BAB II TINJAUAN TEORITIS ................................................................. 17-49
F. Kerangka Pikir
Kerangka pemikiran merupakan model konseptual tentang bagaimana landasan teori yang telah dijabarkan berhubungan secara logis dengan berbagai faktor yang diidentifikasi sebagai masalah yang penting.
Kinerja merupakan hasil kerja yang dicapai pegawai dari segi kualitas maupun kuantitas sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh pimpinan.
49
Penilaian kinerja dapat diukur berdasarkan mutu, kuantitas, dan komitmen yang dilakukan oleh pegawai. Dalam upaya peningkatan kinerja pegawai, setiap perusahaan memiliki standar atau aturan yang berbeda-beda. Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan kinerja pegawaianya adalah dengan memberikan reward. Pemberian reward ke pegawai akan berpengaruh ke kinerjanya. Selainitu, juga dapat memacu pegawai untuk bekerja lebih baik lagi.
Selain pemberian reward, salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah tingkat pendidikan. Tingkat pendidikan pegawai tentulah berbeda-beda. Semakin tinggi tingka tpendidikan yang dimiliki oleh pegawai, maka semakin baik pula kualitas, kontribusi, dan kinerja yang dimiliki oleh pegawai tersebut.
Gambar 1: Kerangka Pikir
Keterangan:
: Hubungan Langsung : HubunganTidak Langsung Pemberian
Reward(X)
Tingkat Pendidikan(Z) H1
Kinerja Pegawai(Y)
H4 H4
H2 H3
50 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis dan Lokasi Penelitian 1. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (studi kasus) dan menggunakan metode kuantitatif. Menurut Sugiyono metode kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan42. Metode ini sebagai metode ilmiah atau scientific karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit/empiris, obyektif, terukur, rasional dan sistematis.
2. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini mengambil tempat di Instansi Pengadilan Agama Sungguminasa yang beralamatkan Jl. Mesjid Raya, Sungguminasa, Kec. Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Waktu yang dibutuhkan dalam penelitian ini mulai dari tanggal dikeluarkannya surat izin penelitian, 15 September 2021 sampai 10 Oktober 2021.
42Sugiyono (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta.
51
B. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan asosiatif. Metode asosiatif menurut Sugiyono adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variabel atau lebih. Dalam penelitian ini, metode asosiatif digunakan untuk menjelaskan tentang pengaruh pemberian reward terhadap kinerja pegawai melalui tingkat pendidikan sebagai variabel intervening43.
C. Populasi dan Sampel Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Instansi Pengadilan Agama Sungguminasa yang berjumlah 90 pegawai.
Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Menurut Sugiyono (2009), teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Total sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi.44 Alasan mengambil total
43 Sugiyono (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta.
44Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
sampling karena jumlah populasi yang kurang dari 100. Jadi jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 90 orang dalam waktu satu bulan.
D. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data
a) Data Primer
Data yang langsung diberikan kepada pengumpul data. Data primer biasanya didapatkan dengan cara pembagian kuesioner bagi responden dan responden mengisi kuesioner yang dibagikan secara langsung.
b) Data Sekunder
Data yang diperoleh secara tidak langsung melalui pihak lain atau melalui media perantara. Dalam penelitian ini data sekunder yang digunakan berasal dari jurnal, buku penunjang materi, dan literatur yang didapatkan dari perpustakaan.
2. Sumber Data
Sumber penelitian ini dilakukan dilapangan yang secara langsung pada objek peneliti, sehingga dapat diketahui kondisi aktual dengan cara wawancara atau memberikan angket/kuesioner kepada responden.
E. Metode Pengumpulan Data
Menurut Bawono (2006: 69) metode pengumpulan data adalah metode atau cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan data yang akan dianalisis atau
53
diolah untuk menghasilkan suatu kesimpulan. Sumber data ini diperoleh dengan cara45:
1. Observasi
Observasi merupakan salah satu metode pengumpulan data dengan cara mengamati atau meninjau secara cermat dan langsung di lokasi penelitian untuk mengetahui kondisi yang terjadi atau membuktikan kebenaran dari sebuah desain penelitian yang sedang dilakukan.
2. Kuesioner
Kuesioner adalah alat teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis pada responden untuk dijawabnya46. Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan skala likert, karena skala likert umum di dalam kuesioner dan merupakan skala yang paling banyak digunakan dalam suatu penelitian. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif.
