Ruang lingkup pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia mencakup pembelajaran bahasa dan pembelajaran sastra, yang masing-masing meliputi empat aspek kemampuan, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
Kemampuan menulis adalah salah satu aspek penting yang perlu dikuasai oleh siswa pada pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Kemampuan menulis pada pembelajaran sastra merupakan wahana yang tepat untuk mengekspresikan ide, gagasan, dan isi hati kepada khalayak ramai. Kemampuan menulis sastra dapat dikatakan sama halnya dengan kemampuan menulis kreatif. Menulis kreatif merupakan kegiatan menuangkan ide, gagasan, pendapat, dan perasaan mengenai apa yang terjadi di sekeliling kita dalam bentuk karya sastra (Syaddad, 2012: 6).
Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui kemampuan menulis kreatif siswa, khususnya menulis cerpen. Dengan memberikan tes berupa pertanyaan tentang pemahaman siswa dalam menulis cerpen dan penugasan menulis sebuah cerpen. Selain itu, Salah satu metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menulis pengalaman secara langsung ( Writing in the here and now ). Metode ini digunakan untuk membiasakan peserta didik dalam belajar
dan membudayakan sifat aktif secara individu berani untuk merefleksikan pengalaman yang telah mereka alami secara langsung dalam bentuk tulisan..
Untuk lebih jelasnya bagan kerangka pikir dapat dilihat pada gambar 2.1.
26
Gambar 2.1Bagan kerangka pikir Deskripsi KemampuanMenulis Cerpen Siswa
Siswa
Writing In The Here and Now Cerpen
Menulis Kreatif
Membaca Menulis
Berbicara Menyimak
Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
Analisis
C. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kajian pustaka dan kerangka pikir di atas, penulis mengajukan hipotesis sementara dalam penelitian ini dengan metode Menulis Pengalaman Secara Langsung ( Writing In The Here and Now ) akan dapat meningkatkan keterampilan menulis cerpen siswa kelas IX SMP Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa.
28 BAB III
METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
Berdasarkan judul penelitian ini, yakni “Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen dengan menggunakan metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now) pada siswa kelas IX SMP Putri Yatama Mandiri Gowa”, maka penelitian ini digolongkan ke dalam penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian tindakan ini dilakukan untuk menggambarkan dan mengamati proses belajar siswa dengan menggunakan metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now).
mekanisme pelaksanaannya dengan dua siklus. Setiap siklus masing-masing dilaksanakan dengan empat tahap, yaitu: (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Penelitian tindakan kelas ini merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki praktik pembelajaran agar lebih bermanfaat. Dengan demikian, guru dapat mengetahui secara jelas masalah-masalah yang ada di kelas dan solusi dalam mengatasi masalah tersebut.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan pemaparan data deskriptif kualitatif dan data kuantitatif.
Data kualitatif diperoleh dari lembar observasi, lembar catatan lapangan, dan wawancara dalam setiap pelaksanaan tindakan (proses pembelajaran), dan data kuantitatif diperoleh dari tes akhir setiap siklus.
Arikunto (2014: 3) mengatakan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan,
yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama.
Tindakan tersebut di berikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang di lakukan oleh siswa
B. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini berlokasi di SMP Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa dengan alasan bahwa kemampuan siswa di SMP Pesantren Putri Yatama Mandiri terkhususnya di kelas IX A setelah saya melakukan observasi awal belum mampu menulis cerpen.
2. Subjek Penelitian
Adapun subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX A SMP Pesantren Putri Yatama Mandiri yang berjumlah 31 orang.
C. Faktor yang Diselidiki
Faktor yang diselidiki dalam penelitian tindakan kelas pada siswa kelas IX SMP Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa.
1. Faktor Proses
Apakah terjadi atau ada interaksi antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa agar kegiatan belajar mengajar berlangsung efektif dan efisien. Sehingga pemahaman siswa tentang keterampilan menulis cerpen dapat ditingkatkan.
2. Faktor Hasil
Diselidiki penguasaan materi atau pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.
30
D. Prosedur Penelitian
Penelitian ini direncanakan dalam beberapa siklus, setiap siklus saling berkaitan. Artinya, pelaksanaan siklus I akan dilanjutkan pada siklus II yang merupakan pelaksanaan perbaikan dari siklus I. Apabila hasil siklus II masih belum maksimal, maka dilanjutkan lagi ke siklus selanjutnya. Setiap siklus itu terdiri atas perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi tindakan.
