• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesimpulan dan Rekomendasi

Dalam dokumen LAPORAN AKSI PERUBAHAN (Halaman 45-103)

BAB VI PENUTUP

1. Kesimpulan dan Rekomendasi

6.1. Kesimpulan

Kesimpulan yang didapatkan dari pelaksanaan Aksi Perubahan dengan dengan tema Penyediaan Peta Tematik Pertanahan dan Ruang sebagai Basic Layer bagi Kegiatan Pengelolaan dan Pelayanan Pertanahan dalam rangka Pengembangan Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah adalah sebagai berikut:

a. Aksi Perubahan yang digagas sesuai dengan kebutuhan organisasi saat ini (aktual), yaitu penyediaan data dan informasi geospasial tematik lengkap sebagai dasar/pendukung kegiatan-kegiatan pertanahan;

b. Aksi perubahan yang dilakukan dapat menghasilkan inovasi/terobosan yang telah memenuhi kriteria, yaitu:

- Memberi nilai tambah bagi organisasi dan stakeholder (output yang dihasilkan dapat membantu peningkatan kinerja organisasi, yaitu bahwa data dan informasi yang didapatkan lebih detil, lengkap dan akurat);

- Bisa direplika, (pelaksanaan PTPR bisa dilaksanakan di level Kantor Wilayahan BPN/Kantor Pertanahan, metode PTPR);

- Dapat diterapkan secara berkelanjutan (capaian inovasi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang);

- Sesuai dengan nilai-nilai organisasi (Melayani: sesuai dengan kebutuhan user, Profesional: ketepatan informasi dan waktu penyelesaian pekerjaan, Terpercaya: output sesuai dengan standar/prosedur/kriteria yang ada).

c. Dalam pelaksanaan Aksi Perubahan mengimplementasikan kepemimpinan transformasional, antara lain:

- Mampu menjadi pribadi yang dapat diteladani, dipercaya, dihormati dan menjadi panutan para bawahan (implementasi: konsisten dan disiplin dalam melaksanakan tahapan aksi perubahan);

- Mampu mengambil keputusan yang terbaik untuk kepentingan organisasi (mampu memecahkan permasalahan yang timbul selama tahapan aksi perubahan, contoh: menyediakan insentif bagi pegawai yang kerja overtime, menyediakan perlatan);

- Mampu memotivasi seluruh bawahan untuk memiliki komitmen terdapat tujuan organisasi dan mampu mendukung semangat tim dalam mencapai tujuan (melakukan monitoring terhadap kemajuan pelaksanaan aksi perubahan secara rutin, menjaga suasana kerja tetap harmonis);

- Mampu menumbuhkan kreativitas dan inovasi pada bawahan dengan mengembangkan pemikiran kritis dan pemecahan masalah untuk mengarah ke arah yang lebih baik (selalu mendiskusikan problematika/persitiwa yang terjadi selama aksi perubahan);

- Mampu bertindak sebagai pelatih dan penasehat sekaligus pemberdaya bagi para bawahan (melakukan bimbingan teknis, asistensi teknis selama pelaksanaan aksi perubahan).

46 6.2. Rekomendasi

Dengan pelasanaan Aksi Perubahan dengan dengan tema Penyediaan Peta Tematik Pertanahan dan Ruang sebagai Basic Layer bagi Kegiatan Pengelolaan dan Pelayanan Pertanahan dalam rangka Pengembangan Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan:

a. Metode pelaksanaan Aksi Perubahan (proses analisa: meningkatkan kemampuan analisa individu terhadap kebutuhan/permasalahan organisasi dan user/stakeholder, proses berpikir kreatif dan inovatif:

strategi penyelesain masalah tersebut dengan melakukan terobosan/inovasi, proses kepemimpinan: membangun team work, komitmen dan integritas, komunikasi efektif, eksekusi kegiatan berdasarkan norma dan aturan yang ada, monitoring dan evaluasi) untuk dapat diterapkan di unit organisasi/instansi lainnya karena dapat meningkatkan kinerja pelayanan suatu organisasi (good governance);

b. Bahwa berdasarkan Skema Renstra Kementerian ATR/BPN 2020-2024 berdasarkan Land Management Paradigm berikut:

