• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

F. Pembahasan

1. Kesesuaian penerapan pengendalian internal oleh PT

a. Lingkungan Pengendalian

1) Menunjukkan komitmen terhadap integritas dan nilai etika Pimpinan PT. Indogaben Sukses Perkasa telah menunjukkan integritas serta nilai-nilai etika melalui arahan, tindakan dan perbuatan. Pimpinan selalu memberikan arahan dan mengingatkan kepada semua karyawan akan integritas dan nilai etika yang harus selalu dipegang oleh tiap karyawan dalam bekerja. Tetapi belum ada pedoman tertulis terkait nilai etika dan pedoman tertulis terkait integritas, sesuai dengan pernyataan yang disampaikan oleh kepala gudang saat wawancara.

“kalau secara tertulis sih belum ada, tapi untuk secara lisan aja ada.”

(Hasil wawancara dengan Herman Felani/kepala gudang pada tanggal 16 Januari 2019)

Standar perilaku secara umum ditetapkan oleh Pimpinan perusahaan. Tiap divisi mengikuti standar perilaku yang ditetapkan oleh pimpinan perusahaan dan menyesuaikan pada tiap divisi oleh koordinator divisi. Standar perilaku untuk karyawan di bagian persediaan diarahkan oleh kepala gudang. Hal-hal yang boleh dan tidak dilakukan dilingkungan persediaan barang dagang ditetapkan secara verbal, dan belum ada ketentuan atau aturan tertulis.

Pimpinan perusahaan akan menindaklanjuti penyimpangan yang dilakukan oleh karyawan sesuai dengan laporan dan bukti-bukti yang didapatkan. Pimpinan perusahaan juga akan melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang terkait. Sesuai dengan pernyataan yang disampaikan oleh kepala gudang yaitu;

“ya pasti, ditanggapin sama pak Ahai, dia minta penjelasan, kalau ada kesalahan dia minta penjelasan kesalahan nya itu dimana, terus tu kenapa? Pasti lihat dari sisi kesalahan itu. Iya cepat ditanggapinya”

(Hasil wawancara dengan Herman Felani/kepala gudang pada tanggal 16 Januari 2019)

2) Dewan direksi menunjukkan independensi dari manajemen dan melakukan pengawasan terhadap pengembangan dan kinerja pengendalian internal.

Pimpinan perusahaan bertanggungjawab melaksanakan pengawasan terhadap persediaan barang dagang. Tidak terdapat komite audit ataupun divisi khusus untuk melaksanakan pengawasan di perusahaan. Pengawasan dilakukan oleh pimpinan perusahaan langsung dan dibantu oleh penyelia. Pimpinan perusahaan bersama penyelia selalu melakukan pengawasan atas penerimaan dan pengeluaran barang. Penyelia sering ikut mengawasi proses penerimaan barang dan pemuatan barang untuk pengiriman kepada pelanggan. Berdasarkan hasil jawaban kuesioner evaluasi pengendalian internal persediaan, sub komponen ini yang diwakili oleh pertanyaan nomor lima memiliki persentase 100%.

Karyawan menilai bahwa pimpinan dan penyelia telah melakukan pengawasan persediaan digudang secara berkala.

Terdapat beberapa cara yang biasa dilakukan oleh pimpinan dan penyelia dalam melasanakan pengawasan. Misalnya saat penerimaan barang dagang yang dibeli, pembongkaran muatan di kontainer diawasi langsung oleh penyelia. Setiap penerimaan barang, kepala gudang harus melakukan dokumentasi berupa foto penerimaan barang kontainer dan dikirim melalui media sosial grup perusahaan. Selain itu terdapat kebijakan pengiriman persediaan harus mendapat otorisasi pihak yang berwenang.

3) Manajemen menetapkan, dengan pengawasan dewan, struktur, jalur pelaporan, dan otoritas dan tanggung jawab yang tepat dalam mengejar tujuan.

