• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh ROSTIA (Halaman 91-100)

Pembahasan hasil penelitian menulis cerpen melalui metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now) yang dilakukan pada siklus I dan silus II serta didukung data nontes berupa pengamatan, observasi, wawancara dalam penelitian tindakan kelas yang diadakan adalah sebagai berikut.

Dalam penelitian tindakan kelas pada siklus I ini, peneliti mengadakan kegiatan menulis cerpen melalui metode menlis pengalaman secara langsung (writing in the here and now). siswa disuruh menulis cerpen sesuai dengan pengalaman mereka. Keaktifan siswa diamati dalam memperhatikan penjelasan guru tentang langkah-langkah menulis cerpen.

Berdasarkan tes siklus I dari 31 responden terdapat 2 orang siswa yang berkemampuan tinggi dengan hasil tes berada pada rentang 71-89. Dan 5 siswa yang mempunyai kemampuan yang sedang karena mempunyai nilai diantara 41-65, dan 23 siswa mempunyai kategori yang masih rendah yaitu berada pada hasil 41-65 saja. Didukung dengan nontes hasil pengamatan penelitian menunjukkan siswa tersebut mempunyai angka presentase kurang konsentrasi dalam pembelajaran dibandingkan dengan siswa lain yang presentasenya mendapat lebih baik. Mereka dalam kegiatan pembelajaran kurang serius, hanya asal membuat cerpen. Dari hasil wawancara, siswa tersebut belum betul-betul paham dengan materi yang diajarkan, sedangkan hasil jurnal menunjukkan bahwa siswa tersebut menyukai tapi kurang mampu menuangkan ide dalam menulis cerpen dengan baik.

Terdapat 23 orang yang mendapat nilai rendah dan ini di sebabkan karena pada saat di jelaskan siswa tersebut belum terlalu memahami cerpen dan masih belum konsen dalam pembelajaran menulis cerpen. Adapun siswa yang berkemampuan tinggi hanya 2 orang. Siswa ini kemampuan menulisnya memang sudah baik dilihat pada waktu menulis tanpa menjumpai hal-hal yang menyulitkan.

Dalam penelitian tindakan kelas siklus II ini, siswa melaksanakan pembelajaran menulis cerpen melalui metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now). siswa mengamati contoh peta konsep dan langkah-langkah menulis cerpen melalui metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now) seperti yang telah dijelaskan pada siklus I. kemudian siswa disuruh menulis cerpen seperti sebelumnya dengan memperhatikan penggunaan alur atau plot, penggambbaaraan tokoh dan penokohan, pendeskripsian latar, penggunaan gaya bahasa, penggunaan sudut pandang, kesesuaian tema dengan ceritanya, dan amanat yang disampaikan.

Bersamaan itu pula peneliti mengadakan tindakan pengamatan terhadap siswa yang meliputi segala aktivitas dan kreativitas ketika menyusun cerpen. Tindakan lain yang dilakukan peneliti melalui wawancara tentang metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now) dalam pembelajaran menulis cerpen.

Berdasarkan hasil tes pada siklus II dari jumlah 31 responden, ada 23 siswa yang berkemampuan sedang, 6 siswa berkemampuan tinggi, dan 2 siswa yang berkemampuan sangat tinggi. Didukung oleh data nontes hasil pengamatan

70

pada siklus II ini menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan pembelajaran menulis cerpen. Dari hasil wawancara juga menunjukkan bahwa siswa sudah mulai senang dalam menulis cerpen meskipun terkadang mereka masih ada hambatan dalam menuangkan ide.

Persentase kemampuan menulis siswa berdasarkan uraian pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan meskipun belum dapat mencapai kemampuan menulis yang ideal. Ini disebabkan oleh dua faktor yang mempengaruhi yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi pengetahuan siswa, sikap, konsentrasi, motivasi, kondisi, dan minat siswa. Adapun faktor eksternal mencakup gangguan tempat siswa belajar dan suasana kelas.

71 A. Kesimpulan

Berdasarkan pembasahan, penelitian tindakan kelas ini dapat disampaikan sebagai berikut.

1. Kemampuan menulis cerpen yang dimiliki siswa kelas IX SMP Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa meningkat, setelah mengikuti pembelajaran menulis melalui metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now). Hal ini dapat diketahui setelah membandingkan hasil tes

pada siklus I dengan hasil tes pada siklus II. Hasil pada siklus I, siswa baru mencapai kategori rendah.hasil pada siklus II siswa sudah bisa mencapai kategori tinggi.

2. Analisis data kualitatif melalui observasi, wawancara, menunjukkan bahwa siswa kelas IX SMP Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa lebih berminat, senang, dan lebih termotivasi dalam pembelajaran menulis cerpen melalui metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now).

3. Melalui metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now), para siswa lebih muda dalam menuangkan idea tau gagasan.

Pembelajaran menulis cerpen dengan metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now), mampu mengubah perilaku.

