HASIL PENELITIAN
B. Deskripsi Temuan Penelitian
6) Kemampuan membayar
Suatu perusahaan akan berkembang dengan baik jika pengolahan keuangannya juga baik. Perusahaan harus mampu melihat pendapatan dan pengeluaran usahanya untuk menentukan gaji karyawannya. Jika perusahaan tidak memiliki banyak pendapatan, hendaknya meminimalkan gaji karyawannya agar tidak terjadi kerugian.
commit to user
Seperti pendapat yang disampaikan informan II dalam wawancara pada tanggal 26 Juni 2012,
Kerja disini itu gajinya paling lumayan mbak dibanding dengan perusahaan lainnya. PT. Kusumahadi ini salah satu pabrik tekstil terbesar mbak, istilahnya udah majulah mbak. Jadi, perusahaan berani memberikan gaji yang lebih besar.
Senada dengan pendapat informan VIII dalam wawancara pada tanggal 10 Juli 2012, “PT. Kusumahadi ini merupakan perusahaan tekstil yang sudah berkembang mbak, disini kompensasi yang diberikan lebih besar mbak dibanding dengan perusahaan tekstil lainnya yang lebih kecil.
Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti di PT. Kusumahadi Santosa bahwa, PT. Kusumahadi Santosa telah melakukan pemasaran produknya di dalam negeri sampai keluar negeri. Hal tersebut membuat PT. Kusumahadi Santosa menjadi salah satu perusahaan tekstil yang cukup besar, sehingga perusahaan mampu memberikan kompensasi yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan tekstil lainnya.
Dari hasil wwancara dan observasi dapat kita ketahui bahwa dalam menentukan besarnya kompensasi yang diberikan karyawan telah memperhatikan faktor kemampuan membayar perusahaan.
2. Peranan Pemberian Kompensasi Dalam Peningkatan Motivasi Kerja di PT. Kusumahadi Santosa Bagian Produksi Departemen Weaving
Kompensasi mempunyai peran yang sangat vital dalam peningkatan motivasi kerja. Pemberian kompensasi yang adil dan tepat akan berpengaruh pada produktivitas kerja karyawan. Kompensasi dapat dikatakan berperan dalam peningkatan motivasi kerja jika semua sistem yang ada telah terlaksana dengan baik dan seimbang. Peranan kompensasi dalam peningkatan motivasi kerja yaitu untuk memenuhi standar sistem gaji dan upah, memberikan insentif tambahan, serta memberikan kompensasi pelengkap. Peran kompensasi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
commit to user
a) Memenuhi standar sistem gaji dan upah
Dalam pemberian gaji dan upah PT. Kusumahadi Santosa mempunyai beberapa sistem yang dimana sistem tersebut digunakan sebagai penentu pemberian kompensasi. Hal tersebut sesuai dengan pendapat informan II dalam wawancara pada tanggal 26 Juni 2012, “Dalam sistem penggajian di PT. Kusumahadi ini mbak, dilihat dari tingkat prestasi kerjannya, dan masa kerjanya mbak, semakin lama karyawan bekerja disini akan dikasih tunjangan masa kerja.
Berdasarkan observasi yang telah peneliti lakukan di PT. Kusumahadi Santosa, bahwa perusahaan telah melaksanakan sistem penggajian dengan melihat prestasi kerja yang dimiliki oleh karyawan. Hal tersebut ditunjukkan dari adanya perbedaan jumlah gaji yang diterima oleh karyawan (operator mesin) dan karyawan (teknisi mesin) dimana karyawan teknisi dianggap mempunyai prestasi kerja karena pelaksanaan pekerjaannya butuh keahlian khusus.
Selain itu, indikator dari terpenuhinnya sistem gaji dan upah juga diperkuat adanya dokumen (Perjanjian Kerjasama PT. Kusumahadi Santosa dengan Serikat Pekerja Nasional PT. Kusumhadi Santosa) tentang sistem penggajian dan pengupahan. Dalam dokumen tersebut telah disebutkan semua bentuk-bentuk dari kompensasi dan aturan-aturan yang menentukan pemberian kompensasi.
