• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. BAHAN DAN METODE

3.5 Pengamatan Parameter

3.5.6 Kerapatan Stomata, Ukuran Stomata dan Jumlah Kloroplas

Pengamatan stomata dan kloroplas dilakukan dengan menggunakan mikroskop cahaya. Pengamatan jumlah stomata dilakukan dengan menghitung jumlah stomata pada bidang pandang mikroskop dengan pembesaran 40Γ—10.

Jumlah sampel yang digunakan pada pengamatan jumlah stomata yaitu 3 bidang pandang pada 1 sampel daun untuk setiap ulangan. Pengukuran ukuran stomata dilakukan pada 3 stomata pada setiap sampel daun. Penghitungan jumlah

Universitas Sumatera Utara

kloroplas pada sel penjaga dilakukan pada foto yang dihasilkan dari dokumentasi pengamatan stomata melalui mikroskop, foto yang diperoleh lalu diperbesar dan diperjelas dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Office Picture Manager dan Photofiltre untuk dihitung jumlah kloroplasnya (Dwiyantono, 2017).

Penghitungan kerapatan stomata dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Suhaimi, 2017) :

Kerapatan Stomata (sel/mm2) = βˆ‘ π‘ π‘‘π‘œπ‘šπ‘Žπ‘‘π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›g 𝑑iπ‘Žπ‘šπ‘Žπ‘‘i

πΏπ‘’π‘Žπ‘  𝐡iπ‘‘π‘Žπ‘›g π‘ƒπ‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘›g mm2

Keterangan :

Luas bidang pandang perbesaran 400x = ΒΌ Ο€ d2

= ΒΌ x 3,14 x (0,45)2

= 0,159 mm2 3.5.7. Analisa Kromosom

Jumlah kromosom dihitung dengan menggunakan metode squashing.

Bahan tanaman yang digunakan adalah ujung akar berukuran Β± 1 cm. Untuk mendapatkan tahap mitosis yang tepat pengambilan preparat dilakukan berulang kali dengan selang waktu pengambilan preparat setiap 1 jam sekali. Setelah tahap metafase terdeteksi, semua sample di analisis pada waktu yang sama dan diambil secara acak.

Ujung akar tanaman yang dipotong Β± 1 cm, kemudian di cuci dengan air untuk menghilangkan kotorannya. Potongan tersebut kemudian dimasukkan kedalam botol berisi hidroksiquinolin 0,002 M (0,32 g/l aquades) dan disimpan pada suhu 20oC selama 3-5 jam. Potongan ujung akar yang telah direndam dengan hidroksiquinolin kemudian di masukkan kedalam air bersih dan dibuang tudung

Universitas Sumatera Utara

39

akarnya. Potongan ujung akar tersebut kemudian dimasukkan kedalam larutan asam asetat 45% selama 10 menit, selanjutnya dimasukkan kedalam larutan yang berisi 1 N HCl dan asam asetat 45% dengan perbandingan 3:1 (v/v) pada suhu 80oC selama 3-5 menit. Potongan ujung akar tadi kemudian dimasukkan kedalam botol vial yang berisi pewarna orsein 2% sampai terendam yang disimpan selama 5 jam dan selanjutnya dipindahkan ke gelas preparat yang telah ditetesi orsein 2%.

Ujung akar tersebut di potong menjadi ukuran 1-2 mm dari ujung akar dan sisanya dibuang, gelas penutup kemudian dipasang, ditekan perlahan dengan pangkal pensil berkaret dan di panaskan sebentar. Selanjutnya gelas penutup ditekan dengan jempol dan pinggirnya direkat dengan cat kuku tak berwarna dan siap diamati di bawah mikroskop.

Penghitungan jumlah kromosom dilakukan setelah terlihat penyebaran kromosom, kemudian dibuat dokumentasinya. Foto kemudian diperbesar dengan menggunakan Adobe Photo Shop dan dihitung kembali jumlah kromosomnya (Rodiansah, 2007).

