BAB VII KESIMPULAN DAN REKOMENDASI EVALUASI
A. Kesimpulan
K
esimpulan atau simpulan adalah sesuatu yang merupakan inti dari sederetan informasi atau sajian yang menyatakan tentang status program yang sedang dievaluasi (Arikunto dan Jabar, 2009:191). Dalam evaluasi program, simpulan diambil dari atau dibuat berdasarkan hasil analisis data yang sudah disajikan dalam bentuk yang sudah sistematis, ringkas dan jelas.Simpulan berbentuk kalimat pernyataan kualitatif yang menunjukkan keadaan atau sifat sesuatu sehingga di dalam gerak kegiatan program dengan cepat dapat diketahui di mana posisi hasil kegiatan tersebut dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan rumusan pernyataan yang bersifat kualitatif ini diharapkan bahwa di dalam kesimpulan tersebut tidak lagi mencantumkan angka-angka rasio, presentase, lebih-lebih lagi masih dalam bentuk frekuensi.
Urgensi pencantuman kesimpulan dalam laporan evaluasi program dijelaskan oleh Arikunto dan Jabar (2009:192) bahwa sifat kegiatan evaluasi program adalah kegiatan yang berorientasi pada pengambilan keputusan. Untuk dapat menentukan suatu kebijakan para pengambil keputusan memerlukan masukan yang lengkap, jelas, rinci dan operasional, berupa rekomendasi dari evaluator.
Evaluator tidak dapat membuat rekomendasi apabila tidak ada informasi yang jelas, ringkas, padat dan sistematis berdasarkan data yang andal dan dapat dipercaya. Jadi kesimpulan harus ada karena berada dalam rangkaian proses, dan hal itu sangat dibutuhkan bagi para pengambil keputusan untuk tindak lanjut dari kegiatan sebuah program.
Data mentah Penyajian Data Analisis Data Tabulasi data Rekomendasi Kesimpulan
Kesimpulan dalam laporan evaluasi adalah intisari dari suatu proses. Di dalam suatu rangkaian proses, kesimpulan berada dibagian paling akhir (sebelum digunakan untuk merumuskan rekomendasi) setelah melalui proses awal yakni data mentah, tabulasi, analisis data dan penyajian data. Alur proses kesimpulan dipaparkan oleh Arikunto dan Jabar (2000:193) pada diagram berikut:
Gambar 7.1 Bagan Alur Pemrosesan Data
Berdasarkan gambar 7.1 di atas maka dicermati alur pemrosesan data mentah sampai pada rumusan rekomendasi, sebagai berikut: 1. Data mentah dari instrumen yang terkumpul diolah dalam proses
tahapan pertama yang tabulasi.
2. Hasil dari proses tabulasi berguna untuk tiga proses yang mengikutinya meskipun tidak berurutan dengannya yaitu analisis data, penyajian data dan membuat kesimpulan.
3. Proses penyajian data mendapatkan sumber bahan dari tabulasi dan analisis data.
4. Kesimpulan dilakukan berdasarkan sumber bahan dari penyajian data dan tabulasi data.
5. Proses terakhir yaitu membuat rekomendasi, didasarkan atas sumber bahan dari kesimpulan. Kaitan antara kesimpulan dan rekomendasi, atau dengan kata lain adalah proses melanjutkan kesimpulan menjadi rekomendasi ini di dalam proses evaluasi program merupakan langkah yang paling penting dan menunjukkan seberapa tinggi kemampuan evaluator dalam bertugas mengevaluasi program.
Oleh karena urgensinya proses dari kesimpulan dilanjutkan menjadi rekomendasi tersebut maka kesimpulan sendiri merupakan sesuatu yang juga sangat penting kedudukannya maupun isi rumusannya. Istilah populer yang banyak digunakan dalam memuat isi rumusan kesimpulan yaitu menggigit, aktraktif dan menantang, sehingga pembaca, terutama sekali pengambil keputusan dapat berpikir dengan masalah tersebut dan dengan senang hati mengarahkan pusat perhatiannya untuk melahirkan rekomendasi yang sifatnya positif tentang program yang dievaluasi.
Arikunto dan Jabar (2009:194) memberikan arahan untuk membuat kesimpulan secara tepat dan bersifat menggigit yaitu rumusan kesimpulan harus singkat, jelas dan ringkas. Rumusan tersebut tidak menggunakan angka-angka lagi, tetapi dimaknai dengan kata-kata predikat seperti baik, berkualitas tinggi, cukup mengesankan, tidak menarik dan sebagainyya, semuanya merupakan kata sifat atau keadaan yang menunjukkan posisi tertentu.
Tayibnapis (2000:172) memberikan tips dalam merumuskan simpulan dari evaluasi program yang dilakukan sebagai berikut:
1. Apa kesimpulan umum tentang keefektifan program secara keseluruhan? Sampai seberapa jauh kebenaran kesimpulan?
2. Apakah perlu ada penilaian terhadap beberapa aspek kebijaksanaan program?
3. Apakah ada hal-hal yang diperkirakan terjadi sebagai akibat pro-gram yang dipertimbangkan untuk memperoleh gambaran yang lengkap tentang impact program?
Berikut dipaparkan suatu ilustrasi mengenai kesimpulan dari program bantuan operasional sekolah (BOS) di kecamatan X sebagai berikut: 1. Ketercapaian tujuan program BOS.
Secara umum, tujuan dari program BOS ini sudah tercapai dengan baik, yaitu masyarakat mendapatkan bantuan keringanan biaya pendidikan yang biasanya dikenakan kepada mereka dalam bentuk biaya SPP atau uang sekolah, daftar ulang di samping itu alokasi dana BOS juga diperuntukan untuk membayar honor guru khususnya guru di sekolah swasta. 2. Sasaran program.
Sasaran program dana BOS diperuntukkan kepada seluruh siswa yang terdaftar dan terverifikasi di sekolah masing-masing baik sekolah
negeri maupun sekolah swasta. Besarnya berdasarkan tingkatan sekolah yaitu besaran untuk siswa sekolah dasar berbeda dengan siswa sekolah menengah pertama.
3. Ketercukupan dana program BOS.
Dana BOS yang disalurkan melalui sekolah-sekolah baru mencakup sebagian kecil kebutuhan sekolah dalam penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan pembelajaran. Jika dikaitkan dengan besarnya dana yang harus ditanggung masyarakat, maka program BOS ini baru mencakup sebagian kecil saja kebutuhan biaya langsung pendidikan anak-anak mereka.
4. Efektivitas penggunaan dana BOS oleh sekolah.
Semua sekolah di kecamatan X telah memanfaatkan dan menggunakan dana BOS yang berasal dari pemerintah dengan peruntukan yang telah ditetapkan dalam petunjuk teknis pelaksanaan penggunaan dana BOS.
5. Sistem pengawasan.
Pengawasan yang dilakukan oleh internal sekolah melalui komite sekolah dan pihak Dinas Pendidikan juga cukup efektif dalam membimbing dan mengawasi jalannya pelaksanaan program BOS.
Berdasarkan kesimpulan spesifik di atas, maka dapatlah ditarik kesimpulan umum dari program BOS yang dievaluasi, yaitu program BOS di kecamatan X tersebut sudah cukup baik dilaksanakan, namun demikian besaran dana yang diterima belum mampu mencukup kebutuhan sekolah, di sisi lain masyarakat terbantu dengan adanya program BOS ini khususnya terkait dengan pembiayaan langsung biaya pendidikan anak-anak mereka.