Batasan penelitian, jika siklus ke II belum mencapai maka penelitian dihentikan mengingat batasan kemampuan peneliti dalam waktu dan biaya.
1. Gambaran Umum Siklus : a. Perencanaan
Pada tahap perencanaan siklus I dilakukan persiapan pembelajaran keterampilan menulis dengan (1) membuat rencana pembelajaran terlebih dahulu, karena pembuatan rencana pembelajaran ini merupakan program kerja dalam melaksanakan proses belajar mengajar sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai, (2) mempersiapkan instrumen tes yang akan diujikan dalam tes dan mempersiapkan instrumen nontes yang berupa wawancara, lembar observasi, dan lembar jurnal ketika pelaksanaan pembelajaran, (3) mempersiapkan pedoman penilaian untuk menilai tes keterampilan menulis, (4) berkolaborasi atau bekerjasama dengan guru kelas IX yang mengajar bahasa Indonesia untuk memberikan kemudahan jalannya penelitian karena guru tersebut lebih mengetahui situasi dan kondisi siswa yang akan menjadi subjek penelitian serta bekerjasama dengan teman yang dipilih peneliti untuk membantu penelitian.
b. Tahap Tindakan
Dalam tahap ini dilakukan tindakan sesuai rencana yang telah ditetapkan atau disusun. Materi pelajarannya adalah keterampilan menulis cerpen dengan metode Menulis Pengalaman Secara Langsung ( Writing In The Here and Now).
Pelaksanaan tindakan yaitu implementasi atau penerapan isi rencana tindakan di kelas yang diteliti.
c. Evaluasi
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kegiatan yang telah dilakukan dapat meningkatkan keterampilan menulis cerpen siswa atau tidak. Hasil evaluasi pada tahap ini digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan siklus selanjutnya sehingga yang dicapai pada siklus berikutnya sesuai dengan yang diharapkan dan hendaknya bisa lebih baik dari siklus sebelumnya.
d. Refleksi
Data hasil observasi dan evaluasi dalam siklus. Ini dikaji dan di analisis.
Dari hasil tersebut diadakan refleksi yaitu mengkaji apakah tindakan yang dilakukan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil refleksi dapat memberikan gambaran tentang apa dan bagaimana tindakan selanjutnya pada siklus II.
E. Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini, instrumen penelitian digunakan sebagai alat bantu yang digunakan untuk memperoleh data penelitian sesuai metode yang digunakan. Instrumen penelitian ini adalah bentuk tes dan nontes. Bentuk tes yang di gunakan adalah tulisan. Sedangkan bentuk nontes berupa observasi,
32
catatan lapangan, dan wawancara. Instrumen penelitian ini merupakan komponen utama di dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. (RPP). Format RPP yang digunakan dalam pembelajaran keterampilan menulis melaui metode Menulis Pengalaman Secara Langsung ( Writing In The Here and Now ) mengikuti format yang sesuai dengan standar.
F. Teknik Pengumpulan Data
Instrumen-instrumen penelitian yang telah penulis susun tersebut digunakan untuk mengumpulkan data-data yang penulis butuhkan. Pengumpulan data-data tersebut diperoleh melalui tes siswa selama mengikuti pembelajaran diperoleh dari observasi, wawancara.
Untuk mendapatkan data dilapangan, peneliti menggunakan teknik tes dan nontes. Teknik tes digunakan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan dalam menulis cerpen. Sedangkan teknik nontes digunakan dengan maksud untuk mengetahui sikap siswa selama mengikuti pembelajaran yang terjadi sehubungan dengan pembelajaran menulis cerpen. Teknik tes yang penulis gunakan adalah tes subjektif. Penulis memperoleh data tes subjektif selama siswa mengikuti proses ppembelajaran, yakni ketika siswa melakukan kegiatan menulis cerpen.
Observasi dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung.
Selain menyampaikan materi pembelajaran dan melakukan tes subjektif, penulis juga mengamati perilaku siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Adapun aspek yang diobservasi adalah antusiasme siswa dalam kegiatan pembelajaran, perhatian siswa terhadap penjelasan yang diberikan guru, keseriusan dalam kegiatan pembelajaran, keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran, respon atau
sikap siswa selama mengikuti pembelajaran, dan komentar yang diberikan siswa selama pembelajaran menulis cerpen berlangsung. Pedoman observasi atau pengamatan diisi selama pembelajaran berlangsung dengan cara memberi tanda cek ( ) pada setiap aspek yang diamati sesuai dengan kategori (keadaan di kelas), apakah termasuk kurang, cukup, baik, atau baik sekali.
