• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Profesi Guru di Daerah 3T: Tantangan dan Upaya

E. KENDALA YANG DIHADAPI

Pemerataan akses pendidikan, khususnya di daerah 3T, merupakan hal mutlak yang harus dilakukan. Menurut Syafii (2018), proses pemerataan pendidikan tidak harus hanya bersandar pada pemerin-tah dan negara. Keterlibatan berbagai pihak harus dilakukan dalam usaha mewujudkan pengembangan profesi guru yang efektif.

Selain pemerintah, masyarakat sipil menjadi kekuatan yang dapat mendorong terciptanya pengembangan profesi guru. Organisasi kemasyarakatan ataupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang ada juga berperan penting dalam proses ini. Syafii juga menambahkan bahwa pengembangan profesi guru sebaiknya melibatkan masyarakat 3T sehingga, apabila pengembangan profesi guru ini dapat tercapai, hal itu akan menjadi kekuatan modal pembangunan bangsa Indonesia ke depan melalui pendidikan, apalagi bonus demografi yang sudah menunggu di depan mata. Subarkah  (2016) berpendapat bahwa

Buku ini tidak diperjualbelikan.

masih ada beberapa permasalahan mengenai pengembangan profesi guru di daerah 3T yang ada di Indonesia hingga saat ini, beberapa permasalahan tersebut terdapat pada pendidik, seperti kekurangan jumlah, distribusi tidak seimbang, kualifikasi yang belum memenuhi standar, kurang kompetensi, serta ketidaksesuaian antara kualifikasi pendidikan dan bidang yang diampu.

Namun, pemerintah patut diapresiasi karena telah bekerja keras dalam meningkatkan pengembangan profesi guru di daerah 3T dengan beberapa program yang telah dicanangkan, seperti SM3T, Guru Garis Depan, dan Program Bina Kawasan. Beberapa program swasta pun bisa disebut di sini, seperti Indonesia Mengajar (Anies Baswedan), Sekolah Guru Indonesia (Dompet Dhu’afa), Gerakan 1.000 Guru Mengajar, Guru Penggerak Mengajar (UGM), dan Sar-jana Mengajar. Program-program tersebut merupakan program yang banyak diketahui oleh masyarakat. Tentunya masih banyak program serupa yang kurang terliput oleh media, tetapi tetap memiliki visi yang sama, yaitu memajukan pendidikan masyarakat daerah 3T. Sebaran wilayah yang dikunjungi pun meliputi semua wilayah tertinggal yang ada di Indonesia. Tentunya banyak sekali dampak positif dari program ini. Penghargaan dan apresiasi pun patut disematkan kepada para guru dan semua pihak, seperti penggagas, panitia, dan donatur, karena kesanggupan serta keikhlasannya untuk mengabdi demi kemajuan Indonesia. Tidak jarang, karena faktor alam, perbedaan budaya, dan bahasa guru dengan daerah tujuan dan lainnya, nyawa menjadi taruhan. Belum lagi soal fasilitas dan kebutuhan dasar yang terbatas, seperti listrik dan air bersih. Beda sekali dengan kehidupan guru sebelumnya. Mengirimkan guru ke daerah pedalaman merupakan solusi sementara yang bisa dilakukan saat ini. Dapat diketahui ber-sama bahwa para guru hanya akan berada di daerah untuk sementara waktu. Selanjutnya, mereka akan pergi setelah enam bulan atau satu tahun mengajar. Hal ini merupakan solusi sementara yang belum bisa memecahkan masalah dari akarnya. Sepi guru, rindu guru. Siswa merasakan pendidikan dan bahagia hanya sesaat. Tidak mudah bagi guru muda bertahan melebihi batas waktu, atau kembali lagi ke

se-Buku ini tidak diperjualbelikan.

Pengembangan Profesi Guru ... 55

kolah sasaran karena di daerah 3T fasilitas kesehatan dan pendidikan kurang, apalagi bagi mereka yang akan segera menikah.

