• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Analisis Data

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh ROSTIA (Halaman 57-91)

Teknik yang digunakan untuk menganalisis data penelitian ini adalah teknik kuantitatif dan teknik kualitatif.

a. Teknik Kuantitatif

Teknik kuantitatif dipakai untuk menganalisis hasil tes subjektif siswa yang dilakukan pada setiap siklus. Nilai siswa pada setiap akhir siklus dijumlahkan kemudian dihitung dalam presentase dengan menggunakan rumus:

NP = X 100

Keterangan :

NP = Nilai dalam persen R = Skor

SM = Skor maksimal ideal

Hasil yang diperoleh keseluruhan siswa pada siklus I dibandingkan dengan hasil yang diperoleh keseluruhan siswa pada siklus II untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis cerpen siswa satu kelas.

b. Teknik Kualitatif

Teknik kualitatif dipakai untuk menganalisis data-data nontes, yaitu data observasi, data hasil wawancara, dan dokumentasi foto. Data observasi dianalisis untuk mengetahui sikap siswa dalam mengikuti pelajaran. Dari data ini dapat diketahui perubahan sikap siswa selama mengikuti pembelajaran pada siklus I dan

siklus II. Data hasil wawancara digunakan untuk mengungkap efektifitas penggunaan metode menulis pengalaman secara langsung (witing in the here and now) dalam pembelajaran menulis cerpen dan digunakan untuk mengungkap

kesulitan-kesulitan yang dialami siswa ketika menulis cerpen.

Dari data wawancara penulis mencari alterntif-alternatif pemecahan kesulitan yang dialami siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Data dokumentasi foto digunakan untuk memperoleh rekaman aktivitas atau perilaku siswa selama mengikuti proses pembelajaran dalam bentuk dokumen gambar.

Dokumentasi foto ini akan memperkuat bukti analisis penelitian pada setiap siklus. Selain itu data yang diambil melalui dokumentasi foto ini juga memperjelas data yang lain yang hanya terdeskripsikan dengan tulisan atau angka.

Data non-test digunakan untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now) dalam pembelajaran menulis cerpen. Skor maksimum pada setiap aspek berbeda-beda tergantung pada peran penting unsur-unsur tersebut dalam sebuah cerpen. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel 3.1 aspek penilaian dan penskoran di bawah ini.

Tabel 3.1. Aspek Penilaian dan Penskoran

No Aspek Penilaian Skor

1 Penggunaan alur atau plot 20

2 Penggambaran tokoh dan penokohan 20

3 Pendeskripsian latar 20

4 Penggunaan gaya bahasa 10

5 Penggunaan sudut pandang 10

36

6 Kesesuaian tema dengan ceritanya 10

7 Amanat yang disampaikan 10

Tabel 3.2. Kriteria Penilaian Keterampilan Menulis No Aspek Penilaian Rincian Penilaian Rentang

Skor

Kategori 1 Penggunaan alur Permainan alur tidak

menarik, tidak ada ada tegangan dan kejutan serta pembanyangan yang

membawa pembaca

3 Mendeskripsikan latar Tidak tepat dalam memilih tempat yang waktu yang sesuai dengan perristiwa dalam cerita,

38 dan bersifat konotatif dan tidak tepat dalam memilih ungkapan yang mewakili dan konotatif dan kurang tepat dalam memilih dan bersifat konotatif dan cukup tepat dalam unsur emotif dan bersifat konotatif dan tepat dalam memilih ungkapan yang

menunjukkan perasaan

6 Tema cerita Tidak baik dalam mendeskripsikan tema

40

Penelitian ini dianggap berhasil apabila keterampilan menulis cerpen siswa mengalami peningkatan. Peningkatan keterampilan siswa ini ditunjukkan dengan

peningkatan nilai yang diperoleh siswa dari siklus I ke siklus II. Nilai yang diperoleh siswa pada siklus II lebih tinggi daripada nilai yang diperoleh siswa pada siklus I. antara siklus dan siklus II penulis menetapkan parameter untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa. Untuk mengetahui parameter yang penulis tetapkan, perhatiakan tabel dibawah ini!