Gambar 6.1: Land Management Paradigm

output PTPR yang memuat data batas bidang tanah dengan informasi penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah pada skala detil (berbasis bidang tanah) untuk dapat digunakan sebagai dasar kegiatan pertanahan lainnya, seperti: (1) Land Tenure: PTPR digunakan sebagai basic layer untuk kegiatan penetapan dan pengukuran batas yang dilanjutkan dengan pemberian hak; (2) Land Value: PTPR sebagai basic layer untuk pembuatan zona nilai tanah berbasis bidang; (3) Land Developmnet: PTPR digunakan sebagai dasar pembuatan peta ijin lokasi, (4) Land Use: PTPR digunakankan sebagai basic layer penataan ruang yang disesuaikan dengan pola ruang wilayah.

c. Bahwa untuk keberlanjutan inovasi, yaitu penerapan PTPR sebagai basic layer secara luas, agar dapat dibuatkan regulasi/payung hukum seperti Keputusan Menteri atau Surat Edaran.

47 d. Bahwa PTPR merupakan salah satu data dan informasi geospasial tematik yang dapat dimanfaatkan secara umum ataupun ditambahkan dengan data dan informasi lainnya untuk mendapatkan suatu analisa spasial berdasarkan kebutuhan user, sehingga untuk dapat disusun suatu standar/norma/prosedur/ketentuan yang mengatur tata kelola data dan IGT tersebut (tujuan: data interoperability).

48

DAFTAR PUSTAKA

Modul Pembelajaran dari LAN RI:

1. Modul Diagnosa Organisasi;

2. Modul Berpikir Kreatif dalam Pelayanan;

3. Modul Membangun Tim Efektif;

4. Modul Kepemimpinan dalam Melaksanaan Pekerjaan;

5. Modul Penyusunan RKA Pelayanan Publik;

6. Modul Manajemen Mutu.

Bahan Tayang Pelatihan Kepemimpinan Pengawas:

1. Bahan Tayang Rancangan Rencana Strategis (Renstra) Kementerian ATR/BPN 2020-2024 (sumber: Rapat Kerja Nasional Kementerian ATR/BPN 2020);

2. Bahan Tayang Perencanaan Kegiatan Pelayanan Publik oleh Nandang Isnandar, S.SiT, MT;

3. Bahan Tayang Ceramah Leadership oleh Ruben Saragih;

4. Bahan Tayang Merancang Aksi Perubahan oleh Nunung Nurhidayah, S.Pd. MAP.

Peraturan Perundang-undangan:

1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2020 tentang Kementerian Agraria dan Tata Ruang;

2. Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2020 tentang Badan Pertanahan Nasional;

3. Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nomor 8 Tahun 2015 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Agraria Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

Alamat URL:

1. https://www.youtube.com/watch?v=7xmyHabH0Ig;

2. https://news.detik.com/kolom/d-5029988/mensukseskan-cetak-sawah;

3. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200507203841-20-501110/walhi-lokasi-kotak-sawah-jokowi-adalah-kawasan-konservasi);

4. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200515144653-20-503766/pengamat-soal-cetak-sawah-44-persen-karhutla-2019-di-gambut);

5. https://kumparan.com/kumparanbisnis/bayang-bayang-kegagalan-cetak-sawah-di-lahan-gambut-1tNfWJztKxO;

6. https://www.ipqi.org/prinsip-iso-9001/.