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Pengamatan terhadap sifat vegetatif tanaman kentang olimpus (MV0) dilakukan 4 kali selama 4 minggu setelah perlakuan. Pengamatan parameter dihitung dan diukur dari luar botol kultur dengan memberi tanda (penomoran) di bawah botol kultur untuk setiap planlet yang diamati agar tidak tertukar untuk penghitungan dan pengukuran selanjutnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi dan lama perendaman Colchicine berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman kentang Olimpus (Tabel 2). Faktor konsentrasi Colchicine memperlihatkan hasil yang berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman mulai dari minggu pertama setelah perlakuan hingga minggu ke-4 yaitu pada parameter tinggi tunas, jumlah tunas dan jumlah akar. Sedangkan untuk parameter jumlah daun berpengaruh nyata pada minggu 1 dan 2 setelah perlakuan dan tidak berbeda nyata pada minggu 3 dan 4. Perlakuan lama perendaman Colchicine memberikan hasil yang berpengaruh nyata pada parameter vegetatif jumlah daun (3-4 MSP), tinggi tunas (1-4 MSP), jumlah tunas (3 dan 4 MSP) dan jumlah akar (2-4 MSP).

Pengaruh interaksi kedua faktor perlakuan berpengaruh nyata pada minggu awal hingga akhir pengamatan yaitu pada parameter tinggi tunas (1-4 MSP). Pada parameter jumlah akar memberikan respon berpengaruh nyata pada 2-4 MSP dan jumlah daun menghasilkan respon interaksi berpengaruh nyata pada 2 MSP dan 4

40

Universitas Sumatera Utara

MSP. Pada parameter jumlah tunas, interaksi konsentrasi dan perendaman colchicine tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata (3 dan 4 MSP). Tunas yang tumbuh pada planlet kentang olimpus (MV0) muncul pada minggu ke-3, sedangkan akar muncul pada minggu ke-2.

Tabel 2. Rekapitulasi hasil uji F pengaruh konsentrasi colchicine dan lama perendaman serta interaksinya terhadap pertumbuhan vegetatif tunas aksilar kentang olimpus (MV0)

Parameter Minggu Konsentrasi Lama Interaksi KK (%)

Pengamatan Colchicine Perendaman

Koefisien keragaman; Koefisien keragaman Jumlah Tunas hasil Transformasi.

Planlet kentang olimpus yang sudah diberi perlakuan colchicine memberikan hasil yang beragam, mulai dari planlet yang berukuran kecil, warna daun yang lebih gelap dan adanya planlet yang berbatang tebal (Gambar 3).

Planlet dengan perlakuan konsentrasi 0,06% terlihat memiliki ukuran planlet yang lebih kecil dari perlakuan lainnya dan kontrol. Perlakuan konsentrasi 0,04%

menghasilkan planlet yang memiliki warna daun lebih gelap, batang yang lebih tebal dan ukuran daun lebih besar dari perlakuan lainnya dan kontrol. Sedangkan

Universitas Sumatera Utara

42

planlet yang diberi perlakuan colchicine 0,08% terlihat memiliki ukuran daun yang lebih kecil dan jumlah tunas baru yang lebih banyak dari semua perlakuan dan kontrol .

Batang tebal

dibandingkan kontrol

Warna daun lebih gelap Ukuran daun lebih besar di bandingkan kontrol

K4P1

Ukuran daun kecil dibandingkan kontrol

Ukuran planlet kecil dibandingkan kontrol

Jumlah cabang banyak dibandingkan kontrol

Gambar 3. Tunas kentang Olimpus berumur 4 minggu setelah perlakuan perendaman Colchicine (MV0); K0P3: Kontrol lama perendaman 48 jam; K2P2: konsentrasi colchicine 0,04% lama perendaman 24 jam; K3P2: konsentrasi colchicine 0,06% lama perendaman 24 jam;

K4P1: konsentrasi colchicine 0,08% lama perendaman 12 jam.

