KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan
2) Teori Proses (Process Theory)
Teori ini menjawab pertanyaan tentang bagaimana menguatan (energize), mengarahkan (direct), mendukung (substain), dan menghentikan (stop) perilaku. Teori-teori penting yang termasuk dalam teori proses antara lain : a) Teori harapan
Teori ini dikemukakan oleh seorang psikolog Victor Vroom. Teori ini beranggapan bahwa manusia adalah alat untuk mencapai kesenangan dan kenikmatan yang paling menguntungkan dirinya.
commit to user b) Teori keadilan
Pada teori ini dijelaskan bahwa individu dimotivasi oleh keinginan untuk diperlakukan secara adil dalam pekerjaan.
Pendapat lain menyebutkan sembilan teori motivasi antara lain sebagai berikut :
1) Hierarki Teori Kebutuhn (Hierarchical of needs thry) 2) Teori kebutuhan berprestasi (McCelland Theory of needs) 3) Teori Clyton Alderfer (Teori “ERG”)
4) Teori herzberg (Teori dua faktor) 5) Teori keadilan
6) Teori penetapan tujuan (goal setting theory) 7) Teori victor H. Vroom (teori harapan) 8) Teori penguatan dan modifikasi perilaku 9) Teori kaitan imbalan dengan prestasi (Suwatno dan Donni, 2011: 176)
Sembilan teori motivasi di atas dapat dijabarkan sebagai berikut : 1) Hierarki Teori Kebutuhan (Hierarchical of needs thry)
Teori ini merupakan teori motivasi dari Abraham Maslow yang diberi nama “A theory of humam motivation”. Dalam teori ini disebutkan bahwa seseorang berperilaku karena adanya dorongan untuk memenuhi segala kebutuhan. Maslow berpendapat bahwa kebutuhan yang diinginkan manusia itu berjenjang, maksudnya jika kebutuhan utama seseorang itu telah terpenuhi maka kebutuhan kedua akan menjadi kebutuhan utama. Selanjutnya jika kebutuhan kedua telah terpenuhi maka kebutuhan ketiga akan menjadi kebutuhan utama yang harus juga terpenuhi, dan seperti itu seterusnya sampai kebutuhan pada tingkat kelima. Teori ini berdasar bahwa manusia adalah makhluk yang berkeinginan terus-menerus atau tidak akan puas, kebutuhan yang belum terpenuhi yang akan menjadi motivator bagi pelakunya, kebutuhan manusia tersusun dalam suatu jenjang. Dalm teori ini maslow menyatakan bahwa setiap diri manusia itu terdiri atas lima tingkat (hierarki) kebutuhan antara lain :
commit to user
a) Kebutuhan Fisiologis, seperti: kebutuhan untuk makan, minum, bernafas, seksual. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan pada tingkat paling rendah.
b) Kebutuhan rasa aman, yaitu kebutuhan yang tidak dalam arti fisik saja tapi juga mental, psikologikal dan intelektual.
c) Kebutuhan sosial, yaitu kebutuhan untuk diterima dilingkungan, berinteraksi antar sesama, dan kebutuhan untuk mencintai serta dicintai. d) Kebutuhan akan pengakuan, yaitu kebutuhan untuk dihormati dan
dihargai oleh orang lain.
e) Kebutuhan aktualisasi diri, yaitu kebutuhan untuk menunjukkan kemampuan/skill yang dimiliki, kebutuhan menyampaikan pendapat.
Dari pendapat Maslow menunjukkan bahwa motivasi kerja karyawan dipengaruhi oleh kebutuhan fisik, kebutuhan akan keamanan dan keselamatan, kebutuhan social, kebutuhan akan penghargaan diri, dan kebutuhan perwujudan diri. Kemudian dari faktor kebutuhan tersebut diturunkan menjadi indikator-indikator untuk mengetahui tingkat motivasi kerja pada karyawan, yaitu:
a) Kebutuhan fisik, ditunjukkan dengan: pemberian gaji yang layak kepada pegawai, pemberian bonus, uang makan, uang transport, fasilitas perumahan dan lain sebagainya.
b) Kebutuhan rasa aman dan keselamatan, ditunjukkan dengan : fasilitas keamanan dan keselamatan kerja yang diantaranya seperti adanya jaminan social tenaga kerja, dana pensiun, tunjangan kesehatan, asuransi kecelakaan, dan perlengkapan keselamatan lainnya.
c) Kebutuhan social, ditunjukkan dengan : melakukan interaksi denga orang lain yang diantaranya dengan menjalin hubungan kerja yang harmonis, kebutuhan untuk diterima dalam kelompok dan kebutuhan untuk mencintai dan dicintai.
d) Kebutuhan akan penghargaan, ditunjukkan dengan : pengakuan dan penghargaan berdasarkan kemampuannya, yaitu kebutuhan untuk
commit to user
dihormati dan dihargai karyawan lain dan pimpinan terhadap prestasi kerjanya.
e) Kebutuhan perwujudan diri, ditunjukkan dengan : sifat pekerjaan yang menarik dan menantang, di mana karyawan tersebut akan mengerahkan kecakapan, kemampuan, keterampilan dan potensinya. Dalam pemenuhan kebutuhan ini dapat dilakukan oleh perusahaan dengan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan.