F. REKOMENDASI

Untuk mengatasi permasalahan akibat tidak meratanya pendidikan di Indonesia yang berdampak terhadap pengembangan profesi pengajar yang ada, diperlukan perhatian khusus dan perbaikan pendidikan di daerah terbelakang, terdepan, dan tertinggal, yang secara garis besar ada beberapa cara. Berikut ini beberapa rekomendasi yang dapat kami sampaikan.

a. Pemerintah memperluas jangkauan program PKB yang sudah ada ke daerah-daerah yang menjadi prioritas pembangunan, seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara. Dalam Rencana Pem-bangunan Jangka Menengah Nasional 2020–2024, pemerintah memprioritaskan pembangunan infrastruktur ekonomi, kesehat-an, dan pendidikan pada wilayah-wilayah tersebut. Jika ketiga unsur ini sudah dilaksanakan, tentunya ini akan menarik minat para lulusan sarjana atau guru di daerah yang lebih berkembang untuk mengikuti program PKB yang ditawarkan pemerintah dan bersedia untuk ditempatkan di daerah-daerah tersebut.

b. Pemerintah harus memberikan penghargaan bagi para guru agar memotivasi mereka untuk dapat mengajar di daerah-daerah terpencil, mengingat peran mereka sangat penting dalam pem-erataan pendidikan dan mengurangi angka putus sekolah.

c. Sebaiknya mahasiswa yang belajar di fakultas pendidikan ataupun mahasiswa non-keguruan yang nantinya akan menjadi seorang guru kelak bersedia ditugaskan di daerah-daerah terpencil guna meningkatkan pendidikan di sana, baik untuk sementara waktu maupun permanen. Tentunya dengan tunjangan dan akomodasi yang mendukung.

d. Mempersiapkan putra terbaik daerah sebagai calon guru profe-sional. Pemerintah daerah diharapkan dapat bersinergi dengan SMA/MA/SMK di wilayahnya dan lembaga pendidikan tenaga keguruan terdekat dengan mengirimkan putra-putri terbaiknya

Buku ini tidak diperjualbelikan.

untuk kuliah sebagai calon guru dengan beasiswa penuh. Mata kuliah tentang kebudayaan dan karakter masyarakat daerah pun perlu untuk diajarkan. Mahasiswa ini berstatus ikatan dinas.

Pemerintah pusat diharapkan mendukung pemda yang memiliki PAD yang rendah.

e. Pemerintah dianjurkan mengadakan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada guru di daerah 3T setiap tahun dengan cara mengundang para sarjana guru pendidikan terbaik di daerah 3T untuk mengikuti seleksi CPNS. Para pelamar guru ini di prioritaskan putra daerah masing-masing, untuk alumni guru yang pernah mengajar di daerah 3T dari beragam program di atas bisa dipertimbangkan. Guru yang sudah lulus tidak diizinkan untuk pindah ke sekolah kota meskipun sudah mengabdi selama lima tahun ataupun lebih, sehingga program ini tidak dijadikan sebagai batu loncatan.

f. Memanggil guru atau putra daerah yang sedang mengajar di luar daerah serta pemutasian guru-guru PNS dari kota atau sekolah yang berlebih guru sangat mungkin dilakukan. Pemanggilan guru ini harus dibarengi dengan komitmen pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk memberikan jaminan kesejahteraan kepada guru 3T, seperti tunjangan khusus, beasiswa pendidikan putra-putri guru, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, serta asuransi kesehatan. Tentunya sangat sulit memanggil para guru yang telah nyaman dan tinggal di kota jika pemerintah belum menyediakan fasilitas dan kesejahteraan yang masih jauh dari harapan, kecuali mungkin segelintir guru saja.

REFERENSI

Ditjen GTK Kemendikbud. (2016). Buku 1: Pembinaan dan pengembangan profesi guru, pedoman pengelolaan pengembangan keprofesian berkelanjutan guna mendukung pengembangan profesi. https://disdik.

sumbarprov.go.id/wp-content/uploads/2017/07/Buku-1-Pedoman-Pengelolaan-PKB-Bagi-Guru-Pembelajar-2016.pdf

Buku ini tidak diperjualbelikan.

Pengembangan Profesi Guru ... 57 Ditjen GTK Kemendikbud. (2019, Agustus 16). Mengenal konsep pelatihan 5 in, 3 on. https://gtk.kemdikbud.go.id/read-news/mengenal-konsep-pelatihan-5-in-3-on

Ditjen GTK Kemendikbud. (2019, Mei 29). MGMP reborn! https://gtk.

kemdikbud.go.id/read-news/mgmp-reborn

International Labour Organization (2016). Rural teachers in Africa: A report for ILO. Centre For International Teacher Education. https://www.

ilo.org/wcmsp5/groups/public/---ed_dialogue/---sector/documents/

publication/wcms_543617.pdf.