K2P2 K0P3

K3P2

Universitas Sumatera Utara

4.1.1. Jumlah Daun

Perlakuan konsentrasi colchicine memperlihatkan respons nyata pada 1-2 MSP, sedangkan pada 3-4 MSP memberi respons yang tidak nyata terhadap jumlah daun (Lampiran 2-9). Pada minggu 1 dan 2 peningkatan konsentrasi colchicine menurunkan jumlah daun, akan tetapi pada konsentrasi colchicine 0,08% terjadi peningkatan jumlah daun dibandingkan konsentrasi 0,06%.

Konsentrasi colchicine 0,02% memiliki respons tertinggi terhadap jumlah daun dengan jumlah daun terbanyak yaitu 2,6 daun (1 MSP) dan 5,29 daun (2 MSP), namun perlakuan ini tidak berbeda nyata terhadap kontrol. Respons terendah terhadap pertumbuhan daun terdapat pada perlakuan colchicine 0,06% sebesar 1,98 daun (1 MSP) dan 2,96 daun (2 MSP), jumlah daun ini berbeda nyata dengan semua perlakuan dan kontrol. Pertambahan jumlah daun pada masing-masing perlakuan berkisar antara 1-3 daun per minggu. Pemberian colchicine dengan konsentrasi 0,02% menghasilkan jumlah tertinggi setiap minggunya hingga 4 MSP, namun tidak berbeda nyata terhadap kontrol.

Perlakuan lama perendaman colchicine memperlihatkan respon kebalikan dari konsentrasi colchicine, dimana pada minggu 1 dan 2 memberikan respons yang tidak nyata terhadap jumlah daun sedangkan pada 3-4 MSP memberikan respons yang nyata terhadap pertambahan jumlah daun. Waktu perendaman colchicine selama 24 jam memperlihatkan nilai respon tertinggi yaitu 6,936 daun (3 MSP) dan 8,168 daun (4 MSP). Peningkatan lama perendaman colchicine menyebabkan semakin rendahnya jumlah daun yang muncul. Perlakuan perendaman selama 48 jam memperlihatkan jumlah daun terendah pada 3 MSP (5,936 daun) dan 4 MSP (6,864 daun).

Universitas Sumatera Utara

44

Tabel 3. Jumlah daun kentang Olimpus (MV0) terhadap pengaruh konsentrasi dan lama perendaman colchicine

Interaksi antara konsentrasi dan lama perendaman colchicine menyebabkan pertumbuhan jumlah daun yang beragam. Interaksi perlakuan konsentrasi dan lama perendaman colchicine berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada minggu ke-2 dan ke-4 setelah perlakuan. Dimana pada kontrol, semakin lama perendaman menunjukkan adanya penurunan terhadap jumlah daun, sedangkan pada perlakuan konsentrasi colchicine 0,02% lama perendaman menunjukkan adanya peningkatan terhadap jumlah daun. Peningkatan konsentrasi colchicine dari 0,04% sampai 0,08% dengan lama perendaman dari 12 jam sampai 24 jam meningkatkan jumlah daun, namun terjadi penurunan jumlah daun pada perendaman 48 jam. Kombinasi perlakuan konsentrasi colchicine 0,04% dengan lama perendaman 24 jam (9,52 daun), memperlihatkan hasil tertinggi dibandingkan perlakuan lain dan kontrol, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan konsentrasi colchicine 0,02% selama 48 jam (9,16 daun). Jumlah daun terendah diperlihatkan oleh kombinasi perlakuan konsentrasi colchicine 0,06%

dengan lama perendaman 12 jam dan 48 jam pada 2 MSP. Pada 4 MSP kombinasi

Universitas Sumatera Utara

perlakuan terendah terdapat pada konsentrasi colchicine 0,08% selama 48 jam yaitu sebanyak 5,96 daun.