Struktur organisasi PT. Indogaben Sukses Perkasa telah disusun dan digambarkan dalam bagan. Dari bagan struktur organisasi tersebut dapat diketahui mengenai posisi-posisi disetiap tingkat yang ada di perusahaan. Dalam bagan struktur organisasi terdapat garis wewenang yang menghubungkan jalur pelaporan dan tanggung jawab.

Praktik pelaporan yang dilaksanakan di PT. Indogaben Sukses Perkasa sesuai dengan bagan struktur organisasi. Jalur pelaporan bertahap satu tingkat, contohnya dari staff pergudangan akan melaporkan ke kepala gudang, lalu kepada gudang akan melaporkan

kepada penyelia, dan penyelia akan melaporkan kepada pimpinan perusahaan.

Pemisahan tugas serta uraian tugas atau job description dari masing-masing divisi dan setiap jabatannya telah tertulis dengan jelas, tetapi dokumen uraian tugas atau job description tidak didapat oleh semua karyawan. Tugas dan tanggungjawab tiap karyawan lebih sering dijelaskan secara verbal oleh pimpinan maupun kepala divisi yang ditempati. Implementasi pemisahan tugas yang terdapat di bagian pergudangan dijelaskan oleh penyelia dalam wawancara sebagai berikut;

“kepala gudang itu tugasnya menerima barang dengan mengecek barang yang masuk dan yang akan keluar. Jadi untuk staf-staf yang lain hanya mempersiapkan barang-barang yang akan dikirim ke toko dan mengecek barang-barang yang keluar setelah sampai di toko dan mengecek barang returan yang diterima.”

(Hasil wawancara dengan Herman Felani/kepala gudang pada tanggal 16 Januari 2019)

4) Organisasi menunjukkan komitmen untuk menarik, mengembangkan, dan mempertahankan individu yang kompeten sejalan dengan tujuan.

PT. Indogaben Sukses Perkasa memiliki karyawan yang kompeten dan jujur. Karyawan yang kompeten tercermin dari setiap karyawan dapat menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu. Karyawan yang jujur tercermin dari belum adanya temuan penyimpangan atau tindakan fraud yang dilakukan oleh karyawan seperti yang disampaikan oleh kepala gudang saat wawancara.

“ada sanksinya, sekarang selama saya menjabat disini belum ada.”

(Hasil wawancara dengan Herman Felani/kepala gudang pada tanggal 16 Januari 2019)

PT. Indogaben Sukses Perkasa memiliki aktivitas pengembangan karyawan, tetapi tidak untuk semua bagian atau divisi. Karyawan bagian gudang belum mendapatkan pelatihan ataupun kegiatan pengembangan berkaitan penanganan persediaan. Aktivitas pengembangan atau pelatihan karyawan di PT. Indogaben Sukses Perkasa hanya sedikit, hal ini ditunjukan dari pernyataan penyelia dalam wawancara yaitu:

“ee.. pelatihan outbound atau pelatihan terutama sih untuk marketing itu, bagaimana caranya ee.. gimana ya.. untuk melaksanakan penjualan, terus handing objection terhadap produk-produk kita.”

(Hasil wawancara dengan Ngesti Rahayu/penyelia pada tanggal 17 Januari 2019)

PT. Indogaben Sukses Perkasa melakukan persiapan dan perencanaan atas penggantian karyawan minimal satu bulan sebelum karyawan resign. Satu bulan sebelum keluarnya karyawan akan dilakukan pencarian karyawan baru sesuai dengan kompetensi posisi yang dibutuhkan.

5) Organisasi menjaga individu akuntabel atas tanggung jawab pengendalian internal mereka dalam mengejar tujuan.

Pimpinan PT. Indogaben Sukses Perkasa selalu melakukan rapat bulanan yang dihadiri oleh semua karyawan. Pimpinan selalu menyampaikan informasi kebijakan dan keputusan kepada

karyawan saat rapat rutin bulanan. Evaluasi kinerja juga biasanya dilakukan pada rapat bulanan. Evaluasi karyawan dilakukan dengan melihat pencapaian target tiap karyawan. Kinerja masing-masing divisi dilihat berdasarkan pengukuran yang telah ditetapkan.