Kemendikbud (2017, November 25). Kemendikbud siapkan lima program afirmasi untuk pemenuhan guru di daerah. Kemendikbud Blog. https://

www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/11/kemendikbud-siapkan-lima-program-afirmasi-untuk-pemenuhan-guru-di-daerah

Kompas Klasika (2018, Februari 10). 4 inovasi dari para guru yang menginspirasi. Kompas.id. https://adv.kompas.id/baca/inovasi-dari-para-guru/

Kompetensi guru di wilayah terpencil masih rendah. (2018, Agustus 14).

JPNN. https://www.jpnn.com/news/kompetensi-guru-di-wilayah-terpencil-masih-rendah

Maskur. (2016). Pembenahan “MGMP guru di daerah 3T” salah satu cara meningkatkan kualitas pendidikan di daerah 3T. Simposium GTK Kemendikbud. http://simposium.gtk.kemdikbud.go.id/karya/files/

dikmen_2/,ST.,M.Sc_15112016151401.pdf

Maulipaksi, D. (2016, Januari 4). 7 provinsi raih nilai terbaik uji kompetensi guru 2015. Kemendikbud. https://www.kemdikbud.go.id/main/

blog/2016/01/7-provinsi-raih-nilai-terbaik-uji-kompetensi-guru-2015 Mulyani, F. (2009). Konsep kompetensi guru dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (kajian ilmu pendidikan Islam). Jurnal Pendidikan UNIGA 3(1). https://journal.uniga.ac.id/

index.php/JP/article/download/16/16

Patty, R. R. (2015, November 17). Hasil uji kompetensi guru di Maluku terendah, lalu?. Kompas.com. https://regional.kompas.com/

read/2015/11/17/14212431/Hasil.Uji.Kompetensi.Guru.di.Maluku.

Terendah.Lalu

Peraturan Menteri Negara dan Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. (2009).

https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/132929/permen-pan-rb-no-16-tahun-2009

Buku ini tidak diperjualbelikan.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2012 tentang Uji Kompetensi Guru. (2012).

http://www.kopertis12.or.id/wp-content/uploads/2012/08/

PermendikbudNo57tahun2012-UjiKompetensiGuru.pdf

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 131 Tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015–2019. (2015). https://peraturan.bpk.

go.id/Home/Details/41885/perpres-no-131-tahun-2015

Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020–2024. (2020). https://

peraturan.bpk.go.id/Home/Details/131386/perpres-no-18-tahun-2020.

Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020–2024. (2020). https://

jdih.setkab.go.id/PUUdoc/176108/Perpres_Nomor_63_Tahun_2020.

Putra, I. P. (2021, Januari 13). 3 masalah utama yang mengganjal pdf kesejahteraan guru. Medcom.id. http://www.medcom.id/pendidikan/

cerita-guru/1bV29wLb-3-masalah-utama-yang-mengganjal-kesejahteraan-guru

Putri, A. D. K., & dan Imaniyati, N. (2017). Pengembangan profesi guru dalam meningkatkan kinerja guru. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran 2(2), 202–211. https://ejournal.upi.edu/index.php/

jpmanper/article/download/8109/5132

Soebari, T. & Aldridge, J. M. (2016). Investigating the differential effectiveness of a teacher professional development programme for rural and urban classrooms in Indonesia. Teacher Development An International Journal of Teachers’ Professional Development 20(5), 701–722. https://doi.org/10.1080/13664530.2016.1185031

Subarkah. (2016). Analisis program sarjana mengajar di daerah terluar, terdepan, tertinggal (SM3T) dalam pemerataan pendidik di Indonesia.

Artikel Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta.

http://repository.upy.ac.id/1776/1/Artikel.pdf

Syafii, A. (2018). Perluasan dan pemerataan akses pendidikan daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Dirāsāt: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam 4(2), 53. http://journal.unipdu.ac.id:8080/index.php/

dirasat/article/view/1535/893

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. (2005). http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/UU14-2005GuruDosen.pdf

Buku ini tidak diperjualbelikan.

Pengembangan Profesi Guru ... 59 Yusutria. (2017). Profesionalisme guru dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Jurnal Curricula 2(1), 38–46. http://

download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=854633&val=

13720&title=PROFESIONALISME%20GURU%20%20DALAM%20 MENINGKATKAN%20KUALITAS%20SUMBER%20DAYA%20 MANUSIA

Buku ini tidak diperjualbelikan.

Buku ini tidak diperjualbelikan.

61

BAB V

Meneropong Masa Depan