Tabel 4. Jumlah daun kentang Olimpus (MV0) terhadap interaksi konsentrasi dan lama perendaman colchicine

Konsentrasi Lama Jumlah Daun (Helai)

Colchicine Perendaman

Pengukuran tinggi tunas planlet kentang olimpus dilakukan dari pangkal batang diatas permukaan media sampai ujung daun tunas. Pengamatan tinggi tunas setiap minggunya memberikan perubahan yang tidak begitu signifikan, namun terlihat berbeda nyata pertumbuhannya antara perlakuan perendaman dengan colchicine dan kontrol (Lampiran 10-17). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan konsentrasi colchicine menekan pertumbuhan tinggi tunas mulai minggu pertama hingga minggu ke-4. Pada minggu pertama dan ke-2 konsentrasi colchicine menekan pertumbuhan tinggi tunas pada semua perlakuan, hal ini

Universitas Sumatera Utara

46

terlihat dari tinggi tunas tanaman kontrol lebih tinggi dibandingkan tinggi tunas tanaman perlakuan. Pada minggu ke-3 dan ke-4 konsentrasi colchicine menekan pertumbuhan tinggi tunas hanya pada perlakuan konsentrasi 0,06% dan 0,08%.

Pada konsentrasi Colchicine 0,04% menunjukkan nilai respon yang lebih tinggi dibandingkan konsentrasi 0,06% dan 0,08%, tetapi tidak berbeda nyata secara signifikan terhadap konsentrasi 0,02% dan kontrol (0%). Konsentrasi 0,06%

menghasilkan tinggi tunas terendah pada 1 MSP hingga 4 MSP dan berbeda nyata lebih rendah dibandingkan kontrol (0%). Lama perendaman colchicine juga berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas pada 1 MSP hingga 4 MSP. Lama perendaman selama 12 jam menunjukkan nilai terendah dibandingkan lama perendaman 24 jam dan 48 jam. Sedangkan perlakuan lama perendaman 24 jam menunjukkan nilai yang lebih tinggi yaitu 4,598 cm (4 MSP)

Tabel 5. Tinggi tunas aksilar kentang Olimpus (MV0) terhadap pengaruh

Interaksi konsentrasi dan lama perendaman colchicine berpengaruh nyata terhadap tinggi tunas aksilar (MV0) pada minggu pertama sampai minggu ke-4.

Hasil penelitian menunjukkan pada kontrol, semakin lama perendaman

Universitas Sumatera Utara

menghasilkan penurunan terhadap tinggi tunas, sedangkan pada perlakuan colchicine 0,02% dan 0,04% menunjukkan semakin lama perendaman menghasilkan peningkatan terhadap tinggi tunas. Perlakuan colchicine 0,06%

menunjukkan semakin lama perendaman menghasilkan penurunan terhadap tinggi tunas.

Pada tabel 6 dapat dilihat bahwa pada minggu pertama sampai minggu ke- 4 kombinasi perlakuan konsentrasi 0,04% dan lama perendaman 48 jam menghasilkan angka rerata tinggi tunas terbesar. Kombinasi perlakuan pada semua taraf konsentrasi colchicine dengan perendaman 12 jam menghasilkan rerata tinggi tunas terendah dibandingkan perendaman 24 jam dan 48 jam.

Kombinasi perlakuan konsentrasi 0,06% dengan lama perendaman 12 jam (1 MSP) memperlihatkan nilai terendah terhadap tinggi tunas yaitu 0,388 cm dan memberi hasil yang berbeda nyata dengan kontrol. Pada minggu ke-2 rerata tinggi tunas terendah terdapat pada perlakuan 0,08% perendaman selama 12 jam yaitu 0,852 cm dan berbeda nyata dengan kontrol, sedangkan pada minggu ke-3 dan ke- 4 rerata tinggi tunas terendah terdapat pada kombinasi perlakuan konsentrasi 0,06% perendaman selama 48 jam yaitu 2,796 cm (3 MSP) dan 3,516 cm (4 MSP).