Bagian persediaan atau pergudangan dinilai berdasarkan kinerja penanganan persediaan baik saat menerima, mengirim dan pemeliharaan gudang dan persediaan. Pimpinan juga mengevaluasi kinerja karyawan dengan melihat presensi kehadiran tiap karyawan ditiap bulannya. Tetapi pada penerapannya, evaluasi tidak selalu dilakukan oleh pimpinan secara berkala. Evaluasi hanya dilakukan beberapa kali dan karyawan merasa jarang dievaluasi oleh pimpinan, namun pimpinan mempertimbangkan dan memberikan sarana komunikasi dari karyawan atas tekanan dan masalah yang dihadapi masing-masing individu atau divisi agar tujuan perusahaan dapat tercapai tanpa terkendala. Tidak sesuainya prinsip evaluasi berkala terlihat dari jawaban kuesioner evaluasi pengendalian internal komponen lingkungan pengendalian pada pertanyaan 24 dan 25 dengan hasil 15,39% dan 23,08%.

b. Penilaian Risiko

1) Organisasi menetapkan tujuan dengan kejelasan yang cukup untuk memungkinkan identifikasi dan penilaian risiko yang berkaitan dengan tujuan.

Rancangan kegiatan penting dibuat dalam sebuah organisasi agar dapat menentukan apa yang harus dilakukan agar dapat mencapai target jangka pendek maupun jangka panjang. Pimpinan PT. Indogaben Sukses Perkasa selalu membuat rancangan kegiatan dengan membuat target tiap bulannya. Rencana kegiatan disampaikan kepada seluruh karyawan pada saat rapat bulanan. Penyampaian informasi akan target dan rencana kegiatan perusahaan membuat karyawan lebih mengerti dan tau apa yang harus mereka lakukan dan hadapi untuk mencapai tujuan perusahaan.

PT. Indogaben Sukses Perkasa menggunakan metode penilaian persediaan barang dagangan dengan rata-rata tertimbang, sedangkan sistem fisik persediaan perusahaan menggunakan metode Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP). PT. Indogaben Sukses Perkasa menilai bahwa metode tersebut yang paling tepat untuk mengidentifikasi dan menilai persediaan barang dagangan. Perusahaan masih belum sepenuhnya memenuhi standar pelaporan yang ditetapkan berdasarkan SAK ETAP karena perusahaan menggunakan format standar pelaporan yang disediakan oleh

perangkat lunak akuntansi yang digunakan. Format pelaporan yang disediakan oleh perangkat lunak masih terdapat kekurangan dalam pengungkapan dalam pelaporan keuangan terkhusus dalam bagian persediaan, tetapi secara umum pelaporan oleh PT. Indogaben Sukses Perkasa telah sesuai dengan SAK ETAP.

Manajemen melaporkan aktivitas dan kegiatan secara rutin kepada pimpinan perusahaan sebagai kegiatan pengendalian. Bagian persediaan atau pergudangan selalu mendokumentasikan setiap kegiatan penerimaan dan pengeluaran barang dan melaporkan secara rutin kepada pimpinan melalui jalur pelaporan dan media yang telah ditentukan yaitu media sosial grup perusahaan. Manajemen akan memberikan hukuman yang tegas bagi karyawan yang melakukan kecurangan. Manajemen akan memberikan hukuman berdasarkan tingkat pelanggaran yang dilakukan, yaitu dengan memberikan surat peringatan (SP) hingga dikeluarkan dari perusahaan.

2) Organisasi mengidentifikasi risiko terhadap pencapaian tujuannya di seluruh entitas dan menganalisis risiko sebagai dasar untuk menentukan bagaimana risiko harus dikelola.

