KOORDINATOR I dr Yeremia H Sirait
APOTEK Sumihar
4.3 Proses Pengembangan Model Family Centered Care Bagi Caregiver Yang Merawat Pasien Stroke Di Rumah Wilayah Kerja Puskesmas
4.3.2.1 Tahap 5: planning (01 Oktober 2016)
Siklus 2 pengembangan model family centered care bagi caregiver yang merawat pasien stroke di rumah dimulai pada tahap planning (tahap 5) dengan melaksanakan 3 kegiatan, adapun kegiatan yang dilakukan pada tahap 5 adalah: 1) melakukan feed back dari siklus 1, 2) pelatihan cara mengkaji status menelan bagi caregiver, dan 3) pelatihan panduan menelan bagi caregiver di Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Medan. Kegiatan pertama adalah melakukan feed back dari siklus 1, kegiatan ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Medan pada tanggal 01 Oktober 2016 dan di hadiri oleh seluruh anggota tim dan peneliti. Berdasarkan hasil feed back pada siklus 1 pengembangan model family centered care bagi caregiver yang merawat pasien stroke di rumah yaitu ditemukan bahwa: 1) hasil rapat dengan pihak perawat puskesmas yang dilaksanakan pada tanggal 30 September 2016 menyatakan sangat antusias dengan pelaksanaan aplikasi pengembangan model family centered care bagi caregiver yang merawat pasien stroke di rumah, 2) pelaksanaan sosialisasi di Puskesmas pada tanggal 28 September 2016 di sambut sikap antusias dari seluruh peserta, dan semua pihak menyatakan akan mendukung terselenggaranya aplikasi
pengembangan model family centered care bagi caregiver yang merawat pasien stroke di rumah, 3) seluruh format pengkajian dan panduan latihan menelan sudah selesai dan akan diaplikasikan pada awal Oktober, setelah pemberian sosialisasi dan pelatihan pada caregiver di Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Medan.
Kegiatan kedua yang dilakukan pada tahap 5 (planning) pada siklus 2 adalah pelatihan pada caregiver di Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Medan, kegiatan ini dilaksanakan mulai pada tanggal 03 Oktober 2016 dan dihadiri oleh 8 orang caregiver untuk setiap rumah yang merawat pasien stroke gangguan disfagia di Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Medan. Agenda pelatihan berisi tentang: 1) penyampaian tentang isi format pengkajian status menelan, 2) penjelasan format pengkajian status menelan, 3) penjelasan panduan latihan menelan. Caregiver menyatakan sudah mengerti tentang isi dari format pengkajian status menelan dan panduan latihan menelan.
Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa: 1) caregiver menyatakan sudah mengerti tentang format pengkajian status menelan, 2) panduan latihan menelan untuk mendukung aplikasi kemampuan menelan pasien stroke yang diberikan peneliti sudah sangat jelas menurut caregiver, 3) caregiver menyatakan sudah mengerti mengenai tata cara aplikasi format pengkajian status menelan dan panduan latihan menelan, dan 4) aplikasi format pengkajian status menelan dan panduan latihan menelan akan mulai dijalankan pada tanggal 03 Oktober 2016. 4.3.2.2Tahap 6: acting dan observing (3 Oktober-17 Oktober 2016)
Siklus 2 tahap 6 merupakan tahap acting dan observing dari pengembangan model family centered care bagi caregiver yang merawat pasien
stroke di rumah. Kegiatan yang dilakukan pada tahap acting dan observing ada empat kegiatan yaitu: 1) aplikasi model siklus ke 2, 2) aplikasi pelatihan pengkajian status menelan oleh caregiver, 3) aplikasi pelatihan panduan menelan oleh caregiver, 4) observasi aplikasi pengkajian dan panduan latihan menelan yang dilakukan oleh caregiver.
