1. Profil Singkat
Sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2020 tentang Kementerian Agraria dan Tata Ruang mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agraria/pertanahan dan tata ruang untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Sedangkan sesuai Sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2020 tentang Badan Pertanahan Nasional mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pertanahan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
1.1. Visi dan Misi
Visi: “Pengelolaan ruang dan pertanahan yang terpercaya dan berstandar dunia, dalam pelayanan kepada Presiden dan Wakil Presiden untuk mewujudkan visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden: “Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian berlandaskan Gotong Royong.”
Misi:
1) Menyelenggarakan penataan ruang dan pengelolaan pertanahan yang produktif, berkelanjutan, dan berkeadilan;
2) Menyelenggarakan pelayanan pertanahan dan ruang yang berstandar dunia.
1.2. Struktur Organisasi
Untuk mendapatkan gambaran secara menyeluruh tentang posisi penulis di unit organisasi, struktur organisasi disajikan dari struktur organisasi Kementerian kemudian dikerucutkan ke struktur organisasi unit Eselon I serta Eselon II, yaitu:
Gambar 2.1 Struktur Organisasi
11
1.3. Tugas Pokok dan Fungsi
Berdasarkan Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nomor 8 Tahun 2015 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Agraria Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, tugas pokok dan fungsi Direktorat Survei dan Pemetaan Tematik adalah:
1) Direktorat Survei dan Pemetaan Tematik mempunyai tugas perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang survei dan pemetaan tematik agraria/pertanahan, tata ruang, ekonomi, perbatasan, dan wilayah tertentu (Pasal 262).
2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262, Direktorat Survei dan Pemetaan Tematik menyelenggarakan fungsi (Pasal 263):
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang survei dan pemetaan tematik agraria/pertanahan, tata ruang, sosial, ekonomi, perbatasan, dan wilayah tertentu;
b. pelaksanaan kebijakan di bidang survei dan pemetaan tematik agraria/pertanahan, tata ruang, sosial, ekonomi, perbatasan, dan wilayah tertentu;
c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang survei dan pemetaan tematik agraria/pertanahan, tata ruang, ekonomi, perbatasan, dan wilayah tertentu;
d. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang survei dan pemetaan tematik agraria/pertanahan, tata ruang, sosial, ekonomi, perbatasan, dan wilayah tertentu;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang survei dan pemetaan tematik agraria/pertanahan, tata ruang, sosial, ekonomi, perbatasan, dan wilayah tertentu; dan
f. pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat.
2. Deskripsi Kinerja Organisasi Pelayanan Publik
Secara garis besar kinerja Direktorat Survei dan Pemetaan Tematik, berdasarkan Renstra Kementerian ATR/BPN 2020-2024, adalah sebagai berikut:
12 Tabel 2 Kinerja Organisasi Pelayanan Publik (sesuai dengan visi, misi, tujuan, sasaran, kegiatan dan program) berdasarkan Renstra Kementerian ATR/BPN 2020-2024
Uraian Visi-Misi Organisasi KPI Eselon I KPI ESelon II SKP Unit Eselon III SKP Unit Eselon IV
Kementerian ATR/BPN Visi:
Pengelolaan ruang dan pertanahan yang terpercaya dan berstandar dunia, dalam pelayanan kepada Presiden dan Wakil Presiden untuk mewujudkan visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden: “Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian berlandaskan Gotong Royong.”
