• Tidak ada hasil yang ditemukan

5.1 Kesimpulan

Majelis Ulama Indonesia adalah sebagai lembaga yang mewadahi ulama, dan cendekiawan Islam di Indonesia untuk membimbing, membina, dan mengayomi kaum muslimin di seluruh Indonesia. Majelis Ulama Indonesia terbentuk pada tanggal 7 Muharram tahun 1396 Hijriyah atau tepatnya pada tanggal 27 Juli 1975 di Jakarta. Terbentuknya Majelis Ulama Indonesia ialah berdasarkan kesadaran dan kesepakatan ulama-ulama yang ada di Indonesia yang terdiri dari ulama seluruh Indonesia, ormas-ormas Islam, cendekiawan Muslim, dan ulama-ulama dari pemerintahan (angkatan udara, angkatan darat, angkatan laut, dan polri). Pada Munas yang pertama menjadi suatu momentum terbentuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) atau yang lebih dikenal dengan “Piagam berdirinya Majelis Ulama Indonesia” yang ditandatangani oleh semua perserta yang hadir.

MUI kota Medan memiliki peran dan fungsi sebagai suatu lembaga dakwah yang bertugas untuk membimbing umat Islam. Hal ini dilakukan melihat kondisi umat Islam yang sangat rentan akan budaya asing yang masuk tanpa dilakukannya seleksi terlebih dahulu, belum lagi masih lemahnya pemahaman akan ajaran agama Islam. Terkait keberadaan Majelis Ulama Indonesia ditengah-tengah umat Islam memberikan pengaruh yang baik. Ini disebabkan ulama dapat memberikan teladan yang baik dan para ulamalah yang dapat membimbing umat kepada jalan kebajikan,

hal ini karena sudah menjadi tugas para ulama sebagai penerus penyampai ajaran Islam yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dan menegakkan Amar ma’ruf nahi munkar. Peran dan fungsi Majelis Ulama Indonesia sebagai lembaga yang melakukan pengedalian sosial pada masyarakat memiliki peran yang strategis dalam memberikan pedoman kepada masyarakat Islam karena dapat membendung arus perubahan zaman yang tidak pasti yang berdampak buruk pada umat Islam khususnya syariat Islam.

Peran yang diberikan oleh lembaga ini masih dibutuhkan oleh masyarakat muslim khususnya umat Islam kota Medan, salah satu dari peran lembaga ini yang dipandang penting bagi masyarakat muslim adalah sebagai pembimbing dan penuntun masyarakat muslim agar berbuat dan bertindak sesuai dengan ajaran agama Islam, dan juga sebagai pemberi masukkan kepada pemerintah, sehingga pelayanan kepada masyarakat akan tercipta dengan baik, seperti lembaga ini berupaya membimbing dan mencoba menjembatani perbedaan-perbedaan yang timbul dimasyarakat muslim, yang sering sekali akibat perbedaan-perbedaan ini dapat menimbulkan permasalahan bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi konflik didalam masyarakat.

Keberadaan MUI kota Medan memiliki arti penting bagi masyarakat muslim kota Medan, karena lembaga ini memiliki kewenangan dalam melakukan pengendalian terhadap umat Islam di kota Medan. Kewenangan yang dimiliki lembaga Majelis ulama Indonesia ialah kewenangan dalam bentuk menyampaikan risalah dan himbauan fatwa, yang berupaya menuntun dan membimbing umat Islam kepada kebenaran,

Bentuk pengendalian yang dilakukan oleh lembaga ini kepada umat Islam dengan cara metode dakwah yang dilakukan secara persuasif dan perlahan-lahan tanpa adanya paksaan yang dilakukan oleh lembaga ini, dalam proses penyampaian dakwah yang dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia tidak ada paksaan akan tetapi proses yang disampaikan berupa memberikan pemahaman dan penekanan akan ajaran dan nilai-nilai keislaman yang bertujuan untuk mengajak ummat Islam untuk menjalankan kehidupan sehari-hari sesuai dengan ajaran agama Islam dan memberikan penjelasan mengenai suatu perkara atau masalah yang kurang begitu dipahami oleh ummat Islam apakah itu berbentuk himbauan atau fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga ini.

Peran yang dijalankan oleh lembaga Majelis Ulama Indonesia di era sekarang ini diharapkan mampu membendung dan meminimalisir perubahan-perubahan yang memberikan pengaruh negatif kepada masyarakat agar dapat menyelamatkan akidah Umat Islam. Keberadaan ulama di tengah masyarakat mempunyai peran kunci didalam masyarakat, karena sudah menjadi tugas ulama untuk membendung arus perubahan yang terjadi saat ini di masyarakat yang memberikan efek negatif. Untuk melakukannya diperlukan suatu pembimbingan dan pengawasan yang dilakukan ulama untuk mengendalikan aspek-aspek perubahan yang ada di masyarakat, khususnya melakukan pengendalian yang berkaitan dengan kehidupan ummah disegala aspek secara islami.

Efektifitas dari sejumlah fatwa dan himbauan yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia kota Medan dapat menjadi salah satu daya tolak ukur untuk menilai peran dan fungsi yang dilakukan oleh lembaga ini terhadap ummat Islam. Dari

tanggapan responden mengenai fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga Majelis Ulama Indonesia untuk ummat muslim dapat ditarik suatu pendapat bahwa sebahagian besar responden mengetahui fatwa-fatwa yang dikeluarkan 88,9%, sedangkan yang tidak mengetahui fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh Mui (termasuk Mui kota Medan) sebesar 11.1%.

Kedudukan fatwa dan himbauan yang diberikan oleh lembaga/organisasi (Mui) lebih memiliki keuntungan dan kelebihan yang hasilnya dapat dipertanggung jawabkan ketimbang fatwa dan himbauan dikeluarkan oleh perorangan, karena jika suatu lembaga yang mengeluarkannya maka memiliki beberapa keuntungan dari pada perorangan. Pertama fatwa dan himbauan bisa dipertanggung jawabkan karena sebelumnya telah melalui pengkajian dan pembahasan bersama oleh banyak ahli yang hasilnya dapat dipertannggungjawabkan keabsahannya daripada yang dikeluarkan oleh perorangan, kedua oleh karena lembaga yang mengeluarkan maka akan memiliki pengaruh kepada masyarakat.

Selain lembaga dakwah MUI juga memiliki tugas yang lain diantaranya sebagai mengeluarkan dan menetapkan label kehalalan suatu produk barang yang akan digunakan, memberikan masukan kepada pemerintah, dan yang paling penting adalah menjaga akhlak dan budi pekerti umat Islam agar tidak rusak dari faham-faham liberal dan sekuler yang sedang gencar-gencarnya menggerogoti pola pikir generasi muda dengan membawa embel-embel demokrasi.

5.2 Saran

Terkait saran dan masukan yang akan diberikan untuk Majelis Ulama Indonesia ialah perlu memberikan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat terkait himbauan yang akan dikeluarkan, sosialisasi yang dimaksud tidak hanya terbatas di media saja akan tetapi dilakukan secara terus menerus, agar kedepannya masyarakat lebih faham atau tahu mengenai kinerja dan peran fungsi dari Majelis Ulama Indonesia. Mengenai fatwa atau himbauan yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia perlunya koordinasi kerja sama dengan lembaga-lembaga lain agar memberikan sanksi yang tegas kepada yang melanggarnya, contoh kerja sama Mui dengan kepolisian adalah mengenai pemberantasan perjudian dan penggunaan obat-obat terlarang