1.Pankreas anulare
Tonjolan ventral dan dorsal pancreas yang melingkari duodenum membentuk anular (cincin kecil) shg menyebabkan terjadinya obstruksi duodenum.
Gejala dan tanda obstruksi duodenum: nyeri perut, mual,muntah berwarna hijau. 2. Pankreas heterotopik dimana jaringan pancreas dapat ditemukan hampir sepanjang saluran cerna, tp paling sering di lambung dan divertikulum Meckel. 3.Pankreas divisum: Sistem saluran santorini dan wirsung tidak berhubungan shg bpankreas bgn dorsal dan ventral bermuara di duodenum scr terpisah.
4.Pankreas fibrokistik: kisat pancreas.
Trauma
Trauma tumpul pancreas terjadi akibat pancreas yang letaknya terfiksasi (inget retroperitoneal) sehingga mudah terjepit di antara tulang vertebra di belakang sebagai landasannya.
Trauma tajam oleh pisau biasanya menimbulkan kerusakan yang tidak terlalu hebat disbanding dengan trauma tumpul.
Trauma akibat peluru dapat menimbulkan kerusakan yang bergantung pada pelurunya.
Keluhan nyeri yang kontinu disertai dengan rangsangan peritoneum, demam, serta ileus paralitik
Diagnosis:
Laparatomi eksplorasi atas indikasi (perdarahan intraabdomen) dilakukan untuk meemastikan adanya kerusakan pancreas.
USG dan CT scan sangat membantu menentukan diagnose kelainan pancreas. Pemeriksaan lavase peritoneal diagnostic dapat membantu menegakkan diagnosis bila ditemukan cairan atau sel darah merah berjumlah 100.000 sel/mm3 dengan kadar amylase yang tinggi.
Pankreatitis
Pankreatitis akut Patologi:
Radang pancreas yang disebabkan kebanyakan bukan karena infeksi bakteri atau virus, namun akibat autodigesti oleh enzim pancreas yang keluar dari saluran pancreas. Faktor sumbatan saluran pancreas yang menyebabkan refluks diduga kuat sebagai penyebabnya.
Pankretitis dapat berupa: 1. Pankreatitis akut
Adalah inlamasi akut pada pancreas yang disertai oleh gangguan pada berbagai organ jauh lainnya seperti paru,ginjal dan jantung. Terdapat dua bentuk patologis dari Pankreatitis akut yakni:
pankreatitits ringan atau intersitiel atau udematus: yang ditandai oleh adanya edema intersitiel dan infiltrasi sel PMN
pankreatitis berat: yang ditandai oleh nekrosis fokal atau difus
Pankreatitis ringan dapat sembuh sendiri tanpa adanya komplikasi organ lain, sebaliknya pancreatitis berat sering disertai dengan infeksi dan gangguan sistemik (kegagalan faal paru,ginjal, jantung)
2. Pankreatitis kronik
Pankreatitis yang sifatnya progresif,menetap dan berulang. Pada pancreatitis kronik, terjadi kerusakan parenkim dan system duktus pancreas yang tak berpulih dan disertai fibrosis.
Patogenesisnya tidak jelas meskipun ketagihan alcohol sering berperan kausal.
Etiologi
1. Salah satu yang menyebabkan tersumbatnya saluran empedu ialah batu empedu (kolelitiasis) yang menyebabkan trauma sewaktu pasase batu. 2. Garam empedu yang yang mengalami konjugasi dan lisolesitin juga mrp
factor kausal pancreatitis akibat refluks caian empedu ke dalam saluran pancreaskerusakan ddg pancreasautodigesti.
3. Penggunaan alcohol berlebihan. Alkohol menambah konsentrasi protein dalam cairan pancreas dan mengakibatkan endapan yang merupakan inti untuk terjadinya kalsifikasi yang selanjutnya menyebabkan tekanan
intraduktal lebih tinggi. Selain itu defisiensi protein pada peminum alcohol menyebabkan degenerasi, atrofi, dan fibrosis pancreas yang sering
berakhir dengan pancreatitis kronik.
4. Pankreatitis pascabedah dapat disebabkan oleh lengan lintang pipa penyalir T yang terlalu panjang melewati sfingter oddi, operasi
gastrektomi, dan cedera saluran pancreas atau pembuluh darah sewaktu operasi.
5. Kadang ditemukan hubungan antara penyakit hiperparaitroidi dengan pancreatitis. Dalam keadaan ini, gejala pancreatitis dapat merupakan tanda pertama dari hiperparatiroidi.
6. Spasme dan sumbatan pembuluh darah arteri,
7. Bermacam-macam racun spt metilakohol,seng oksida,kobal klorida,dan klortiazid dapat menyebabkan kerusakan pada pancreas.