Terdapat lima kategori pembobotan dalam skala likert ialah sebagai berikut:
Skor 1 = sangat tidak setuju Skor 2 = tidak setuju Skor 3 = kurang setuju Skor 4 = setuju
Skor 5 = sangat setuju
45Bawono, Anton. 2006. Multivariate Analysis dengan SPSS. Salatiga: STAIN Salatiga press
46 Sudaryono. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Mix Method. Ed. 2. Cet 3. Depok:
Rajawali Pers, 2019
3. Studi Kepustakaan
Dalam penelitian ini, guna memperoleh data selain menggunakan kuesioner dan angket, maka juga menggunakan studi kepustakaan yaitu memperoleh data dari buku-buku, hasil penelitian terdahulu, skripsi, jurnal, artikel dan bacaan yang lainnya.
F. Instrumen Penelitian
Tabel 3: Instrumen Penelitian
No. Definisi Variabel Indikator Skala
Ukur 1. Reward (X)
Menurut Wijarnako reward adalah sesuatu yang kita berikan kepada seseorang karena dia melakukan sesuatu. Sebagai apresiasi dan sebagai ungkapan terima kasih dan
Menurut Amstrong dan Baron dalam buku Wibowo, kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis, kepuasan konsumen, dan memberikan kontribusi ekonomi.
Menurut Suhardjo, ialah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingka tperkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai dan kemauan yang
47 Mahmudi, (2013), Manajemen Kinerja Sektor Publik. Sekolah Tinggi IlmuManajemen YKPN, Yogyakarta
48 Robbins, P. Stephen. (2006). Perilaku Organisasi. Edisi Sepuluh. Diterjemahkan oleh: Drs.
Benyamin Molan. Erlangga, Jakarta.
55
dikembangkan. Sarjana
G. Teknik Pengolahan dan Analisis Data
Metode analisis dalam penelitian ini adalah analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan software Partial Least Square (PLS).
Analisis SEM adalah gabungan antara regresi ganda dan variabel laten yang dibangun dengan analisis faktor dari indikator atas variabel laten tersebut (Noor, 2011:226).
Menurut Hox & Bechger (2002), analisis SEM mengombinasikan analisis faktor dan analisis jalur. SEM dapat melakukan pengujian secara bersama-sama, yaitu model struktural yang mengukur hubungan antara variabel dependen dan independen konstruk, serta model measurement yang mengukur hubungan (nilai loading) antara variabel indikator dengan konstruk (variabel laten). Dengan menggabungkan pengujian model struktural dan pengukuran tersebut memungkinkan peneliti untuk menguji kesalahan pengukuran (measurement error) sebagai bagian yang yang tak terpisahkan dari SEM dan melakukan analisis faktor bersamaan dengan pengujian hipotesis.
Penggunaan Partial Least Square bertujuan untuk melakukan prediksi hubungan antarkonstruk. Selain itu PLS juga membantu bagi peneliti untuk mendapatkan nilai variabel laten yang bertujuan untuk melakukan prediksi.
Adapun analisis data dalam penelitian ini terdiri dari:
1. Analisa Model Pengukuran (Outer Model)
Husein (2015) mengatakan bahwa analisa outer model dilakukan untuk memastikan measurement yang digunakan layak untuk dijadikan pengukuran (valid dan reliabel). Analisa model ini memiliki spesifikasi hubungan antar variabel laten dengan indikator-indikatornya. Analisa outer model dapat dilihat dari beberapa indikator antara lain:
a. Convergent validity
Indikator yang dinilai berdasarkan korelasi antara item score/component score dengan construct score, yang dapat dilihat dari standardized loading factor yang mana menggambarkan besarnya korelasi antar setiap item pengukuran (indikator) dengan konstraknya. Ukuran refleksif individual dikatakan tinggi jika berkorelasi > 0.7 dengan konstruk yang ingin diukur, sedangkan menurut Chin yang dikutip oleh Imam Ghozali, nilai outer loading antara 0,5 – 0,6 sudah dianggap cukup.
b. Discriminant validity
Model pengukuran dengan refleksif indikator dinilai berdasarkan cross loading pengukuran dengan konstruk. Jika korelasi konstruk dengan item pengukuran lebih besar daripada ukuran konstruk lainnya, maka menunjukan ukuran blok mereka lebih baik dibandingkan dengan blok lainnya. Sedangkan menurut metode lain untuk menilai discriminant validity yaitu dengan membandingkan nilai squareroot of average variance extracted (AVE).