Tabel 3.3 Parameter Penilaian

No Hasil yng dicapai siswa Kategori

1 90-100 Sangat Tinggi

2 71-89 Tinggi

3 66-70 Sedang

4 41-65 Rendah

5 0-40 Sangat Rendah

Nilai keterampilan menulis cerpen siswa diperoleh dari nilai total keseluruhan aspek. Hasilnya dikonsultasikan dengan parameter penelitian untuk menentukan kategori yang diperoleh siswa.

Tabel 3.4. lembar pengamatan aktivitas siswa

No Aspek yang dinilai penilaian Ket.

A B C D

1 Antusias siswa dalam mengikuti 2 Pemberian motivasi

3 Keseriusan siswa dalam kegiatan pembelajaran 4 Pengaturan kursi

5 Respon atau siswa selama mengikuti

42

pembelajaran

6 Komentar yang diberikan siswa selama pembelajaran menulis cerpen berlangsung

Tabel 3.5. Lembar Observasi Kinerja Guru

No Indiktor Aspek yang diamati Pelaksanaan

1 Pembelajaran:

a. Memeriksa kesiapan siswa b. Melakukan kegiatan apersepsi

c. Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran

d. Menyampaikan manfaat pembelajaran sebagai motivasi siswa untuk menulis

TL TTL

2 Kegiatan Inti Pembelajaran

a. Pengguasaan materi pembelajaran

1) Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran 2) Mengaitkan materi pembelajaran dengan

pengetahuan yang relevan

3) Menyampaikan materi dengan jelas b. Pendekatan/Strategi Pembelajaran

1) Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai

2) Melaksanakan pembelajaran secara runtut 3) Menguasai kelas

4) Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif 5) Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan

alokasi waktu yang direncanakan

c. Pemanfaatan sumber belajar/ media pembelajaran 1) Penggunaan media pembelajaran secara

efektif dan efisien

2) Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media 3) Penggunaan buku cetak dalam pembelajaran d. Pembelajaran yang memicu dan memelihara

ketertiban siswa

1) Menubuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran

2) Menunjukkan sifat terbuka terhadap respon siswa

3) Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam belajar

4) Memberi penguatan atas prestasi siswa e. Penilaian proses dan hasil belajar

1) Memantau kemajuan belajar selama proses diskusi siswa

2) Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi

f. Penggunaan bahasa

1) Penggunaan bahasa lisan dan tulisan secara jelas, baik, dan benar

2) Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai, tidak berlebihan dan tidak kaku

3 Penutup

a. Melakukan refleksi dengan melibatkan siswa b. Melakukan tindak lanjut dengan memberikan

arahan dan umpan balik kepada siswa Keterangan

TL = Terlaksana TTL = Tidak Terlaksana

44 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini didapatkan dari tindakan siklus 1 dan tindakan siklus 2 berupa hasil tes dan nontes (obsevasi, wawancara).

1. Kondisi Pra Siklus

Latar belakang ketertarikan peneliti untuk melakukan penelitian ini adalah atas lemahnya kemampuan siswa dalam menulis cerpen. Pada pembelajaran menulis cerpen selain kurang bervariasinya metode yang digunakan oleh guru, siswa juga mengalami kesulitan terutama dalam menemukan ide. Di samping itu, siswa kurang mendapatkan pengalaman dalam hal menulis cerpen. Hal ini jugalah yang menyebabkan keterampilan menulis cerpen siswa tidak maksimal.

2. Penggunaan Metode Menulis Pengalaman Secara Langsung ( Writing In The Here and Now ) Dalam Pembelajaran Menulis Cerpen

Penggunaan metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now) dalam pembelajaran menulis cerpen diawali dengan

menyampaikan indikator dan tujuan pembelajaran. Dilanjutkan dengan memberikan motivasi belajar kepada siswa untuk mengetahui tujuan pembelajaran yang akan diikuti sehingga pemikiran siswa tidak mengambang dan berfokus pada pembelajaran menulis cerpen.

Kegiatan selanjutnya adalah guru menyajikan informasi pembelajaran kepada siswa. Guru menyampaikan materi pembelajaran dan tugas-tugas yang akan diselesaikan siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Kegiatan yang

dilakukan siswa dalam proses pembelajaran melalui metode menulis pengalaman secara langsung ( writing in the here and now ) dalam cerpen meliputi; (1) siswa memperhatikan langkah-langkah cara menyusun kerangka cerpen, (2) siswa mulai menuangkan ide atau gagasan-gagasan dalam kertas, (3) siswa menulis cerpen sesuai dengan ide atau gagasan yang telah mereka tulis.

a. Deskripsi Proses Siklus 1 1) Perencanaan

Perencanaan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah membuat persiapan proses pembelajaran. Adapun persiapan yang dilakukan dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan rencana yang akan dilakukan oleh peneliti guru dan siswa.

