HASIL PENELITIAN
B. Deskripsi Temuan Penelitian
4) Ukuran perbandingan upah
Ukuran perbandingan upah dapat dilihat dari prestasi kerja, jabatan, masa kerja, dan jenis atau sifat pekerjaan.
(a) Prestasi Kerja Karyawan
Prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dapat dihitung sebagai acuan perusahaan dalam menentukan pemberian balas jasa. Karyawan yang mempunyai prestasi kerja yang baik dan
commit to user
produktivitas tinggi berhak mendapatkan kompensasi yang lebih dibandingkan dengan karyawan yang tidak memiliki prestasi kerja. Hal itu seperti yang diungkapkan oleh informan V dalam wawancara pada tanggal 29 Juni 2012, “Siapa yang kerjanya bagus dan tepat waktu, dia akan mendapatkan premi tambahan. Kalo yang kerjanya biasa-biasa saja ya hanya dapat premi normal.
Hal tersebut senada dengan pendapat yang dikemukakan oleh informan VI dalam wawancara pada tanggal 6 Juli 2012,
Iya mbak, prestasi kerja karyawan sangat menentukan untuk pemberian kompensasi, jika sekiranya pekerjaannya baik dan mampu memproduksi melebihi target yang ditentukan, maka pekerja berhak mendapatkan kompensasi yang lebih ato tambahan kalo ndak ada uang tambahan yo pada gak mau mbak.
Kedua pendapat tersebut diperkuat dengan adanya dokumen (Perjanjian Kerjasama PT. Kusumahadi Santosa dengan Serikat Pekerja Nasional PT. Kusumhadi Santosa) tentang sistem penggajian /pengupahan yang dimana didalam dokumen tersebut adanya kompensasi tambahan bagi karyawan yang memiliki prestasi, prestasi itu bisa dilihat dari faktor produktivitas kerjanya, jumlah absen, keahlian, dan masih banyak prestasi-prestasi lainnya. Dari hasil wawancara dan dokumen yang ada dapat diketahui bahwa prestasi kerja karyawan dapat menjadi acuan perusahaan dalam pemberian kompensasi. Prestasi kerja dapat dinilai dari tingkat kehadiran/absen, tingkat produktivitas kerja dan keahlian yang dimiliki karyawan.
(b) Posisi Jabatan Karyawan
Dalam sebuah organisasi semakin tinggi jabatan maka semakin tinggi pula wewenang dan tanggung jawab yang diemban. Dengan semakin tingginya tanggung jawab yang diembah maka semakin tinggi pula balas jasa yang diberikan perusahaan atas
commit to user
jabatannya. Jika seseorang sudah memiliki jabatan dalam suatu organisasi maka dia mempunyai kuasa atas karyawan yang dipimpinnya. Hal tersebut sesuai dengan pendapat informan VII dalam wawancara pada tanggal 6 Juli 2012, “Ya, kalo saya disini cuma jadi operator mbak, jadi gak dapat tunjangan jabatan, karena operator itu jabatan yang paling rendah di Kusumahadi. Beda mbak, kalo karyawan yang punya jabatan, pasti dapat tunjangan jabatan.
Berdasarkan observasi yang telah peneliti lakukan di PT. Kusumahadi Santosa, bahwa seorang karyawan yang memiliki suatu jabatan maka karyawan tersebut akan mendapatkan kompensasi yang lebih banyak. Jabatan itu sendiri mempunyai banyak tingkatan, semakin tinggi tingkat jabatan maka semakin besar pula kompensasinya. Hasil observasi lainnya, seorang karyawan yang memiliki jabatan tinggi dia memperoleh fasilitas perumahan dan kendaraan.
Selain itu, faktor pemberian kompensasi berdasarkan jabatan juga diperkuat oleh adanya dokumen (Perjanjian Kerjasama PT. Kusumahadi Santosa dengan Serikat Pekerja Nasional PT. Kusumhadi Santosa) tentang sistem penggajian/pengupahan. Dalam dokumen tersebut telah disebutkan bentuk-bentuk kompensasi yang salah satunya berupa tunjangan jabatan. Tunjangan jabatan hanya diberikan pada karyawan yang memiliki jabatan. Besar tunjangan itu sendiri berbeda-beda tiap posisi jabatan yang didudukinya. Tunjangan jabatan akan diberikan selama karyawan tersebut menduduki jabatan tertentu dan akan dihentikan jika karyawan tersebut sudah tidak menjabat.