PT. Indogaben memiliki beberapa divisi yang berhubungan dengan pengendalian persediaan barang dagangan yaitu bagian pergudangan, bagian pemasaran, dan bagian administrasi atau pembelian. Setiap bagian memiliki tanggungjawab untuk

melaksanakan prosedur yang sudah ditetapkan oleh perusahaan untuk menjaga pengendalian internal perserdiaan.

Perusahaan seharusnya menyimpan dokumen dan catatan di tempat yang aman dan memiliki tanda tangan sebagai bukti otorisasi dan keabsahan dokumen sebagai kegiatan dari komponen penilaian risiko. PT. Indogaben menyimpan dokumen dan catatan di tempat yang aman yaitu di lemari penyimpanan. Setiap dokumen yang berkaitan dengan pembelian, penjualan, penerimaan, dan pengeluaran persediaan barang dagang juga harus selalu ditanda tangani oleh pihak tertentu sebagai bukti otorisasi.

Pimpinan perusahaan dan setiap karyawan yang terkait juga harus dapat mengestimasi risiko yang signifikan terhadap persediaan barang dagang. Pimpinan biasanya memperhatikan perubahan harga barang, apakah terjadi kenaikan atau penurunan yang disebabkan oleh faktor-faktor eksternal maupun internal. Pimpinan dan kepala gudang juga mempertimbangkan lama pengiriman barang agar tidak terjadi biaya persediaan yang tidak diperlukan.

Risiko yang telah teridentifikasi harusnya ditangani atau dikelola dengan semestinya oleh organisasi. Ketepatan waktu dalam menangani risiko menjadi hal yang penting bagi tiap organisasi. PT. Indogaben Sukses Perkasa mengkoreksi kesalahan secepat mungkin melalui jalur komunikasi yang ada ataupun secara langsung.

Faktor-faktor internal yang masih dapat dikendalikan oleh organisasi akan ditangani lebih cepat dan dikoreksi secepat mungkin agar tidak menimbulkan masalah yang lain.

3) Organisasi mempertimbangkan potensi fraud dalam menilai risiko terhadap pencapaian tujuan.

PT. Indogaben Sukses Perkasa perlu mempertimbangkan berbagai kemungkinan terjadinya penyimpangan atau kecurangan yang dapat menimbulkan kerugian pagi perusahaan. Implementasi di PT. Indogaben Sukses Perkasa yaitu pimpinan mempertimbangkan kemungkinan terjadinya kecurangan dengan menerima masukan-masukan dari karyawan dan pengalaman yang telah terjadi. Pimpinan akan memberikan tindakan berupa perubahan sistem kerja ataupun aturan kepada karyawan pada bagian yang terkait agar dapat menghindari kemungkinan terjadinya kecurangan.

Pimpinan meminimalisir potensi terjadinya kecurangan dengan memberikan arahan-arahan dan motivasi yang positif bagi karyawan. Penanaman nilai moral yang baik dari jajaran atas dengan tindakan dan ucapan diharapkan dapat memberikan respon yang baik bagi tiap karyawan agar lebih disiplin dan tidak menghidari perbuatan yang tidak baik.

4) Organisasi mengidentifikasi dan menilai perubahan yang dapat berdampak signifikan pada sistem pengendalian internal.

Pimpinan melakukan identifikasi dan penilaian perubahan-perubahan yang dapat berpengaruh pada pengendalian internal secara signifikan. Pimpinan mengomunikasikan perubahan aturan atau sistem kepada seluruh karyawan. PT. Indogaben Sukses Perkasa memiliki banyak jenis produk yang berbeda-beda, baik makanan anak-anak, tisu, kosmetik dan produk konsumsi sehari-hari masyarakat. Produk yang didistribuskan oleh perusahaan tidak selalu sama, tetapi selalu mengalami perubahan dan penambahan sesuai keinginan dan potensi pasar. Perubahan jenis produk tambahan harus diketahui oleh karyawan bagian gudang dan pemasaran.