8. Virus coxsackie dapat menyebabkan pancreatitis.
Gambaran klinis
Serangan pancreatitis biasanya timbul setelah makan kenyang atau setelah minum alcohol. Serangan berupa nyeri di pertengahanh epigastrium dan
menembus ke belakang . Keluhan lian seperti muntah tanpa didahului mual saat lambung kosong.
Pemeriksaan fisik:
1. Perut tegang (defans muscular) dan nyeri-nyeri tekan. 2. Demam,takikardia,dan leukositosis.
3. Syok terjadi bila banyak darah dan cairan yg hilang apalagi bilas disertai muntah.
4. Rangsangan cairan pancreas menyebar ke perut bawah atau ke rongga dada kiriefusi pleura kiri.
5. Tanda ileus paralitik
6. Gangguan fungsi ginjal akut dapat pula ditemukan.
7. Ikterus akibat pembengakakan hulu pancreas atau hemolisis sel darah merah.
8. Tetani timbul bila terjadi hipokalsemia
9. Tanda yang menunjukkan luasnya perdarahan retroperitoneal: 9.1. Tanda culenbercak darah daerah pusar
9.2. Tanda gray-turnerperubahan warna di daerah perut samping berupa bercak darah.
Pemeriksaan laboratorium 1.Kadar amilase
Kadar amylase darah yang tinggi dan juga amylase urin dalam dua jam yang meninggi menyokong diagnosis pancreatitis akut. (kadar amylase cairan
peritoneum meninggi pd hr ke-3; kadar amylase dlm serum plg tinggi pd hr ke-2 dan ke-4; kadar amylase urin meninggi bersama dgn kadar amylase serum namun penurunan kadarnya lebih lambat)
Namun karena kolestitis akut,perforasi ulkus peptikum, obstruksi strangulasi usus halus, kehamilan ektopik,parotitis epidemika dan demam dengue juga memiliki kadar amylase serum yang meningkat, maka yang lebih meningkatkan rasio diagnosis rasio amylase dan bersihan kreatinin, yaitu dapat dipastikan tidak ada pancreatitis bila lebih dari 5.
2.Kadar kalsium turun lebih kecil dari 7,5 mg/dl prognosis pancreatitis akut berat.
3. Kadar lipase serum lebih spesifik daripada amylase karena hanya dihasilkan oleh pancreas .
4. Peningkatan serum alanin transferase >150Ul/l memiliki spesifitas 96% untuk mendiagnosis pancreatitis karena batu empedu.
5. Kadar gula darah dapat meninggi atau normal. Pemeriksaan Pencitraan
1. Ultrasonik ekografi
2. CT scan: pemeriksaan terbaik karena dapat dilihat adanya nekrosis,abses,maupun pancreatitis tanpa nekrosis.
Prognosis:
Prognosis dapat diramalkan berdasarkan tanda pada waktu pemeriksaan pertama dan 48 jam kemudian menurut criteria Ranson.
Kriteria Ranson:
Dapt dilihat di de joong hal 601 tabel 33-3. Penatalaksanaan:
1. Pemberian cairan dan elektrolit
2. Transfusi darah pd pancreatitis hemoragik
3. Pemberian insulin dosis rendah bila ada hiperglikemia 4. Pemberian kalsium glukonat bila kalsium serum menurun.
5. Antibiotik diberikan krn ada kemungkinan terjadi abses pancreas 6. Analgesik
7. Pengambilan batu empedu dgn koledokotomi bila penyebabnya ialah batu empedu.
8. Tindak bedah: debridement pada bagian nekrotik,mencuci dan membilas sebersih mungkin rongga peritoneum dari bairan pancreas,disertai
pemasangan beberapa penyalir. Secara singkat alur penangannya sbb;
Pasien dipuasakan utk mengistirahatkan pancreaspasang infuseNGTAntibiotikPantau cairan dan
elektrolit,hipokalsemia,ventilkasiLaparotomi(debridement dan penyaliran) Komplikasi:
1. Yang paling sering ialah: syok dan kegagalan fungsi ginjal. Hal ini
disebabkan karena pengeluaran enzim proteolitik yang bersifat vasoaktif dan menyebabkan perubahan kardiovaskular serta perubahan sirkulasi ginjal.
2. Kegagalan fungsi paru kadang terjadi. Hal ini dikarenakan adanya toksin yg merusak jaringan paru menyebabkan ARDS, selain itu juga terjadi efusi pleura umumnya di sebelah kiri.
3. Nekrosisabsesinfeksi sekunder menjadi syok septic. 4. Komplikasi perdarahan.
5. Pseudokista pancreas daoat timbui setelah lebih dua minggu perjalanan pancreatitis akut. Kista semu ini terjadi karena pengumpulan cairan pancreas yang dikelilingi oleh membrane jaringan ikat.
6. Kalsifikasi pancreas,DM sekunder dan steratore pd pancreatitis alcohol.