Kegiatan peneliti meliputi; (1) menyusun kisi-kisi pedoman pembuatan rencana pembelajaran, (2) berkolaborasi dengan guru menyusun rencana pembelajaran dengan menerapkan metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now) dalam cerpen, (3) membantu guru dalam pelaksanaan pembelajaran dikelas, (4) berkolaborasi dengan guru melakukan tes siklus 1, dan (5) menganalisis hasil tes siklus 1. Kegiatan guru meliputi; (1) berkolaborasi dengan dengan peneliti menyusun rencana pembelajaran, (2) melakukan aktivitas pembelajaran sesuai dengan petunjuk dengan RPP, (3) bersama dengan peneliti melakukan tes siklus 1, (4) menilai hasil tes siklus 1, (5) memberikan umpan balik tentang hasil tes siswa. Kegiatan siswa meliputi; (1) mengikuti kegiatan pembelajaran, (2) menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran, dan (3) menerima umpan balik dari guru.

46

Pengamatan terhadap kegiatan guru dan siswa dalam proses pembelajaran menulis cerpen dilakukan dengan penggunaan metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now) dalam cerpen yang didasarkan pada tujuh hal pokok yaitu penggunan alur atau plot, penggambaran tokoh dan penokohan, pendeskripsian latar, penggunaan gaya bahasa, penggunaan sudut pandang, kesesuaian tema dengan cerita, dan amanat yang disampaikan.

2) Pelaksanaan a) Pertemuan pertama

Pada pertemuan pertama guru menyampaikan materi pembelajaran yang akan diajarkan yaitu menulis cerpen berdasarkan pengalaman diri sendiri.

Penekanan pembelajaran pada pertemuaan pertama adalah kemampuan awal siswa mengenai defenisi cerpen, unsur pembangun cerpen, dan langkah penggunaan materi pembelajaran menuulis cerpen diajarkan sesuai petunjuk rencana pembelajaran dengan menerapkan metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now) dalam cerpen. Hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa pada pertemuan pertama disajikan pada table 4.1.

Tabel 4.1. Aktivitas Siswa pada Pertemuan Pertama

No Aspek yang dinilai Penilaian Ket.

A B C D

5 Respon atau sikap siswa selama mengikuti pembelajaran

Hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa pada pertemuan ini menunjukkan bahwa pada kegiatan awal pembelajaran mulai pada kegiatan menyimak tujuan pembelajaran siswa cukup aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran. Motivasi yang diberikan guru pun sudah baik. Akan tetapi, pada saat siswa diminta untuk bertanya, merespon, dan memberi tanggapan terhadap pelajaran, siswa kurang aktif mengemukakan pendapat. Demikian pula pada saat siswa merespon pembelajaran melalui metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now).

Siswa yang kurang aktif pada saat merespon materi hingga langkah pembelajaran selanjutnya diakibatkan oleh rasa malu dan takut mengemukakan pendapat. Mereka takut berbuat kesalahan dan mungkn juga sebagian siswa tidak mengetahui hal yang ditanyakan oleh guru, serta situasi kelas rebut karena masih ada siswa keluar masuk saat pembelajaran dimulai. Pengamatan oleh peneliti sebagai laporan proses peneliti dalam pembelajaran menulis cerpen melalui menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now) belum dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan tersebut perlu diterapkan kembali pada siklus selanjutnya.

b) Pertemuan Kedua

Berdasarkan perencanaan penelitian yang telah diterapkan maka pada pertemuan kedua materi pembelajaran yang diajarkan selanjutnya adalah menulis cerpen dengan menggunakan metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now) yang diadakan selama 60 menit.

48

Selanjutnya,mengumpulkan hasil menulis cerpen dan siswa yang lain memberikan tanggapan.

Hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa pada petemuan kedua disajikan pada tabel 4.2.