49

LAMPIRAN

50 LAMPIRAN 1: Dokumen Persuratan

1. Surat Keputusan Direktur Survei dan Pemetaan Tematik tentang Pembentukan Tim Efektif Aksi Perubahan;

2. Surat Keputusan Direktur Jenderal Infrastruktur Keagrariaan tentang Penyelenggaran Pembuatan Peta Tematik Pertanahan dan Ruang dalam rangka Pengembangan Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah;

3. Surat Rekomendasi AOI Survei P4T (PTPR) dari Direktur Irigasi dan Rawa, Kementererian PUPR;

4. Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan;

5. Surat Dukungan.

51 LAMPIRAN 2: Tampilan hasil/output dan informasi Peta Tematik Pertanahan dan Ruang dalam rangka Pengembangan Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah.

Lokasi: KABUPATEN PULANG PISAU

Tema: Penguasaan Tanah

Tema: Pemilikan Tanah

52

Tema: Penggunaan Tanah

Tema: Pemanfaatan Tanah

53 Lokasi: KABUPATEN KAPUAS

Tema: Penguasaan Tanah

Tema: Pemilikan Tanah

54

Tema: Penggunaan Tanah

Tema: Pemanfaatan Tanah

55

LAMPIRAN 3: Dokumentasi

Koordinasi dan Konsolidasi Tim Efektif

Koordinasi dengan Eksternal Stakeholder Unit Organisasi

Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Koordinasi dengan K/L terkait

Koordinasi dengan Camat dan Lurah Koordinasi dengan Kanwil dan Kantah

56

Bimbingan Teknis

Penyuluhan

Penyuluhan di Desa Bandar Mekar Penyuluhan di Desa Anjir Serapat Baru

Penyuluhan di Dea Terusan Makmur Desa Anjir Serapat Tengah

57

Pengambilan Data Lapangan

Kendali Mutu/Supervisi

Supervisi Kegiatan Lapangan Checking Formulir Lapangan

Checking Pengolahan Data Lapangan Tinjau Lapangan

KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/

BADAN PERTANAHAN NASIONAL

DIREKTORAT JENDERAL INFRASTRUKTUR KEAGRARIAAN

Jalan Kuningan Barat I Nomor 1 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan Telp. 021 – 5202328

 

www.atrbpn.go.id

 

KEPUTUSAN DIREKTUR SURVEI DAN PEMETAAN TEMATIK 

KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL   

NOMOR 42/KEPUTUSAN-300.17.ST.01/VI/2020    

T E N T A N G 

PEMBENTUKAN TIM EFEKTIF AKSI PERUBAHAN 

PENYEDIAAN PETA TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG (PTPR) SEBAGAI ​BASIC LAYER   BAGI KEGIATAN PENGELOLAAN DAN PELAYANAN PERTANAHAN 

Studi Kasus: Pengembangan ​Food Estate​ di Provinsi Kalimantan Tengah  

 

DIREKTUR SURVEI DAN PEMETAAN TEMATIK,   

Menimbang  :  a. bahwa dalam rangka mendukung Program Strategis Nasional        Ketahanan Pangan (​Food Estate)         ​di Provinsi Kalimantan Tengah,      dibutuhkan informasi lengkap dan menyeluruh secara spasial dan        tekstual melalui kegiatan PTPR di kawasan yang telah ditunjuk        sebagai calon lokasi, yaitu di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten        Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah; 

b. bahwa berdasarkan huruf a maka dalam rangka pelaksanaan        Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Pengawasan (PKP)        Angkatan I dengan judul: Penyediaan Peta Tematik Pertanahan        dan Ruang (PTPR) sebagai Basic Layer bagi Kegiatan Pengelolaan        dan Pelayanan Pertanahan (Studi Kasus: Pengembangan Food        Estate di Provinsi Kalimantan Tengah); 

c. bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf b, perlu dibentuk        Tim Efektif pelaksana kegiatan yang ditetapkan dengan        Keputusan Direktur Survei dan Pemetaan Tematik tentang Tim        Efektif Aksi Perubahan Penyediaan Peta Tematik Pertanahan dan        Ruang (PTPR) sebagai Basic Layer bagi Kegiatan Pengelolaan dan        Pelayanan Pertanahan (Studi Kasus: Pengembangan Food Estate        di Provinsi Kalimantan Tengah). 

