6.1 Kesimpulan
Salah satu sasaran keselamatan pasien bahwa rumah sakit wajib mengembangkan suatu pendekatan untuk mengurangi resiko infeksi yang terkait pelayanan kesehatan yaitu dengan pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian terhadap infeksi yang dijumpai dalam semua bentuk pelayanan kesehatan. Penerapan program ini merupakan integrasi dari manajemen dalam mengelola berbagai sumberdaya yang ada serta pendekatan sistem. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini, dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain :
1. Implementasi program pencegahan dan pengendalian infeksi di RSU Methodist Susanna Wesley belum berjalan baik. Dukungan manajemen belum berjalan maksimal. Pimpinan RSUMSW belum memahami dan tidak melaksanakan kegiatan manajerial PPI yaitu perencanaan, pengawasan, pembinaan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan program belum berjalan baik. SPM bahwa ada tim PPI yang terlatih dilihat belum sesuai dengan yang ditetapkan sebanyak 75% dapat dilihat dari tim PPI yang sudah mengikuti pendidikan dan pelatihan hanya sebanyak 10%.
2. Struktur organisasi komite PPIRS sudah sesuai dengan susunan yang di tetapkan Depkes RI, 2008. Direktur sebagai posisi tertinggi dalam struktur organisasi serta sudah ada susunan komite dan tim PPIRS. Namun posisi komite PPI belum
melibatkan unit/komite/departemen terkait yaitu komite keperawatan dan unit sanitasi lingkungan rumah sakit..
3. Uraian tugas komite dan tim PPI belum sesuai antara penentu kebijakan dan pelaksana kebijakan. Terbukti tidak terlaksananya tugas komite PPI dan tim PPI dalam melaksanakan evaluasi berkala pada kebijakan dan pelaksanaan kebijakan PPI. Uraian tugas pengawasan oleh IPCLN dan IPCN belum optimal akibat banyaknya tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan.
4. Fasilitas yang disediakan rumah sakit belum memadai. Tampak dari belum tersedianya sarana dan prasarana dibeberapa unit terutama pada unit yang tinggi infeksius, prasarana penunjang yang belum lengkap untuk mendukung kerja komite PPI.
5. Komitmen individu sudah ada tampak dari adanya keinginan dan keperdulian seluruh informan untuk terlibat dan perduli dalam implementasi PPI di rumah sakit namun belum mendapat arahan dari ketua komite PPIRS.
6.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan yang diambil dari hasil pembahasan diberikan saran untuk saran perbaikan dalam implementasi program pencegahan dan pengendalian infeksi RSU Methodist Susanna Wesley adalah sebagai berikut :
1. Bagi Rumah sakit
a. Manajemen khususnya pimpinan harus melaksanakan kegiatan manajerial PPI yang diawali dengan menetukan perencanaan program bersama dengan seluruh komite PPI, menetapkan pejabat PPI yang melaksanakan
pengawasan, melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja komite PPI sehingga dapat melaksanakan pencegahan dan pengedalian infeksi.
b. Melakukan pemahaman kembali tentang uraian tugas kepada masing -masing anggota komite PPI untuk meningkatkan tanggung jawab sesuai dengan jabatan.
c. Melakukan pembenahan kembali komite PPI dengan melibatkan unit/departemen/komite yang ada di rumah sakit terutama komite keperawatan dan sanitasi lingkungan rumah sakit yaitu dengan memilih siapa yang berkompeten menduduki jabatan dalam komite.
d. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan tentang PPI dasar dan lanjutan kepada petugas dan tim PPI. Pendidikan dan pelatihan dari dalam rumah sakit maupun luar rumah sakit untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas dan tim PPIRS.
e. Menyediakan fasilitas sarana dan prasarana pencegahan infeksi seperti kebutuhan cuci tangan, APD, desinfeksi, peralatan sterilisasi, wadah infeksius dan non infeksius serta sarana penunjang seperti telepon, internet dan ruangan khusus untuk mendukung pelaksanaan serta meningkatkan kepatuhan petugas.
f. Memberikan dan mengupayakan membuat insentif kepada seluruh aanggota organisasi komite PPI berupa materi atau promosi jabatan.
Astuti Y. 2004. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Petugas Kesehatan dalam Pencegahan Infeksi Nosokomial di Ruang Rawat Intensif Rumah Sakit Medistra tahun 2004. Jurnal Tesis. (http://www.digilib.ui.ac.id, diakses 3 Juli 2016)
Bady, A.M., Kusnanto, H., Handono, D.(2007). Analisis kinerja perawat dalam pengendalian infeksi nosokomial di IRNA I RS Dr Sarjito. Jurnal Tesis.
(http://lrckmpk.ugm.ac.id, diakses tanggal 03 Maret 2013)
Bungin, B, 2011, Penelitian Kualitatif Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya, Edisi Kedua, Surabaya; Kencana.
CDC, 2013, Healthcare-associated Infections Data and Statistics.
http://www.cdc.gov/HAI/burden.html.
CDC; HICPAC (the Healthcare Infection Control Practices Advisory Committee), 2007, Guideline for Isolation Precautions: Preventing Transmission of Infectious Agents in Healthcare Settings.http://www.cdc.gov/ncidod/dhqp/p df/isolation2007.pdf
Darmadi. 2008. Infeksi Nosokomial ; Problematika dan Pengendaliannya. Salemba Medika, Jakarta.
Departemen Kesehatan RI, 2001, Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Spesialistik:
Pedoman Manajerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya, edisi kedua, Jakarta.
__________, 2004 Permenkes RI No 1204/ Menkes/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakot. Jakarta.
__________, 2004, Panduan Pencegahan Infeksi untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan dengan Sumber Daya Terbatas, Jakarta.