Tabel 4.2. Aktivitas Siswa pada Pertemuan Kedua

No Aspek yang dinilai Penilaian Ket.

A B C D

5 Respon atau sikap siswa selama mengikuti pembelajaran pembelajaran. Akan tetapi, siswa terlihat kurang aktif menanggapi hasil tulisan temannya. Hanya 3-4 orang saja yang terlihat aktif. Sikap acuh tak acuh juga ditunjukkan oleh siswa-siswa yang tidak memperhatikan siswa lain sehingga suasana kelas menjadi gaduh. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran tersebut perlu diperbaiki pada siklus berikutnya.

3) Evaluasi

Evaluasi yang dimaksudkan adalah ketika siswa menulis cerpen melalui metode menulis pengalaman secara langsung (writing in here and now) agar memudahkan siswa mengemukakan pendapat sehingga hasil yang diperoleh siswa

dapat maksimal. Pada dasarnya, cerpen yang ditulis merupakan penilaian berbasis kelas mengacu pada penilaian yang dilakukan secara objektif dalam aspek kognitif. Namun pada satu sisi, penilaian secara afektif tetap diprioritaskan oleh guru. Setiap tindakan yang dilakukan siswa setelah dianalisis oleh guru akan diberikan tindak lanjut.

Siklus 1 materi pembelajaran difokuskan pada (1) penggunaan alur atau plot, (2) penggambaran tokoh dan penokohan, (3) pendeskrisipsian latar, (4) penggunaan gaya bahasa, (5) penggunaan sudut pandang, (6) kesesuaian tema dengan ceritanya, dan (7) amanat yang disampaikan. Penilaian yang dilakukan disesuaikan dengan indikator penilaian menulis cerpen yang telah disusun oleh guru dan peneliti.

Guru dan peneliti secara kolaboratif memberikan nilai terhadap tulisan siswa. Hal ini dilakukan guna mengetahui keberhasilan siswa dalam pembelajaran menulis cerpen. Hasilnya diperoleh perubahan yang signifikan berupa peningkatan aspek afektif pada siswa, yaitu siswa termotivasi menuangkan gagasan dalam menulis, khususnya pembelajaran menulis cerpen.

(4) Refleksi

Kegiatan refleksi ini dibahas dan disimpulkan tentang temuan dan hasil penelitian siklus I. Pada akhir pembelajaran, secara kolaboratif kegiatan refleksi antara guru dan peneliti dilakukan. Dalam proses ini, dapat diakui bahwa pembelajaran memang belum lancer sehingga hasil yang dicapai belum mencapai target penilaian yang ditetapkan. Agar dapat mencapai hasil yang baik tersebut,

50

pelaksanaan siklus II masih perlu dilakukan. Oleh karena itu, pelaksanaan siklus II dilakukan lebih cermat guna mengatasi kendala-kendala pada siklus I.

Hal ini disebabkan guru belum menjelaskan secara rinci tentang cerpen dan teknik menulis cerpen. Hal inilah yang menjadi salah satu bahan pertimbangan guru dan peneliti untuk melanjutkan pada siklus II.

b. Penyajian data hasil tes kemampuan menulis cerpen 1) Hasil tes siklus I

Tes siklus I terdiri atas tujuh aspek penilaian kemampuan menulis cerpen yaitu (1) kesesuaian tema dengan isi, (2) penggunaan alur, (3) penggambaran tokoh dan penokohan, (4) pendeskripsian latar, (5) penggunaan sudut pandang, (6) penggunaan gaya bahasa, dan (7) penyampaian amanat. Hasil tesnya dapat dilihat dalam tabel 4.3.

Tabel 4.3.Perolehan Skor Aspek Penggunaan Alur atau Plot

No Kategori Skor Frekuensi Nilai % keterangan

1 Sangat baik 16-20 1 18 3% X=

= 10,5

2 Baik 11-15 15 198 48%

3 Cukup 6-10 12 96 38%

4 Kurang 1-5 3 15 10%

Jumlah 31 327 100% 10,5

Tabel 4.3 menunjukkan nilai rata-rata dalam aspek penggunaan alur atau plot sebesar 10,5 dan termasuk kategori baik. Siswa yang memperoleh skor

dengan kategori sangat baik sebanyak 1 siswa atau 3%. Kategori baik sebanyak 15 siswa atau 48%. Siswa yang memperoleh skor kategori cukup sebanyak 12 orang atau 38%, dan siswa yang memperoleh nilai kurang sebanyak 3 orang atau 10%.