Dari hasil wawancara, observasi, serta dokumen yang ada peneliti dapat menyimpulkan bahwa indikator dari peranan kompensasi terkait dengan standar sistem gaji dan upah telah terpenuhi sebagaimana mestinya.
b) Memberikan insentif tambahan
Adanya pemberian insentif tambahan dalam perusahaan akan memberi keuntungan bagi perusahaan. Dengan perkataan lain, jika insentif tidak diberikan sebenarnya perushaan akan mengalami kerugian. Kerugian yang mungkin timbul karena terjadinya penurunan semangat dan gairah
commit to user
kerja yang berakibat pada kelancaran produksi. Seperti pernyataan informan I dalam wawancara 20 Juni 2012,
Untuk meningkatkan semangat kerja karyawan mbak, kita pihak perusahaan telah memberikan premi produksi. Premi produksi ini diberikan jika karyawan mampu bekerja mencapai bahkan melebihi dari target yang telah ditentukan. Biasanya premi ini diberikan setiap tanggal enam mbak.
Senada dengan pendapat informan XI dalam wawancara pada tanggal 10 Juli 2012, “Disini ada mbak uang tambahan, namanya itu premi produksi. Premi itu diberikan setiap tanggal enam, jika hasil produksi mencapai target yang ditentukan oleh perusahaan mbak, itu yang bikin semangat kerja mbak.
Berdasarkan observasi yang telah peneliti lakukan di PT. Kusumahadi Santosa pada Bagian Produksi Unit Weaving, bahwa pada bagian tersebut telah memberikan insentif tambahan berupa premi produksi untuk pencapaian hasil produksi sesuai target yang ditentukan. Selain itu, masih banyak insentif-insentif tambahan lainnya seperti insentif untuk tenaga ahli dan insentif untuk karyawan yang berprestasi.
Hasil wawancara dan observasi tersebut dapat diperkuat dengan adanya dokumen (Perjanjian Kerjasama PT. Kusumahadi Santosa dengan Serikat Pekerja Nasional PT. Kusumhadi Santosa) tentang tunjangan-tunjangan yang diberikan pada karyawan diluar gaji pokok, dimana tunjangan-tunjangan itu diberikan sesuai dengan penilaian hasil kerja.
Dari hasil wawancara, observasi dan dokumen yang ada maka dapat diketahui bahwa karyawan merasa semangat dalam bekerja dengan adanya insentif tambahan yang diberikan oleh pihak perusahaan. Karyawan merasa puas atas pencapaian hasil kerjanya dan merasa dihargai atas kemampuan yang dimilikinya.
c) Memberikan kompensasi pelengkap
Kompensasi akan semakin berperan jika terdapat kompensasi pelengkap didalamnya. Kompensasi pelengkap dinilai mampu
commit to user
memberikan pengaruh positif baik bagi karyawan maupun bagi perusahaan. Adanya kompensasi pelengkap, dimaksudkan agar karyawan merasa sejahtera dan tercukupi kebutuhannya sehingga mampu bekerja dengan maksimal. Seperti pendapat yang dipaparkan informan IV dalam wawancara pada tanggal 29 Juni 2012,
Yang menjadikan saya bertahan kerja disini karena saya merasa nyaman mbak, soalnya disini saya mendapatkan jaminan kesehatan, dapat uang pensiun juga mbak, dan disini kita disediakan koperasi karyawan untuk simpan pinjam yang lumayan kecil bunga pinjamnya mbak.
Berdasarkan observasi yang telah peneliti lakukan di PT. Kusumahadi Santosa pada Bagian Produksi Unit Weaving, bahwa semua karyawan telah mendapatkan kompensasi pelengkap berupa jaminan kesehatan dan perusahaan juga telah menyediakan fasilitas makan, fasilitas kendaraan antar jemput, serta program rekreasi.
Dari hasil wawancara dan observasi diatas dapat diperkuat dengan adanya dokumen (Perjanjian Kerjasama PT. Kusumahadi Santosa dengan Serikat Pekerja Nasional PT. Kusumhadi Santosa) tentang sistem pemberian tunjangan dan fasilitas. Dalam dokumen tersebut telah dijelaskan hak-hak yang didapat oleh karyawan.
