BAB VI PENUTUP
1. Kesimpulan dan Rekomendasi
6.1. Kesimpulan
Kesimpulan yang didapatkan dari pelaksanaan Aksi Perubahan dengan dengan tema Penyediaan Peta Tematik Pertanahan dan Ruang sebagai Basic Layer bagi Kegiatan Pengelolaan dan Pelayanan Pertanahan dalam rangka Pengembangan Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah adalah sebagai berikut:
a. Aksi Perubahan yang digagas sesuai dengan kebutuhan organisasi saat ini (aktual), yaitu penyediaan data dan informasi geospasial tematik lengkap sebagai dasar/pendukung kegiatan-kegiatan pertanahan;
b. Aksi perubahan yang dilakukan dapat menghasilkan inovasi/terobosan yang telah memenuhi kriteria, yaitu:
- Memberi nilai tambah bagi organisasi dan stakeholder (output yang dihasilkan dapat membantu peningkatan kinerja organisasi, yaitu bahwa data dan informasi yang didapatkan lebih detil, lengkap dan akurat);
- Bisa direplika, (pelaksanaan PTPR bisa dilaksanakan di level Kantor Wilayahan BPN/Kantor Pertanahan, metode PTPR);
- Dapat diterapkan secara berkelanjutan (capaian inovasi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang);
- Sesuai dengan nilai-nilai organisasi (Melayani: sesuai dengan kebutuhan user, Profesional: ketepatan informasi dan waktu penyelesaian pekerjaan, Terpercaya: output sesuai dengan standar/prosedur/kriteria yang ada).
c. Dalam pelaksanaan Aksi Perubahan mengimplementasikan kepemimpinan transformasional, antara lain:
- Mampu menjadi pribadi yang dapat diteladani, dipercaya, dihormati dan menjadi panutan para bawahan (implementasi: konsisten dan disiplin dalam melaksanakan tahapan aksi perubahan);
- Mampu mengambil keputusan yang terbaik untuk kepentingan organisasi (mampu memecahkan permasalahan yang timbul selama tahapan aksi perubahan, contoh: menyediakan insentif bagi pegawai yang kerja overtime, menyediakan perlatan);
- Mampu memotivasi seluruh bawahan untuk memiliki komitmen terdapat tujuan organisasi dan mampu mendukung semangat tim dalam mencapai tujuan (melakukan monitoring terhadap kemajuan pelaksanaan aksi perubahan secara rutin, menjaga suasana kerja tetap harmonis);
- Mampu menumbuhkan kreativitas dan inovasi pada bawahan dengan mengembangkan pemikiran kritis dan pemecahan masalah untuk mengarah ke arah yang lebih baik (selalu mendiskusikan problematika/persitiwa yang terjadi selama aksi perubahan);
- Mampu bertindak sebagai pelatih dan penasehat sekaligus pemberdaya bagi para bawahan (melakukan bimbingan teknis, asistensi teknis selama pelaksanaan aksi perubahan).
46 6.2. Rekomendasi
Dengan pelasanaan Aksi Perubahan dengan dengan tema Penyediaan Peta Tematik Pertanahan dan Ruang sebagai Basic Layer bagi Kegiatan Pengelolaan dan Pelayanan Pertanahan dalam rangka Pengembangan Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan:
a. Metode pelaksanaan Aksi Perubahan (proses analisa: meningkatkan kemampuan analisa individu terhadap kebutuhan/permasalahan organisasi dan user/stakeholder, proses berpikir kreatif dan inovatif:
strategi penyelesain masalah tersebut dengan melakukan terobosan/inovasi, proses kepemimpinan: membangun team work, komitmen dan integritas, komunikasi efektif, eksekusi kegiatan berdasarkan norma dan aturan yang ada, monitoring dan evaluasi) untuk dapat diterapkan di unit organisasi/instansi lainnya karena dapat meningkatkan kinerja pelayanan suatu organisasi (good governance);
b. Bahwa berdasarkan Skema Renstra Kementerian ATR/BPN 2020-2024 berdasarkan Land Management Paradigm berikut:
Gambar 6.1: Land Management Paradigm
output PTPR yang memuat data batas bidang tanah dengan informasi penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah pada skala detil (berbasis bidang tanah) untuk dapat digunakan sebagai dasar kegiatan pertanahan lainnya, seperti: (1) Land Tenure: PTPR digunakan sebagai basic layer untuk kegiatan penetapan dan pengukuran batas yang dilanjutkan dengan pemberian hak; (2) Land Value: PTPR sebagai basic layer untuk pembuatan zona nilai tanah berbasis bidang; (3) Land Developmnet: PTPR digunakan sebagai dasar pembuatan peta ijin lokasi, (4) Land Use: PTPR digunakankan sebagai basic layer penataan ruang yang disesuaikan dengan pola ruang wilayah.
