +Setiawan, +Adib +Rifqi, +and +Maryam +Musfiroh. +"Pendidikan
+Karakter: +Akhlak, +Adab, +Moral +dan +Nilai." +(2019); +Ipandang, +Ipandang.
+"Filsafat +Akhlak +dalam +Konteks +Pemikiran +Etika +Modern +dan +Mistisisme
+Islam +Serta +Kemanusiaan." +Kuriositas: +Media +Komunikasi +Sosial +dan
+Keagamaan +10, +no. +1 +(2017): +1-18.
10Armai Arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, (Jakarta: Ciputat Press, 2002), 26.
+berorientasi +pada +nilai-nilai +kebajikan +dalam +diri +manusia +serta +mengontrol +unsur +materi +agar +tetap +berada +dalam +kebenaran +dan +keutamaan. Pendapat ini sependapat dengan pernyataan ‘Abd al-Raḥman al-Hanbakah Ḥasan al-Midānī.11
Kedua, +terkait +dengan +konsep +jiwa +dalam +pandangan +al-Qur’an, +maka secara filosofis, tujuan-tujuan penciptaan manusia dalam kacamata pendidikan +Islam Langgulung sepadan dengan keputusan pendidikan al-Hai’ah al-‘Āmmah lī Ta’līmi al-Kibār: Mu’tamar al-Sanawī al-Awwal lī Ta’līmi al-Kibār ‘Ainu Shams, harus +diarahkan +untuk +membentuk +kepribadian +‚nafs +mutmainnah+}‛12
+Ketiga, +Pencapaian +tujuan +pendidikan +ini +dapat +dilakukan +dengan +membantu +mengarahkan +dan +memaksimalkan +potensi +akal +peserta +didik, +yang +telah +dianugerahkan +Allah. +Secara +umum +dapat +disimpulkan +bahwa secara filosofis,tujuan +Pendidikan +Islam +menurut Langgulung seirama dengan pendapat Whitehead, adalah +memaksimalkan +potensi +yang +dimiliki +oleh +manusia, +yang +meliputi: +aspek +spiritual +(rûh}), +jasmani +(tanah), +jiwa +dan +kepribadian +(nafs +mutmainnah), +dan—dalam +batas-batas +tertentu +dapat +dikatakan, +dengan +optimalisasi +pengetahuan +(akal).13
11‘Abd al-Raḥman al-Hanbakah Ḥasan al-Midānī, al-Akhlāq al-Islāmiyyah wa Asasuhā, Jilid I (Dimashqa: Dār al-Qalami, 1999), 2-5.
12al-Hai’ah al-‘Āmmah lī Ta’līmi al-Kibār, al-Mu’tamar al-Sanawī al-Awwal lī Ta’līmi al-Kibār ‘Ainu Shams: Ta’līmi al-Kibār fī ‘Asr al-Ma’lūmātiyyah Ru’ayun wa Taujihātun (Qāhirah: Dār Ḍiyāfah, 2003); Hai’ah ‘Āmmah lī Ta’līmi al-Kibār, al-Mu’tamar al-Sanawī al-Awwal lī Ta’līmi al-Kibār ‘Ainu Shams: Taqwīm al-Tajārub wa al-Juḥūd al-‘Arabiyyah fī Majāli Maḥwi al-Ummiyyah wa Ta’līm al-Kibār
(Qāhirah: Dār al-Ḍiyāfah, 2004); al-Hai’ah al-‘Āmmah lī Ta’līmi al-Kibār, al-Mu’tamar al-Sanawī al-Awwal lī Ta’līmi al-Kibār ‘Ainu Shams: Mu’allim al-Kibār fī Qarnī al-Ḥādī wa Ishrīnā (Qāhirah: Dār al-Ḍiyāfah, 2005); al-Hai’ah al-‘Āmmah lī
Ta’līmi al-Kibār, al-Mu’tamar al-Sanawī al-Awwal lī Ta’līmi al-Kibār ‘Ainu Shams: Iqtiṣādiyyat Ta’līmi al-Kibār (Qāhirah: Dār al-Ḍiyāfah, 2007); al-Hai’ah al-‘Āmmah lī Ta’līmi al-Kibār, al-Mu’tamar al-Sanawī al-Awwal lī Ta’līmi al-Kibār ‘Ainu Shams: Taṭwīru Barāmij wa Manāhiji Ta’līmi al-Kibār fī Ḍau’i al-Jūdah (Qāhirah: Dār al-Ḍiyāfah, 2008).
