• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Pemerintah (Menghindari intervensi pemerintah)

Dalam dokumen PERANAN KOMPENSASI KARYAWAN DALAM (Halaman 91-96)

HASIL PENELITIAN

B. Deskripsi Temuan Penelitian

8) Pengaruh Pemerintah (Menghindari intervensi pemerintah)

Tujuan pemberian kompensasi selain untuk menghindari tuntutan dari serikat pekerja juga untuk menghindari intervensi pemerintah. Pemberian kompensasi harus sesuai dengan undang-undang yang berlaku salah satunya yaitu undang-undang-undang-undang tentang UMK (Upah Minimum Regional). Hal tersebut sesuai dengan pendapat informan III dalam wawancara pada tanggal 26 Juni 2012, “

Perusahaan dalam memberikan kompensasi harus sesuai dengan UMK yang berlaku mbak, ya kalo tidak sesuai dimarahi sama pak bupati ya to? Jadi pihak perusahaan sebisa mungkin mematuhi aturan pemerintah itu demi kebaikan bersama.

commit to user

Berdasarkan hasil observasi yang telah peneliti lakukan di PT. Kusumahadi Santosa bahwa, tujuan PT. Kusumahadi Santosa dalam memberikan kompensasi salah satunya adalah menaati undang-undang perburuhan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Selain itu tujuan kompensasi yang berhubungan dengan peraturan pemerintah diperkuat oleh adanya dokumen (Perjanjian Kerjasama PT. Kusumahadi Santosa dengan Serikat Pekerja Nasional PT. Kusumhadi Santosa). Dalam dokumen tersebut terdapat Surat Keputusan Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Karanganyar yang mengatur tentang hak dan kewajiban perusahaan terhadap serikat pekerja.

Dari hasil wawancara, observasi dan dokumen yang ada dapat disimpulkan bahwa tujuan PT. Kusumahadi Santosa memberikan kompensasi selain menghindari tuntutan serikat pekerja juga karena mematuhi undang-undang pemerintah yang berlaku.

b) Bentuk-Bentuk Kompensasi

Kebijakan yang dilakukan perusahaan dalam pemberian kompensasi pada setiap karyawannya mendapat respon baik dari ikatan buruh. Dalam kompensasi itu sendiri terdapat banyak jenisnya yang salah satunya dan wajib ada adalah gaji/upah yang telah ditentukan berdasarkan UMK yang berlaku. Dengan banyaknya bentuk kompensasi yang diberikan perusahaan, maka karyawan akan lebih giat dalam bekerja. Seperti yang disebutkan informan I pada wawancara tanggal 20 Juni 2012,

Bentuk-bentuk kompensi yang ada disini yang jelas gaji ya mbak, kompensasi lainnya ada premi produksi, selanjutnya ada tunjangan jabatan, tunjangan prestasi, tunjangan masa kerja, tunjangan kesehatan, tunjangan kelahiran, tunjangan pernikahan, ada juga fasilitas kendaraan antar jemput, makan, bantuan program rekreasi dan ada cuti juga mbak”.

Senada dengan yang diungkapkan oleh informan II dalam wawancara pada tanggal 26 Juni 2012, “Macam-macam kompensasi yang

commit to user

dikasih itu gaji pokok, ada juga tunjangan-tunjangan, premi juga ada mbak, dapat makan dari perusahaan, fasilitas bus antar jemput, dapat THR (Tunjangan Hari Raya) setiap tahunnya.

Pernyataan kedua informan tersebut diperkuat oleh pernyataan dari informan III dalam wawancara pada tanggal 26 Juni 2012, “Kompensasi yang diberikan perusahaan itu, gaji pokok, tunjangan-tunjangan, THR (tunjangan Hari Raya), premi produksi, uang lembur juga mbak, uang pensiun atau pesangon.

Dari ketiga pernyataan tersebut diperkuat dengan adanya dokumen (Perjanjian Kerjasama PT. Kusumahadi Santosa dengan Serikat Pekerja Nasional PT. Kusumhadi Santosa) tentang bentuk-bentuk kompensasi yang diberikan PT.Kusumahadi Santosa kepada seluruh karyawannya. dokumen tersebut merupakan dokumen perjanjian kerja antara pihak perusahaan dengan pihak tenaga kerja. Dalam dokumen tersebut telah disebutkan berbagai bentuk dari kompensasi yang dimana kompensasi yang dijanjikan sudah cukup mensejahterakan. Dokumen mengenai bentuk-bentuk kompensasi yang diberikan PT. Kusumahadi Santosa tersebut terlampir.

Berdasarkan hasil observasi yang telah peneliti lakukan di PT. Kusumahadi Santosa bahwa, bentuk-bentuk dari kompensasi yang diberikan pada karyawannya berupa kompensasi finansial dan non finansial.

Dari hasil wawancara, dokumen serta observasi yang dilakukan peneliti maka diperoleh kesimpulan bahwa, bentuk-bentuk dari kompensasi yang diberikan PT. Kusumahadi Santosa pada karyawannya yaitu dalam bentuk finansial yang meliputi gaji dan premi, tunjangan masa kerja, tunjangan prestasi, lembur, dan lain-lain. Sedangakan kompensasi dalam bentuk nonfinansial meliputi fasilitas makan, kendaraan antar jemput, cuti, rekreasi, dan lain-lain.

commit to user

c) Metode Pemberian Kompensasi

Semua perusahaan mempunyai banyak tujuan untuk usahanya, salah satunya yaitu untuk mendapatkan laba. Untuk mendapatkan keuntungan yang besar, maka pihak perusahaan harus mampu mengelola keuangan perusahaan dengan benar dan teliti. Perusahaan harus menggunakan metode yang tepat dalam menentukan pemberian balas jasa pada karyawan. Metode yang digunakan harus mampu mendatangkan keuntungan bagi perusahaan, tapi juga harus mampu mensejahterakan karyawannya. Seperti pernyataan yang diungkap informan III dalam wawancara pada tanggal 26 Juni 2012, “Pemberian kompensasi disini gak hanya dilihat dari riwayat pendidikannya mbak, tapi juga dari masa kerjanya, masa kerjanya gimana, prestasi kerjanya gimana. Pokoknya banyak pertimbangan, gak hanya dari segi pendidikannya”.