Wawancara dilakukan setiap akhir siklus pada jam pelajaran. Wawancara tidak dilakukan pada semua siswa, tetapi dilakukan kepada siswa yang terlihat menonjol dalam peningkatan hasil menulis cerpen bagi siswa yang mendapat nilai tertinggi, penurunan hasil menulis cerpen bagi siswa yang mendapat nilai terendah, bersikap positif dalam kegiatan pembelajaran, dan bersikap negatif dalam kegiatan pembelajaran. Siswa diminta menuliskan jawaban hasil wawancara tersebut di lembar jawaban yang telah disediakan.
Wawancara ini digunakan untuk mengungkap efektifitas penggunaan teknik latihan terbimbing berdasarkan ilustrasi tokoh idola dalam pembelajaran keterampilan menulis cerpen dan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa ketika mengikuti pembelajaran menulis cerpen. Wawancara dilakukan di tempat terpisah agar siswa leluasa mengemukakan isi hatinya tentang pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Dokumentasi foto diambil pada saat proses pembelajaran berlangsung untuk memperoleh rekaman aktivitas atau perilaku siswa selama mengikuti proses pembelajaran dalam bentuk dokumen gambar (foto). Dokumentasi foto ini akan memperkuat analisis penelitian pada setiap siklus. Selain itu, data yang diambil
34
melalui dokumentasi foto ini juga memperjelas data yang lain yang hanya terdeskripsi melalui tulisan dan angka.
G. Teknik Analisis Data
Teknik yang digunakan untuk menganalisis data penelitian ini adalah teknik kuantitatif dan teknik kualitatif.
a. Teknik Kuantitatif
Teknik kuantitatif dipakai untuk menganalisis hasil tes subjektif siswa yang dilakukan pada setiap siklus. Nilai siswa pada setiap akhir siklus dijumlahkan kemudian dihitung dalam presentase dengan menggunakan rumus:
NP = X 100
Keterangan :
NP = Nilai dalam persen R = Skor
SM = Skor maksimal ideal
Hasil yang diperoleh keseluruhan siswa pada siklus I dibandingkan dengan hasil yang diperoleh keseluruhan siswa pada siklus II untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis cerpen siswa satu kelas.
b. Teknik Kualitatif
Teknik kualitatif dipakai untuk menganalisis data-data nontes, yaitu data observasi, data hasil wawancara, dan dokumentasi foto. Data observasi dianalisis untuk mengetahui sikap siswa dalam mengikuti pelajaran. Dari data ini dapat diketahui perubahan sikap siswa selama mengikuti pembelajaran pada siklus I dan
siklus II. Data hasil wawancara digunakan untuk mengungkap efektifitas penggunaan metode menulis pengalaman secara langsung (witing in the here and now) dalam pembelajaran menulis cerpen dan digunakan untuk mengungkap
kesulitan-kesulitan yang dialami siswa ketika menulis cerpen.
Dari data wawancara penulis mencari alterntif-alternatif pemecahan kesulitan yang dialami siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Data dokumentasi foto digunakan untuk memperoleh rekaman aktivitas atau perilaku siswa selama mengikuti proses pembelajaran dalam bentuk dokumen gambar.
Dokumentasi foto ini akan memperkuat bukti analisis penelitian pada setiap siklus. Selain itu data yang diambil melalui dokumentasi foto ini juga memperjelas data yang lain yang hanya terdeskripsikan dengan tulisan atau angka.
Data non-test digunakan untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now) dalam pembelajaran menulis cerpen. Skor maksimum pada setiap aspek berbeda-beda tergantung pada peran penting unsur-unsur tersebut dalam sebuah cerpen. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel 3.1 aspek penilaian dan penskoran di bawah ini.