13AN. Whitehead, Science and the Modern World, 224-239. Lihat juga Whitehead, Alfred North, Fay B. Karpf, and Ralph B. Winn. Psychology Classics: Science and Philosophy, The Psychology and Psychotherapy of Otto Rank, and Dictionary of Hypnosis. Open Road Media, 2019. Lihat juga John Sealey, Religious Education: Philosophical Perspectives (London: Routledge, 2019); William M. Perrine, "Religious music and free speech: Philosophical issues in Nurre v. Whitehead." Philosophy of Music Education Review 21.2 (2013): 178-196; Daniel B. Robinson, "Religion as an other (ed) identity within physical education: A scoping
Para +ulama +berbeda +pendapat +tentang +siapa +yang +dimaksud +dengan +al-insân +pada +QS. +al-Mu’minun: +12. +Banyak +yang +berpendapat +bahwa +yang +dimaksud +adalah +Adam. +Memang +ayat +selanjutnya +menyatakan +‚Kami +menjadikannya +nutfah‛. +Bagi +yang +tidak +menerima +pendapat +di +atas, +ada +yang +menyatakan +bahwa +kata +al-insân +dimaksud +adalah +jenis +manusia. +Thahir +bin +‘Asyur, +walaupun +membuka +kemungkinan +memahami +kata +al-insân +dalam +arti +Adam +a.s. +cenderung +berpendapat +bahwa +al-insân +yang +dimaksud +adalah +putra-putri +Adam +a.s.14
+ +Saripati +dari +tanah +itu +menurutnya +adalah +apa +yang +diproduksi +oleh +alat +pencernaan +dari +bahan +makanan +yang +kemudian +menjadi +darah, +yang +kemudian +berproses +hingga +akhirnya +menjadi +sperma.
Kata +nut}fah +berarti +setetes +yang +dapat +membasahi. +Ada +juga +yang +memahami +kata +itu +dalam +arti +hasil +pertemuan +sperma +dan +ovum. +Penggunaan +kata +ini +menyangkut +proses +kejadian +manusia +sejalan +dengan +penemuan +ilmiah +yang +menginformasikan +bahwa +pancaran +sperma +mengandung +sekitar +dua +ratus +juta +benih +manusia, +sedang +yang +berhasil +bertemu +dengan +indung +telur +wanita +hanya +satu +saja.
Kata +‚’alaqah‛ +terambil +dari +kata +‚‘alaqa‛ +yang +diartikan +dengan: +(a) +segumpal +darah +yang +membeku, +(b) +sesuatu +seperti +cacing, +berwarna +hitam, +terdapat +dalam +air, +yang +bila +air +itu +diminum +cacing +tersebut +menyangkut +di +kerongkongan, +dan +(c) +sesuatu +yang +bergantung +menempel. +Para +embriolog +cenderung +memahaminya +sesuatu +yang +bergantung +atau +berdempet +di +dinding +rahim. +Menurut +mereka +setelah +terjadi +pembuahan +menghasilkan +zat +baru, +yang +kemudian +terbelah +menjadi +dua, +lalu +yang +dua +menjadi +empat, +empat +menjadi +delapan, +demikian +seterusnya +berkelipatan +dua. +Sedangkan +kata +mud}ghah +berarti +mengunyah +artinya +sesuatu +yang +kadarnya +kecil +sehingga +dapat +dikunyah.
Kata +‚kasawnâ‛ +terambil +dari +kata +‚kasâ‛ +yang +berarti +membungkus. +Daging +diibaratkan +‚pakaian‛ +yang +membungkus
review of relevant literature and suggestions for practice and inquiry." European Physical Education Review 25.2 (2019): 491-511.
14Muhammad +Thahir +ibn +‘Asyur, +Tafsîr +al-Tah}rîr +wa +al-Tanwîr,
+tulang.15
+Sayyid +Quthub +menulis +bahwa +di +sini +seseorang +berdiri +tercengang +dan +kagum +di +hadapan +apa +yang +diungkapkan +al-Qur’an +menyangkut +hakikat +pembentukan +janin +yang +tidak +diketahui +secara +teliti +kecuali +setelah +kemajuan +yang +dicapai +oleh +embriologi +modern.16
+Kekaguman +itu +lahir +setelah +diketahui +bahwa +sel-sel +daging +berbeda +dengan +sel-sel +tulang, +dan +juga +setelah +terbukti +bahwa +selsel +tulang +tercipta +sebelum +sel-sel +daging +dan +bahwa +tidak +terdeteksi +adanya +satu +sel +daging +pun +sebelum +telihat +sel-sel +tulang, +seperti +yang +diinformasikan +dalam +ayat +di +atas.