c. Bahwa untuk keberlanjutan inovasi, yaitu penerapan PTPR sebagai basic layer secara luas, agar dapat dibuatkan regulasi/payung hukum seperti Keputusan Menteri atau Surat Edaran.
47 d. Bahwa PTPR merupakan salah satu data dan informasi geospasial tematik yang dapat dimanfaatkan secara umum ataupun ditambahkan dengan data dan informasi lainnya untuk mendapatkan suatu analisa spasial berdasarkan kebutuhan user, sehingga untuk dapat disusun suatu standar/norma/prosedur/ketentuan yang mengatur tata kelola data dan IGT tersebut (tujuan: data interoperability).
48
DAFTAR PUSTAKA
Modul Pembelajaran dari LAN RI:
1. Modul Diagnosa Organisasi;
2. Modul Berpikir Kreatif dalam Pelayanan;
3. Modul Membangun Tim Efektif;
4. Modul Kepemimpinan dalam Melaksanaan Pekerjaan;
5. Modul Penyusunan RKA Pelayanan Publik;
6. Modul Manajemen Mutu.
Bahan Tayang Pelatihan Kepemimpinan Pengawas:
1. Bahan Tayang Rancangan Rencana Strategis (Renstra) Kementerian ATR/BPN 2020-2024 (sumber: Rapat Kerja Nasional Kementerian ATR/BPN 2020);
2. Bahan Tayang Perencanaan Kegiatan Pelayanan Publik oleh Nandang Isnandar, S.SiT, MT;
3. Bahan Tayang Ceramah Leadership oleh Ruben Saragih;
4. Bahan Tayang Merancang Aksi Perubahan oleh Nunung Nurhidayah, S.Pd. MAP.
Peraturan Perundang-undangan:
1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2020 tentang Kementerian Agraria dan Tata Ruang;
2. Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2020 tentang Badan Pertanahan Nasional;
3. Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nomor 8 Tahun 2015 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Agraria Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.
Alamat URL:
1. https://www.youtube.com/watch?v=7xmyHabH0Ig;
2. https://news.detik.com/kolom/d-5029988/mensukseskan-cetak-sawah;
3. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200507203841-20-501110/walhi-lokasi-kotak-sawah-jokowi-adalah-kawasan-konservasi);
4. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200515144653-20-503766/pengamat-soal-cetak-sawah-44-persen-karhutla-2019-di-gambut);
5. https://kumparan.com/kumparanbisnis/bayang-bayang-kegagalan-cetak-sawah-di-lahan-gambut-1tNfWJztKxO;
6. https://www.ipqi.org/prinsip-iso-9001/.
49
LAMPIRAN
50 LAMPIRAN 1: Dokumen Persuratan
1. Surat Keputusan Direktur Survei dan Pemetaan Tematik tentang Pembentukan Tim Efektif Aksi Perubahan;
2. Surat Keputusan Direktur Jenderal Infrastruktur Keagrariaan tentang Penyelenggaran Pembuatan Peta Tematik Pertanahan dan Ruang dalam rangka Pengembangan Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah;
3. Surat Rekomendasi AOI Survei P4T (PTPR) dari Direktur Irigasi dan Rawa, Kementererian PUPR;
4. Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan;
5. Surat Dukungan.
51 LAMPIRAN 2: Tampilan hasil/output dan informasi Peta Tematik Pertanahan dan Ruang dalam rangka Pengembangan Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah.