 

Mengingat  :  1. TAP MPR RI Nomor IX Tahun 2001 tentang Pembaruan Agraria        dan Pengelolaan Sumber Daya Alam; 

2. Undang-Undang Nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar        Pokok-pokok Agraria (UUPA); 

3. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi        Geospasial; 

4. Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran        Tanah; 

5. Peraturan  Pemerintah  Nomor  16  tahun  2004  tentang  Penatagunaan Tanah; 

6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2020        tentang Kementerian Agraria dan Tata Ruang; 

  7. Peraturan ... 

-2​-

7. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2020        tentang Badan Pertanahan Nasional; 

8. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan        Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2019        tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Agraria dan        Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 8 Tahun        2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agraria dan        Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional; 

9. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan        Pertanahan Nasional Nomor 4 Tahun 2018 tentang Perubahan        atas Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan        Pertanahan Nasional Nomor 38 Tahun 2016 tentang Organisasi        dan Tata Kerja Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional dan        Kantor Pertanahan; 

10. Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan        Pertanahan  Nasional  No.293/Kep-4.1/VII/2018  tentang  Pengelolaan Data dan Informasi Geospasial Tematik di lingkungan        Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan        Nasional; 

11. Petunjuk Pelaksanaan Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan,          Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (IP4T) Tahun 2020; 

12. Norma Standar Prosedur dan Kriteria (NSPK) Direktorat Survei        dan Pemetaan Tematik Tahun 2012; 

13. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Direktorat Jenderal        Infrastruktur Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan        Pertanahan Nasional Tahun 2020. 

 

MEMUTUSKAN: 

 

Menetapkan  :  KEPUTUSAN  DIREKTUR  SURVEI  DAN  PEMETAAN TEMATIK    TENTANG  PEMBENTUKAN  TIM  EFEKTIF  AKSI  PERUBAHAN  PENYEDIAAN PETA TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG (PTPR)        SEBAGAI ​BASIC LAYER      ​BAGI KEGIATAN PENGELOLAAN DAN        PELAYANAN PERTANAHAN (Studi Kasus: Pengembangan ​Food Estate          di Provinsi Kalimantan Tengah). 

 

KESATU  :  Membentuk dan menetapkan Tim Efektif Aksi Perubahan Penyediaan        Peta Tematik Pertanahan dan Ruang (PTPR) sebagai Basic Layer bagi        Kegiatan Pengelolaan dan Pelayanan Pertanahan (Studi Kasus:       

Pengembangan Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah) dengan        susunan sebagai berikut: 

Arli Buchari, S.T., M.M. 

Nunung Nurhidayah, S.Pd.MAP. 

Wahyu Sari Sabekti, S.T., M.Sc. 

Suriadi, S.T., M.H. 

Budianto, S.Si. 

Faus Tinus Handi Feryandi, S.T.,  M.Sc. 

1. Asep Dindin Haerudin, S.T. 

2. Dian Permana Sari, S.Sos, M.E. 

3. Welly Son Haji, S.T., MS. 

4. Farian ... 

-3​-

4. Farian Aditya, S.T  5. Slamet Riswanto, S.T. 

6. Danang Arief Widianto, S.Tr. 

7. Dian Ratnasari, S.T. 

8. Nur Avia Safitri, S.T. 

9. Hendra Laurensus 

10.Grace Hanna Yuniarta Sirait  11.Ika Rahayu Wulansari, S.T  12.Aruni Rizka Aninda, S.Si  13.Firda Zaen Asyifa, SE  1. Azzahra, S.Si. 