Tabel 3.1. Aspek Penilaian dan Penskoran
No Aspek Penilaian Skor
1 Penggunaan alur atau plot 20
2 Penggambaran tokoh dan penokohan 20
3 Pendeskripsian latar 20
4 Penggunaan gaya bahasa 10
5 Penggunaan sudut pandang 10
36
6 Kesesuaian tema dengan ceritanya 10
7 Amanat yang disampaikan 10
Tabel 3.2. Kriteria Penilaian Keterampilan Menulis No Aspek Penilaian Rincian Penilaian Rentang
Skor
Kategori 1 Penggunaan alur Permainan alur tidak
menarik, tidak ada ada tegangan dan kejutan serta pembanyangan yang
membawa pembaca
3 Mendeskripsikan latar Tidak tepat dalam memilih tempat yang waktu yang sesuai dengan perristiwa dalam cerita,
38 dan bersifat konotatif dan tidak tepat dalam memilih ungkapan yang mewakili dan konotatif dan kurang tepat dalam memilih dan bersifat konotatif dan cukup tepat dalam unsur emotif dan bersifat konotatif dan tepat dalam memilih ungkapan yang
menunjukkan perasaan
6 Tema cerita Tidak baik dalam mendeskripsikan tema
40
Penelitian ini dianggap berhasil apabila keterampilan menulis cerpen siswa mengalami peningkatan. Peningkatan keterampilan siswa ini ditunjukkan dengan
peningkatan nilai yang diperoleh siswa dari siklus I ke siklus II. Nilai yang diperoleh siswa pada siklus II lebih tinggi daripada nilai yang diperoleh siswa pada siklus I. antara siklus dan siklus II penulis menetapkan parameter untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa. Untuk mengetahui parameter yang penulis tetapkan, perhatiakan tabel dibawah ini!
Tabel 3.3 Parameter Penilaian
No Hasil yng dicapai siswa Kategori
1 90-100 Sangat Tinggi
2 71-89 Tinggi
3 66-70 Sedang
4 41-65 Rendah
5 0-40 Sangat Rendah
Nilai keterampilan menulis cerpen siswa diperoleh dari nilai total keseluruhan aspek. Hasilnya dikonsultasikan dengan parameter penelitian untuk menentukan kategori yang diperoleh siswa.
Tabel 3.4. lembar pengamatan aktivitas siswa
No Aspek yang dinilai penilaian Ket.
A B C D
1 Antusias siswa dalam mengikuti 2 Pemberian motivasi
3 Keseriusan siswa dalam kegiatan pembelajaran 4 Pengaturan kursi
5 Respon atau siswa selama mengikuti
42
pembelajaran
6 Komentar yang diberikan siswa selama pembelajaran menulis cerpen berlangsung
Tabel 3.5. Lembar Observasi Kinerja Guru
No Indiktor Aspek yang diamati Pelaksanaan
1 Pembelajaran:
a. Memeriksa kesiapan siswa b. Melakukan kegiatan apersepsi
c. Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran
d. Menyampaikan manfaat pembelajaran sebagai motivasi siswa untuk menulis
TL TTL
2 Kegiatan Inti Pembelajaran
a. Pengguasaan materi pembelajaran
1) Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran 2) Mengaitkan materi pembelajaran dengan
pengetahuan yang relevan
3) Menyampaikan materi dengan jelas b. Pendekatan/Strategi Pembelajaran
1) Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai
2) Melaksanakan pembelajaran secara runtut 3) Menguasai kelas
4) Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif 5) Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
alokasi waktu yang direncanakan
c. Pemanfaatan sumber belajar/ media pembelajaran 1) Penggunaan media pembelajaran secara
efektif dan efisien
2) Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media 3) Penggunaan buku cetak dalam pembelajaran d. Pembelajaran yang memicu dan memelihara
ketertiban siswa
1) Menubuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran
2) Menunjukkan sifat terbuka terhadap respon siswa
3) Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam belajar
4) Memberi penguatan atas prestasi siswa e. Penilaian proses dan hasil belajar
1) Memantau kemajuan belajar selama proses diskusi siswa
2) Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi
f. Penggunaan bahasa
1) Penggunaan bahasa lisan dan tulisan secara jelas, baik, dan benar
2) Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai, tidak berlebihan dan tidak kaku
3 Penutup
a. Melakukan refleksi dengan melibatkan siswa b. Melakukan tindak lanjut dengan memberikan
arahan dan umpan balik kepada siswa Keterangan
TL = Terlaksana TTL = Tidak Terlaksana
44 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini didapatkan dari tindakan siklus 1 dan tindakan siklus 2 berupa hasil tes dan nontes (obsevasi, wawancara).