Kegiatan aplikasi model siklus 2
Kegiatan aplikasi format pengkajian status menelan dan panduan latihan menelan pada tahap acting diikuti oleh seluruh caregiver (31 partisipan) di Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Medan. Aplikasi format pengkajian status menelan dan panduan latihan menelan di mulai pada tanggal 3 Oktober 2016 sampai dengan 17 Oktober 2016.
Semua partisipan melakukan latihan menelan sebanyak 1 kali dalam sehari, sebelumnya caregiver partisipan telah mendapatkan bimbingan dan role play. Walaupun seluruh partisipan saat melakukan latihan menelan masih terlihat kaku dan ragu-ragu. Akan tetapi partisipan antusias untuk melakukan latihan menelan setiap hari di rumah ketika ada kesempatan luang.
Partisipan yang terlibat dalam aplikasi pengkajian status menelan dan panduan latihan menelan di rumah, menggunakan form pengkajian status menelan dan panduan latihan menelan yang sudah diberikan dalam bentuk modul sehingga memudahkan pasien stroke untuk mengerti dan latihan mandiri di rumah. Menurut peneliti dan tim, partisipan caregiver bisa sesering mungkin mengajarkan latihan menelan sehingga kemampuan menelan pasien stroke tercapai. Partisipan seluruhnya mampu mengajarkan latihan menelan dan pengkajian status menelan
terlihat dari hasil status menelan yang rata-rata bernilai normal. Menurut peneliti dan tim, partisipan bisa melakukan latihan menelan sesering mungkin saat berada di rumah.
Observasi untuk mengevaluasi aplikasi model siklus 2
Tahap observation merupakan tahapan yang dilakukan bersamaan pada saat tahap action dikerjakan. Observasi telah dilakukan peneliti pada 31 orang partisipan pada saat melakukan family centered care, pengkajian dan panduan latihan menelan di rumah, untuk melihat sejauh mana aplikasi pemberian latihan menelan dan pengkajian status menelan pada pasien stroke gangguan disfagia. Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi (lampiran 1m). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 98% caregiver pasien stroke gangguan menelan sudah melakukan family centered care. Pernyataan isi lembar observasi no 1, 2, 3, 4, 7s/d 14, 16, 17, dan 19 s/d 26, 100% partisipan sudah melaksanakan kepada pasien stroke. Pernyataan isi lembar observasi nomor 18, 96,7% partisipan sudah melaksanakannya kepada pasien, observasi nomor 5 dan 6 hanya 87% partisipan sudah melaksanakannya kepada pasien sedangkan observasi nomor 15 hanya 77,4% partisipan sudah melaksanakannya kepada pasien. Peneliti juga melakukan observasi untuk melihat sejauh mana partisipan menerapkan panduan latihan menelan selama merawat pasien stroke di rumah. Peneliti melakukan observasi kinerja caregiver dalam menerapkan panduan latihan menelan, dan untuk proses observasi kinerja caregiver peneliti mendatangi ke rumah pasien stroke untuk mendapatkan hasil yang akurat. Hasil observasi kinerja caregiver dalam menerapkan panduan latihan menelan menunjukkan 84%
caregiver sudah menerapkan panduan latihan menelan selama merawat pasien stroke di rumah. Pernyataan kinerja caregiver dalam pelaksanaan panduan menelan nomor 2 s/d 13, 17, 18, 26, dan 27 seluruh partisipan (100%) sudah melakukannya kepada pasien stroke. Pernyataan pelaksanaan panduan latihan menelan nomor 19, 20, 21, 22, dan 25 sebanyak 30 partisipan (97%) yang melakukan panduan latihan menelan. Pernyataan pelaksanaan panduan latihan menelan nomor 14 dan 23 sebanyak 29 partisipan (94%) yang melakukan panduan latihan menelan. Pernyataan pelaksanaan panduan latihan menelan nomor 15 dan 16 sebanyak 27 partisipan (87%) yang melakukan panduan latihan menelan. Sedangkan untuk pernyataan pelaksanaan panduan latihan menelan nomor 1 sebanyak 23 (74%) yang melakukan panduan latihan menelan.
4.3.3 Siklus 3