Lokasi: KABUPATEN PULANG PISAU
Tema: Penguasaan Tanah
Tema: Pemilikan Tanah
52
Tema: Penggunaan Tanah
Tema: Pemanfaatan Tanah
53 Lokasi: KABUPATEN KAPUAS
Tema: Penguasaan Tanah
Tema: Pemilikan Tanah
54
Tema: Penggunaan Tanah
Tema: Pemanfaatan Tanah
55
LAMPIRAN 3: Dokumentasi
Koordinasi dan Konsolidasi Tim Efektif
Koordinasi dengan Eksternal Stakeholder Unit Organisasi
Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Koordinasi dengan K/L terkait
Koordinasi dengan Camat dan Lurah Koordinasi dengan Kanwil dan Kantah
56
Bimbingan Teknis
Penyuluhan
Penyuluhan di Desa Bandar Mekar Penyuluhan di Desa Anjir Serapat Baru
Penyuluhan di Dea Terusan Makmur Desa Anjir Serapat Tengah
57
Pengambilan Data Lapangan
Kendali Mutu/Supervisi
Supervisi Kegiatan Lapangan Checking Formulir Lapangan
Checking Pengolahan Data Lapangan Tinjau Lapangan
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/
BADAN PERTANAHAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL INFRASTRUKTUR KEAGRARIAAN
Jalan Kuningan Barat I Nomor 1 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan Telp. 021 – 5202328
www.atrbpn.go.id
KEPUTUSAN DIREKTUR SURVEI DAN PEMETAAN TEMATIK
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL
NOMOR 42/KEPUTUSAN-300.17.ST.01/VI/2020
T E N T A N G
PEMBENTUKAN TIM EFEKTIF AKSI PERUBAHAN
PENYEDIAAN PETA TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG (PTPR) SEBAGAI BASIC LAYER BAGI KEGIATAN PENGELOLAAN DAN PELAYANAN PERTANAHAN
Studi Kasus: Pengembangan Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah
DIREKTUR SURVEI DAN PEMETAAN TEMATIK,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka mendukung Program Strategis Nasional Ketahanan Pangan (Food Estate) di Provinsi Kalimantan Tengah, dibutuhkan informasi lengkap dan menyeluruh secara spasial dan tekstual melalui kegiatan PTPR di kawasan yang telah ditunjuk sebagai calon lokasi, yaitu di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah;
b. bahwa berdasarkan huruf a maka dalam rangka pelaksanaan Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Pengawasan (PKP) Angkatan I dengan judul: Penyediaan Peta Tematik Pertanahan dan Ruang (PTPR) sebagai Basic Layer bagi Kegiatan Pengelolaan dan Pelayanan Pertanahan (Studi Kasus: Pengembangan Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah);
c. bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf b, perlu dibentuk Tim Efektif pelaksana kegiatan yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur Survei dan Pemetaan Tematik tentang Tim Efektif Aksi Perubahan Penyediaan Peta Tematik Pertanahan dan Ruang (PTPR) sebagai Basic Layer bagi Kegiatan Pengelolaan dan Pelayanan Pertanahan (Studi Kasus: Pengembangan Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah).
Mengingat : 1. TAP MPR RI Nomor IX Tahun 2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam;
2. Undang-Undang Nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA);
3. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah;
6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2020 tentang Kementerian Agraria dan Tata Ruang;
7. Peraturan ...
-2-
7. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2020 tentang Badan Pertanahan Nasional;
8. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 8 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional;
9. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 4 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 38 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional dan Kantor Pertanahan;
10. Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional No.293/Kep-4.1/VII/2018 tentang Pengelolaan Data dan Informasi Geospasial Tematik di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional;
11. Petunjuk Pelaksanaan Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (IP4T) Tahun 2020;
12. Norma Standar Prosedur dan Kriteria (NSPK) Direktorat Survei dan Pemetaan Tematik Tahun 2012;
13. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Direktorat Jenderal Infrastruktur Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Tahun 2020.