Pada +tahap +selanjutnya, +kata +ansya’a +mengandung +arti +mewujudkan +sesuatu +serta +memelihara +dan +mendidiknya. +Penggunaan +kata +tersebut +dalam +menjelaskan +proses +terakhir +dari +kejadian +manusia +yang +mengisyaratkan +bahwa +proses +terakhir +itu +benar-benar +berbeda +sepenuhnya +dengan +sifat, +ciri, +dan +keadaannya +dengan +apa +yang +ditemukan +dalam +proses +sebelumnya. +Yang +berbeda +dengan +apa +yang +terjadi +setelah +proses +ansya’a. +Adalah +seorang +manusia +yang +memiliki +roh, +sifat +kemanusiaan, +potensi +untuk +berpengetahuan.17
Uniknya +adalah +adanya +terminologi +asal +penciptaan +manusia +yang +beragam; +kadang +Allah +menyebut +dari +air, +tanah +(al-t}în +atau +al-turâb), +saripati +tanah, +dan +sebagainya, +dari +materi +penciptaan, +kadang +Allah +menyebut +dari +nut}fah, +dan +kadang +dari +maniy +(min +maniy +yumnâ). +Hal +itu +sama +sekali +bukanlah +indikasi +adanya +kontradiksi +antar +ayat +satu +dengan +lainnya +atau +adanya +inkonsistensi +terminologis +sebagaimana +sinyalemen +sebagian +orientalis +dan +para +linguis +Barat. +Padahal, +justru +hal +itu
15EliAgustami, "Dimensi +Pendidikan +Dalam +Al-Qur’an: +Studi +Atas
+Ayat +Penciptaan +Manusia, +Edukasi +Komunikasi +Dan +Kisah." +JRAM
+(Jurnal +Riset +Akuntansi +Multiparadigma) +5, +No. +2 +(2018);SujiatZubaidi, "Filsafat +Pendidikan +dalam +al-Qur’an: +Dari +Penciptaan +Manusia +ke +Edukasi
+Komunikasi." +Tsaqafah +14, +no. +1 +(2018): +73-90.
16IsranBidin, +"Konsep +Dasar +Manusia +Rabbaniy." +Al-Fikra +5, +no.
+2 +(2017): +196-226; +Muhammad Saeful Amri, +"Medis +sebagai +Pendekatan
+dalam +Pengkajian +Islam +(Studi +Kasus +Aborsi)."Jurnal +Al-Qadau: +Peradilan
+dan +Hukum +Keluarga +Islam +6, +no. +2 +(2019): +195-204; NadzrahAhmad, Nurul +Syuhada, +Wan +Mazwati, +and +Wan +Yusuff. +"Quranic +Evaluation +Of
+Cedaw’s +Reproductive +Rights." International +Journal +of +Asian +Social
+Science +9, +No. +3 +(2019): +285-294.
17Muhammad +Ismail +Ibrahim, +al-Qur’ân +wa +I‘jâzuhu +al-‘Ilmiy,
+menegaskan +tanda +kemahakuasaan +Allah +dan +ketelitian-Nya +dalam +menciptakan +makhluk +yang +paling +spesifik +ini, +yaitu +manusia. +Karnea +Allah +ingin +agar +sejak +penciptaan +manusia, +selalu +bermuatan +anasir +pendidikan +secara +bertahap +menuju +pada +kesempurnaan +penciptaan +(ah}san +taqwîm).18
Menurut +Ali +al-Barr, +bahwa +penciptaan +manusia +secara +bertahap +memberi +indikasi +yang +kuat +bahwa +Allah +menginginkan +untuk +mendidik +manusia +baik +pada +aspek +raga, +rasa, +jiwa, +dan +etika +secara +bertahap +sehingga +seluruh +unsur +yang +meliputi +penciptaan +manusia +dari +semua +aspeknya +benar-benar +terpenuhi.19
