• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kepekaan dan Koefisien Penyebaran Antar Sektor

6.3. Keterkaitan Antar Sektor

6.3.2. Kepekaan dan Koefisien Penyebaran Antar Sektor

Kepekaan penyebaran merupakan keterkaitan langsung dan tak langsung ke depan yang dinormalkan dengan jumlah sektor dan jumlah seluruh koefisien matriks kebalikan leontief, sedangkan koefisien penyebaran merupakan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang yang dinormalkan dengan jumlah sektor dan jumlah seluruh matriks kebalikan leontief (Rassmusen, 1956 dan Bulmer-Thomas, 1982).

Sektor yang memiliki koefisien penyebaran tinggi mengindikasikan sektor tersebut memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap sektor lain. Sebaliknya sektor yang memiliki kepekaan penyebaran tinggi berarti sektor tersebut memiliki keterkaitan ke depan atau daya dorong yang cukup kuat dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Adapun indeks koefisien penyebaran memberikan indikasi

bahwa sektor-sektor yang memiliki indeks koefisien penyebaran lebih dari satu (>1) berarti daya penyebaran sektor tersebut di atas rata-rata daya penyebaran secara keseluruhan. Demikian halnya untuk indeks kepekaan penyebaran, sektor yang mempunyai indeks kepekaan penyebaran lebih dari satu (>1) berarti derajat kepekaan sektor tersebut di atas derajat kepekaan rata-rata secara keseluruhan.

Diagram keterkaitan antar sektor digunakan untuk mempermudah melihat sektor yang saling berkaitan, yang terdiri dari garis vertikal yang menunjukkan indeks derajat kepekaan dan garis horizontal yang menunjukkan indeks daya penyebaran. Diagram tersebut memiliki empat kuadran. Kuadran pertama merupakan sektor-sektor yang memiliki hubungan dengan sektor ke belakang (hulu) dan ke depan (hilir) yang tinggi. Kuadran kedua merupakan sektor-sektor yang memiliki hubungan dengan sektor ke belakang (hulu) yang rendah, serta memiliki hubungan dengan sektor ke depan (hilir) yang tinggi. Kuadran ketiga merupakan sektor-sektor yang memiliki hubungan dengan sektor ke belakang (hulu) dan ke depan (hilir) yang rendah. Kuadran keempat merupakan sektor- sektor yang memiliki hubungan dengan sektor ke belakang (hulu) tinggi, namun memiliki hubungan dengan sektor ke depan (hilir) yang rendah.

Tabel 29 menunjukkan bahwa sepuluh sektor yang memiliki derajat kepekaan yang tinggi dalam mendorong sektor-sektor lainnya adalah sektor perdagangan besar dan eceran; diikuti oleh sektor perikanan; industri pengolahan; bangunan; komunikasi; angkutan laut; tanaman bahan makanan; perkebunan; pertambangan dan penggalian serta sektor jasa pemerintahan umum. Sebaliknya sepuluh sektor terbesar yang memiliki daya penyebaran atau daya hela yang tinggi yaitu sektor air bersih; angkutan udara; bangunan; industri pengolahan; angkutan

laut; jasa penunjang angkutan; listrik, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan; rekreasi, kebudayaan dan olahraga; dan sektor angkutan jalan raya.

Tabel 29. Sepuluh Sektor Terbesar Dalam Kepekaan Penyebaran dan Koefisien Penyebaran No Sektor Kode Indeks Derajat Kepekaan Sektor Kode Indeks Daya Penyebaran 1 Perdagangan Besar dan

Eceran

11 2.367346 Air Bersih 9 1.388281 2 Perikanan 5 1.534203 Angkutan Udara 17 1.331097 3 Industri pengolahan 7 1.513228 Bangunan 10 1.224899 4 Bangunan 10 1.286605 Industri pengolahan 7 1.224718 5 Komunikasi 19 1.154366 Angkutan Laut 15 1.203626 6 Angkutan Laut 15 1.085125 Jasa Penunjang