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR SURVEI DAN PEMETAAN TEMATIK TENTANG PEMBENTUKAN TIM EFEKTIF AKSI PERUBAHAN PENYEDIAAN PETA TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG (PTPR) SEBAGAI BASIC LAYER BAGI KEGIATAN PENGELOLAAN DAN PELAYANAN PERTANAHAN (Studi Kasus: Pengembangan Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah).
KESATU : Membentuk dan menetapkan Tim Efektif Aksi Perubahan Penyediaan Peta Tematik Pertanahan dan Ruang (PTPR) sebagai Basic Layer bagi Kegiatan Pengelolaan dan Pelayanan Pertanahan (Studi Kasus:
Pengembangan Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah) dengan susunan sebagai berikut:
Arli Buchari, S.T., M.M.
Nunung Nurhidayah, S.Pd.MAP.
Wahyu Sari Sabekti, S.T., M.Sc.
Suriadi, S.T., M.H.
Budianto, S.Si.
Faus Tinus Handi Feryandi, S.T., M.Sc.
1. Asep Dindin Haerudin, S.T.
2. Dian Permana Sari, S.Sos, M.E.
3. Welly Son Haji, S.T., MS.
4. Farian ...
-3-
4. Farian Aditya, S.T 5. Slamet Riswanto, S.T.
6. Danang Arief Widianto, S.Tr.
7. Dian Ratnasari, S.T.
8. Nur Avia Safitri, S.T.
9. Hendra Laurensus
10.Grace Hanna Yuniarta Sirait 11.Ika Rahayu Wulansari, S.T 12.Aruni Rizka Aninda, S.Si 13.Firda Zaen Asyifa, SE 1. Azzahra, S.Si.
2. Nurfika Maulina Larasati, S.T.
3. Trisna Pramanda, S.Si.
4. Pradina Rahmasari, S.Si.
5. Trifani Taurusiana Prihantini, S.Si Andi Surya Syach Alam Mannaungi 1. Ni Wayan Sariasih, S.Kom.
2. Nur Ainiyah, S.T.
KEDUA : Tugas Tim Efektif sebagaimana dimaksud pada DIKTUM KESATU adalah:
a. Sponsor mempunyai tugas memberikan arahan, bimbingan masukan, persetujuan terkait isi Aksi Perubahan
b. Coach mempunyai tugas memberikan arahan, bimbingan, masukan/saran tentang penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) kegiatan;
c. Project Leader mempunyai tugas merencanakan, mengkoordinasikan, melakukan kerja sama dengan stakeholder terkait, dan memimpin pelaksanaan Aksi Perubahan.
d. Pengarah Kegiatan mempunyai tugas memberikan arahan, bimbingan, masukan/saran tentang penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) kegiatan;
e. Koordinator Survei mempunyai tugas membantu dalam mendesain tata cara pengambilan data lapangan serta mengkoordinasi petugas survei;
f. Koordinator Pengolah Data mempunyai tugas membantu dalam mendesain tata cara pengolahan dan analisa data serta mengkoordinasi petugas pengolah data;
g. Petugas Survei mempunyai tugas untuk mengambil data lapangan meliputi data spasial bidang tanah dengan menggunakan aplikasi SiPetik dan data tekstual yang terdiri dari penguasaan, pemilikan, pemanfaatan dan penggunaan tanah;
h. Petugas Pengolah Data mempunyai tugas mengolah data (topologi, edge matching , pembuatan struktur geodatabase, input NIS (Nomor Identifikasi Sementara) dan standarisasi kartografi) yang dihasilkan oleh petugas survei;
i. Dokumentator mempunyai tugas mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir kegiatan;
j. Administrator mempunyai tugas surat menyurat pada proses kegiatan.
-4-
KETIGA : Masa kerja Tim Efektif terhitung mulai dari tanggal 22 Juni 2020 sampai dengan 19 Agustus 2020.
KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 22 Juni 2020
DIREKTUR SURVEI DAN PEMETAAN TEMATIK,
DWI BUDI MARTONO NIP. 19700305 199703 1 004
Tembusan:
Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.