+Seakan +mengamini +al-Barr, +Majid +Arshan +al-Kailani +juga +menegaskan +bahwa +penciptaan +manusia +merupakan +proses +yang +sangat +unik +dengan +karakteristik +yang +tidak +ada +pada +penciptaan +makhluk +lainnya, +karena +selain +terdapat +fase-fase +yang +membedakan, +penciptaan +itu +menjadikan +manusia +menempati +derajat +tertinggi +yang +menjadi +distingsi +yang +tegas +dengan +makhluk +lainnya, +baik +dari +aspek +penciptaan, +pendidikan +dan +perlakuannya.20
Bediuzzaman +Said +Nursi +juga +mengadaptasi +dari +ayat +tersebut +sebagai +indikasi +yang +cukup +jelas +bahwa +Allah +menabur +rahmat +dan +anugerah +utama +kepada +manusia +yang +tercermin +dalam +penciptaanNya. +Ia +menegaskan, +bahwa +manusia +sebagai +buah +dari +pohon +penciptaan +yang +berakar +sangat +kuat. +Buah +sebagai +indikator +paling +nyata +atas +produk +akhir +dari +pohon.21
+ +Seakan +Allah +ingin +mengajarkan +pada +manusia, +agar +benar-benar +mempersiapkan +untuk +membentuk +generasi +berkualitas +rabani +dengan +memperhatikan +seluruh +aspek +yang +dibutuhkan +sejak +dari +penyiapan +awal +al-turâb, +al-mâ’, +sampai +pada +hasil +buah +yang +dimakan +dan +pendidikan +pascakelahiran +secara +bertahap +dan +melalui +beberapa +fase +pendidikan. +Dari +pendidikan +yang +baik +itulah +manusia +akan +mampu
18Mohammad +Fayyadh, +I’jâz +Âyât +al-Qur’ân +fî +Bayân +Khalq + al-Insân, +(Kairo: +Dâr +alSyurûq, +1999), +35.
19Ali +al-Bar, +Khalq +al-Insân +bayna +al-T}ibb +wa +al-Qur’ân +(Riyadh:
+Dâr +li +Nasyr +wa +al-Tawzi‘, +1993), +69.
20Majid +Arshan +al-Kailani, +Falsafat +al-Tarbiyah +al-Islâmiyyah,
+Dirâsah +Muqâranah +bi +al-Falsafat +al-Tarbawiyyah +al-Mu’âsirah +(Amman:
+Dâr +al-Fath} +li +al-Dirâsât +wa +al-Nasyr, +2009).
21Said +Nursi, +Al-Matsnawiy +al-‘Arabiy +al-Nûriy +(Kairo: +Syirkah
+berkembang +secara +kompetitif +dan +survive +(min +sya’nihî +an +tabqâ +wa +tustabqâ).
Jika +menelisik +informasi +dari +al-Qur’an, +sungguh +mengagumkan. +Allah +menyebut +pertemuan +antara +sperma +dan +ovum +dengan +nut}fah +amsyâj +(QS. +76: +2). +Menarik +untuk +diketahui, +bahwa +kata +amsyâj +berbentuk +jamak, +bentuk +tunggalnya +masyaj. +Sementara +kata +nut}fah +adalah +bentuk +tunggal, +dan +jamaknya +adalah +nut}af. +Sepintas +terlihat +bahwa +redaksi +nut}fah +amsyâj +tidak +lurus, +karena +ia +berkedudukan +sebagai +ajektiva +dari +nut}fah. +Sedangkan, +dalam +gramatika +Bahasa +Arab, +sifat +harus +menyesuaikan +dari +yang +disifatinya, +jika +feminine +maka +sifatnya +pun +demikian, +dan +jika +tunggal +sifatnya +juga +tunggal, +demikian +juga +jamal +dengan +jamak.
Hasan +Langgulung +dalam +menjelaskan +tentang +hakekat +penciptaan +manusia +dan +tujuannya, +ia +menulis: +
Manusia +pada +hakikatnya +diciptakan +untuk +mengembang +tugas-tugas
+pengabdian +kepada +Penciptanya. +Agar +tugas +dimaksud +dapat
+dilaksanakan +dengan +baik, +maka +Sang +Pencipta +telah +menganugrahkan
+kepada +manusia +seperangkat +potensi +yang +dapat +ditumbuhkembangkan.