Sedangakan pendapat yang dikemukakan informan IV dalam wawancara pada tanggal 29 Juni 2012,

Kalau disini pemberian kompensasinya ada yang dilihat dari ijasah pendidikan terakhirnya, tapi juga ada yang dinilai dari masa kerjanya mbak, kalau yang dilihat dari ijasah pendidikannya biasanya untuk jabatan-jabatan tertentu, semisal manajer. Selain itu, walaupun masa kerjanya sama, tapi yang satu operator biasa dan yang satu tenaga ahli itu juga beda lagi mbak, jadi campurlah pokoknya, sudah diatur semua.

Senada dengan pernyataan informan V dalam wawancara pada tanggal 29 Juni 2012, “ Dalam pemberian kompensasi gak Cuma dilihat dari ijasah saja mbak, orang saya saja lulusan SMP sama teman saya yang lulusan SMA gajinya banyak saya, karena saya lebih dulu kerja disini mbak”.

Dari ketiga pendapat diatas diperkuat dengan adanya dokumen (Perjanjian Kerjasama PT. Kusumahadi Santosa dengan Serikat Pekerja Nasional PT. Kusumhadi Santosa) tentang bentuk-bentuk dari kompensasi. Dalam dokumen tersebut menuliskan beberapa bentuk kompenasi yang diberikan pada karyawan yang tidak hanya dinilai dari faktor riwayat pendidikan, tapi ada faktor masa kerja, faktor keahlian, faktor jabatan, dan

commit to user

masih banyak lagi faktor-faktor yang dapat menentukan pemberian kompensasi.

Dari hasil wawancara dan dokumen dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan PT. Kusumahadi dalam sistem pemberian gaji menggunakan metode jamak. PT. Kusumahadi memberikan kompensasi tidak mengacu pada riwayat pendidikan saja, tapi juga memperhatikan faktor-faktor lainnya.

d) Asas Pemberian Kompensasi

Perusahaan dalam menentukan pemberian kompensasi harus berdasarkan pada asas adil dan wajar. Pemberian kompensasi harus dilihat berdasarkan prestasi kerja yang dicapai, masa kerja, jabatan, jenis kerja, dan tanggung jawab. Penetapan besarnya kompensasi yang diberikan harus didasarkan pada batas upah minimum pemerintah. Seperti pendapat yang diungkap informan I dalam wawancara pada tanggal 20 Juni 2012,

Pemberian kompensasi di PT. Kusumahadi Santosa saya rasa sudah cukup adil dan wajar, karena semua ketentuan-ketentuan masalah penggajian sudah diatur dalam perjanjian antara perusahaan dengan serikat kerja, dan sudah disepakati oleh kedua belah pihak.

Senada dengan pendapat informan IV dalam wawancara pada tanggal 29 Juni 2012,

Pada dasarnya sifat manusia itu selalu kurang dan kurang to mbak, jadi kalo ditanya kurang yo pasti kurang terus, tapi karena itu sudah diatur dan sudah melalui pertimbangan ya kita manut saja. Tapi memang dibanding perusahaan lain PT. Kusumahadi ini sudah tepat dalam pemberian kompensasi.

Kedua pendapat tersebut diperkuat dengan adanya dokumen (Perjanjian Kerjasama PT. Kusumahadi Santosa dengan Serikat Pekerja Nasional PT. Kusumhadi Santosa) yang berisi tentang perjanjian kerja sama antara perusahaan dengan pihak karyawan, dokumen tersebut dibuat berdasarkan perundingan bersama dan mengacu pada peraturan pemerintah. Selain itu, dokumen tersebut juga berisi tentang hak-hak dan

commit to user

kewajiban dari kedua belah pihak serta sanksi-sanksi jika salah satu pihak melakukan pelanggaran terhadap perjanjian tersebut.

Dari hasil wawancara dan dokumen yang ada dapat diketahui bahwa PT. Kusumahadi Santosa sudah menerapkan asas adil dan layak dalam menentukan pemberian kompensasi. Pemberian kompensasi dapat dibilang layak dengan adanya peraturan pemerintah tentang UMK yang digunakan sebagai acuan perundingan kerjasama. Selain hak-hak dan kewajiban antar pihak, juga terdapat sanki-sanki yang diberikan bagi pihak yang melanggar perjanjian yang sudah ada.

e) Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian Kompensasi

Semua perusahaan baik negeri maupun swasta pasti akan memberikan kompensasi bagi karyawannya, karena itu sudah merupakan hak atas pekerjaan yang dilakukannya. Dalam menentukan pemberian kompensasi pihak perusahaan dan pihak tenaga kerja harus berunding dan membuat suatu kesepakatan kerja yang nantinya akan menjadi acuan dalam proses pelaksanaannya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian kompensasi antara lain sebagai berikut :

Dalam dokumen PERANAN KOMPENSASI KARYAWAN DALAM (Halaman 91-96)

Dokumen terkait