__________, 2006, PanduanNasionalKeselamatanPasienRumahSakit (Patient Safety), Jakarta.
Departemen Kesehatan RI, 2007, Pedoman Manajerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya, Jakarta.
__________, 2008, Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik: Pedoman Manajerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya, edisi kedua, Jakarta.
Duerink, O., Farida, H., Nagelkerke, N., Wahyono, H., Keuter, M., Lestari, E.S., Hadi, U., Broek, P.V.D. 2006. Preventing nosocomial infections : improving compliance with standard precautions in an Indonesian Teaching Hospital.
Journal of Hospital Infection 2006 Sep; 64 (1): 36-43
Guggenbichler, Josef Peter.; Assadian, Ojan Assadian.; Boeswald, Michael Boeswald.; Kramer, Alex., 2011, Incidence and clinical implication of nosocomial infections associated with implantable biomaterials – catheters, ventilator-associated pnemonia, urinary tract infections, volume 6.
Hasibuan SP,. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisilima. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Herpan YW 2012, Analisis Kinerja Perawat dalam Pengendalian Infeksi Nososkomial di RSU PKU Muhammadiyah Bantul Yogyakarta. Jurnal Kesmas Universitas Ahmad Dahlan, Volume 6, Yogyakarta.
Ivancevich, 2008, Perilaku dan Manajemen Organisasi, Jakarta: Erlangga.
Kementerian Kesehatan RI, 2011, Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan:
Pedoman Surveilance Infeksi Rumah Sakit, Jakarta.
__________, 2011, Pedoman Manajerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya, Cetakan ketiga, Jakarta.
__________, 2012, Pedoman Manajerial Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya, Jakarta.
__________, 2013, Standar Akreditasi Rumah Sakit, edisi kesatu, Jakarta
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 270 Tahun 2007 tentang pedoman manajerial pencegahan dan pengendalian infeksi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 382 Tahun 2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya.
__________Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Komite PPIRS, 2016, Laporan Hasil Kerja Tim PPI RSU Methodist Susanna Wesley.
Koonz, H & Heinz Weihrich, (1998) Management Prentice Hall International, USA Kurniadi, Anwar, 2013, Manajemen Keperawatan dan Prospektifnya: Teori, Konsep
dan Aplikasi, Edisi kesatu, Jakarta: FKUI.
Molina, Vera Fitra, 2012, Analisis Pelaksanaan Program Perencanaan dan Pengendalian Infeksi Nososkomial Di Rumkital DR. Mintohardjo Jakarta Tahun 2012. Tesis Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.
Notoatmodjo, S. 2010. Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta : PT Rineka Cipta
Nugraheni, Ratna; Suhartono; Winarni, Sri., 2012, Infeksi Nosokomial di RSUD Setjonegoro Kabupaten Wonosobo. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, volume 11 Nomor 1.
Nursalam, 2011, Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional, edisi 3, Salemba Medika, Jakarta.
Palmer, M.B. 1984, Infection Control A Policy and Procedure Manual, W.B.
Saunders Company, USA.
Pangabean, M.S., 2004, Manajemen Sumber Daya Manusia, Cetakan Kedua, Jakarta:
Galia Indonesia.
Peraturan Ketua Eksekutif Komisi akreditasi Rumah Sakit Nomor 1666/KARS/2014 tentang persiapan status akreditasi rumah sakit.
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 012 Tahun 2012 tanggal 15 Maret 2012 tentang Akreditasi Rumah Sakit.
___________ Nomor 1204/Menkes/SK/X/2004 tanggal 19 Oktober 2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.
Perdalin bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI, 2015, Pedoman Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, Bapelkes, Medan
Rahmat, PS, 2009, PenelitianKualitatif, Equilbrium, Vol.5, No.9, Januari-Juni 2009, dalam yusuf.staff.ub.ac.id/files/2012/11/Jurnal-Penelitian-Kualitatif.pdf diaksespadatanggal 4 Februari 2016.
Robbins dan Judge, 2007, Perilaku Organisasi, Jilid 2, Jakarta: Salemba.
Scheckler, William E.; Brimhall, D.; Buck, Alfres S.;Farr, Barry M.; Friedman, Candace, 1998, Requirements for Infrastructure and Essential Activities of Infection Control and Epidemiology in Hospitals: A Consensus Panel Report.
Infection Control and Hospital Epidemiology. Volume 19.
Sinurat, SP., 2010, Langkah tepat melakukan rekrutmen dan seleksi, Jakarta: Esensi Erlangga Group.
Sugiyono, 2014, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D, Bandung:
Alfabeta.
Tangkilisan, Hesel, 2005, Implementasi Kebijakan Publik, Yogyakarta: YPAPI.
Undang Undang RI Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
WHO, 2002. Prevention of Hospital-Acquired Infections A Practical Guide 2nd Edition. Departement of Communicable Disease, Surveilance and Response.
(http : www.who.int/research/en/emc, diakses tanggal 3 Juni 2016)
____________, 2005, Healthcare Associated Infection (HAI) .http://www.who.int/hq/2005/WHO_EIP_SPO_QPS_05.2.pdf
____________, 2010, Healthcare Associated Infection, Genewa: WHO Pres
____________, 2011, Healthcare Assoiated Infection Surveilance, http://www.who.int/bulletin/volumes/89/10/11-088179/en/
Wilma, 2013, Faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan Pencegahan Infeksi Nosokomial oleh Perawat Pelaksana di RSUD Kota Makasar Tahun 2013. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makasar.
Winardi, J., 2004, Manajemen Perilaku Organisasi, Edisi Revisi, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Winarno, B, 2008, Kebijakan Publik: Teori dan Proses, Cetakan Kedua, Jakarta: PT.
Buku Kita