Struktur organisasi di PT. Indogaben Sukses Perkasa tidak berubah secara periodik. Struktur organisasi masih sama dan belum pernah dilakukan pergantian struktur organisasi. Kebutuhan dari perubahan struktur dirasa tidak diperlukan oleh PT. Indogaben Sukses Perkasa. Kegiatan operasional saat ini masih berjalan dengan baik sesuai dengan keinginan dan tujuan organisasi. PT. Indogaben Sukses Perkasa juga perlu mengkaji struktur organisasi yang telah berjalan saat ini agar selalu dapat menunjang kegiatan bisnis lebih efektif dan terhindar dari kecurangan.

c. Kegiatan Pengendalian

1) Organisasi memilih dan mengembangkan kegiatan kontrol yang berkontribusi pada mitigasi risiko terhadap pencapaian tujuan ke tingkat yang dapat diterima.

Setiap dokumen yang dibuat PT. Indogaben Sukses Sejahtera telah menggunakan desain dokumen dengan mencantumkan nomor urut disetiap dokumen transaksi. Setiap transaksi juga ditandai dengan tanggal transaksi agar dapat mengurangi risiko kecurangan dan memudahkan manajemen dalam pengarsipan.

Aktivitas pengendalian yang perlu dilakukan oleh suatu perusahaan yaitu menjaga aset-aset dengan menyimpan aset ke tempat yang aman, serta membatasi akses terhadap aset. Implementasi di PT. Indogaben Sukses Perkasa menyimpan persediaan barang dagang di gudang penyimpanan yang dilengkapi dengan pengamanan kamera CCTV di beberapa sudut. Gudang persediaan juga selalu dikunci dan hanya boleh diakses oleh karyawan bagian gudang dan pihak-pihak yang berkepentingan.

PT. Indogaben Sukses Perkasa menggunakan dokumen transaksi empat rangkap dalam penjualan. Dokumen dengan empat rangkat digunakan untuk kebutuhan bisnis dan sebagai salah satu aktivitas pengendalian. Setiap dokumen transaksi harus diotorisasi pihak berwenang dan dapat diarsipkan oleh perusahaan. Catatan atau bukti secara fisik dapat disimpan dan digunakan oleh

perusahaan untuk kepentingan bisnis, seperti penagihan utang, dan rekap jumlah piutang pelanggan.

PT. Indogaben Sukses Perkasa melakukan pengecekan fisik barang dagangan secara berkala. Bagian persediaan akan melihat kondisi persediaan digudang secara fisik dan dibandingkan dengan jumlah yang tercatat secara sistem. Pengecekan dilakukan secara periodik setiap enam bulan atau lebih, dan dilaporkan kepada penyelia dan pimpinan perusahaan.

Fungsi pemisahan tugas merupakan salah satu pengendalian untuk menghindari terjadinya kecurangan. PT. Indogaben Sukses Perkasa telah melaksanakan fungsi pemisahan di bagian pembelian dan penjualan. Terdapat bagian khusus untuk pemesanan barang dagang, dan setiap pemesanan harus diotorisasi oleh penyelia atau pimpinan. Aktivitas penjualan ditangani oleh karyawan divisi lain, yaitu menerima pesanan dari pelanggan dan melakukan input pesanan kedalam sistem perangkat lunak dan mencetak faktur penjualan. Faktur penjualan juga diotorisasi oleh penyelia agar dapat dilakukan pengiriman barang kepada pemesan barang dagang. 2) Organisasi memilih dan mengembangkan kegiatan kontrol umum atas teknologi untuk mendukung pencapaian tujuan.

Penyimpanan catatan dan dokumen harus diperhatikan oleh manajemen, karena catatan serta dokumen sangat penting bagi perusahaan. PT. Indogaben Sukses Perkasa melakukan pencatatan

secara komputerisasi dan terdapat backup data perusahaan di server yang telah dibuat oleh perusahaan. Pencatatan menggunakan komputer membantu perusahaan dalam meningkatkan keakurasian dalam perhitungan persediaan PT. Indogaben Sukses Perkasa. Komputer perusahaan hanya bisa diakses oleh orang tertentu dengan kata sandi sebagai pengaman, dan untuk mengakses perangkat lunak akuntansi perusahaan, pengguna harus memiliki user id dan

password tersendiri. Pembatasan akses tersebut dilakukan agar

dapat meningkatkan pengendalian internal perusahaan akan dokumen-dokumen penting.