Indikator-indikator eksistensi kompensasi diatas menunjukkan bahwa kompensasi yang diberikan PT. Kusumahadi Santosa telah terpenuhi. Selanjutnya, untuk mengetahui peranan kompensasi yang paling menonjol yaitu kompensasi sebagai alat motivasi bagi karyawan, berikut ini disajikan analisis data lebih lanjut.
Motivasi kerja karyawan merupakan hal terpenting bagi perusahaan dalam menjalankan produksinya. Dengan adanya motivasi kerja yang tinggi pada karyawannya maka perusahaan mampu mencapai target produksi yang ditentukan dengan kualitas yang baik pula. Indiktor yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat motivasi kerja yaitu dengan terpenuhinya kebutuhan fisik, adanya rasa aman dan selamat dalam bekerja, adanya
commit to user
kebutuhan sosial, terpenuhinya kebutuhan akan penghargaan, dan terpenuhinya kebutuhan perwujudan diri.
a) Terpenuhinya kebutuhan fisik
Indikator dari tercapainya motivasi kerja yaitu terpenuhinya kebutuhan fisik. Kebutuhan fisik disini ditunjukkan dari pemberian gaji yang layak, pemberian premi, fasilitas makan, dan uang lembur. Hal tersebut sesuai dengan pendapat informan VI dalam wawancara pada tanggal 6 Juli 2012,
Saya merasa senang bekerja disini, salah satunya karena disini gajinya sudah sesuai UMK pemerintah mbak, selain itu yang membuat saya semangat dalam bekerja karena adanya uang lembur dan premi. Pokoknya disini itu semuanya ada mbak, dihargai semua.
Senada dengan pendapat yang diungkap informan V dalam wawancara pada tanggal 29 Juni 2012,
Saya sudah cukup puas bekerja disini mbak, dan tidak ada keinginan untuk pindah pekerjaan, karena apa yang saya dapat disini sudah lebih dari cukup. Belum tentu mbak ditempat lain memberikan gaji yang sesuai UMK, belum tentu juga saya mendapat premi seperti yang saya dapat disini mbak.
Dari kedua hasil wawancara tersebut dapat diperkuat dengan adanya dokumen (Perjanjian Kerjasama PT. Kusumahadi Santosa dengan Serikat Pekerja Nasional PT. Kusumahadi Santosa) yang menyatakan bahwa besarnya gaji pokok yang diberikan oleh karyawan disesuaikan berdasarkan UMK yang berlaku.
Hasil observasi yang telah peneliti lakukan di PT. Kusumahadi Santosa menunjukkan bahwa karyawan yang bekerja di PT. Kusumahadi Santosa rata-rata puas dan senang bisa bekerja disana. Bukti rasa puas dan senang karyawan yaitu dapat dilihat dari rendahnya tingkat perpindahan karyawan dan kebanyakan karyawan mampu menyekolahkan anak-anaknya sampai keperguruan tinggi dari hasil kerja di PT. Kusumahadi Santosa. Karyawan juga selalu mampu menyelesaikan target produksi
commit to user
yang telah ditentukan. Karyawan merasa mereka harus memberikan yang terbaik untuk perusahaan karena perusahaan telah memenuhi apa yang karyawan inginkan.
Dari hasil wawancara, observasi dan dokumen yang ada dapat diketahui bahwa karyawan PT. Kusumahadi Santosa telah merasa puas dan semangat dalam bekerja karena mereka menyadari bahwa perusahaan telah memenuhi apa yang karyawan inginkan yaitu gaji yang layak.
b) Adanya rasa aman dan selamat dalam bekerja
Salah satu indikator dari tercapainnya motivasi kerja yaitu dengan adanya perasaan aman dan selamat dari karyawan. Karyawan lebih termotivasi dalam bekerja jika karyawan mendapatkan rasa aman dalam melaksanakan tugasnya. Hal tersebut sesuai dengan pendapat informan II dalam wawancara pada tanggal 26 Juni 2012,
Karyawan termotivasi karena dia merasa nyaman dalam bekerja mbak, soalnya karyawan merasa segala sesuatunya telah ditanggung oleh pihak perusahaan. Dengan adanya tunjangan kesehatan, karyawan tidak akan merasa resah, karena semua sudah ditanggung mbak.