Tabel 4.4 Perolehan Skor Aspek Penggambaran Tokoh dan Penokohan

No Kategori Skor Frekuensi Nilai % Keterangan

1 Sangat baik 16-20 - - - X=

= 9,3

2 Baik 11-15 11 146 35,5%

3 Cukup 6-10 17 130 54,5%

4 Kurang 1-5 3 15 10%

Jumlah 31 327 100% 9,3

Tabel 4.4 menunjukkan rata-rata skor dalam aspek penggambaran tokoh dan penokohan sebesar 9,3 dan termasuk kategori baik. Siswa yang memperoleh skor dengan kategori baik sebanyak 11 siswa atau 35,5%. Kategori cukup sebanyak 17 siswa atau 54,5%. Siswa yang memperoleh skor kategori kurang sebanyak 3 siswa atau 10%. Tidak ada siswa yang memperroleh nilai sangat baik.

Tabel 4.5 Perolehan Skor Aspek Mendeskripsikan Latar

No Kategori Skor Frekuensi Nilai % keterangan

1 Sangat baik 16-20 - - - X=

= 7,4

2 Baik 11-15 6 80 19%

3 Cukup 6-10 15 104 48%

4 Kurang 1-5 10 47 32%

Jumlah 31 231 100% 7,4

Tabel 4.5.menunjukkan rata-rata skor dalam aspek mendeskripsikan latar sebesa 7.4 dan termasuk kategori cukup. Siswa yang memperoleh skor dengan kategori baik sebanyak 6 siswa atau 19%. Kategori cukup sebanyak 15 siswa atau

52

48%. Sisw yang memperoleh skor kategori kurang sebanyak 10 siswa atau 32%, dan tidak siswa yang memperoleh nilai sangat baik.

Tabel 4.6. Perolehan Skor Aspek Penggunaan Gaya Bahasa

No Kategori Skor Frekuensi Nilai % Keterangan

1 Sangat baik 9-10 8 76 26% X=

2 Baik 7-8 2 15 6% = 6

3 Cukup 4-6 21 95 68%

4 Kurang 1-3 - -

-Jumlah 31 186 100% 6

Tabel 4.6. menunjukkan rrata-rata skor dalam aspek penggunaan gaya bahasa sebesar 6. Siswa yang memperoleh skor dengan kategori sangat baik sebanyak 8 siswa atau 26%. Kategori baik sebanyak 2 siswa atau 6%. Siswa yang memperoleh skor kategori cukup sebanyak 21 atau 68%. Tidak ada siswa yang memperoleh nilai kurang.

Tabel 4.7. Perolehan Skor Aspek Penggunaan Sudut Pandang

No Kategori Skor Frekuensi Nilai % keterangan

1 Sangat baik 9-10 4 90 30% X=

= 3,9

2 Baik 7-8 2 15 20%

3 Cukup 4-6 25 122 50%

4 Kurang 1-3 - -

-Jumlah 31 222 100% 3,9

Tabel 4.7. menunjukkan rata-rata skor dalam aspek penggunaan sudut pandang sebesar 3,9 dan termasuk kategori baik. Siswa yang memperoleh skor dengan kategori sangat baik sebanyak 4 siswa atau 30%. Siswa yang memperoleh

skor dengan kategori cukup sebanyak 25 siswa atau 70%, kategori baik sebanyak 2 orang siswa. Tidak ada yang mendapat nilai kurang.

Tabel 4.8. Perolehan Nilai Aspek Tema Cerita

No Kategori Skor Frekuensi Nilai % keterangan

1 Sangat baik 9-10 2 18 6% X=

= 5,1

2 Baik 7-8 - -

-3 Cukup 4-6 29 143 94%

4 Kurang 1-3 - -

-Jumlah 31 194 100% 5,1

Tabel 4.8. menunjukkan rata-rata skor dalam aspek kesesuaian tema dengan cerita sebesar 5,1 dan termasuk kategori cukup. Siswa yang memperoleh skor dengan sangat baik sebanyak 2 siswa atau 6%. Kategori cukup sebanyak 29 atau 94%. Tidak ada yang memperoleh nilai baik dan kurang.