PT. Indogaben tidak menggunakan perangkat lunak akuntansi yang dibuat sendiri, tetapi perangkat lunak akuntansi yang dibuat dan disediakan oleh pihak luar. Perangkat lunak akuntansi yang digunakan sangat umum dan sederhana, sehingga perusahaan tidak memiliki teknisi khusus internal untuk melakukan pemeliharaan perangkat lunak. Perusahaan biasanya hanya melakukan pembaharuan disaat tersedia dan diperlukan saja.

3) Organisasi menyebarkan kegiatan pengendalian melalui kebijakan yang menetapkan apa yang diharapkan dan prosedur yang menempatkan kebijakan ke dalam tindakan.

Setiap bisnis tentu memiliki kebijakan serta prosedur untuk setiap proses kegiatan yang dilakukan. PT. Indogaben Sukses Perkasa menetapkan kebijakan dan prosedur terkait pengendalian

atas persediaan barang dagang dilakukan pada setiap kegiatan transaksi pembelian dan penjualan persediaan. Setiap pembelian dan penjualan barang dagangan diotorisasi oleh pihak yang berwenang. Berdasarkan struktur yang telah dibuat, pimpinan telah menetapkan tanggungjawab dan wewenang tiap divisi dan jalur pelaporannya. Misalnya untuk penjualan barang dagang bagian gudang hanya akan mengirimkan barang kepada pelanggan hanya jika ada dokumen penjualan atau faktur penjualan telah dibuat, dan ditanda tangan oleh pihak yang berwenang. Sama halnya dengan pembelian persediaan, hanya akan dilakukan jika telah di setujui oleh pimpinan perusahaan. Tetapi dalam kondisi tertentu, perusahaan dapat mengirimkan barang kepada pelanggan jika sangat mendesak. Dalam kondisi mendesak, pimpinan atau penyelia dapat meminta pihak gudang untuk mengeluarkan atau mengirim barang kepada pelanggan. Pengiriman tanpa dokumen yang telah disetujui jarang terjadi dalam praktiknya.

d. Informasi dan Komunikasi

1) Organisasi memperoleh atau menghasilkan dan menggunakan informasi yang relevan dan berkualitas untuk mendukung fungsi pengendalian internal.

Informasi merupakan salah satu komponen yang penting bagi organisasi untuk mementukan kebijakan ataupun membuat

keputusan. Pimpinan PT. Indogaben Sukses Perkasa mengidentifikasi informasi-informasi yang dibutuhkan sebelum melakukan pembelian barang dagang. Informasi dapat berupa sisa stok persediaan barang dagang di perusahaan, tren permintaan pelanggan, dan keadaan pasar pada periode tersebut. Setelah mengetahui informasi-informasi yang terkait dengan keputusan pembelian, pimpinan akan memutuskan berapa jumlah barang dan jenis barang dagang yang akan dipesan.

Sumber informasi yang didapatkan oleh perusahaan dapat bersumber dari internal dan eksternal. Media komunikasi dan informasi yang sering digunakan oleh perusahaan yaitu media sosial

whatsapp. Perusahaan membagi menjadi beberapa grup untuk

memudahkan jalur komunikasi. Penyampaian informasi dan pesan juga menjadi semakin efisien dan efektif. Misalnya bagian gudang dapat memberikan informasi penerimaan barang dengan langsung mengirimkan foto dokumentasi informasi segel kontainer, nomor kontainer.