Universitas Sumatera Utara

48

Tabel 6. Tinggi tunas aksilar kentang Olimpus (MV0) terhadap interaksi konsentrasi dan lama perendaman colchicine

Konsentrasi Lama Tinggi Tunas (cm)

Colchicine Perendaman

Pertumbuhan tunas baru yang terbentuk diawali dengan pembentukan primordia tunas pada bagian pangkal batang dan bonggol. Tunas baru terbentuk pada minggu ke-3 setelah perlakuan perendaman colchicine. Pengaruh perendaman colchicine terhadap pertumbuhan tunas baru pada setiap perlakuan memberikan hasil yang beragam. Berdasarkan hasil penelitian di dapat bahwa semakin tinggi konsentrasi colchicine dan semakin lama waktu perendaman menghasilkan jumlah tunas baru yang banyak. Konsentrasi colchicine memperlihatkan respon yang berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas baru pada 3 MSP dan 4 MSP (Lampiran 18-25). Pada minggu ke-3, rata-rata jumlah tunas baru yang banyak muncul terdapat pada perlakuan dengan konsentrasi colchicine

Universitas Sumatera Utara

0,08% yaitu sebesar 0,4 tunas dan memperlihatkan respon yang berbeda nyata terhadap semua perlakuan dan kontrol. Sedangkan jumlah tunas baru yang sedikit muncul terdapat pada perlakuan 0,04% yaitu 0,2 tunas. Pada 4 MSP, perlakuan colchicine 0,08% juga memperlihatkan respon peningkatan jumlah tunas baru dan berbeda nyata lebih tinggi dibandingkan semua perlakuan dan kontrol. Perlakuan kontrol memberikan respon yang paling rendah terhadap pertumbuhan tunas baru dibandingkan semua perlakuan pada 3 MSP dan 4 MSP yaitu masing-masing sebesar 0,133 tunas dan 0,24 tunas.

Lama perendaman colchicine selama 48 jam memperlihatkan nilai tertinggi terhadap jumlah tunas yang muncul pada 3 MSP dan 4 MSP namun tidak berbeda nyata terhadap lama perendaman 24 jam. Lama perendaman colchicine selama 12 jam memperlihatkan nilai terendah dibandingkan perlakuan lainnya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin lama waktu perendaman colchicine maka semakin banyak tunas yang tumbuh.

Tabel 7. Jumlah tunas kentang Olimpus (MV0) terhadap pengaruh konsentrasi dan lama perendaman colchicine

koefisien keragaman; Koefisien keragaman hasil Transformasi

Universitas Sumatera Utara

50

Interaksi perlakuan colchicine dan lama perendaman memperlihatkan respon yang tidak berbeda nyata pada 3 MSP dan 4 MSP. Pertumbuhan jumlah tunas baru terbanyak pada 3 MSP dan 4 MSP, yaitu terdapat pada kombinasi perlakuan konsentrasi colchicine 0,08% dengan lama perendaman 48 jam sebesar 0,64 tunas (3 MSP) dan 1 tunas (4 MSP). Respon terendah terhadap pertumbuhan tunas baru terdapat pada kombinasi perlakuan dengan konsentrasi colchicine 0,04% dengan lama perendaman 12 jam yaitu 0,12 tunas (3 MSP) dan 0,2 tunas (4 MSP).

Tabel 8. Jumlah tunas kentang Olimpus (MV0) terhadap interaksi konsentrasi dan lama perendaman colchicine

Konsentrasi Lama Jumlah Tunas

Colchicine Perendaman

koefisien keragaman; Koefisien keragaman hasil Transformasi 4.1.4. Jumlah Akar

Penghitungan jumlah akar tunas kentang olimpus (MV0) dilakukan pada akar yang tumbuh pada pangkal tunas dan akar yang tumbuh pada buku tunas.

Universitas Sumatera Utara

Akar tunas kentang olimpus mulai tumbuh pada minggu ke-2 setelah perlakuan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi colchicine dan semakin lama waktu perendaman menunjukkan hasil yang rendah terhadap jumlah akar. Perlakuan colchicine berpengaruh nyata pada semua taraf perlakuan pada 2 MSP sampai 4 MSP (Lampiran 26-31).