57
c. Composite reliability
Indikator untuk mengukur suatu konstruk yang dapat dilihat pada view latent variable coefficients. Untuk mengevaluasi composite reliability terdapat dua alat ukur yaitu internal consistency dan cronbach’s alpha. Dalam pengukuran tersebut apabila nilai yang dicapai adalah > 0,70 maka dapat dikatakan bahwa konstruk tersebut memiliki reliabilitas yang tinggi.
d. Cronbach’s Alpha
Uji reliabilitas yang dilakukan memperkuat hasil dari composite reliability.
Suatu variabel dapat dinyatakan reliabel apabila memiliki nilai cronbach’s alpha
> 0,7.
Uji yang dilakukan diatas merupakan uji pada outer model untuk indikator reflektif. Untuk indikator formatif dilakukan pengujian yang berbeda. Uji untuk indikator formatif menurut Husein (2015) antara lain:
a) Significance of weights. Nilai weight indikator formatif dengan konstruknya harus signifikan.
b) Multicollinearity. Uji multicollinearity dilakukan untuk mengetahui hubungan antar indikator. Untuk mengetahui apakah indikator formatif mengalami multicollinearity dengan mengetahui nilai VIF. Nilai VIF antara 5-10 dapat dikatakan bahwa indikator tersebut terjadi multicollinearity.
2. Analisa Model Struktural (Inner Model)
Analisa Inner model menggambarkan hubungan antara variabel laten berdasarkan. Analisa inner model dapat dievaluasi dengan menggunakan R-square untuk konstruk dependen, Stone-Geisser Q-square test untuk predictive relevance dan uji t serta signifikansi dari koefisien parameter jalur struktural. Dalam mengevaluasi inner model dengan PLS dimulai dengan cara melihat R-square untuk setiap variabel laten dependen. Perubahan nilai pada R-square digunakan untuk menilai pengaruh variabel laten independen terhadap variabel laten dependen. Selain melihat nilai R-square, juga dapat dievaluasi dengan melihat nilai Q-square prediktif relevansi untuk model konstruktif. Q-square mengukur seberapa baik nilai observasi dihasilkan oleh model dan estimasi parameternya. Nilai Q-square lebih besar dari 0 (nol) menunjukkan bahwa model mempunyai nilai predictive relevance, sedangkan apabila nilai Q-square kurang dari 0 (nol), maka menunjukkan bahwa model kurang memiliki predictive relevance.
3. Pengujian Hipotesis
Hipotesis dapat diuji menggunakan nilai t-statistik dan nilai probabilitas.
Maka untuk alpha 5% nilai t-statistik yang digunakan adalah 1,96. Sehingga kriteria penerimaan/penolakan hipotesa adalah Ha diterima dan H0 di tolak ketika t-statistik >
1,96. Untuk menolak/menerima hipotesis menggunakan probabilitas maka Ha di terima jika nilai p < 0,05 (Husein, 2015).
59 BAB IV
HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Objek Penelitian
1. Gambaran Umum Pengadilan Agama Sungguminasa
Pada mulanya Kabupaten Gowa adalah sebuah Kerajaan di Sulawesi Selatan yang turun temurun diperintah oleh seorang Kepala pemerintah disebut “Somba” atau
“Raja”. Daerah TK.II Gowa pada hakikatnya mulai terbentuk sejak beralihnya pemerintah Kabupaten Gowa menjadi Daerah TK.II yang didasari oleh terbitnya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1959 Tentang Pembentukan Daerah TK.II, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, yang diperkuat Undang–Undang Nomor 2 Tahun 1959 Tentang Pembentukan Daerah TK.II di Sulawesi (Tambahan Lembaran Negara RI No. 1822). Kepala Daerah TK.II Gowa yang pertama “Andi Ijo Dg Mattawang Karaeng Lalowang “ yang juga disebut nama Sultan Muhammad Abdul Kadir Aididdin Tumenanga Rijongaya, dan merupakan Raja Gowa yang terakhir (Raja Gowa ke XXXVI).
