Kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan kegiatan terorganisasi dan terstruktur di luar struktur kurikulum setiap tingkat pendidikan yang secara konseptual dan praktis mampu menunjang upaya pencapaian tujuan pendidikan. Kegiatan ekstrakurikuler menjembatani kebutuhan perkembangan peserta didik yang berbeda; seperti perbedaan rasa akan nilai moral dan sikap, kemampuan, dan kreativitas. Melalui partisipasinya dalam kegiatan ekstrakurikuler peserta didik dapat belajar dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dengan orang lain, serta menemukan dan mengembangkan potensinya. Kegiatan ekstrakurikuler juga memberikan manfaat sosial yang besar. Mengenai kendala dari penanaman sikap gotong royong dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SDN 3 Kronggen Grobogan dijelaskan Pembina pramuka sebagai berikut
(12)”Masih terlihat siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka hanya ikut-ikut saja tanpa memahami pentingnya sikap gotong royong dalam kegiatan pramuka tersebut terihat siswa masih belum kompak, kurang disiplin. Guru/ Pembina pramuka masih harus selalu memberikan contoh keteladanan dalam kegiatan gotong royong”.
Penjelasan tersebut sejalan dengan yang disampaikan oleh kepala sekolah SDN 3 Kronggen Grobogan Ibu Endang Wahyu Utami, S.Pd sebagai berikut
(13)”Dari pantuan yang saya lakukan memang masih banyak kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan sikap gotong royong dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SDN 3 Kronggen Grobogan seperti ada siswa yang masih masih kurang antusiasnya anak dalam mengikuti kegiatan pramuka, kurang disiplin masih belum menyadari manfaat kegiatan gotong royong disampaikan oleh Pembina pramuka, sehingga Pembina pramuka harus sabar untuk mengulang intruksi dan keteladanan yang diberikan”.
Hasil wawancara diatas memberikan informasi bahwa masih banyak kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan penanaman sikap gotong royong kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SDN Kronggen Grobogan, masih kurang antusiasnya anak dalam mengikuti kegiatan pramuka, kurang disiplin masih belum fokus dengan arahan yang disampaikan oleh Pembina pramuka sehingga Pembina pramuka harus sabar untuk mengulang intruksi yang diberikan, siswa masih kurang disiplin masih dan belum fokus dengan arahan yang disampaikan oleh Pembina pramuka, sehingga Pembina pramuka harus sabar untuk mengulang intruksi yang diberikan. Pembina pramuka di SDN 3 Kronggen
Grobogan juga menjelaskan mengenai dampak dari kendala kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SDN 3 Kronggen Grobogan sebgai berikut
(14)”Dampak dari kendala pelaksanaan penanaman sikap gotong royong dalam ekstrakurikuler pramuka menjadikan siswa kurang kompak dalam melakukan tugas-tugas yang Pembina lakukan, Pembina harus mengulang dalam memberikan materi maupun contoh dari pelaksanaan tugas, siswa juga masih ramai sendiri dan kurang focus dengan ada yang dijelaskan.
Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan memang terlihat pelaksanaan penanaman sikap gotong royong dalam ekstrakurikuler Pramuka di SDN 3 Kronggen Grobogan tidak serta merta berjalan lancar sesuai rencana, dalam pelaksanaannya masih ada hambatan yang membuat pelaksanaan ekstrakurikuler tidak berjalan maksimal.
Ekstrakurikuler Wajib merupakan program ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik, terkecuali bagi peserta didik dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkan untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Ekstrakurikuler wajib disekolah salah satunya adalah pramuka yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Kegiatan pramuka sangat baik untuk membentuk karakter anggotanya, selain mengarah pada kedisiplinan, kegiatan pramuka juga dapat membentuk perilaku positif bagi siswa (anggota Pramuka). Dengan aktif mengikuti kegiatan pramuka yang dilaksanakan dengan menarik, menantang, edukatif dan rekreatif,
yang lama kelamaan akan membentuk karakter baik pada anggota pramuka.
Cara mengatasi kendala penanaman sikap gotong royong dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SDN 3 Kronggen Grobogan dijelaskan kepala sekolah Ibu Endang Wahyu Utami, S.Pd sebagai berikut (15)”Cara mengatasi hambatan tersebut dengan lebih memberikan tugas-tugas yang dapat memupuk rasa gotong royong dengan memberikan tugas kelompok, dikerjakan dan dinilai sesuai kelompok serta kerja sama secara gotong royong. Mendisiplinkan anak yang masih sering terlambat mengikuti kegiatan pramuka, melakukan variasi pengajaran agar siswa tidak mudah bosan dalam mengikuti kegiatan kita sebagai pembina harus bisa memberi contoh yang baik.
Dengan ketekunan, kesabaran, keikhlasan dan terus menerus untuk penanaman hal tersebut serta peran serta semua pihak untuk peduli dengan peningkatan mutu pengajaran pramuka agar siswa dapat mengambil arti penting dari kegiatan ekstrakurikuler pramuka”.
Dari hasil observasi yang peneliti lakukan cara mengatasi kendala penanaman sikap gotong royong dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SDN 3 Kronggen Grobogan Pembina mendisiplinkan anak yang masih sering terlambat mengikuti kegiatan pramuka, melakukan variasi pengajaran agar siswa tidak mudah bosan dalam mengikuti kegiatan.
Pihak-pihak yang terlibat dalam mengatasi kendala penanaman sikap gotong royong dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SDN 3 Kronggen Grobogan dijelaskan Kepala Sekolah Ibu Endang Wahyu Utami, S.Pd sebagai berikut
(16)”Pihak-pihak yang terlibat dalam mengatasi kendala penanaman sikap gotong royong dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SDN 3 Kronggen Grobogan
adalah Kepala sekolah, Guru selaku pembina siswa dan Komite sekolah” .
Hasil wawancara diatas memberikan informasi bahwa cara mengatasi hambatan pelaksanaan penanaman sikap gotong royong dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SDN 3 Kronggen Grobogan dengan lebih memberikan tugas-tugas yang dapat memupuk rasa gotong royong dengan memberikan tugas kelompok, dikerjakan dan dinilai sesuai kelompok serta kerja sama secara gotong royong. Mendisiplinkan anak yang masih sering terlambat mengikuti kegiatan pramuka, melakukan vaariasi pengajaran agar siswa tidak mudah bosan dalam mengikuti kegiatan kita sebagai pembina harus bisa memberi contoh yang baik.
Dengan ketekunan, kesabaran, keikhlasan dan terus menerus untuk penanaman hal tersebut serta peran serta semua pihak untuk peduli dengan peningkatan mutu pengajaran pramuka agar siswa dapat mengambil arti penting dari kegiatan ekstrakurikuler pramuka