Senada dengan pendapat informan VIII dalam wawancara pada tanggal 10 Juli 2012, “Saya selama bekerja disini sangat merasa aman dan tenang mbak, karena semua fasilitas telah disediakan oleh perusahaan, selain itu kesehatan saya dan keluarga saya juga sudah dijamin sama perusahaan”.
Kedua pendapat tersebut dapat diperkuat dengan adanya dokumen (Perjanjian Kerjasama PT. Kusumahadi Santosa dengan Serikat Pekerja Nasional PT. Kusumhadi Santosa) tentang fasilitas dan tunjangan apa saja yang wajib diperoleh karyawan. Fasilitas dan tunjangan tersebut telah diperhitungkan supaya karyawan merasa aman dan terjamin keselamatannya saat bekerja.
Berdasarkan observasi yang telah peneliti lakukan di PT. Kusumahadi Santosa, menunjukkan bahwa rata-rata karyawan sangat
commit to user
senang dan bersemangat bekerja di PT. Kusumahadi Santosa. Karyawan merasa senang atas pekerjaannya karena karyawan telah mendapatkan fasilitas yang karyawan butuhkan.
Dari hasil wawancara, observasi dan dokumen yang ada dapat diketahui bahwa karyawan merasa senang dan bersemangat dalam bekerja karena karyawan merasa aman dan terjamin keselamatannya dalam bekerja.
c) Terpenuhinya kebutuhan sosial
Karyawan mempunyai tujuan dalam bekerja yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut karyawan akan melakukan segala cara agar mendapatkan apa yang diinginkan yaitu kompensasi. Selain untuk mendapatkan kompensasi, karyawan bekerja juga harus nyaman dalam lingkungan kerjanya. Hubungan kerja yang baik antar karyawan maupun dengan atasan akan menjadi salah satu semangat bagi karyawan dalam bekerja. Hal tersebut sesuai dengan pendapat informan XI dalam wawancara pada tanggal 10 Juli 2012,
Selain gaji dan tunjangan-tunjangan, yang memotivasi saya kerja itu anu mbak, karena saya ngerasa nyaman sama temen-temen, terus lagi pemilik perusahaan ini kan orang pribumi mbak, jadi beliau sangat ramah sama semua karyawannya dan tidak membeda-bedakan yang mempunyai jabatan sama karyawan biasa seperti saya ini.
Senada dengan pendapat informan VI dalam wawancara pada tanggal 6 Juli 2012,
Disini itu enaknya kita para karyawan mempunyai tabungan sendiri mbak dari serikat pekerja, selain itu karyawan juga mempunyai koperasi simpan pinjam sendiri mbak, jadi kalo kita mau pinjam uang dikoperasi bisa mbak, bungannya kecil mbak dan bayarnya itu semampunya kita. Pas kita nerima uang ditari mbak, mau berapa tahun gitu.
Kedua pendapat tersebut diperkuat oleh pendapat informan VII, “Dulu saya sebelum bekerja di sini itu rasanya minder mbak sama
commit to user
lingkungan, malu ditanyai terus kerja di mana gitu. Tapi setelah saya kerja, saya lebih sering ikut kegiatan-kegitan di lingkungan masyarakat dan lingkungan perusahaan.
Hasil observasi yang telah peneliti lakukan di PT. Kusumahadi Santosa bahwa karyawan merasa nyaman dalam bekerja karena adanya rasa kekeluargaan antar karyawan, itu ditunjukkan dari kerjasama yang baik antar bagian. Dapat dilihat juga adanya program tabungan dan koperasi dari pihak serikat pekerja yang dimana koperasi simpan pinjam tersebut disedikaan untuk memenuhi kebutuhan para karyawan dan untuk mengumpulkan karyawan dalam sebuah pertemuan rutin guna mempererat rasa kekeluargaan. Selain itu KAUR setiap bagian selalu menampung keluh kesah serta pendapat dari semua bawahannya, sehingga karyawan tidak ada yang ragu maupun takut untuk menyampaikan unek-uneknya.