Somba sebagai Kepala pemerintah Kabupaten Gowa didampingi oleh seorang pejabat di bidang agama Islam yang disebut “kadi” (Qadli). Meskipun demikian tidak semua Somba yang pernah menjadi Raja Gowa didampingi oleh seorang Qadli, hanya ketika agama Islam mulai menyebar secara merata dianut oleh seluruh rakyat kerajaan Gowa sampai ke pelosok-pelosok desa, yaitu sekitar tahun 1857 M. Qadli pertama yang diangkat oleh Raja Gowa bernama Qadli Muhammad Iskin. Qadli pada
waktu itu berfungsi sebagai penasehat Kerajaan atau Hakim Agama yang bertugas memeriksa dan memutus perkara-perkara di bidang agama, demikian secara turun-temurun mulai diperkirakan tahun 1857 sampai dengan Qadli yang keempat tahun 1956.
Berdasarkan SK Menteri Agama Nomor 87 Tahun 1966 tanggal 3 Desember 1966, maka Pengadilan Agama / Mahkamah Syariah Sungguminasa secara resmi dibentuk dan menjalankan tugas-tugas peradilan sebagaimana yang ditentukan didalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1957. Peresmian Pengadilan Agama / Mahkamah Syariah Sungguminasa ialah pada tanggal 29 Mei 1967. Sejak tanggal 29 Mei 1967 tersebut dapat dipimpin oleh Ketua Pengadilan Agama/ Mahkamah Syariah K.H. Muh. Saleh Thaha (1967 s/d 1976) Pengadilan Agama / Mahkamah Syariah Sungguminasa menjalankan kekuasaan kehakiman di bidang Agama membawahi 18 Kecamatan yang terdiri dari 46 Kelurahan dan 123 Desa.
2. Visi dan Misi Instansi a. Visi
Terwujudnya Lembaga Pengadilan Agama Sungguminasa SA kelas 1B yang agung.
b. Misi
Menjaga kemandirian Pengadilan Agama Sungguminasa
Memberikan pelayanan hukum bagi pencari keadilan
61
Meningkatkan kredibilitas dan transparansi Pengadilan Agama Sungguminasa
Meningkatkan kinerja Pengadilan Agama Sungguminasa yang berbasis teknologi informasi
3. Strukur Organisasi Gambar 2:
Tugas Pokok dan Fungsi Ketua:
Merencanakan dan melaksanakan tugas pokok dan fungsi Peradilan Agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan
KETUA
kebijaksanaan teknis Dirjen Pembinaan Pengadilan Agama Islam serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tugas Pokok dan Fungsi Ketua antara lain:
1. Memimpin pelaksanaan tugas Pengadilan Agama Sungguminasa
2. Membuat perencanaan/program kerja menetapkan sasaran dan menjadwalkan rencana kegiatan setiap tahun kegiatan dan melakukan pengawasan atas pelaksanaannya dengan baik serasi dan selaras
3. Membagi tugas dan menentukan penanggungjawab secara jelas dalam rangka mewujudkan keserasian dan kerja sama antar sesama pejabat, menggerakan dan mengarahkan pelaksanaannya dilingkungan Pengadilan Agama Sungguminasa
4. Menyelenggarakan administrasi peradilan baik administrasi perkara maupun umum dan mengawasi keuangan perkara maupun rutin/pembangunan
5. Melaksanakan pertemuan berkala setidak-tidaknya sekali dalam sebulan dengan para hakim serta dengan para pejabat lainnya baik struktural maupun fungsional dan sekurang-kurangnya 3 bulan sekali dengan seluruh karyawan 6. Memberi petunjuk dan bimbingan yang diperlakukan baik bagi para hakim,
pejabat lainnya maupun seluruh karyawan
7. Mempersiapkan kader dalam rangka menghadapi alih generasi
63
Tugas Pokok dan Fungsi Wakil Ketua:
Mencatat dan meneliti berkas perkara yang diterima, menentukan hari sidang, menyidangkan perkara, membuat keputusan/penetapan, mengevalusi dan menyelesaikan perkara yang ditangani serta melaksanakan tugas khusus dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada Ketua Pengadilan Agama Sungguminasa.