2. Nurfika Maulina Larasati, S.T. 

3. Trisna Pramanda, S.Si. 

4. Pradina Rahmasari, S.Si. 

5. Trifani Taurusiana Prihantini, S.Si  Andi Surya Syach Alam Mannaungi  1. Ni Wayan Sariasih, S.Kom. 

2. Nur Ainiyah, S.T. 

   

KEDUA  :  Tugas Tim Efektif sebagaimana dimaksud pada DIKTUM KESATU        adalah: 

a. Sponsor mempunyai tugas memberikan arahan, bimbingan        masukan, persetujuan terkait isi Aksi Perubahan 

b. Coach mempunyai tugas memberikan arahan, bimbingan,        masukan/saran tentang penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK)        kegiatan; 

c. Project  Leader  mempunyai  tugas  merencanakan,  mengkoordinasikan, melakukan kerja sama dengan stakeholder        terkait, dan memimpin pelaksanaan Aksi Perubahan. 

d. Pengarah Kegiatan mempunyai tugas memberikan arahan,        bimbingan, masukan/saran tentang penyusunan Kerangka Acuan        Kerja (KAK) kegiatan; 

e. Koordinator  Survei  mempunyai  tugas  membantu  dalam  mendesain  tata  cara  pengambilan  data  lapangan serta    mengkoordinasi petugas survei; 

f. Koordinator Pengolah Data mempunyai tugas membantu dalam        mendesain tata cara pengolahan dan analisa data serta        mengkoordinasi petugas pengolah data; 

g. Petugas Survei mempunyai tugas untuk mengambil data lapangan        meliputi data spasial bidang tanah dengan menggunakan aplikasi        SiPetik dan data tekstual yang terdiri dari penguasaan, pemilikan,        pemanfaatan dan penggunaan tanah; 

h. Petugas Pengolah Data mempunyai tugas mengolah data (topologi,        edge matching  ​, pembuatan struktur geodatabase, input NIS        (Nomor Identifikasi Sementara) dan standarisasi kartografi) yang        dihasilkan oleh petugas survei; 

i. Dokumentator mempunyai tugas mendokumentasikan seluruh          rangkaian kegiatan mulai dari tahap awal sampai dengan tahap        akhir kegiatan; 

j. Administrator mempunyai tugas surat menyurat pada proses        kegiatan. 

-4​-

KETIGA  :  Masa kerja Tim Efektif terhitung mulai dari tanggal 22 Juni 2020        sampai dengan 19 Agustus 2020. 

     

KEEMPAT  :  Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan        ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam        penetapannya akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.  

 

  Ditetapkan di Jakarta 

Pada tanggal 22 Juni 2020 

DIREKTUR SURVEI DAN PEMETAAN TEMATIK, 

  DWI BUDI MARTONO  NIP. 19700305 199703 1 004   

   

Tembusan: 

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Agraria dan Tata        Ruang/Badan Pertanahan Nasional. 

Yth. 1. Para Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional; dan 2. Para Kepala Kantor Pertanahan,

di seluruh Indonesia.

SURAT EDARAN NOMOR /SE/ /2020

TENTANG

PEMBUATAN PETA TEMATIK PERTANAHAN DAN RUANG (PTPR) SEBAGAI PETA DASAR PENDAFTARAN TANAH

1. Umum

Bahwa berdasarkan ketentuan dalam Pasal 17 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, Peta Dasar Pendaftaran Tanah dapat dibuat dari peta lain, sehingga diperlukan penyediaan peta lain berupa Peta Tematik Pertanahan dan Ruang (PTPR) untuk menutupi kurangnya ketersediaan peta dasar pendaftaran tanah yang ada saat ini, serta untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur Informasi Geospasial Tematik (IGT) Pertanahan dan Ruang yang berkaitan dengan fungsi agraria, tata ruang dan pertanahan, serta untuk mendukung arah kebijakan Nasional, Program Strategis Nasional, dan program-program prioritas lainnya.

Pembuatan Peta Tematik Pertanahan dan Ruang dilakukan dengan menginventarisir seluruh bidang tanah dan kepentingan-kepentingan yang melekat di atasnya terkait dengan penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah, yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan peta dasar pendaftaran tanah yang dibuat dari peta lain.

2. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan dari Surat Edaran ini untuk memberikan arahan dalam pembuatan PTPR guna percepatan penyediaan PTPR sebagai dasar pembuatan Peta Dasar Pendaftaran Tanah yang dibuat dari peta lain.

3. Ruang …

- 2 - 3. Ruang Lingkup

Ruang lingkup yang diatur dalam Surat Edaran ini adalah pembuatan PTPR untuk dijadikan dasar pembuatan Peta Dasar Pendaftaran yang dibuat dari peta lain, dan kegunaannya dalam percepatan kegiatan pertanahan dan penataan ruang di seluruh wilayah Republik Indonesia.

4. Dasar Hukum

a. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2043);

b. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

c. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5214);

d. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3696);

e. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4385);

f. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2014 tentang Informasi Geospasial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5502);

g. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta Pada Tingkat Ketelitian Peta Skala 1 : 50.000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 28);

h. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2020 tentang Kementerian Agraria dan Tata Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 83);

i. Peraturan Presiden Nomor 48 Tahun 2020 tentang Badan Pertanahan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 84);

j. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 722);

k. Peraturan …

- 3 -

k. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 501);

l. Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 293/KEP-4.1/VII/2018 tentang Pengelolaan Data dan Informasi Geospasial Tematik di Lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

5. Isi:

a. Dalam rangka percepatan pelaksanaan program-program strategis nasional yang bertujuan mewujudkan pembangunan berkelanjutan, percepatan kegiatan pendaftaran tanah, kemudahan berusaha dan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup melalui penggunaan dan pemanfaatan tanah yang sesuai dengan tata ruang, Saudara dapat melakukan upaya percepatan kegiatan pertanahan dan penataan ruang dengan membuat PTPR.

b. PTPR sebagaimana dimaksud pada huruf a merupakan peta yang memuat batas fisik bidang tanah dan memiliki informasi penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah dan informasi tematik lainnya, yang dilengkapi dengan unsur-unsur geografis (seperti sungai, jalan, dan batas administrasi), termasuk data ketinggian (tiga dimensi/3D) berupa Digital Elevation Model (DEM).

c. PTPR dibuat dengan tujuan:

1) Memastikan bahwa seluruh hak (Rights), batasan (Restrictions), dan tanggung jawab (Responsibilities) masyarakat atas tanah tercatat dalam sistem administrasi pertanahan;

2) Memetakan seluruh bidang tanah berdasarkan batas fisik penggunaan dan pemanfaatan yang nampak secara nyata di lapangan (visible boundary);

3) Menginventarisasi data atribut penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah serta informasi tematik lainnya melalui sensus;

4) Menjadi basic layer berbagai informasi geospasial tematik lainnya di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

d. PTPR dapat dijadikan dasar pembuatan Peta Dasar Pendaftaran Tanah sebagaimana diatur dalam Pasal 17 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, yang menyatakan bahwa:

1) Peta …

- 4 -

1) Peta dasar pendaftaran dapat dibuat dengan menggunakan peta lain yang memenuhi syarat sebagai berikut:

a) peta tersebut mempunyai skala 1:1.000 atau lebih besar untuk daerah perkotaan, 1:2.500 atau lebih besar untuk daerah pertanian dan 1:10.000 atau lebih kecil untuk daerah perkebunan besar;

b) peta sebagaimana dimaksud pada huruf a) mempunyai ketelitian planimetris lebih besar atau sama dengan 0,3 mm pada skala peta;

c) untuk mengetahui ketelitian planimetris sebagaimana dimaksud pada angka 1) huruf b, dilakukan dengan pengecekan jarak pada titik-titik yang mudah diidentifikasi di lapangan dan pada peta.

2) Apabila peta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berada dalam sistem koordinat nasional, maka dilakukan transformasi ke dalam sistem koordinat nasional.

e. Pembuatan PTPR menyesuaikan dengan ketersediaan skala peta dasar yang tersedia di lokasi yang ditetapkan (fit for purpose).

f. Tingkat ketelitian peta dasar yang digunakan untuk pembuatan PTPR wajib dinyatakan dalam metadata PTPR.

g. Pembuatan PTPR dilakukan dengan tahapan:

1) Penentuan Lokasi

Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan Area of Interest (AOI) yang telah ditentukan.