Dari hasil wawancara dan hasil observasi dapat diketahui bahwa telah terjalin hubungan yang baik antar karyawan bahkan antara atasan dan bawahan. Suasana tersebut dapat dilihat dari adanya kerjasama yang baik antar bagian. Selain itu karyawan juga merasa lebih percaya diri dan diterima di lingkungan masayarakatnya.
d) Terpenuhinya kebutuhan akan penghargaan dan pengakuan
Setiap karyawan pasti menginginkan pengakuan atas hasil kerjanya. Jika seorang karyawan yang mempunyai suatu prestasi kerja yang baik maka karyawan tersebut berhak mendapatkan penghargaan atas apa yang telah dicapainnya. Penghargaan itu harus diberikan guna mendongkrak semangat kerja karyawan. Seperti pendapat yang disampaikan informan III dalam wawancara pada tanggal 26 Juni 2012,
Kalo dihormati ya, semua orang itu kan harus saling menghormati to mbak, tapi ya semenjak saya kerja di Kusumahadi lebih percaya diri aja mbak, lebih disegani sama temen-temen di rumah. Suatu kebanggan bisa kerja di sini mbak, soalnya banyak yang menginginkan kerja di sini. Selain gajinya tinggi, Kusumahadi memiliki citra yang baik di masyarakat.
commit to user
Senada dengan pendapat yang disampaikan informan II dalam wawancara pada tanggal 26 Juni 2012,
Saya udah cukup lama mbak jadi operator di sini, sejak Kusumahadi berdiri, ya berhubung kinerja saya baik saya diangkat jadi KAUR Shift. Walaupun tanggung jawabnya besar, tapi lebih dihormati mbak, kan saya sudah punya bawahan.
Hasil observasi yang telah peneliti lakukan di PT. Kusumahadi Santosa menunjukkan bahwa dalam lingkungan kerja para karyawan memiliki rasa saling menghormati, baik dari atasan kebawahan ataupun sebaliknya. Selain itu karyawan yang bekerja di PT. Kusumahadi Santosa, mereka merasa lebih disegani dalam lingkungan di mana mereka tinggal, karena PT. Kusumahadi dipandang masyarakat sebagai perusahaan tekstil yang selalu memperhatikan kesejahteraan karyawan. Adanya rasa menghormati dari atasan kebawahannya yaitu ditandai dengan diadakannya pertemuan rutin guna membahas hasil kerja tiap karyawannya. Jika karyawan yang hasil kerjanya baik maka akan diberikan penghargaan dan pengakuan atas kerjannya, sebaliknya jika ada karyawan yang lalai dalam kerjanya maka akan diberi teguran. Sedangkan rasa menghormati dari bawahan keatasan ditandai dari kedisiplinan dalam berseragam maupun menjaga tingkah laku dalam bekerja.
Dari hasil wawancara dan observasi tersebut dapat disimpulkan bahwa karyawan telah terpenuhi kebutuhannya akan penghargaan dan pengakuan baik dari lingkungan internal kerjanya maupun dari lingkungan masyarakat di mana mereka tinggal. Penghargaan dan pengakuan yang karyawan dapat dari lingkungan kerjanya yaitu adanya rasa saling hormat menghormati antara atasan dan bahawahan serta sebaliknya. Sedangkan penghargaan dan pengakuan yang karyawan dapat dari lingkungan masyarakat yaitu dengan lebih dihargainya mereka karena telah bekerja di perusahaan dengan citra yang baik.