Konsentrasi 0,02% menunjukkan nilai tertinggi dibandingkan dengan konsentrasi lainnya, tetapi tidak berbeda nyata dengan kontrol (0%). Konsentrasi colchicine 0,06% memberikan nilai terendah terhadap pertumbuhan akar dan berbeda nyata dengan semua konsentrasi dan kontrol. Lama perendaman selama 48 jam menunjukkan nilai terendah pada 3 MSP dan 4 MSP. Periode lama perendaman yang semakin lama menunjukkan respon yang semakin rendah terhadap jumlah akar. Respon tertinggi terhadap jumlah akar terdapat pada perendaman selama 12 jam (3 MSP dan 4 MSP).

Tabel 9. Jumlah akar kentang Olimpus (MV0) terhadap pengaruh konsentrasi dan lama perendaman colchicine

Kombinasi konsentrasi dan lama perendaman dengan colchicine yang berbeda-beda menyebabkan pertambahan jumlah akar yang berbeda pula pada

Universitas Sumatera Utara

52

setiap perlakuannya. Interaksi konsentrasi dan lama perendaman colchicine berpengaruh nyata terhadap jumlah akar yang muncul pada 2-4 MSP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kontrol, semakin lama perendaman menghasilkan penurunan terhadap jumlah akar, sedangkan pada perlakuan konsentrasi colchicine 0,08% semakin lama perendaman menunjukkan peningkatan terhadap jumlah akar.

Akar tidak tumbuh pada tunas yang diberikan perlakuan konsentrasi colchicine 0,06% dengan lama perendaman 48 jam pada 2 MSP. Jumlah akar terendah selama 4 MSP terdapat pada kombinasi perlakuan dengan konsentrasi 0,06% dengan lama perendaman 12 jam. Jumlah akar terbanyak pada 4 MSP terdapat pada perlakuan Colchicine 0,02% selama 12 jam yaitu 6,68 akar tetapi tidak berbeda nyata dengan kontrol.

Tabel 10. Jumlah akar kentang Olimpus (MV0) terhadap interaksi konsentrasi dan lama perendaman colchicine

Konsentrasi Lama Jumlah Akar

Colchicine Perendaman

Keterangan: Angka yang diikuti huruf berbeda pada kolom yang sama berbeda nyata berdasarkan DMRT dengan Ξ± 5%, MSP: minggu setelah perlakuan, KK:

koefisien keragaman.

4.1.5. Umbi Mikro

Planlet yang digunakan untuk pengujian umbi mikro adalah planlet kentang olimpus berumur 4 minggu yang sudah mengalami perlakuan perendaman colchicine (MV0) kemudian disubkultur dan ditumbuhkan kembali pada media MS dengan penambahan CAP 1 mg/l selama 6 minggu. Planlet yang sudah berumur 6 minggu (M1V1) diberikan media pengumbian (cair) kemudian diinkubasi dalam kotak hitam selama 40 hari dan ditempatkan di rumah kasa dengan rentang suhu 23,5oC-36,7oC (suhu dalam kotak), 25,3oC-35,1oC (suhu rumah kasa) dan kelembaban 47%-95%. Pengamatan terhadap jumlah umbi mikro yang tumbuh dilakukan selama 4 kali. Setelah 40 hari umbi mikro yang terbentuk kemudian dipanen dan dihitung jumlah umbi, diameter umbi dan bobot umbi untuk semua perlakuan.

Planlet kentang olimpus M1V1 berumur 6 minggu memberikan hasil yang beragam dan terdapat perbedaan di bandingkan planlet MV0. Dimana terdapat planlet yang memiliki ukuran sangat kecil dan berbeda dengan perlakuan lainnya dan kontrol dan berbeda dengan pertumbuhan planlet sebelum disubkultur (MV0), yaitu terdapat pada planlet dengan konsentrasi colchicine 0,06% selama 12 jam (gambar 4). Planlet dengan perlakuan konsentrasi 0,02% dengan lama perendaman 24 jam terlihat memiliki ukuran daun yang lebih besar dan warna daun lebih gelap dari planlet MV0 dengan perlakuan yang sama. Sedangkan planlet yang diberi perlakuan colchicine 0,08% terlihat memiliki jumlah tunas baru yang lebih banyak dari semua perlakuan dan kontrol.