Tugas Pokok dan Fungsi Wakil Ketua Antara lain:
1. Melaksanakan tugas-tugas ketua apabila ketua berhalangan
2. Membantu ketua dalam menyusun program kerja jangka pendek dan jangka panjang, pelaksanaan dan pengorganisasian
3. Mengkoordinir pelaksanaan pengawasan peningkatan disiplin kerja
4. Memeriksa, mengadili dan memutus perkara yang diberikan ketua untuk diselesaikan secara sederhana, cepat dengan biaya ringan
5. Memimpin sidang-sidang, dan meneliti perkara yang ditanganinya sebelum perkara di sidangkan serta memasukkannya dalam buku kalender persidangan
6. Menetapkan hari sidang, menetapkan sita jaminan dan memerintahkan juru sita pengganti untuk melakukan pemanggilan dan peletakan sisa
7. Meningkatkan kemampuan dibidang penanganan perkara untuk meningkatkan mutu penetapan atau putusan
Tugas Pokok dan Fungsi Hakim:
Mencatat dan meneliti berkas perkara yang diterima, menentukan hari sidang, menyidangkan perkara, membuat keputusan/penetapan, mengevalusi dan menyelesaikan perkara yang ditangani serta melaksanakan tugas khusus dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada Ketua Pengadilan Agama Sungguminasa.
Tugas Pokok dan Fungsi Hakim antara lain:
1. Memimpin/mengikuti sidang-sidang sebagai ketua majelis/anggota.
2. Selaku Ketua Majelis menetapkan Hari Sidang.
3. Menetapkan Sita Jaminan atas perkara yang ditangani.
4. Mengonsep Putusan/Penetapan dan memarafnya.
5. Memonitoring perkara-perkara tundaan yang menjadi wewenangnya untuk diproses lebih lanjut dengan dibantu oleh Panitera Pengganti.
6. Meneliti ketikan Putusan/Penetapan dan memarafnya.
Tugas Pokok dan Fungsi Panitera:
Merencanakan dan melaksanakan pemberian pelayanan teknis dibidang administrasi perkara, di lingkungan Pengadilan Agama Sungguminasa serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan teknis Ketua Pengadilan Agama Sungguminasa berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
65
Tugas Pokok dan Fungsi Sekertaris:
1. Membantu pimpinan dalam penyelenggarakan administrasi umum.
2. Memimpin pelaksanaan tugas kesekretariatan.
3. Menetapkan sasaran kegiatan kesekretariatan setiap tahun kegiatan.
4. Menyusun dan menjadwalkan rencana kegiatan.
5. Membagi tugas pada kasubag.
6. Menyusun proyeksi penerimaan biaya kepaniteraan dan rencana penggunaannya, dan menyampaikannya kepada Tim Pengelola setingkat lebih tinggi sebagai bahan penyusunan RKK AKL.
Tugas Pokok dan Fungsi Panitera Muda Gugatan:
Merencanakan dan melaksanakan urusan kepaniteraan gugatan, melakukan administrasi perkara, mempersiapkan persidangan perkara, menyimpan berkas perkara yang masih berjalan dan urusan lain yang berhubungan dengan gugatan di lingkungan Pengadilan Agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama Sungguminasa berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tugas Pokok dan Fungsi Panitera Muda Gugatan antara lain:
1. Membantu tugas-tugas wakil panitera dalam penyelenggarakan administrasi kepaniteraan gugatan
2. Membantu hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya persidangan pengadilan agama
3. Memberi nomor register pada setiap perkara gugatan yang diterima di Kepaniteraan
4. Mencatat setiap perkara gugatan yang diterima kedalam buku daftar disertai catatan singkat tentang isinya
5. Memimpin satuan kerja bagian kepaniteraan gugatan Tugas Pokok dan Fungsi Panitera Muda Permohonan:
Merencanakan dan melaksanakan urusan kepaniteraan permohonan, melakukan administrasi perkara, mempersiapkan persidangan perkara, menyimpan berkas perkara yang masih berjalan dan urusan lain yang ada hubungannya dengan perkara perdata di lingkungan Pengadilan Agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama Sungguminasa berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tugas Pokok dan Fungsi Panitera Muda Permohonan antara lain:
1. Membantu wakil panitera dalam penyelenggaran administrasi kepaniteraan permohonan
2. Melaksanakan administrasi perkara permohonan, mempersiapkan persidangan perkara, menyimpan berkas perkara yang masih berjalan dan urusan lain yang berhubungan dengan masalah perkara permohonan
67
3. Memberi nomor register pada setiap perkara permohonan yang diterima di kepaniteraan
Tugas Pokok dan Fungsi Panitera Muda Hukum:
Merencanakan dan melaksanakan urusan kepaniteraan hukum, mengumpulkan, mengolah dan mengkaji data, menyajikan statistik perkara, menyimpan arsip berkas perkara yang masih berlaku, melakukan administrasi pembinaan hukum agama, melaksanakan hisab rukyat dan tugas lain di lingkungan Pengadilan Agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan teknis Ketua Pengadilan Agama Sungguminasa. berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tugas Pokok dan Fungsi Kasubag Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana:
Merencanakan dan melaksanakan pengurusan kepegawaian di lingkungan Pengadilan Agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama Sungguminasa. berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tugas Pokok dan Fungsi Kasubag Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana antara lain:
1. Membantu wakil sekretaris dalam menyelesaikan tugas dan pekerjaan Sub Bag. Kepegawaian
2. Menetapkan sasaran kegiatan setiap tahun
3. Menyusun dan menjadwalkan rencana kegiatan
4. Menyiapkan bahan konsep rumusan kebijaksanaan pimpinan disidang Sub bagian kepegawain
5. Mengurus hak-hak pegawai dibidang kepegawaian Tugas Pokok dan Fungsi Kasubag Umum dan Keuangan:
Merencanakan dan melaksanakan pengurusan keuangan di lingkungan Pengadilan Agama kecuali mengenai pengelolaan biaya perkara serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama Sungguminasa berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tugas Pokok dan Fungsi Kasubag Umum dan Keuangan antara lain:
1. Membantu wakil sekertaris yang memimpin pelaksanaan tugas Sub bagian keuangan.
2. Menetapkan sasaran kegiatan setiap tahun.
3. Menyusun dan menjadwalkan rencana kegiatan bersama-sama Sub. Bagian Umum.
4. Menyiapkan bahan konsep rumusan kebijaksanaan pimpinan di bidang Sub Bagian Keuangan.
5. Mengadakan koordinasi dengan satuan kerja lain yang terkait.
69
Kasubag Perencanaan, TI dan Pelaporan:
1. Menyusun RKA-KL dan membahas usulan revisi kegiatan dan anggaran (DIPA) serta penyiapan bahan usulan APBNP bersama dengan KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) dan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen;
2. Operator Aplikasi RKA-KL;
3. Mengkoordinir, Menginventarisir segala kebutuhan masing-masing bidang dalam hal penganggaran:
4. Mengkoordinir Penyusunan Laporan Tahunan, IKU (Indikator Kinerja Utama), Reviu IKU, Renstra (Rencana Strategis), Reviu Renstra, RKT Rencana Kinerja Tahunan), PKT (Perjanjian Kinerja Tahunan), dan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP)
5. Mengkoordinir Penyusunan Laporan Keuangan;
Tugas Pokok dan Fungsi Panitera Pengganti:
Membantu Hakim dalam hal: mengikuti dan mencatat jalannya persidangan perkara, membuat PHS, membuat Berita Acara Persidangan, mengetik Putusan/Penetapan, membuat laporan tentang penundaan hari sidang dan perkara yang sudah diputus berikut amar putusannya, meminutasi perkara yang sudah selesai, mengevaluasi dan melaksanakan tugas khusus serta melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan.
Tugas Pokok dan Fungsi Jurusita:
Sebagai Koordinator para Juru Sita Pengganti, membantu Majelis Hakim dalam pemanggilan para pihak atau saksi-saksi untuk menghadiri persidangan, pengucapan ikrar talak, melaksanakan penyitaan, menjalankan putusan Hakim (eksekusi), menyampaikan pemberitahuan isi putusan, membuat berita iklan/pengumuman dan melaksanakan tugas khusus serta melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan.
B. Karakteristik Responden
Dalam penelitian ini dilakukan penyebaran kepada 90 pegawai Pengadilan Agama Sungguminasa. Karakteristik responden berguna untuk menguraikan deskripsi identitas responden yang diperoleh dari data diri yang terdapat pada bagian data yang meliputi jenis kelamin, usia dan tingkat pendidikan. Untuk memperjelas karakteristik responden yang dimaksud, maka akan disajikan dalam bentuk tabel mengenai data
Dalam penelitian ini dilakukan penyebaran kepada 90 pegawai Pengadilan Agama Sungguminasa. Karakteristik responden berguna untuk menguraikan deskripsi identitas responden yang diperoleh dari data diri yang terdapat pada bagian data yang meliputi jenis kelamin, usia dan tingkat pendidikan. Untuk memperjelas karakteristik responden yang dimaksud, maka akan disajikan dalam bentuk tabel mengenai data