1. Kondisi Pra Siklus
Latar belakang ketertarikan peneliti untuk melakukan penelitian ini adalah atas lemahnya kemampuan siswa dalam menulis cerpen. Pada pembelajaran menulis cerpen selain kurang bervariasinya metode yang digunakan oleh guru, siswa juga mengalami kesulitan terutama dalam menemukan ide. Di samping itu, siswa kurang mendapatkan pengalaman dalam hal menulis cerpen. Hal ini jugalah yang menyebabkan keterampilan menulis cerpen siswa tidak maksimal.
2. Penggunaan Metode Menulis Pengalaman Secara Langsung ( Writing In The Here and Now ) Dalam Pembelajaran Menulis Cerpen
Penggunaan metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now) dalam pembelajaran menulis cerpen diawali dengan
menyampaikan indikator dan tujuan pembelajaran. Dilanjutkan dengan memberikan motivasi belajar kepada siswa untuk mengetahui tujuan pembelajaran yang akan diikuti sehingga pemikiran siswa tidak mengambang dan berfokus pada pembelajaran menulis cerpen.
Kegiatan selanjutnya adalah guru menyajikan informasi pembelajaran kepada siswa. Guru menyampaikan materi pembelajaran dan tugas-tugas yang akan diselesaikan siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Kegiatan yang
dilakukan siswa dalam proses pembelajaran melalui metode menulis pengalaman secara langsung ( writing in the here and now ) dalam cerpen meliputi; (1) siswa memperhatikan langkah-langkah cara menyusun kerangka cerpen, (2) siswa mulai menuangkan ide atau gagasan-gagasan dalam kertas, (3) siswa menulis cerpen sesuai dengan ide atau gagasan yang telah mereka tulis.
a. Deskripsi Proses Siklus 1 1) Perencanaan
Perencanaan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah membuat persiapan proses pembelajaran. Adapun persiapan yang dilakukan dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan rencana yang akan dilakukan oleh peneliti guru dan siswa.
Kegiatan peneliti meliputi; (1) menyusun kisi-kisi pedoman pembuatan rencana pembelajaran, (2) berkolaborasi dengan guru menyusun rencana pembelajaran dengan menerapkan metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now) dalam cerpen, (3) membantu guru dalam pelaksanaan pembelajaran dikelas, (4) berkolaborasi dengan guru melakukan tes siklus 1, dan (5) menganalisis hasil tes siklus 1. Kegiatan guru meliputi; (1) berkolaborasi dengan dengan peneliti menyusun rencana pembelajaran, (2) melakukan aktivitas pembelajaran sesuai dengan petunjuk dengan RPP, (3) bersama dengan peneliti melakukan tes siklus 1, (4) menilai hasil tes siklus 1, (5) memberikan umpan balik tentang hasil tes siswa. Kegiatan siswa meliputi; (1) mengikuti kegiatan pembelajaran, (2) menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran, dan (3) menerima umpan balik dari guru.
46
Pengamatan terhadap kegiatan guru dan siswa dalam proses pembelajaran menulis cerpen dilakukan dengan penggunaan metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now) dalam cerpen yang didasarkan pada tujuh hal pokok yaitu penggunan alur atau plot, penggambaran tokoh dan penokohan, pendeskripsian latar, penggunaan gaya bahasa, penggunaan sudut pandang, kesesuaian tema dengan cerita, dan amanat yang disampaikan.
2) Pelaksanaan a) Pertemuan pertama
Pada pertemuan pertama guru menyampaikan materi pembelajaran yang akan diajarkan yaitu menulis cerpen berdasarkan pengalaman diri sendiri.
Penekanan pembelajaran pada pertemuaan pertama adalah kemampuan awal siswa mengenai defenisi cerpen, unsur pembangun cerpen, dan langkah penggunaan materi pembelajaran menuulis cerpen diajarkan sesuai petunjuk rencana pembelajaran dengan menerapkan metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now) dalam cerpen. Hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa pada pertemuan pertama disajikan pada table 4.1.
Tabel 4.1. Aktivitas Siswa pada Pertemuan Pertama
No Aspek yang dinilai Penilaian Ket.
A B C D
5 Respon atau sikap siswa selama mengikuti pembelajaran
Hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa pada pertemuan ini menunjukkan bahwa pada kegiatan awal pembelajaran mulai pada kegiatan menyimak tujuan pembelajaran siswa cukup aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran. Motivasi yang diberikan guru pun sudah baik. Akan tetapi, pada saat siswa diminta untuk bertanya, merespon, dan memberi tanggapan terhadap pelajaran, siswa kurang aktif mengemukakan pendapat. Demikian pula pada saat siswa merespon pembelajaran melalui metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now).
