• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi bauran pemasaran yang selama ini dilakukan oleh Taman Anggrek Ragunan sebagai sebuah agrowisata secara keseluruha n belum berjalan dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari ketujuh strategi bauran pemasaran yang telah dilakukan. Pada strategi produk, keragaman anggrek baik dari jenis, species, maupun bentuk sudah cukup bervariasi serta dari kuantitasnya juga sudah cukup banyak. Namun dari keragaman dan kualitas atraksi wisata yang ditawarkan oleh Taman Anggrek Ragunan belum dikemas dengan menarik, sehingga masyarakat kurang tertarik untuk berkunjung ke sana.

Penetapan harga yang selama ini dilakukan oleh Taman Anggrek Ragunan sudah cukup baik karena dengan harga tiket sebesar Rp.1000/orang dapat menjangkau semua kalangan masyarakat. Selama ini penerapan strategi promosi yang dijalankan oleh Taman Anggrek Ragunan kurang maksimal karena kegiatan promosi yang cukup efektif seperti melalui website dan katalog kurang optimal dilakukan.

Strategi bukti fisik sangat terkait dengan kelengkapan fasilitas yang ada pada Taman Anggrek Ragunan. Fasilitas yang disediakan oleh Taman Anggrek Ragunan masih kurang, bahkan fasilitas kios anggrek dan kantin yang pada awalnya ada, sekarang sudah tidak berfungsi. Strategi proses memiliki keterkaitan dengan strategi-strategi yang lain, jadi dengan semakin baik proses yang dijalankan maka hasilnya juga akan semakin baik pula.

Pada strategi tempat, lokasi dan sarana transportasi sangat mendukung keberadaan agrowisata Taman Anggrek Ragunan. Kebersihan dan kenyamanan kawasan agrowisata Taman Anggrek Ragunan juga sudah cukup baik. Pada strategi orang, yang perlu diperhatikan oleh Taman Anggrek Ragunan adalah jumlah karyawan/pemandu yang terbatas. Hal tersebut cukup berpengaruh terhadap kualitas pelayanan yang ditampilkan kepada para pengunjung, sehingga juga akan mempengaruhi tingkat kepuasan pengunjung.

Berdasarkan hasil analisis strategi bauran pemasaran dengan menggunakan metode Proses Hirarki Analitik didapatkan prioritas dari elemen-elemen dalam strategi bauran pemasaran Taman Anggrek Ragunan, yaitu :

1. Taman Anggrek Ragunan lebih memprioritaskan tujuan meningkatkan jumlah pengunjung dibandingkan dengan tujuan menjadikan Taman Anggrek Ragunan sebagai agrowisata yang potensial di DKI Jakarta.

2. Pada strategi bauran pemasarannya, Taman Anggrek Ragunan memposisikan strategi produk sebagai prioritas pertama dengan strategi operasional keragaman anggrek.

3. Prioritas kedua dari bauran pemasaran adalah harga dengan strategi operasional penetapan harga berdasarkan persepsi mutu.

4. Prioritas ketiga dari bauran pemasaran adalah promosi dengan strategi operasional pemasaran langsung.

5. Prioritas keempat dari bauran pemasaran adalah bukti fisik dengan fasilitas kios anggrek sebagai prioritas utama.

6. Prioritas kelima dari bauran pemasaran adalah proses denga n strategi operasional kualitas dalam layanan.

7. Prioritas keenam dari bauran pemasaran adalah tempat dengan strategi operasional lokasi dan sarana transportasi.

8. Prioritas ketuj uh dari bauran pemasaran adalah orang dengan strategi operasional kesigapan.

8.2. Saran

Beberapa saran yang dapat dijadikan masukan bagi manajemen Taman Anggrek Ragunan adalah sebagai berikut :

1. Pada strategi produk berdasarkan hasil penelitian sebaiknya Taman Anggrek Ragunan lebih memperhatikan :

• Keragaman anggrek dari jenis dan speciesnya dengan cara lebih mengekplorasi lagi anggrek-anggrek asli Indonesia dan mengimpor jenis dan species anggrek terbaru dari luar negeri.

• Kemasan atau cara penyajian atraksi wisata menjadi lebih menarik dan menghibur agar lebih menarik masyarakat untuk berkunjung dan tidak memberikan kesan membosankan pada sebuah atraksi wisata.

