BAB VII KESIMPULAN DAN REKOMENDASI EVALUASI
B. Rekomendasi
Rekomendasi berasal dari bahasa Inggris yaitu recommendation yang bermakna pujian atau pengajuan pendapat sebagai pujian atas kebaikannya. Dalam konteks evaluasi program dapatlah dipahami bahwa rekomendasi berisikan pendapat-pendapat ataupun saran-saran sehubungan dengan evaluasi terhadap program yang dilakukan.
Urgensi rekomendasi dalam laporan evaluasi program dipaparkan oleh Arikunto dan Jabar (2009:195) yaitu sebagai upaya untuk memperoleh informasi sehubungan dengan dijalankannya suatu kebijakan atau program.
Hasil dari evaluasi program diharapkan berupa saran-saran bagi dikeluarkannya kebijakan lanjutan apabila sudah diperoleh informasi yang dikumpulkan oleh evaluator program. Informasi yang terkumpul dan sudah dirumuskan menjadi kesimpulan, agar menjadi jelas arah kebijakan yang harus dilakukan pengambil keputusan, perlu diubah menjadi suatu rumusan rekomendasi. Dalam hal ini yang diberikan kepada pengambil keputusan bukan sekedar saran-saran, tetapi dinyatakan pernyataan yang cenderung memuji program atau bagian yang perlu diperbaikan agar pengambil keputusan semakin berkeyakinan untuk menetapkan kebijakan lanjutan.
Pihak pemesan atau sponsor biasanya membaca hasil laporan evaluasi fokus kepada rekomendasi yang disampaikan evaluator. Oleh sebab itu pemaparan rekomendasi hendaknya disiapkan evaluator program dengan hati-hati. Rekomendasi atau saran-saran biasanya diberikan untuk satu tindak lanjut, dilengkapi dengan perbaikan atas kelemahan-kelemahan atau kekurangan-kekurangan program. Namun lebih baik memberikan beberapa rekomendasi untuk alternatif tindakan, dan setiap alternatif tindakan didukung oleh penemuan dan data evaluasi.
Evaluator dapat membuat rekomendasi berdasarkan kriteria yang relevan dengan pertanyaan evaluasi yaitu validitas-reliabilitas, dan objektivitas, evaluator menilai data yang ditemukan signifikan atau tidak. Dari penilaian ini evaluator membuat rekomendasi khusus untuk tindak lanjut. Rekomendasi dan alternatif harus langsung berhubungan dengan tujuan evaluasi dan aspek-aspek program yang dimintai pemakai terutama para pemegang keputusan dalam program.
Rekomendasi atau saran bukan berupa daftar keinginan, tetapi harus sesuai dengan logika dari penilaian yang dibuat berdasarkan data. Rekomendasi harus langsung mengarah kepada aspek-aspek khusus program atau atas tindakan khusus namun cukup umum bagi pemegang keputusan untuk memutuskan sesuai dengan situasi dan kondisi program.
Arikunto dan Jabar (2009:199) memaparkan hal-hal yang perlu diperhatikan evaluator dalam menyusun rekomendasi yaitu mengenai perlunya melihat dengan lebih cermat terhadap alasan-alasan atau cara-cara yang diusulkan oleh responden tentang upaya peningkatan kualitas program yang dievaluasi di masa yang akan datang. Dikarenakan yang memanfaatkan rekomendasi adalah pengambil keputusan, maka perlu dijelaskan kepada siapa rekomendasi tersebut ditujukan, apa yang harus dilakukan, dalam bentuk apa perlakuan itu dilakukan dan sebagainya. Selain itu evaluator perlu hati-hati memilih
urutan cara-cara yang diusulkan oleh responden, tetapi juga sebaiknya jangan diminta untuk berpikir lebih jauh, tetapi diusahakan tinggal memilih alternatif saja.
Selanjutnya Tayibnapis (2000:173) memberikan beberapa tips dalam menyusun rekomendasi sebagai berikut:
1. Berdasarkan data khusus, apa saran-saran dan pilihan yang dapat diberikan terhadap program? Apa kelebihan-kelebihan program dan aspek-aspek apa saja yang perlu atau yang dapat dikembangkan dan diperbaiki? 2. Apakah tujuan evaluasi juga memberikan rekomendasi dan saran-saran pilihan? Apakah pemakai ingin mengetahui efektivitas atau keefektifan program atau apakah ingin juga mengetahui kelemahan-kelemahan program?
3. Perkiraan, hipotesis atau dugaan apa yang diberikan data? Apa rekomendasi yang diberikan untuk program selanjutnya atau penelitian yang akan dilakukan?
Berikut dipaparkan suatu ilustrasi mengenai rekomendasi dari program bantuan operasional sekolah (BOS) di kecamatan X sebagai berikut: 1. Rekomendasi untuk ketercapaian tujuan program BOS.
Oleh karena kesimpulannya berbunyi: secara umum, tujuan dari program BOS ini sudah tercapai dengan baik, yaitu masyarakat mendapatkan bantuan keringanan biaya pendidikan yang biasanya dikenakan kepada mereka dalam bentuk biaya SPP atau uang sekolah, daftar ulang di samping itu alokasi dana BOS juga diperuntukan untuk membayar honor guru khususnya guru di sekolah swasta.