Dari hasil wawancara, observasi, serta dokumen yang ada peneliti dapat menyimpulkan bahwa faktor jabatan/posisi karyawan itu dapat menjadi penentu dalam pemberian kompensasi. Jabatan
commit to user
itu sendiri juga harus dilihat dari tinggi rendahnya posisi yang didudukinya.
(c) Masa Kerja
Faktor yang mempengaruhi pemberian kompensasi di PT. Kusumahadi Santosa salah satunya yaitu faktor masa kerja. Masa kerja disini yaitu lamanya karyawan dalam mengabdian dirinya bekerja di PT. Kusumahadi Santosa. Kompensasi ini diberikan sebagai wujud penghargaan perusahaan atas kesetiaan dan loyalitas para karyawannya. Pernyataan tersebut sesuai dengan pendapat informan VII dalam wawancara pada tanggal 6 Juli 2012, “Faktor masa kerja juga sangat berpengaruh mbak, jadi saya bekerja disinikan sudah 20 tahun, beda mbak dengan karyawan yang masa kerjanya baru 10 tahun. Jadi masa kerja sangat dipertimbangkan dalam pemberian kompensasi.
Senada dengan yang diungkapkan informan V dalam wawancara pada tanggal 29 Juni 2012,
Kalo masalah faktor yang mempengaruhi kompensasi itu, ada juga dari faktor lama kerja mbak, jadi semakin lama masa kerja seorang karyawan, maka karyawan akan mendapatkan tunjangan masa kerja yang besar. Tunjangan masa kerja itu sendiri akan ada kenaikan tiap tahunnya mbak.
Kedua pendapat tersebut dapat diperkuat dengan pernyataan informan X dalam wawancara pada tanggal 13 Juli 2012, “Penentuan kompensasi itu berdasarkan lama kerja mbak, jadi beda mbak karyawan yang sudah lama bekerja disini, sama karyawan yang baru masuk itu kompensasinya beda.
Dari ketiga hasil wawancara tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa selain dari faktor jabatan ternyata faktor masa kerja juga dipertimbangkan, karena itu sebagai wujud penghargaan atas kesetiaan karyawannya terhadap perusahaan.
commit to user
(d) Jenis dan Sifat Pekerjaan
Jenis dan sifat dari pekerjaan dapat menjadi tolak ukur dalam pemberian kompensasi. Pekerjaan yang hanya bisa dikerjakan oleh tenaga ahli tidak akan bisa dikerjakan oleh karyawan yang tidak mempunyai skill dalam bidangnya. Seperti pernyataan informan IX dalam wawancara pada tanggal 10 Juli 2012, “Iya mbak, untuk karyawan yang mempunyai keahlian khusus, dia mendapat kompensasi yang lebih dari karyawan lainnya.
Senada dengan pernyataan informan VII dalam wawancara pada tanggal 6 Juli 2012,
Jenis dan sifat juga mempengaruhi pemberian kompensasi mbak, semisal karyawan perbaikan mesin berarti dia memiliki keahlian khusus dibidang teknisi mesin, terus karyawan yang bekerja menjalankan mesin berarti dia memiliki keahlian dibidang operator.
Kedua pendapat tersebut diperkuat dengan pendapat informan X dalam wawancara pada tanggal 13 Juli 2012, “Jenis dan sifat pekerjaan juga memepengaruhi pemberian kompensasi mbak, bagi karyawan yang jenis pekerjaannya itu khusus, seperti teknisi mesin itu ada nilai plusnya mbak.
Dari ketiga hasil wawancara tersebut dapat diketahui bahwa dalam menentukan kompensasi PT. Kusumahadi membedakan berdasarkan jenis dan sifat dari setiap pekerjaan karyawannya.