Angkutan

18 1.162273 7 Tanaman Bahan Makanan 1 1.076958 Listrik 8 1.131390 8 Perkebunan 2 1.074566 Keuangan, Persewaan

dan Jasa Perusahaan

20 1.113736 9 Pertambangan dan Penggalian 6 1.07405 Jasa Rekreasi, Kebudayaan dan Olahraga 23 1.112345 10 Jasa Pemerintahan Umum 21 1.016223 Angkutan Jalan Raya 14 1.107610 Sumber: Tabel Input-Output Provinsi Maluku Utara Updating, 2005, Data Diolah

Keterkaitan antar sektor yang berpengaruh terhadap output di Provinsi Maluku Utara dengan melihat daya penyebaran dan derajat kepekaan setiap sektor perekonomian, dapat dilihat pada Gambar 8.

0 0,5 1 1,5 2 2,5 0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2 1,4 1,6 11 5 7 10 19 15 18 14 23 20 16 8 9 17 12 24 223 4 13 21 1 2 6

Gambar 8. Diagram Keterkaitan Antar Sektor Terhadap Output di Provinsi Maluku Utara Tahun 2005

Indeks Daya Penyebaran

In de ks Deraj at Kepe kaa n I II III IV

Dari hasil plot yang dilakukan sebagaimana terlihat pada Gambar 8, maka nilai indeks daya penyebaran (koefisien penyebaran) dan indeks derajat kepekaan (kepekaan penyebaran) dapat dikelompokkan ke dalam empat kuadran, hasilnya sebagai berikut:

Kuadran I : sektor-sektor dengan daya penyebaran dan derajat kepekaan tinggi yaitu industri pengolahan (7); bangunan (10); angkutan laut (15); perikanan (5); dan komunikasi (19).

Kuadran II : sektor-sektor dengan daya penyebaran rendah dan derajat kepekaan tinggi yaitu pertambangan dan penggalian (6); perdagangan besar dan eceran (11); perkebunan (2); tanaman bahan makanan (1); dan jasa pemerintahan umum (21). Kuadran III : sektor-sektor dengan daya penyebaran dan derajat kepekaan rendah yaitu jasa perorangan dan rumah tangga (24); hotel (12); peternakan (3); jasa sosial dan kemasyarakatan (22); kehutanan (4); dan restoran (13).

Kuadran IV : sektor-sektor dengan daya penyebaran tinggi dan derajat kepekaan rendah yaitu air bersih (9); angkutan udara (17); jasa penunjang angkutan (18); listrik (8); keuangan, persewaan dan jasa perusahaan (20); jasa rekreasi, kebudayaan dan olahraga (23); angkutan jalan raya (14); dan angkutan sungai, danau dan penyebrangan (16).

Dari uraian di atas maka dapat dijelaskan bahwa sektor-sektor yang berada pada kuadran I dengan derajat kepekaan dan daya penyebaran yang tinggi merupakan simpul perekonomian di Provinsi Maluku Utara, yang berperan penting sebagai sektor atau kegiatan antara yang menghubungkan sektor-sektor di hulu dan hilir, sehingga sektor-sektor tersebut harus ditingkatkan keberadaan baik jumlah aktifitas maupun nilai output atau produksi yang dihasilkan. Selanjutnya

sektor-sektor pada kuadran II dengan derajat kepekaan yang tinggi dan daya penyebaran yang rendah hendaknya dapat menggerakkan sektor-sektor hilir yang memanfaatkan output dari sektor-sektor tersebut secara optimal.