Tabel 4.9. Perolehan Nilai Aspek Amanat yang Disampaikan

No Kategori Skor Frekuensi Nilai % keterangan

1 Sangat baik 9-10 2 20 6% X=

= 5,2

2 Baik 7-8 2 15 6%

3 Cukup 4-6 26 126 84%

4 Kurang 1-3 1 2 100%

Jumlah 31 163 100% 5,2

Tabel 4.9. menunjukkan rata-rata skor dalam aspek amanat yang disampaikan sebesar 5,2 dan termasuk kategori cukup. Siswa yang memperoleh skor dengan kategori sangat baik sebanyak 2 siswa atau 6%. Siswa yang

54

memperoleh skor dengan kategori baik sebanyak 2 siswa atau 6%. Siswa yang memperoleh skor dengan kategori cukup sebanyak 26 siswa 84%, dan siswa yang memperoleh skor dengan kategori kurang sebanyak 1 siswa atau 4%.

Tabel 4.10. Hasil Tes Kemampuan Menulis Cerpen Siklus 1

No Kategori Interval Frekuensi Nilai % Keterangan

1 Sangat

4 Rendah 41-65 23 1050 74%

5 Sangat rata-rata tersebut dapat dikatakan belum memuaskan karena belum mencapai nilai tinggi atau sangat tinggi. Dari 31 siswa, tidak ada satu orang siswa yang meraih predikat sangat tinggi, hanya 2 siswa atau 6% yang berhasil meraih predikat tinggi. Sementara itu, siswa yang meraih kategori sedang berjumlah 5 orang atau sebesar 17%. Selanjutnya, sebanyak 23 siswa atau 74% meraih predikat rendah dan 1 siswa yang meraih predkat sangat rendah atau 3%.

Masih kurang maksimalnya kemampuan siswa dalam menulis cerpen dimungkinkan karena metode pembelajaran yang digunakan oleh guru belum mampu diikuti dengan baik oleh siswa. Siswa masih butuh penyesuaian dengan metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now) . Hasil

tes tersebut merupakan penjumlahan skor dari tujuh aspek kemampuan menulis cerpen.

2) Hasil Data Nontes Siklus 1

Data nontes siklus 1 meliputi observasi, wawancara, sebagai berikut:

a) Observasi

Observasi dilakukan selama proess pembelajaran menulis cerpen melalui metode menulis pengalaman secara langsung (writng in the here and now).

Observasi dilakukan oleh peneliti sendiri. Dari observasi yang dilkukan dapat diketahui bahwa hanya sebagian siswa yang siap mengikuti pembelajaran menulis cerpen. Banyaknya siswa yang kurang siap mengikuti pembelajaran menulis cerpen. Banyaknya siswa yang kurang siap mengikuti pembelajaran karena siswa merasa asing adanya orang lain didalam kelas dan mengamati siswa yaitu peneliti.

Hanya sedikit siswa yang memperhatikan dan merespon dengan antusias (bertanya,menanggapi, dan membuat cacatan), sedangkan yang lain tidak memperhatikan penjelasan guru dan melakukan kegiatan yang tidak perlu seperti, mondar-mandir, tiduran, dan membuat catatan yang tidak penting. Siswa secara bergiliran mengungkapkan pendapat mengenai pembelajaran pada waktu itu.

Ketika pembelajaran berlangsung dapat diketahui ada 2 siswa atau 70,9%

yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran, sedangkan 9 siswa atau 29,1% tidak berpartisipasi atau pasif dalam kegiatan pembelajaran. Adapun yang merespon positif terhadap metode menulis pengalaman secara langsung yang disiapkan guru dan peneliti ada 24 siswa atau 77,4% dan sisanya 7 siswa tidak acuh terhadap pembelajaran yang dihadirkan oleh guru. Siswa yang aktif

56

menjawab dan selalu bertanya apabila menemukan kesulitan dalam menulis cerpen ada 18 siswa atau 58%, sisanya yaitu 13 siswa malas bertanya. Namun setelah mendapat teguran dan motivasi oleh guru akhirnya siswa mengerjakan tugas membuat cerpen.

b) Wawancara

Wawancara dilakukan terhadap guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan siswa. Wawancara yang dilakukan terhadap guru mata pelajaran bahasa Indonesia menunjukkan bahwa dengan adanya pembelajaran yag dilakukan melalui metode menulis pengalaman secara langsung (writing in the here and now), siswa terlihat sangat antusias dalam mengikuti pelajaran. Sebelumnya dlaksanakan pembelajaran yang dilakukan melalui metode, sebagian siswa keluar masuk kelas, rebut, dan mengganggu siswa yang lain pada saat pembelajaran berlangsung.