Pencatatan atas persediaan sebaiknya dilakukan secara komputerisasi atau manual. Pencatatan secara komputerisasi dilakukan dalam perangkat lunak agar dapat menjalankan pencatatan akuntansi perusahaan. Pencatatan persediaan secara komputerisasi atau manual perlu dilakukan agar perusahaan atau pimpinan dapat selalu mengetahui perkembangan dan pergerakan

persediaan di perusahaan. Pencatatan persediaan secara terkomputerisasi dapat lebih unggul dari pada pencatatan manual karena informasi persediaan dapat diakses secara langsung kapanpun.

PT. Indogaben Sukses Perkasa tidak menerapkan pencatatan persediaan secara manual. Pencatatan persediaan hanya dilakukan secara komputerisasi, dan akan disesuaikan pada saat stock opname tahunan. PT. Indogaben Sukses Perkasa melakukan stock opname untuk mengetahui selisih persediaan yang tercatat di sistem komputer dengan persediaan fisik. Stock opname selalu dilakukan setiap tahunnya minimal satu kali hingga dua kali.

2) Organisasi secara internal mengkomunikasikan informasi, termasuk tujuan dan tanggung jawab untuk pengendalian internal, yang diperlukan untuk mendukung fungsi pengendalian internal.

Pertemuan secara rutin merupakan salah satu cara komunikasi dalam suatu organisasi. Pimpinan PT. Indogaben Sukses Perkasa mengadakan rapat setiap bulannya bersama dengan penyelia dan anggota tiap divisi. Dalam rapat bulanan pimpinan menyampaikan rencana dan target bulan selanjutnya dan informasi-informasi penting untuk semua karyawan. Karyawan juga dapat menyampaikan pendapat dan masukan untuk dibahas di forum rapat untuk pemecahan masalah-masalah.

PT. Indogaben Sukses Perkasa menyediakan jalur pelaporan kecurangan untuk setiap karyawan dalam beberapa cara. Karyawan dapat menyampaikan kepada atasan divisnya ataupun penyelia, selain itu karyawan juga dapat langsung menyampaikan atau melaporkan kecurangan yang terjadi langsung kepada pimpinan perusahaan baik melalui media sosial yang ada atau bertemu secara langsung.

3) Organisasi berkomunikasi dengan pihak eksternal mengenai hal-hal yang mempengaruhi fungsi pengendalian internal.

Perusahaan perlu melakukan komunikasi dengan pihak eksternal agar kegiatan bisnis dapat dilakukan dengan baik. Pihak eksternal mungkin perlu mengetahui informasi-informasi dari perusahaan untuk melakukan pengambilan keputusan, misalnya untuk melakukan pembelian barang. Manajemen PT. Indogaben Sukses Perkasa mengomunikasikan informasi mengenai ketersediaan barang dagang, harga barang dagang kepada pihak eksternal. Selain informasi mengenai persediaan barang dagang, perusahaan juga menerima masukan dan keluhan dari pelanggan melalui jalur komunikasi yang ada, seperti telepon, email, ataupun media sosial. Kepuasan pelanggan menjadi prioritas yang perlu diperhatikan oleh perusahaan. Kualitas persediaan dan kecukupan kuantitas persediaan yang dipesan oleh pelanggan menjadi fokus dari PT. Indogaben Sukses Perkasa.

e. Pemantauan

1) Organisasi memilih, mengembangkan, dan melakukan evaluasi yang sedang berlangsung dan / atau terpisah untuk memastikan apakah komponen pengendalian internal hadir dan berfungsi.

PT. Indogaben Sukses Perkasa belum memiliki komite audit ataupun divisi audit internal secara khusus. Pemantauan fungsi pengendalian dilakukan langsung oleh pimpinan perusahaan dibantu dengan penyelia. Jika pimpinan atau penyelia menemukan penyimpangan akan pada kegiatan operasional, maka penyimpangan akan ditindak dan dievaluasi agar tidak terjadi kembali. Selain dari temuan secara langsung, pimpinan dan penyelia menerima laporan langsung dari karyawan yang menemukan penyimpangan.

Pimpinan telah melakukan evaluasi secara berkelanjutan dan evaluasi yang terpisah untuk tiap divisi di perusahaan, tetapi belum

Dokumen terkait