• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOORDINATOR I dr Yeremia H Sirait

KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini menjelaskan tentang kesimpulan dan saran. Kesimpulan dan saran merupakan ringkasan pembahasan tentang hasil penelitian yang telah dibandingkan dengan teori dan penelitian terkait, sedangkan saran merupakan tindak lanjut dari penelitian ini.

6.1 Kesimpulan

Peneliti ini menggunakan desain action research dengan tujuan mengembangkan model family centered care bagi caregiver yang merawat pasien stroke gangguan disfagia di rumah. Aplikasi penelitian action research saat penyusunan hasil dari reconnaissance yaitu family centered care adalah pengkajian status menelan dan panduan latihan menelan telah meningkatkan kemampuan menelan pasien stroke gangguan disfagia di rumah.

Proses penelitian selamaa 20 minggu diawali dengan tahap reconnaissance yang bertujuan mendapatkan thematic concern dalam setting penelitian. Tahapan berikutnya dilanjutkan dengan siklus action research yang terdiri dari tahap planning,action, observation, dan reflecting.

Tahap planning peneliti membuat perencanaan bersama partisipan dalam rencana pengembangan model family centered care bagi caregiver yang merawat pasien stroke gangguan disfagia di rumah. Tahap action peneliti bersama partisipan melakukan kegiatan sosialisasi tentang family centered care, role play,

dan pelatihan untuk mengajarkan caregiver tentang pengkajian status menelan dan panduan latihan menelan. Proses berikutnya adalah melaksanakan tahap observing untuk menilai kemampuan partisipan dalam penerapan pengkajian status menelan dan panduan latihan menelan. Tahap terakhir yang dilakukan adalah tahap reflecting untuk mengevaluasi terhadap proses action research, dengan teknik FGD yang bertujuan menggali perspektif partisipan setelah aplikasi family centered care bagi caregiver yang merawat pasien stroke gangguan disfagia di rumah.

Outcome yang didapatkan setelah penelitian ini adalah tersusunnya model family centered care bagi caregiver yang merawat pasien stroke gangguan disfagia di rumah dalam Wilayah Puskesmas Simalingkar. Pengkajian status menelan dan latihan menelan mempermudah caregiver dalam merawat pasien stroke gangguan disfagia di rumah, sehingga caregiver terlatih untuk mengaplikasikannya di rumah.

Hasil analisis kualitatif dan kuantitatif terlihat pada penelitian ini yang berdampak positif terhadap kemampuan perawat mengajarkan caregiver dan caregiver mandiri dalam mengkaji status menelan dan latihan menelan pada pasien stroke gangguan disfagia. Hal ini dikarenakan bertambahnya pengetahuan dan rasa percaya diri perawat sehingga menjadi modal untuk meningkatkan profesionalisme perawat di Puskesmas Simalingkar Medan, dan caregiver mandiri dan percaya diri dalam merawat pasien stroke gangguan disfagia di rumah yang didapatkan dari perawat Puskesmas Simalingkar Medan.

Dampak lain yang didapatkan dari hasil pengembangan family centered care bagi caregiver yang merawat pasien stroke gangguan disfagia di rumah dalam Wilayah Puskesmas Simalingkar adalah perawat telah mampu mengaplikasikan family centered care saat mengajarkan pengkajian status menelan dan latihan menelan, diharapkan juga akan terbiasa menerapkannya pada saat memberikan asuhan keperawatan yang lain pada pasien.

Perawat yang telah mendapatkan pembelajaran tentang family centered care dapat menjadi role model bagi perawat lain yang akan mengaplikasikan family centered care dengan nilai-nilai hirarki kebutuhan dasar manusia didalamnya.

Keterbatasan penelitian action research pengembangan family centered care bagi caregiver yang merawat pasien stroke gangguan disfagia di rumah adalah tidak semua partisipan dapat hadir pada saat sosialisasi, role play, pelatihan hal ini dikarenakan pekerjaan partisipan dan juga karena pasien stroke yang tidak bisa ditinggalkan sendiri di rumah dan terbatasnya bahan bacaan tentang action research. Keterbatasan penelitian tersebut yang menjadi penghambat dalam proses penelitian dapat teratasi berkat kesediaan pihak Puskesmas Simalingkar yang memberikan sarana dan prasarana yang mendukung diadakannya penelitian pengembangan model pengembangan family centered care bagi caregiver yang merawat pasien stroke gangguan disfagia di rumah.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti menemukan perbedaan mean antara sebelum melakukan latihan menelan memperoleh 41,84 dan 87,84 setelah dilakukan latihan menelan pada pasien stroke yang mengalami

gangguan menelan. Dan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti menemukan perbedaan mean antara sebelum pelaksanaan family centered care memperoleh 46,71 dan 149,32 setelah pelaksanaan family centered care pada pasien stroke yang mengalami gangguan menelan.

6.2 Saran

6.2.1 Bagi Puskesmas

Penelitian ini akan menghasilkan pengkajian status menelan dan panduan latihan menelan yang terstandar. Peneliti mengharapkan kepada pihak manajemen Puskesmas Simalingkar agar terus memfasilitasi, menerapkan dan mengevaluasi pelaksanaan family centered care bagi caregiver yang merawat pasien stroke gangguan disfagia di rumah.

6.2.2 Bagi perawat administrator

Penelitian ini diharapkan untuk diteruskan oleh selurus perawat yang ada di Puskesmas Simalingkar. Perawat dapat menjadi fasilitator untuk memperbaiki kelemahan dan kekurangan dari aplikasi model family centered care bagi caregiver yang merawat pasien stroke gangguan disfagia di rumah, sehingga bisa dilakukan perbaikan sesuai dengan standar yang ditetapkan Puskesmas.

6.2.3 Bagi praktik keperawatan

Penelitian ini telah menghasilkan family centered care bagi caregiver yang merawat pasien stroke gangguan disfagia di rumah dapat menjadi pedoman dan acuan bagi perawat dalam menerapkan pengkajian status menelan dan panduan

latihan menelan diseluruh bagian Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar yang sesuai dengan kebutuhan pasien sebagai penerima pelayanan.

6.2.4 Bagi pendidikan keperawatan

Institusi pendidikan dapat menjadikan Puskesmas Simalingkar sebagai tempat praktik klinik bagi mahasiswa terutama untuk mendapatkan pemahaman tentang family centered care bagi caregiver yang merawat pasien stroke gangguan disfagia di rumah yang menerapkan hirarki kebutuhan dasar manusia yang sesuai tertuang dalam pengkajian status menelan dan panduan latihan menelan.

6.2.5 Bagi perkembangan riset keperawatan

Penelitian ini dapat juga dijadikan sebagai dasar penelitian selanjutnya (evidenced based). Peneliti menyarankan sebaiknya peneliti berikutnya mempertimbangkan untuk meneliti tentang family centered care bagi caregiver yang merawat pasien stroke untuk melihat perbedaan merawat pasien stroke yang belum menikah dengan yang sesudah menikah dan dilihat dari karekteristiknya di Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar sehingga menghasilkan pengkajian dan panduan yang semakin baik dan teruji kualitasnya.

Dokumen terkait