Hasil wawancara yang dilakukan kepada siswa yang berkaitan dengan pembelajaran menulis cerpen adalah sebagai berikut. Dari 4 siswa yang diwawancarai 3 di antaranya berminat terhadap pembelajaran. Siswa merasa senang terhadap teknik yang diterapkan karena siswa bisa mengembangkan ide dengan cepat, sedangkan 1 orang kurang berminat dalam menulis cerpen karena memang tidak suka menulis.

B. Deskripsi proses siklus 2 1) Perencanaan

Pada siklus pertama masih ada proses pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang masih dianggap kurang maka aktivitas tindakan dilanjutkan pada siklus kedua. Perencanaan pembelajaran pada siklus kedua dirancang untuk

memperbaiki proses dan hasil pembelajaran pada siklus pertama. Pada siklus kedua, penggunaan metode menulis pengalaman secara lansung (writing in the here and now) dalam pembelajaran menulis dirancang kembali, khususnya

terhadap materi pembelajaran menulis cerpen yang masih kategori rendah.

Menulis cerpen didasarkan pada tujuh aspek penilaian meliputi penggunaan alur atau plot, penggambaran tokoh dan penokohan, pendeskripsian latar, penggunaan gaya bahasa, penggunaan sudut pandang, keseesuaian tema dengan cerita, dan amanat yang disampaikan.

Perencanaan dalam PTK pada siklus II ini adalah membuat persiapan proses belajar mengajar dalam bentuk RPP dan rencana kegiatan yang dilakukan oleh peneliti, guru dan siswa.

2) Pelaksanaan

a) Pertemuan pertama

Kegiatan pada pertemuan pertama siklus II, guru menyampaikan materi pembelajaran yang akan diajarkan yaitu menulis cerpen yang sama pada siklus I, penyampaian materi yang dilakukan oleh guru tidak sebatas pada materi saja seperti pada siklus I tetapi lebih mengembangkan sesuai criteria penilaian agar pencapainnya lebih maksimal. Hal ini dilakukan untuk menambah motivasi siswa sebagai hasil refleksi terhadap pencapaian yang belum maksimal pada siklus I.

58

Tabel 4.11. Aktivitas Siswa pada Pertemuan Pertama

No Aspek yang dinilai Penilaian Ket.

A B C D

5 Respon atau sikap siswa selama mengikuti pembelajaran

Aktivitas siswa pada pertemuan pertama siklus II ini menunjukkan bahwa siswa aktif pada setiap kegiatan pembelajaran. Mulai dari siswa menyimak tujuan pembelajaran hingga menyimpulkan materi pembelajaran. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran tidak perlu dilanjutkan pada sikls berikutnya.

b) Pertemuan kedua

Pada pertemuan kedua nanti materi pembelajaran yang diajarkan adalah menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi mereka kemudian mengumpukannya. Setelah itu, guru menyuruh 2-3 siswa membacakan hasil tulisan dan siswa yang laian memberikan tanggapan. Langkah ini akan menuntn siswa dalam perbaikan menulis cerpen. Aktivitas pembelajaran pada pertemuan kedua sekaligus terskhir dari siklus disajikan pada tabel 4.12.

Tabel 4.2. Aktivitas Siswa pada Pertemuan Kedua

No Aspek yang dinilai Penilaian Ket.

A B C D

5 Respon atau sikap siswa selama mengikuti pembelajaran

Hasil pengamatan pada pertemuan kedua menunjukkan bahwa siswa aktif dalam semua aktivitas pembelajaran. Mulai pada kegiatan menyimak tujuan

Hasil pengamatan pada pertemuan kedua menunjukkan bahwa siswa aktif dalam semua aktivitas pembelajaran. Mulai pada kegiatan menyimak tujuan

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh ROSTIA (Halaman 57-91)

Dokumen terkait