Sedangkan sektor-sektor pada kuadran III cenderung sebagai sektor pendukung bagi pengembangan sektor-sektor lain baik kegiatan di hulu maupun di hilir khususnya terhadap kegiatan produksi domestik. Sektor-sektor pada kuadran IV dengan derajat kepekaan rendah dan daya penyebaran tinggi, sangat tergantung dengan sektor-sektor hulu karena daya penyebarannya yang tinggi, sehingga hendaknya dapat memanfaatkan secara optimal sektor-sektor di hulu untuk mendukung aktifitas atau kegiatan produksi yang pada gilirannya dapat menggerakkan nilai total ekonomi wilayah secara signifikan.

Jika indeks derajat kepekaan dan indeks daya penyebaran ini digabung maka akan didapat indeks keterkaitan antar sektor (Total Linkage). Suatu sektor bernilai indeks keterkaitan > 2, berarti sektor tersebut memiliki indeks keterkaitan lebih tinggi dari rata-rata indeks lainnya. Nilai indeks keterkaitan rata-rata > 2, berasal dari penjumlahan nilai indeks daya penyebaran dan indeks derajat kepekaan.

Apabila dilihat indeks total keterkaitan yang terdapat pada Tabel 30 di atas, maka sektor-sektor yang memiliki keterkaitan yang tinggi adalah sektor perdagangan besar dan eceran (11); sektor industri pengolahan (7); sektor perikanan (5); sektor bangunan (10); sektor komunikasi (19); sektor angkutan laut (15); sektor air bersih (9); sektor angkutan udara (17); dan sektor jasa penunjang angkutan (18). Sektor-sektor ini memiliki tingkat keterkaitan lebih tinggi dari rata-rata sektor lainnya atau dengan nilai indeks keterkaitan lebih dari dua (> 2).

Tabel 30. Indeks Total Keterkaitan Sektor Ekonomi Provinsi Maluku Utara Tahun 2005 No Sektor Indeks Derajat Kepekaan Indeks Daya Penyebaran Indeks Keterkaitan

1 Tanaman Bahan Makanan 1.0770 0.7337 1.8106

2 Perkebunan 1.0746 0.7504 1.8250

3 Peternakan 0.8406 0.8772 1.7177

4 Kehutanan 0.9739 0.7752 1.7491

5 Perikanan 1.5342 1.1002 2.6344

6 Pertambangan & Penggalian 1.0741 0.8882 1.9623

7 Industri pengolahan 1.5132 1.2247 2.7379

8 Listrik 0.6206 1.1314 1.7520

9 Air Bersih 0.7244 1.3883 2.1126

10 Bangunan 1.2866 1.2249 2.5115

11 Perdagangan Besar dan Eceran 2.3673 0.8377 3.2050

12 Hotel 0.7434 0.8857 1.6292

13 Restoran 0.8657 0.7646 1.6303

14 Angkutan Jalan Raya 0.7771 1.1076 1.8847

15 Angkutan Laut 1.0851 1.2036 2.2888

16 Angkutan Sungai, Danau & Penyebrangan

0.6328 1.0346 1.6674

17 Angkutan Udara 0.7263 1.3311 2.0574

18 Jasa Penunjang Angkutan 0.8780 1.1623 2.0403

19 Komunikasi 1.1544 1.0988 2.2532

20 Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan

0.8593 1.1137 1.9731 21 Jasa Pemerintahan Umum 1.0162 0.5274 1.5436 22 Jasa Sosial & Kemasyarakatan 0.7748 0.7995 1.5743 23 Jasa Rekreasi, Kebudayaan &

Olahraga

0.8064 1.1123 1.9187

24 Jasa Perorangan & Rumah Tangga 0.5940 0.9268 1.5208 Sumber: Tabel Input-Output Provinsi Maluku Utara Updating, 2005, Data Diolah

Dengan indeks total keterkaitan dalam melihat hubungan antar sektor tersebut, juga terlihat bahwa terdapat penambahan sektor-sektor yang dapat menjadi simpul perekonomian Provinsi Maluku Utara, yakni sektor perdagangan besar dan eceran, sektor angkutan udara dan sektor jasa penunjang angkutan.