Maka rekomendasi yang diberikan sebagai berikut:
Beberapa aspek penunjang yang belum tercapai dalam tujuan program perlu ditinjau ulang dan diselesaikan pada kegiatan sejenis di masa yang akan datang. Program dana BOS ini ternyata cukup signifikan membantu sekolah dan orang tua siswa dalam meringankan beban biaya oleh karena itu perlu dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya. 2. Rekomendasi untuk sasaran program.
Oleh karena kesimpulannya berbunyi: sasaran program dana BOS diperuntukkan kepada seluruh siswa yang terdaftar dan terverifikasi di sekolah masing-masing baik sekolah negeri maupun sekolah swasta.
Besarnya berdasarkan tingkatan sekolah yaitu besaran untuk siswa sekolah dasar berbeda dengan siswa sekolah menengah pertama. Maka rekomendasi yang diberikan sebagai berikut:
Sebaiknya sasaran program dana BOS pada nominal jumlah yang diberikan kepada setiap siswa pada tahun berikutnya ditingkatkan mengingat tingkat inflasi semakin tinggi.
3. Rekomendasi untuk ketercukupan dana program BOS.
Oleh karena kesimpulannya berbunyi: dana BOS yang disalurkan melalui sekolah-sekolah baru mencakup sebagian kecil kebutuhan sekolah dalam penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan pembelajaran. Jika dikaitkan dengan besarnya dana yang harus ditanggung masyarakat, maka program BOS ini baru mencakup sebagian kecil saja kebutuhan biaya langsung pendidikan anak-anak mereka.
Maka rekomendasi yang diberikan sebagai berikut:
Perencanaan program dana BOS yang dilakukan sebaiknya meng-identifikasi secara lengkap kebutuhan penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran yang vital bagi sekolah dan juga pembiayaan yang dikeluarkan oleh orang tua siswa, sehingga besaran dana yang dianggarkan benar-benar mencerminkan kebutuhan sekolah dan kebutuhan orang tua. 4. Rekomendasi untuk efektivitas penggunaan dana BOS oleh sekolah. Oleh karena kesimpulannya berbunyi: semua sekolah di kecamatan X telah memanfaatkan dan menggunakan dana BOS yang berasal dari pemerintah dengan peruntukan yang telah ditetapkan dalam petunjuk teknis pelaksanaan BOS.
Maka rekomendasi yang diberikan sebagai berikut:
Sistem pengelolaan yang selama ini dilakukan Dinas Pendidikan, sebaiknya tetap digunakan untuk program yang akan datang, dengan sedikit penyesuaian dan perbaikan/penambahan agar kualitas program menjadi lebih baik. Sekolah perlu diberi bimbingan terkait dengan perencanaan pembiayaan lebih lanjut oleh Dinas Pendidikan, atau instansi yang berwenang.
5. Rekomendasi untuk sistem pengawasan.
Oleh karena kesimpulannya berbunyi: pengawasan yang dilakukan oleh internal sekolah melalui komite sekolah dan pihak Dinas Pendidikan
juga cukup efektif dalam membimbing dan mengawasi jalannya pelaksanaan program BOS.
Maka rekomendasi yang diberikan sebagai berikut:
Sistem pengawasan yang sekarang ada sudah cukup baik dan dapat digunakan untuk pengawasan program di masa yang akan datang, hanya perlu ada beberapa penyesuaian agar sistem pengawasan yang diterapkan dapat merangsang kreativitas sekolah dalam mengembangkan program penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran.
Berdasarkan ilustrasi di atas maka pihak pengambil keputusan (decision
maker) dapat menentukan atau mengambil keputusan. Dalam hal ini
terdapat empat kemungkinan kebijakan atau keputusan yang diambil berdasarkan rekomendasi tersebut yaitu:
1. Menghentikan program.
Oleh karena dipandang bahwa program tersebut tidak bermanfaat atau kurang bermanfaat atau tidak dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan harapan, atau terdapat berbagai kendala yang besar menghambatnya dan berbagai alasan lainnya yang kuat, maka program dihentikan. 2. Merevisi program.
Oleh karena ada bagian-bagian yang kurang tepat dan sesuai dengan harapan dalam hal ini terdapat kesalahan (tidaklah terlalu fatal) dan memungkinkan untuk diperbaiki dengan memberikan pedoman yang lebih rinci dan pengawasan yang lebih baik maka program dilanjutkan tetapi dilakukan revisi terhadap bagian-bagian yang lemah tersebut. 3. Melanjutkan program.
Oleh karena pelaksanaan program yang dilakukan sebelumnya telah menunjukkan segala sesuatu yang sudah berjalan sesuai dengan pedoman dan harapan dari stakeholder dan hasil atau dampak yang dari pelaksanaan program memberikan hasil yang tepat guna dan tepat sasaran maka program dilanjutkan pada tahun berikutnya.
4. Menyebarluaskan program.
Oleh karena program tersebut berhasil dengan baik pada satu wilayah tertentu di mana program diluncurkan maka sangatlah baik jika dilaksanakan lagi di wilayah yang berbeda dan lebih luas lagi jangkauannya, sehingga implementasi program dapat dimanfaatkan dan dirasakan masyarakat lebih luas lagi.