+Potensi +yang +siap +pakai +tersebut +dianugrahkan +dalam +bentuk
+kemampuan +dasar, +yang +hanya +mungkin +berkembang +secara +optimal
+melalui +bimbingan +dan +arahan +yang +sejalan +dengan +petunjuk +Sang
+Penciptanya.22 +
Hasan Langgulung secara terperinci menjelaskan bahwa kejadian manusia dan tujuan hidupnya berlandaskan pada firman Allah, ‚Tiadalah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar supaya mereka menyembah kepadaKu,‛ (QS. 51: 56). juga firman-Nya, ‚Itualah Dia Allah, Tuhanmu. Tiada Tuhan kecuali Dia. Pencipta segala sesuatu, oleh sebab itu sembahlah Dia,‛ (QS. 6: 103). Harus ditekankan di sini, pertama kali, bahwa menyembah dalam dua ayat al-Qur’an tersebut itu tidak dimaksudkan sebagai upacara sembahyang yang biasa dipahami. Jauh lebih luas dari pengertian itu, pendeknya meliputi segala tingkah laku manusia. Sebagaimana ayat yang selalu di baca ketika shalat, ‚Sesungguhnya Shalatku, ibadah Hajiku, hidupku, dan matiku semuanya adalah untuk Allah, Tuhan seru sekalian alam.‛ Jadi, ibadah dalam pengertian yang luas inilah tujuan manusia diciptakan, atau tujuan hidup manusia. Itu jugalah yang sepatutnya harus menjadi tujuan utama pendidikan Islam. Dengan kata lain, pendidikan Islam bertujuan menciptakan manusia yang akan menyembah Allah dalam
22Hasan +Langgulung, +Pendidikan +Islam +Menghadapi +Abad +Ke-21,
segala tingkah-lakunya. Tiada terkecuali ia sebagai professor atau dokter, atau administrator, atau apapun yang lainnya.23
Statamen +di +atas +sejalan +dengan +penjelasan +Suhartono +Suparlan, +sebagai +berikut: +Dengan +kemampuan +pengetahuan +yang +benar, +manusia +berusaha +menjaga +dan +mengembangkan +kelangsungan +hidupnya. +Manusia +berusaha +mengamalkan +pengetahuannya +di +dalam +perilaku +sehari-hari. +Persoalan +pendidikan +adalah +persoalan +yang +lingkupnya +seluas +persoalan +kehidupan +manusia. +Masalah +kehidupan +secara +kodrati +melekat +pada +tubuh +dalam +diri +manusia. +Secara +langsung +atau +tidak, +setiap +kegiatan +hidup +manusia +selalu +mengandung +arti +dan +fungsi +pendidikan. +Jadi, +antara +manusia +dan +pendidikan +terjalin +hubungan +kausalitas. +Karena +manusia, +Pendidikan +mutlak +ada, +dan +karena +pendidikan, +manusia +semakin +menjadi +diri +sendiri +sebagai +manusia +yang +manusiawi.24
Manusia +pada +hakekatnya +sama +saja +dengan +mahluk +hidup +lainnya, +yaitu +memiliki +hasrat +dan +tujuan. +Ia +berjuang +untuk +meraih +tujuannya +dengan +didukung +oleh +pengetahuan +dan +kesadaran. +Perbedaan +antara +keduanya +terletak +pada +dimensi +pengetahuan, +kesadaran +dan +keunggulan +yang +dimiliki +manusia +dibanding +dengan +makhluk +lain. +Manusia +sebagai +salah +satu +makhluk +yang +hidup +di +muka +bumi +merupakan +makhluk +yang +memiliki +karakter +paling +unik. +Manusia +secara +fisik +tidak +begitu +berbeda +dengan +binatang, +sehingga +para +pemikir +menyamakan +dengan +binatang. +Letak +perbedaan +yang +paling +utama +antara +manusia +dengan +makhluk +lainnya +adalah +dalam +kemampuannya +melahirkan +kebudayaan. +Kebudayaan +hanya +manusia +saja +yang +memilikinya, +sedangkan +binatang +hanya +memiliki +kebiasaan-kebiasaan +yang +bersifat +instinctif.
Kejadian manusia dan tujuan hidup manusia dari pemikiran Hasan Langgulung mengoreksi atas pendapat-pendapat para pemikir filsafat dan pendidikan dunia Barat. Ketika mengkaji+tentang +manusia +maka para pakar tersebut +mengemukakan+berbagai +macam +perspektif, +ada +yang +mengatakan +manusia +adalah +hewan +rasional +(animal +rasional) +dan +pendapat +ini +dinyakini +oleh +para +filosof.25
+Sedangkan +yang +lain
23Hasan +Langgulung, +Manusia dan Pendidikan…. .,4.
24 +Suhartono +Suparlan, +Filsafat +Pendidikan +(Yogyakarta: +Ar-Ruz,
+2007),56.
25Robert Goggs, et al. "American College of Veterinary Emergency and