Misi:
1. Menyelenggarakan penataan ruang dan pengelolaan pertanahan yang produktif, berkelanjutan, dan berkeadilan 2. Menyelenggarakan pelayanan
pertanahan dan ruang yang berstandar dunia
Direktorat Jenderal
Infrastruktur Keagrariaan Indikator Kinerja Sasaran Strategis:
Indeks Kelengkapan Cakupan dan Informasi serta
Reliabilitas Peta Kadastral Sasaran Program:
Tersedianya infrastruktur geospasial tematik pertanahan dan ruang
Indikator Kinerja Program:
1. Rasio bidang tanah terpetakan
2. Rasio desa/kelurahan yang reliabel
Direktorat Survei dan Pemetaan Tematik Kegiatan:
Survei dan Pemetaan Tematik Sasaran Kegiatan:
Terwujudnya Sistem Informasi Geospasial Tematik dan
Ruang
Sasaran Strategis:
1. Jumlah tema informasi geospasial tematik
2. Cakupan luas wilayah yang dipetakan tematik
pertanahan dan ruang 3. Cakupan luas tematik
kawasan
Subdirektorat Tematik Pertanahan dan Ruang Tugas: bimbingan teknis dan supervisi di bidang tematik pertanahan dan ruang berbasis bidang
Kepala Seksi
Pemetaan dan Analis Tematik Pertanahan standar, prosedur, dan kriteria, pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta
pelaksanaan
pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang pemetaan dan analisis tematik pertanahan
Dari uraian Kinerja Organisasi di atas, terdapat beberapa isu-isu strategis yang membutuhkan perhatian dan pengelolaan secara intensif dan komprehensif di Direktorat Survei dan Pemetaan Tematik, yaitu:
13 Tabel 3 Isu-isu Strategis Direktorat Survei dan Pemetaan Tematik
No. Isu-isu
Strategis Penyebab Data Dampak
1 NSPK tentang pengelolaan data dan informasi geospasial tematik
- Keanekaragaman standarisasi data pengelolaan data dan informasi geospasial tematik di lingkungan Kementerian ATR/BPN
- Belum adanya peraturan yang mengatur tentang tata cara/pengelolaan data dan informasi geospasial tematik baik berupa norma/prosedur/standar/ketentuan di lingkungan Kementerian ATR/BPN
KepMen ATR/BPN No. 293/KEP-4.1/VII/2018 tentang Pengelolaan Data dan Informasi Geospasial Tematik dan Lingkungan Kementerian ATR/BPN, masih mengatur sebatas penetapan unit produksi, pengelola, dan penyebarluasan data
- Menyulitkan dalam pengelolaan,
updating/pemutakhiran, dan berbagi pakai data dan informasi geospasial tematik di internal Kementerian ATR/BPN.
- Keterbatasan penggunaan data dan informasi geospasial tematik bagi K/L/D terkait 2 Peta tematik
pertanahan dan ruang
- Berdasarkan land management paradigm sebagaimana di Renstra Kementerian ATR/BPN 2020-2024, Kadaster dan Infrastruktur Pertanahan (KIP) menjadi pondasi/basic layer untuk kegiatan pertanahan (land tenure, land value, land use dan land development)
- Program strategis nasional di lingkungan Kementerian ATR/BPN maupun K/L/D terkait yang membutuhkan basic layer berupa data penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah secara spasial.
- Tuntutan di Renstra Kementerian ATR/BPN 2020-2024 tentang pemenuhan infrastruktur geospasial tematik pertanahan dan ruang melalui cakupan bidang tanah terpetakan.
- Beberapa program strategis nasional yang membutuhkan basic layer, yaitu: persiapan pemindahan Ibu Kota Negara Baru di Kalimantan Timur dan Pengembangan Ketahanan Pangan (Food Estate) di Kalimantan Tengah.
- Berdasarkan data tahun 2019, terdapat sekitar 8.485.297 Ha yang belum terpetakan. Untuk pemenuhan bidang tanah terpetakan, area tersebut dilakukan kegiatan peta tematik pertanahan dan ruang.
Dibutuhkan penyediaan peta tematik pertanahan dan ruang yang memuat data dan
informasi penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah secara spasial guna mendukung program strategis nasional di Renstra dan peningkatan pengelolaan dan pelayanan pertanahan.
3 Pengelolaan Data dan Informasi Geospasial Tematik
- Adanya Kebijakan Satu Peta (KSP) yang menuntut K/L yang memproduksi data dan informasi geospasial tematik untuk mengupload data pada Portal KSP.
- Adanya Program Strategi Pencegahan Korupsi (Stranas PK), yang salah satunya pencegahan konflik pertanahan, membutuhkan data HGU yang telah tervalidasi
- Berdasarkan Keputusan Kepala BIG Nomor 27 Tahun 2019 tentang Walidata Informasi Geospasial Tematik, menunjuk Direktorat Survei dan Pemetaan Tematik sebagai walidata bidang pertanahan.
- Direktorat Survei dan Pemetaan Tematik telah melakukan Klinik Kompilasi Data dan Integrasi data-data pertanahan (sampai dengan saat ini data-data HGU) yang kemudian dilaporkan ke KPK.
Rapor buruk Kementerian ATR/BPN dari sisi kinerja kementerian di antara K/L lainnya.
14