commit to user
e) Terpenuhinya kebutuhan perwujudan diri / Aktualisasi
Tujuan karyawan dalam bekerja selain untuk memperoleh kesejahteraan hidup juga untuk memperoleh perwujudan diri. Perwujudan diri tersebut diperoleh dari sifat pekerjaan yang menantang sehingga akan mengerahkan karyawan tersebut untuk memiliki suatu kecakapan, kemampuan, keterampilan dan potensi. Untuk memenuhi kebutuhan ini biasanya perusahaan akan mengadakan pelatihan. Seperti pendapat yang disampaikan informan V dalam wawancara pada tanggal 29 Juni 2012,
Untuk meningkatkan ketrampilan karyawan mbak, kita mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan sesuai dengan bidangnya masing-masing mbak. Setiap karyawan pasti akan mendapatkan gilirannya masing-masing. Ya dengan adanya pelatihan itu kita jadi tertantang untuk mencoba kegiatan-kegiatan baru yang kita dapat dari pelatihan tersebut.
Senada dengan informan VIII dalam wawancara pada tanggal 10 Juli 2012,
Sudah mbak, kita disini telah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan yang diadakan oleh perusahaan. Biasanya gak bareng mbak pelatihan itu, semisal bulan ini ada pelatihan untuk operator mesin, jadi yang mengikuti ya hanya karyawan bagian operator. Ntar beda bulan lagi beda bidang lagi mbak.
Kedua pendapat tersebut diperkuat informan II dalam wawancara pada tanggal 26 Juni 2012,
Ada mbak, disini sudah ada pelatihan untuk karyawan maupun untuk staf karyawan, pelatihan itu yang ngadain perusahaan mbak, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam bekerja. Biasanya dalam pelaksanaannya, karyawan ditunjuk oleh perusahaan untuk melaksanakan pelatihan tersebut, dan dilaksanakan secara bergilir mbak.
Dari ketiga hasil wawancara tersebut dapat diketahui bahwa karyawan PT. Kusumahadi Santosa telah terpenuhi dalam hal perwujudan diri. Perwujudan diri tersebut ditandai dengan adanya program pelatihan dari perusahaan untuk seluruh karyawannya.
commit to user
C. Pembahasan
Suatu perusahaan dalam beroperasi biasanya mengkombinasikan antara beberapa sumbar daya yang ada, untuk menghasilkan produk dan jasa yang dapat dipasarkan dan dapat mencapai tujuan sesuai dengan apa yang diharapkan perusahaan. Sumber daya tersebut bisa berupa modal, manusia, dan mesin. Apabila semua sumber daya tersebut dikelola dengan baik maka akan mempermudah perusahaan dalam mencapai tujuannya. Aset paling penting yang dimiliki perusahaan adalah sumber daya manusia.
Sumber daya dalam suatu perusahaan adalah karyawan. Karyawan merupakan sumber daya yang selalu ada di dalam organisasi dan sangat penting peranannya dalam menentukan tercapai tidaknya suatu tujuan perusahaan. Sumber daya manusia dapat mempengaruhi efisiensi dan efektivitas perusahaan, sekaligus merancang dan memproduksi barang dan jasa, mengawasi kualitasnya, memasarkan produknya, mengalokasikan sumber daya manusia yang ada, menentukan tujuan perusahaan.
Menyadari pentingnya karyawan bagi kelangsungan hidup dan kemajuan perusahaan, maka perusahaan harus memberikan perhatian khusus dan perusahaan seharusnya menganggap karyawan sebagai mitra kerja bukan sekedar aset perusahaan. Selain itu, perusahaan harus dapat bersikap adil atas apa yang telah diberikan karyawan untuk perusahaan. Jadi karyawan memberikan prestasi kerja yang baik untuk perusahaan, sedangkan perusahaan memberikan kompensasi yang sesuai atas prestasi kerja yang telah diberikan karyawan terhadap perusahaan. Hal tersebut sesuai dengan prinsip kompensasi menurut Suwatno dan Donni Juni (mengutip simpulan Edwin B Flippo, 2004) bahwa :
compensation as the adequate and equitable remuneration of personal for their contribution to organization objektives. Kompensasi merupakan pemberian imbalan jasa yang layak dan adil kepada karyawan – karyawan karena mereka telah memberi sumbangan kepada pencapaian organisasi (2011: 220).
commit to user
1. Sistem Pemberian Kompensasi di PT. Kusumahadi Santosa Bagian