2) Persiapan

Tahap persiapan meliputi persiapan administrasi dan persiapan teknis. Persiapan teknis diantaranya meliputi penyediaan peralatan yang diperlukan, antara lain ATK, mobile phone, laptop/tablet/komputer berisi software yang diperlukan termasuk software pengolahan data spasial dan aplikasi SiPetik.

3) Pembuatan Peta Kerja

a) Jumlah peta kerja disesuaikan dengan lokasi kegiatan yang didasarkan pada output pada skala peta kerja yang digunakan.

b) Peta kerja dibuat dari peta dasar berupa foto udara/citra satelit resolusi tinggi/foto hasil drone/data format raster lainnya yang memenuhi kriteria teknis.

c) Peta kerja terdiri dari unsur dasar seperti jalan, sungai, toponimi, unsur perairan, bidang tanah, digitasi penggunaan tanah, dan digitasi pemanfaatan tanah.

d) Desain layout peta kerja dilakukan secara kartografis berdasarkan kebutuhan di lapangan dengan mengacu standar yang telah ditetapkan.

e) Peta …

- 5 -

e) Peta kerja dalam format Mbtiles di-input ke dalam aplikasi SiPetik, dan digunakan sebagai peta dasar untuk survei dan delineasi batas bidang.

f) Sketsa batas di peta kerja sebagai informasi awal yang dibawa ke lapangan dan disurvei menggunakan aplikasi SiPetik (walking on the boundaryon the spot delineation).

4) Pembekalan

a) Pembekalan dilaksanakan kepada seluruh Pelaksana yang terlibat.

b) Materi pembekalan meliputi pengenalan seluruh tahapan kegiatan yang akan dilakukan, identifikasi atribut bidang tanah yang akan diambil, penggunaan aplikasi SiPetik untuk pencatatan data lapangan, dan lain-lain.

5) Penyuluhan dan Pelatihan/Bimbingan Teknis

a) Penyuluhan dan pelatihan/bimbingan teknis dilakukan dengan teknik participatory mapping yang melibatkan masyarakat desa.

b) Penyuluhan dan pelatihan/bimbingan teknis dilakukan untuk memberikan gambaran kepada pembantu desa/lapangan mengenai maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan, cara pengambilan data lapangan (data penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah), dan informasi lain yang relevan.

c) Penyuluhan dilakukan secara tatap muka dengan perangkat desa/kelurahan, Rukun Tetangga/Rukun Warga dan masyarakat, terutama pemilik tanah.

d) Pelatihan/bimbingan teknis pembantu desa/lapangan (vokasi) yang bukan berasal dari lingkungan Kementerian ATR/BPN dilakukan untuk mendapatkan tambahan tenaga survei.

6) Pengambilan Data Lapang

a) Pengambilan data lapang dilakukan dengan survei bidang di atas peta kerja, on screen di aplikasi SiPetik untuk mendapatkan data spasial (batas bidang), dan wawancara/pengisian formulir untuk mendapatkan data tekstual, serta foto bidang-bidang tanah, yang terintegrasi dengan aplikasi SiPetik.

b) Pengambilan data harus dilakukan di lapangan (walking on

the boundary/on the spot delineation), tidak boleh dilakukan

secara studio di kantor atau kantor desa.

c) Data yang dikumpulkan dalam kegiatan survei dan pemetaan meliputi penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah serta informasi tematik lainnya yang relevan.

7) Kendali …

- 6 - 7) Kendali Mutu

a) Kendali mutu dimaksudkan untuk:

1) memantau dan memverifikasi bahwa pengambilan data

1) memantau dan memverifikasi bahwa pengambilan data

Dalam dokumen LAPORAN AKSI PERUBAHAN (Halaman 45-103)

Dokumen terkait