5.1 Kesimpulan
1. fenomena pernikahan dini di Jorong Mawar memang di dasari keinginan dari individunya yang menikah dini, dimana yang menjadi penyebab baik laki-laki dan perempuan di jorong Mawar yang menikah dini, yaitu : pertama, Faktor Sosial dimana mereka ingin menikah dini karena terpengaruh oleh lingkungannya dan pergaulan. Kedua, Faktor Sosial Ekonomi dimana mereka ingin menikah dini karena kondisi ekonomi sehingga menjadi jalan keluar untuk penyelesaian masalah ekonomi dengan menikah dini dan mengurangi beban orang tua. Ketiga, Faktor Pendidikan juga menjadi faktor terjadinya pernikahan dini karena kurangnya pendidikan masyarakat dan banyak masyarakat yang tidak melanjutkan pendidikan bahkan tidak sekolah, membuat pemikiran anak- anak di jorong Mawar lebih cepat dewasa dan hanya memikirkan untuk menikah. Keempat, Faktor sosial Budaya dimana sudah menjadi kebiasaan dari dahulu masyarakat menikah dini dan faktor keagamaan, dimana masyarakat atau remaja yang ingin menikah cepat lebih dianjurkan dari pada berpacaran, karena jika lama-lama dibiarkan berpacaran ditakutkan pasangan tersebut tidak bisa menjaga diri dan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Akibat yang timbul dari pernikahan dini juga bermacam-
macam, yaitu : pertama, Meningkatya Angka Perceraian. Kedua, Tidak Sempurnanya Pendidikan dan Pengasuhan Anak dan Keluarga.
2. Masyarakat jorong Mawar juga banyak yang melakukan pernikahan siri. Mereka juga memiliki beberapa alasan atau faktor kenapa mereka melakukan nikah siri, yaitu: Pertama, Alasan kesulitan ekonomi, tidak cukup modal untuk menikah resmi, maka banyak masyarakat yang nikah siri. Kedua, Faktor nikah usia dini, nikah dini membuat mereka harus nikah siri karena mereka belum cukup umur untuk mendaftarkan pernikahannya di KUA. Ketiga, Faktor Pendidikan, Pendidikan yang rending khususnya perempuan, membuat mereka hanya memikirkan tentan pernikahan. Orang tua calon pengantin dan bahkan pengantinnya sendiri tidak mengetahui akan pentingnya surat nikah, terutama bagi kelanjutan masa depannya kelak. Karena didaerah ini juga jarang yang bisa menikah sampai ber bertahun-tahun. keempat, Faktor Ekonomi, karena desakan ekonomi maka mereka melakukan pernikahan siri walaupun umur belum cukup untuk mencatatkan pernikahan. Kelima, karena surat cerai tidak diurus, sehingga mereka yang telah melakuakn pernikah pertama dengan pernikahan resmi yang dicatat di KUA tidak bisa menikah kembali denan resmi karena tidak keluar surat cerai dan jalan supaya mereka bisa menikah yaitu dengan pernikahan siri. Akibat dari pernikahan siri, yaitu : Pertama, Gonta Ganti Pasangan, karena tidak kuatnya hukum dari pernikahan siri maka banyak masyarakat yang melakukan gonta-ganti pasangan karena Dengan lemahnya hukum pernikahan siri maka banyak
masyarakat yang mudah untuk berpisah dan menikah lagi. Kedua, Anak Terlantar, dengan gonta ganti pasangan maka Setelah kedua orangtuanya berpisah. Sekaligus sang ayah pergi dan tidak menafkahi anaknya. Sehingga pemenuhan biaya hidup dan kasih sayang hanya diberikan oleh ibu dan keluarga ibunya. Dan ketika si ibu menikah lagi dan mempunyai anak, lalu berpisah lagi maka nantinya anaknya juga hanya jadi tanggung jawab ibunya saja. Ayahnya langsung pergi dan menghilang tanpa sadar jika ia mempunyai anak yang harus diberinya biaya, serta kasih sayang. Keadaan ini banyak dijumpai di jorong mawar.
3. Selain pernikahan dini dan pernikahn siri, di masyrakat jorong mawar juga banyak terjadi perceraian, faktor pendorong dari perceraian, yaitu : Pertama, Faktor Campur Tangan Orang Tua, dengan masuknya pihak ketiga dalam rumah tangga, membuat suatu masalah yang terjadi antara suami dan istri menjadi sangat rumit. Orang tua pun sebenarnya harus bijak dan tidak melihat sebuah masalah subyektif karena hal itulah yang menjadikan keikutcampuran orang tua atau mertua dirasa hanya menambah masalah saja. Kedua, Pernikahan Dini, masyarakat yang melakukan pernikahan dini belum memahami bagaiman tugasnya sebagai seorag istri atau suami dalam rumah tangga dan mereka juga belum mempunyai sikap dan mental yang dalam menghadapi suatu masalah dalam rumah tangga sehingga dengan sikap yng belum dewasa membuat Banyak dari remaja di jorong ini yang
menikah pada usia dini belum siap mental sehingga kata cerai kerap menjadi jalan keluar saat pertengkaran terjadi. Ketiga, Faktor Ekonomi , ekonomi yag tidak stabil menjadi jalan keluar bagi masyarakat yang berumah tangga untuk bercerai karena mereka merasa tidak tercukupi kebutuhannya oleh suami. Keempat, Faktor Budaya, perceraian memang telah menjadi kebiasaan bagi masyarakat, mudahnya masyarakat mengucapkan kata cerai menjadi fenomen yang dari dahulu sudah terjadi sampai sekarang. Kelima, faktor pendidikan, pendidikan dan pengetahuan yang kurang membuat mereka kurang bisa menyikapi sebuah masalah yang terjadi dalam rumah tangga dan akhirnya kata cerai mudah terucap. Akibat dari perceraian, yaitu : pertama, Perubahan Status Sosial dan Masalah Pengasuhan Anak, perceraian membuat pola pengasuhan anak menjadi tidak sempurna, karena di jorong mawar banyak pasangan yang bercerai namun suaminya meninggalkan istri dan anaknya begitu saja dan setelah bercerai tidak pernah melihat dan menafkahi anaknya.
5.2 Saran
Berdasarkan penjelasan dari bab-bab yang ada, hasil penelitian dan kesimpulan, maka penulis menyarankan beberapa hal sebagai berikut:
1. Memberikan motivasi dan dorongan kepada kaum muda agar semangat untuk bersekolah dan menerima pendidikan demi cita-
cita mereka. Dalam hal ini sangat diperlukan peran dan bimbingan orang tua dan masyarakat sekitarnya.
2. Adanya peran penting pemerintah dalam melihat fenomena pernikahan dini, nikah siri, dan perceraian sehingga masyarakat berupaya melakukan penyuluha dan sosialisasi ke .daerah jorong Mawar.
3. Orang tua perlu memberikan nasehat kepada anaknya dan memberikan gambaran untuk tidak menikah dini. Seperti yang mereka rasakan bahwa menikah dini banyak tantangan yang harus dihadapi, sehingga peran orang tua dan kepedulian orang tua terhadap anaknya sangat penting.
4. Untuk pelaku pernikahan dini, diharapkan memikirkan matang- matang keputusan mereka sebelum memutuskan untuk menikah karena untuk membangun suatu pernikahan membutuhkan persiapan yang tidak sedikit.