Perubahan perilaku tersebut ditunjukkan dengan sikap lebih bersemangat dan tampak bergairah dalam mengikuti pembelajaran menulis cerpen.

72

B. Saran

1. Guru kelas IX SMP Pesanren Putri Yatama Mandiri Gowa dapat mengarahkan siswa untuk mengoptimalkan keterampilannya dalam menulis cerpen dengan menerapkan metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now) dalam proses pembelajaran untuk menumbuhkan keinginan dan motivasi siswa.

2. Pengetahuan dan pengalaman guru kelas IX SMP Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa dalam penerapan metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now) dapat lebih ditingkatkan dengan memperbanyak referensi mengenai metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now) sehingga dalam penerapannya dapat menjadikan siswa lebih kreatif dalam menulis khususnya cerpen.

3. Disarankan kepada peneliti lain agar melakukan penelitian lanjutan pada aspek yang berbeda untuk menambah khasanah ilmu bahasa.

PT.Pribumi Mekar.

Aminuddin. 2011. Pengantar Apresiasi Karya Sastra.Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Arifin, Asni. 2001. “Kemampuan Siswa Kelas II SLTPN 1 Bantimurung, Kab.

Maros Menulis Cerita Dongeng dari Media Gambar”. Skripsi. Makassar: FBS UNM.

Dola, Abdullah. 2007. Apresiasi Prosa Fiksi dan Drama. Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.

Halik, Abdul. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Makassar: PGSD FIP.

Juanda. 2003. Teori Sastra. Makassar: FBS UNM.

Komaidi, Didik. 2011. Panduan Lengkap Menulis Kreatif: Teori dan Praktek.

Yogyakarta: Sabda Media.

Kurniawan, Heru dan Sutardi. 2012. Penulisan Sastra Kreatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Mulyana, Yoyo, dkk. 1997. Sanggar Sastra. Jakarta: Depdikbud.

Murni. 2008. “Kemampuan Menulis Cerpen Siswa Kelas XI SMAN 11 Makassar”. Skripsi. Makassar: FBS UNM.

Nurwahidah. 2007. “Kemampuan Menulis Cerpen Berdasarkan Peristiwa yang

Pernah Dialami Siswa Kelas IX MTs Sultan Hasanuddin Kab. Gowa”.

Skripsi. Makassar: FBS UNM.

Pribadi, Agus. 2013. Delapan langkah Menulis Cerpen untuk Pemula.

http://bahasa.kompasiana.com/2013/02/13/delapan-langkah-menulis-cerpen-untuk-pemula-533368.html, diakses tanggal 15 Februari 2015

Rahman, Nur. 2006. “Kemampuan Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Makassar Menulis Cerpen melalui Media Gambar”.Skripsi. Makassar: FBS UNM.

Sahabuddin. 2007. Mengajar dan Belajar: Dua Aspek dari Suatu Proses yang Disebut Pendidikan. Makassar: Badan Penerbit UNM.

Salam. 2009. Pendidikan Penulisan Kreatif. Makassar: Badan Penerbit UNM.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung:

Alfabeta.

Sulastriningsih dan Mahmudah. 2007. Pengajaran Prosa Fiksi dan Drama.

Makassar: FBS UNM.

Sumardjo, J., 2001. Catatan Kecil tentang Menulis Cerpen. Yogyakarta:

PustakaPelajar.

Suryabrata, Sumadi. 2012. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Syaddad, Awaluddin. 2012. Strategi Pembelajaran Menulis Kreatif Puisi. Depok:

Indie Publishing.

Thahar, Harris Effendi. 1993. Kiat Menulis Cerita Pendek. Bandung: Angkasa.

Wahab, Sabri. 2012. Hakikat Pembelajaran Sastra.

http://guruoemarsabri.blogspot.com/2012/05/hakikat-pembelajaran-sastra.html, diakses pada tanggal 12 September 2014

Widodo. 2002. Pelangi Bahasaku Pelajaran Bahasa Indonesia SLTP Kelas II.

Jakarta: Ganeca.

merupakan anak pertama dari empat bersaudara, buah hati pasangan Ayahanda Bahrum dan Ibunda Sunarti.

Penulis memulai pendidikan pada jenjang pendidikan dasar di bangku SDN 530 Redo pada tahun 2000, dan tamat tahun 2006. Selanjutnya, pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan ke MTS Keppe dan tamat pada tahun 2009. Kemudian pada tahun yang sama, penulis melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri 1 Larompong dan tamat pada tahun 2012. Pada tahun 2012 Alhamdulillah penulis lulus dan terdaftar sebagai mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Strata-1.

Berkat rahmat dan izin Allah SWT, serta iringan doa dari kedua orang tua dan saudara, perjuangan panjang penulis dalam mengikuti pendidikan di perguruan tinggi, pada tahun 2016 penulis menyelesaikan studi dan menyusun karya ilmiah yang berjudul “Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen Melalui Metode Menulis Pengalaman Secara Langsung (Writing In The Here and Now).

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh ROSTIA (Halaman 91-100)

Dokumen terkait