Siswa yang kurang aktif pada saat merespon materi hingga langkah pembelajaran selanjutnya diakibatkan oleh rasa malu dan takut mengemukakan pendapat. Mereka takut berbuat kesalahan dan mungkn juga sebagian siswa tidak mengetahui hal yang ditanyakan oleh guru, serta situasi kelas rebut karena masih ada siswa keluar masuk saat pembelajaran dimulai. Pengamatan oleh peneliti sebagai laporan proses peneliti dalam pembelajaran menulis cerpen melalui menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now) belum dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan tersebut perlu diterapkan kembali pada siklus selanjutnya.
b) Pertemuan Kedua
Berdasarkan perencanaan penelitian yang telah diterapkan maka pada pertemuan kedua materi pembelajaran yang diajarkan selanjutnya adalah menulis cerpen dengan menggunakan metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now) yang diadakan selama 60 menit.
48
Selanjutnya,mengumpulkan hasil menulis cerpen dan siswa yang lain memberikan tanggapan.
Hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa pada petemuan kedua disajikan pada tabel 4.2.
Tabel 4.2. Aktivitas Siswa pada Pertemuan Kedua
No Aspek yang dinilai Penilaian Ket.
A B C D
5 Respon atau sikap siswa selama mengikuti pembelajaran pembelajaran. Akan tetapi, siswa terlihat kurang aktif menanggapi hasil tulisan temannya. Hanya 3-4 orang saja yang terlihat aktif. Sikap acuh tak acuh juga ditunjukkan oleh siswa-siswa yang tidak memperhatikan siswa lain sehingga suasana kelas menjadi gaduh. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran tersebut perlu diperbaiki pada siklus berikutnya.
3) Evaluasi
Evaluasi yang dimaksudkan adalah ketika siswa menulis cerpen melalui metode menulis pengalaman secara langsung (writing in here and now) agar memudahkan siswa mengemukakan pendapat sehingga hasil yang diperoleh siswa
dapat maksimal. Pada dasarnya, cerpen yang ditulis merupakan penilaian berbasis kelas mengacu pada penilaian yang dilakukan secara objektif dalam aspek kognitif. Namun pada satu sisi, penilaian secara afektif tetap diprioritaskan oleh guru. Setiap tindakan yang dilakukan siswa setelah dianalisis oleh guru akan diberikan tindak lanjut.
Siklus 1 materi pembelajaran difokuskan pada (1) penggunaan alur atau plot, (2) penggambaran tokoh dan penokohan, (3) pendeskrisipsian latar, (4) penggunaan gaya bahasa, (5) penggunaan sudut pandang, (6) kesesuaian tema dengan ceritanya, dan (7) amanat yang disampaikan. Penilaian yang dilakukan disesuaikan dengan indikator penilaian menulis cerpen yang telah disusun oleh guru dan peneliti.
Guru dan peneliti secara kolaboratif memberikan nilai terhadap tulisan siswa. Hal ini dilakukan guna mengetahui keberhasilan siswa dalam pembelajaran menulis cerpen. Hasilnya diperoleh perubahan yang signifikan berupa peningkatan aspek afektif pada siswa, yaitu siswa termotivasi menuangkan gagasan dalam menulis, khususnya pembelajaran menulis cerpen.
(4) Refleksi
Kegiatan refleksi ini dibahas dan disimpulkan tentang temuan dan hasil penelitian siklus I. Pada akhir pembelajaran, secara kolaboratif kegiatan refleksi antara guru dan peneliti dilakukan. Dalam proses ini, dapat diakui bahwa pembelajaran memang belum lancer sehingga hasil yang dicapai belum mencapai target penilaian yang ditetapkan. Agar dapat mencapai hasil yang baik tersebut,
50
pelaksanaan siklus II masih perlu dilakukan. Oleh karena itu, pelaksanaan siklus II dilakukan lebih cermat guna mengatasi kendala-kendala pada siklus I.
pelaksanaan siklus II masih perlu dilakukan. Oleh karena itu, pelaksanaan siklus II dilakukan lebih cermat guna mengatasi kendala-kendala pada siklus I.