Universitas Sumatera Utara

54

K0P3 K1P2

Ukuran daun lebih besar Warna daun lebih gelap dibandingkan kontrol

K3P1

Ukuran planlet kecil dibandingkan kontrol

Jumlah cabang lebih banyak dibandingkan kontrol

Gambar 4. Tunas kentang Olimpus M1V1 berumur 6 minggu untuk pengumbian;

K0P3: konsentrasi colchicine 0% lama perendaman 48 jam; K1P2:

konsentrasi colchicine 0,02% lama perendaman 24 jam; K3P1:

konsentrasi colchicine 0,06% lama perendaman 12 jam; K4P2:

konsentrasi colchicine 0,08% lama perendaman 24 jam.

K4P2

Universitas Sumatera Utara

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi dan lama perendaman Colchicine berpengaruh nyata terhadap pembentukan umbi mikro kentang olimpus (Tabel 11). Konsentrasi Colchicine berpengaruh nyata terhadap jumlah umbi, diameter umbi dan bobot umbi mulai dari awal masa pengumbian hingga hari ke-40. Perlakuan lama perendaman Colchicine berpengaruh nyata pada parameter Jumlah umbi (20 HSP), diameter umbi (40 HSP) dan bobot umbi (40 HSP). Pengaruh interaksi kedua faktor perlakuan berpengaruh nyata pada minggu awal pengamatan yaitu pada parameter jumlah umbi (10-20 HSP), sedangkan parameter diameter umbi dan bobot umbi memberikan respon berpengaruh nyata pada 40 HSP.

Tabel 11. Rekapitulasi hasil uji F pengaruh konsentrasi colchicine dan lama perendaman serta interaksinya terhadap pertumbuhan umbi mikro kentang olimpus (M1V1)

Parameter Hari Konsentrasi Lama Interaksi KK (%) Pengamatan Colchicine Perendaman

koefisien keragaman; Koefisien keragan hasil Transformasi 4.1.5.1. Jumlah umbi mikro kentang olimpus

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi dan lama perendaman colchicine berpengaruh nyata terhadap jumlah umbi mikro yang dihasilkan (Lampiran 32-47). Semakin tinggi perlakuan konsentrasi colchicine yang diberikan semakin banyak jumlah umbi mikro yang dihasilkan. Perlakuan konsentrasi colchicine 0,06% menunjukkan jumlah umbi mikro yang lebih banyak

Universitas Sumatera Utara

56

dari perlakuan lainnya dan kontrol mulai dari pengamatan pertama sampai dengan akhir pengamatan. Jumlah umbi mikro yang paling sedikit terdapat pada konsentrasi colchicine 0% (kontrol) tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan konsentrasi colchicine 0,04% (40 HSP). Lama perendama colchicine memberikan respon berpengaruh nyata hanya pada pengamatan ke-2. Dari hasil penelitian di dapat bahwa semakin lama waktu perendaman jumlah umbi mikro yang dihasilkan semakin sedikit. Lama perendaman selama 12 jam memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan waktu perendaman 24 jam dan 48 jam.

Tabel 12. Jumlah umbi mikro kentang Olimpus (M1V1) terhadap pengaruh

koefisien keragaman; Koefisien keragaman hasil Transformasi

Interaksi konsentrasi dan lama perendaman colchicine memberikan respons yang berpengaruh nyata pada awal pengamatan yaitu pada hari ke-10 dan hari ke-20, sedangkan hari ke-30 dan 40 memberikan respons yang tidak berpengaruh nyata. Jumlah umbi mikro yang dihasilkan juga beragam dari semua perlakuan. Pengamatan pada 20 HSP menunjukkan bahwa kontrol, perlakuan konsentrasi colchicine 0,02% dan 0,06% pada perendaman 12 jam menghasilkan jumlah umbi mikro paling banyak.