• Jumlah anggrek dengan memprioritaskan perbanyakan dengan teknik kultur jaringan sehingga dihasilkan anggrek yang banyak dan seragam dalam waktu yang relatif singkat.

• Keragaman atraksi wisata yang ditawarkan agar dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Taman Anggrek Ragunan dengan menerapkan inovasi baru dan menambah atraksi wisata yang lebih variatif seperti menambah areal bermain untuk anak, praktek budidaya anggrek untuk anak-anak, seni merangkai bunga, danpembuatan homestay dimana para

pengunjung dapat bermalam di Taman Anggrek Ragunan untuk melihat pemeliharaan anggrek secara keseluruhan.

2. Penetapan harga yang selama ini dilakukan oleh Taman Anggrek Ragunan sudah cukup baik karena dengan harga tiket Rp.1000/orang dapat menjangkau semua kalangan masyarakat, namun dengan harga tiket yang relatif murah sebaiknya pihak manajemen tidak mengabaikan kualitas dan kuantitas dari produk yang ditawarkan.

3. Pihak manajemen Taman Anggrek Ragunan seharusnya melakukan usaha promosi secara rutin dengan memaksimalkan keempat cara promosi yang telah dilakukan. Diantaranya :

• Melalui pemasaran langsung dengan selalu meng-update informasi terbaru dari website Taman Anggrek Ragunan seperti koleksi anggrek terbaru dan aktifitas-aktifitas ya ng dilakukan Taman Anggrek Ragunan. Selain itu, dengan mempercantik lay-out dari website Taman Anggrek Ragunan menjadi lebih menarik.

• Melalui iklan di media cetak (seperti majalah atau tabloid wisata dan keluarga) dan elektronik yaitu melalui TV dan radio (seperti acara “Melancong Yuk!” di SCTV dan “Sisi Lain Liburan” di Trans TV) secara rutin minimal sebulan sekali pada saat hari libur dimana seluruh keluarga berkumpul.

• Menerapkan potongan harga atau diskon tidak hanya pada pelajar yang datang secara “rombongan” pada saat Hari Ulang Tahun Taman Anggrek Ragunan namun pada event-event lainnya.

• Hubungan masyarakat dengan mengirimkan brosur dan leaflet ke sekolah-sekolah dan instansi.

4. Pihak manajemen Taman Anggrek Ragunan sebaiknya memfungsikan kembali fasilitas- fasilitas yang sudah ada, dan pada saat ini sudah tidak berfungsi seperti kios anggrek dan kantin. Selain itu fasilitas yang sudah ada diperbaiki lagi dan lebih ditingkatkan baik dari kualitas dan kuantitasnya seperti meningkatkan kualitas tempat ibadah, parkir, daftar aktifitas, toilet, dan penunjuk arah ke dan di dalam kawasan wisata.

5. Pada strategi proses sebaiknya Taman Angrek Ragunan lebih meningkatkan kualitas dalam layanan kepada para pengunjungnya, mempertahankan kekonsistenan pihak manajemen dalam pengembangan agrowisata, dan memberikan respon yang baik dari keluhan-keluahan pengunjung.

6. Selain lokasi strategis dan sarana transportasi yang mendukung, Taman Anggrek Ragunan juga perlu lebih memperhatikan kenyamanan dan kebersihan tempat wisata seperti menambah tong sampah di beberapa sudut Taman Anggrek Ragunan dan memasang papan anjuran untuk menjaga kebersihan.

7. Taman Anggrek Ragunan sebaiknya meningkatkan kualitas dan kuantitas karyawannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengunjung. Kualitas karyawan dapat ditingkatkan dengan mengadakan berbagai pelatihan seperti teknik budidaya anggrek, manajemen agrowisata, dan pemberian motivasi kepada karyawan/pemandu. Sedangkan kuantitas karyawan, dapat dilakukan melalui perekrutan karyawan baru.

Anonim. 1997. Berkunjung Sejenak ke Taman Anggrek Ragunan. Nomor 11 Tahun ke-V. hal 6-7. Anggrek (Buletin Perhimpunan Anggrek Indonesia). Jakarta.

Anonim. 2005. Neraca Satelit Pariwisata Nasional (Nesparnas). Departemen Pariwisata dan Kebudayaan. Jakarta.

Cateora, P. R. dan John L. G. 2005. International Marketing. The McGraw-Hill Companies. New York.