2) Teori kebutuhan berprestasi (McCelland Theory of needs)
Teori ini dikemukakan oleh McClelland yang dikenal dengan teori kebutuhan untuk mencapai prestasi (Need for Acievement). Dalam teori ini dikatakan bahwa motivasi itu berbeda-beda,sesuai dengan dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Jadi pada teori ini seseorang mampu menguasi, memanipulasi, atau mengorganisasikan obyak-obyek secara cepat dan tepat. Mencapai suatu tindakan yang paling unggul diantara yang lain dengan cara meningkatkan kemampuan melalui penerapan bakat secara berhasil. Dalam teorinya McClelland juga menyebutkan karakteristik orang yang berprestasi tinggi yaitu: a) Sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derjat kesulitan moderat; b) menyukai keadaan dimana kinerja mereka timbul karena hasil dari upaya mereka sendiri bukan karena faktor lain; c) Menginginkan umpan balik dari orang yang berprestasi rendah baik tentang keberhasilan maupun kegagalannya.
3) Teori Clyton Alderfer (Teori “ERG”)
Pada teori alderfer ini dikenal dengan sebutan “ERG” dimana ketiga huruf tersebut mempunyai istilah yaitu Exixtence (kebutuhan akan eksistensi), Relatedness (kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain), Growth (kebutuhan akan pertumbuhan). Teori Alderfer mempunyai banyak persamaan dengan teori Maslow yaitu tentang konsep dan penekanan pada jenis kebutuhan manusia yang dalam pemuasannya secara serentak. Teori
commit to user
Alderfer berpandangan bahwa makin tidak terpenuhinya suatu kebutuhan tertentu, makin besar pula keinginan untuk memuasknnya. Jadi, keinginan seseorang untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi akan meningkat apabila kebutuhan yang rendah telah terpenuhi, sebaliknya jika seseorang merasa kesulitan memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi maka orang akan berusaha memenuhi kebutuhan yang paling dasar. Pada dasarnya seseorang akan menyesuaikan diri pada kondisi yang mungkin bisa dicapainya.
4) Teori herzberg (Teori dua faktor)
Teori Herzberg dikenal dengan model teori dua faktor, yaitu faktor motivasional dan faktor pemeliharaan. Faktor motivasional merupakan faktor yang berasal dari dalam diri (intrinsik), misalnya: pekerjaan seseorang, keberhasilan, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karir, dan pengakuan orang lain. Sedangkan faktor pemeliharaan adalah faktor yang bersumber dari luar diri (ekstrinsik), misalnya: status dalam organisasi, hubungan dengan atasan dan rekan-rekan kerjanya, kebijakan organisasi, kondisi kerja serta sistem imbalan yang berlaku.
5) Teori keadilan
Teori ini berpandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan kesenjangan antara usaha yang diberikan pada organisasi dengan imbalan yang diterima. Apabila pegawai mempunyai persepsi tentang ketidakadilan pada pemberian imbalan kemungkinan akan terjadi, seseorang akan berusaha memperoleh imbalan yang lebih atau sebaliknya pegawai akan mengurangi intensitas atas pekerjaannya. Hubungan atasan dengan bwahan harus selalu dijaga agar tidak menimbulkan persepsi ketidakadilan yang mengakibatkan ketidakpuasan, kecelakaan dalam bekerja, pemogokan bahkan perpindahan pegawai.
commit to user 6) Teori penetapan tujuan (goal setting theory)
Teori ini dinyatakan oleh Edwin Locke bahwa penetapan tujuan mempunyai empat macam mekanisme motivasional, yaitu: a) Tujuan-tujuan mengarahkan perhatian; b) Tujuan-Tujuan-tujuan mengatur upaya; c) Tujuan-tujuan meningkatkan persistensi; d) Tujuan-tujuan menunjang strategi-strategi dan rencana kegiatan.
7) Teori victor H. Vroom (teori harapan)
Pada teori ini dinyatakan jika seseorang menginginkan sesuatu dan ada jalan untuk mendapatkannya, maka seseorang akan berupaya mendapatkannya. Jadi, jika seseorang menginginkan sesuatu dan besar kesempatan untuk memperolehnya maka yang bersangkutan akan berusaha keras untuk memenuhinya. Sebaliknya jika seseorang menginginkan sesuatu tapi kecil kemungkinan untuk memperolehnya maka usaha untuk mendapatkanya akan menurun.
8) Teori penguatan dan modifikasi perilaku
Dari semua teori motivasi yang telah dibahas sebelumnya dapat digolongkan sebagai model kognitif motivasi karena didasarkan pada kebutuhan seseorang yang sifatnya subyektif. Pada teori ini menyatakan bahwa perilaku seseorang juga ditentukan dari berbagai konsekuensi eksternal dari perilaku tindakannya. Dalam teori ini berlaku hukum pengaruh yang menyatakan bahwa manusia cenderung mengulangi perilaku yang mempunyai konsekuensi yang menguntungkan dirinya. Sebaliknya manusia tidak akan mengulangi perilaku yang mempunyai konsekuensi yang merugikan dirinya.
9) Teori kaitan imbalan dengan prestasi
Semua teori yang dikemukakan para ilmuan pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan, sehingga para ilmuan terus berusaha untuk menemukan sistem motivasi yang baik. Penggabungan beberapa kelebihan yang dimiliki oleh setiap teori menjadi salah satu kesepakatan para pakar. Hasil
commit to user
dari penggabungan para pakar tersebut yaitu mengaitkan imbalan dengan prestasi seseorang individu. Dalam teori ini, motivasi seseorang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal itu meliputi persepsi seseorang terhadap diri sendiri, harga diri, harapan pripadi, kebutuhan, keinginan, kepuasan kerja dan prestasi kerja yang dihasilkan. Sedangkan faktor eksternal meliputi jenis dan sifat pekerjaan, kelompok bekerja, tempat bekerja, situasi lingkungan kerja, dan sistem imbalan dan cara penerapannya.