Universitas Sumatera Utara

Jumlah umbi mikro terbanyak dihasilkan oleh perlakuan dengan konsentrasi colchicine 0,06% selama 12 jam pada 20-40 HSP, sedangkan jumlah umbi mikro yang paling sedikit terdapat pada perlakuan konsentrasi colchicine 0,04% perendaman selama 24 jam dan 0,08% perendaman 48 jam. Pada perlakuan konsentrasi colchicine 0% perendaman selama 24 jam tidak menghasilkan umbi mikro.

Tabel 13. Jumlah umbi mikro kentang Olimpus (M1V1) terhadap interaksi konsentrasi colchicine dan lama perendaman colchicine

Konsentrasi Lama

koefisien keragaman; Koefisien keragaman hasil Transformasi

Universitas Sumatera Utara

58

K3P1 (2) K3P1 (1)

K3P1 (3)

K3P1 (5) K3P1 (6)

K3P1

K0P1

Umbi mikro kentang olimpus

Gambar 5. Umbi mikro kentang olimpus (M1V1) hasil induksi mutasi dengan colchicine; K3P1: konsentrasi colchicine 0,06% perendaman selama 12 jam dan K0P1: konsentrasi colchicine 0% perendaman selama 12 jam

K0P1 (1) K0P1 (2)

Universitas Sumatera Utara

4.1.5.2. Diameter umbi mikro kentang olimpus

Diameter umbi mikro dihitung dengan menggunakan jangka sorong digital. Bentuk umbi mikro yang dihasilkan beragam pada semua perlakuan dan kontrol (gambar 5), oleh karena itu diameter umbi dihitung dari rata-rata 2 sisi umbi mikro yaitu sisi panjang dan lebarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi colchicine memberikan respon yang berpengaruh nyata terhadap dimeter umbi mikro yang dihasilkan (lampiran 48-51). Konsentrasi colchicine 0,06% menghasilkan rerata diameter umbi mikro tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya dan kontrol yaitu 7,524 mm. dari hasil ini dapat dilihat bahwa umbi mikro yang dihasilkan pada perlakuan konsentrasi colchicine 0,06%

menghasilkan umbi mikro yang berukuran lebih besar dari umbi mikro yang dihasilkan perlakuan lainnya dan kontrol (gambar 5). Kontrol memberikan hasil rerata diameter umbi mikro yang paling rendah yaitu 1,718 mm. Nilai ini memperlihatkan bahwa ukuran umbi mikro dari perlakuan kontrol berukuran lebih kecil dibandingkan perluan konsentrasi colchicine.

Lama perendaman colchicine memberikan respon yang berpengaruh nyata pada diameter umbi mikro yang dihasilkan. Semakin lama waktu perendaman maka semakin kecil diameter umbi mikro yang dihasilkan. Lama perendaman 12 jam memberikan respon terbaik pada rerata diameter umbi mikro yang dihasilkan yaitu sebesar 5,825 mm. Sedangkan lama perendaman 48 jam menghasilkan rerata diameter umbi mikro yang paling rendah yaitu sebesar 2,657 mm.

Universitas Sumatera Utara

60

Tabel 14. Diameter umbi mikro kentang Olimpus (M1V1) terhadap pengaruh konsentrasi dan lama perendaman colchicine

Perlakuan Diameter Umbi (mm)

40 HSP

Konsentrasi 0 1,718 d

Colchicine 0,02 3,709 b

(%) 0,04 2,647 c

0,06 7,524 a

0,08 3,242 b

Lama 12 5,825 a

Perendaman 24 2,822 b

(Jam) 48 2,657 c

KK (%) 44,47

Keterangan: Angka yang diikuti huruf berbeda pada kolom yang sama berbeda nyata berdasarkan DMRT dengan Ξ± 5%, HSP: hari setelah pengumbian, KK:

koefisien keragaman; Koefisien keragaman hasil Transformasi

Berdasarkan hasil penelitian interaksi konsentrasi dan lama perendaman

Berdasarkan hasil penelitian interaksi konsentrasi dan lama perendaman