Cummins, J dan Millin, R. 2004. Sales Promotion : Menciptakan, Mengimplementasikan, dan Mengintegrasikan Program Promosi Penjualan. Penerbit PPM. Jakarta

Damanik, J. dan Helmut F. W. 2006. Perencanaan Ekowisata Dari Teori ke Aplikasi. Pusat Studi Pariwisata UGM dan Penerbit Andi. Yogyakarta. Departemen Pertanian. Agrowisata Meningkatkan Pendapatan Petani.

http://database.deptan.go.id/agrowisata. Diakses pada bulan Desember 2006.

Departemen Pertanian. Strategi Pengembangan Wisata Agro di Indonesia.

http://database.deptan.go.id/agrowisata. Diakses pada 17 Februari 2007. Harahap, H. 2006. Analisis Prioritas Strategi Bauran Pemasaran pada PT. Taman

Safari Indonesia, Cisarua, Bogor. Skripsi. Departemen Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Harsono, T. M. 2002. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah

Pembelian Konsumen Terhadap Anggrek (studi kasus di Taman Anggrek Ragunan). Skripsi. Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Herman, S. 2005. Usaha Pembesaran Anggrek. Penebar Swadaya. Jakarta. Kartajaya, H. 1995. Marketing Plus. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta.

Kotler, P. 2005. Manajemen Pemasaran. Edisi 11. Jilid 1 & 2. PT. Indeks. Jakarta.

Masang, L. 2006. Strategi Pengembangan Agrowisata Obat Tradisional Taman Sringanis, Bogor. Skripsi. Departemen Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Mayangsari, T. H. 2000. Analisis Pengambilan Keputusan Strategi Promosi Melalui Pendekatan Proses Hirarki Analitik Pada Minuman Juice Serbuk Frutillo Dan Hore PT. Nutrifood Indonesia. Skripsi. Jurusan Ilmu- Ilmu

Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Rumah Anggrek Kebun Raya Bogor. 2007. Data Jumlah Pengunjung Rumah Anggrek. Bogor.

Saaty, T. L. 1993. Pengambilan Keputusan Bagi Para Pemimpin. Penerbit PPM dan PT. Pustaka Binaman Pressindo. Jakarta.

Seputar Indonesia. 2007. Devisa Pariwisata Berpeluang Tumbuh 15%. www.sindo.com. Diakses pada 15 Mei 2007.

Stanton, W. J. dkk. 1991. Fundamentals of Marketing. Ninth Edition. The McGraw-Hill Companies. New York.

Sutjipta, N. 2006. Pembangunan Agrowisata Harus Digerakkan Seluruh Sistemnya, Bukan Sepotong-Potong. http://raiutama.blogspot.com

.

Diakses pada bulan Desember 2006.

Sunaryo. 2005. Analisis Proses Pengambilan Keputusan dan Tingkat Kepuasan Pengunjung Wisata Agro Perkebunan Teh Gunung Mas PTPN VIII, Bogor, Jawa Barat. Skripsi. Departemen Ilmu- Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Swastha, B. 1981. Azas-azas Marketing. Penerbit Liberty. Yogyakarta.

Swastha, B dan Irawan. 1997. Manajemen Pemasaran Modern. Penerbit Liberty. Yogyakarta.

Swastha, B dan Sukotjo, I. 2000. Pengantar Bisnis Modern (Pengantar Ekonomi Perusahaan Modern). Edisi 3. Penerbit Liberty. Yogyakarta.

Taman Anggrek Indonesia Permai. 2007. Data Jumlah Pengunjung TAIP. Jakarta. Tjitroresmi, E. 2004. hal 104-107. Peran Industri Kepariwisataan dalam Perekonomian Nasional dan Daerah. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan. Pusat Penelitian dan Pembangunan-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta.

Utami, M. D. 2004. Analisis Pengambilan Keputusan Strategi Bauran Pemasaran Bunga Potong Jenis Krisan pada PT. Saung Mirwan. Skripsi. Departemen Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Wahab, S. 1992. Manajemen Kepariwisataan. PT. Pradnya Paramita. Jakarta. Yani, A. 2005. Analisis Pengambilan Keputusan Strategi Bauran Promosi Pada

Taman Anggrek Indonesia Permai Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Skripsi. Departemen Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Lampiran 1 :