• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ketentuan Bapepam menunjuk Direktur Utama dan Direktur Keuangan Bertindak Untuk dan Atas Nama Direksi Membuat dan Menandatangan

DAN PERATURAN BAPEPAM NOMOR VIII.G

D. Ketentuan Bapepam menunjuk Direktur Utama dan Direktur Keuangan Bertindak Untuk dan Atas Nama Direksi Membuat dan Menandatangan

Surat Pernyataan Direksi

Perseroran merupakan badan hukum yang tidak memiliki kehendak untuk melakukan perbuatan hukumnya sendiri tetapi diwakilkan oleh salah satu organ perseroan yakni direksi. Direksi merupakan organ perseroan yang bertanggung jawab penuh atas pengurusan perseroan untuk kepentingan dan tujuan perseroan serta mewakili perseroan untuk kepentingan dan tujuan perseroan serta mewakili

perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar.156 Dari defenisi tersebut, direksi memiliki 2 (dua) tugas yakni

melakukan fungsi kepengurusan perseroan dan fungsi perwakilan perseroan terhadap pihak di luar perseroan. Direksi dalam menjalankan kepengurusan maupun mewakili perseroan untuk dan atas nama perseroan. Jadi segala tindakan yang dilakukan oleh direksi untuk kepentingan dan tujuan perseroan karena direksi merupakan wakil perseroan untuk melakukan tindakan hukum karena perseroan sebagai badan hukum tidak dapat melakukan perbuatan hukumnya sendiri.

Salah satu tugas direksi adalah melakukan kepengurusan perseroan untuk kepentingan dan tujuan perseroan. Sebagai bentuk pertanggungjawaban direksi atas kepengurusan yang telah dilakukan terwujud dalam bentuk Laporan Tahunan yang meliputi:157

1. Laporan keuangan yang terdiri atas sekurang-kurangnya neraca akhir tahun buku yang baru lampau dalam perbandingan dengan tahun buku sebelumnya,laporan laba rugi dari tahun buku yang bersangkutan, laporan arus kas dan laporan perubahan ekuitas, serta catatan atas laporan keuangan tersebut;

2. Laporan mengenai kegiatan perseroan

3. Laporan mengenai tanggung jawab sosial perusahaan;

4. Rincian masalah yang timbul selama tahun buku yang mempengaruhi kegiatan usaha perseroan;

5. Laporan mengenai tugas pengawasan yang telah dilaksanakan oleh dewan komisaris selama tahun buku yang baru lampau

6. Nama anggota direksi dan anggota dewan komisaris;

156

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995, tentang Perseroan Terbatas, Pasal 1 butir 4

157

7. Gaji dan tunjangan bagi anggota direksi dan gaji atau honorarium dan tunjangan bagi anggota dewan komisaris perseroan untuk tahun yang baru lampau.

Bentuk pertanggungjawaban direksi atas keuangan perseroan terwujud dalam bentuk laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan bagian dari laporan tahunan. Karena laporan keuangan merupakan bagian dari laporan tahunan maka sebelum diajukan kepadan RUPS untuk memperoleh pengesahan, laporan keuangan perseroan yang termasuk dalam Pasal 68 ayat (1) UUPT yakni perseroan yang bidang usahanya berkaitan dengan pengerahan dana masyarakat atau perseroan yang mengeluarkan surat pengakuan hutan atau perseroan yang merupakan perseroan terbuka wajib untuk diperiksa terlebih dahulu oleh akuntan publik158 dan setelah pemerikasaan terhadap laporan keuangan telah selesai maka

hasil pemeriksaan akuntan publik secara tertulis disampaikan kepada RUPS.159

Laporan keuangan perseroan yang termasuk dalam Pasal 68 ayat (1) UUPT jika tidak diperiksa terlebih dahulu oleh akuntan publik tidak dapat disahkan oleh RUPS.160 Setelah laporan keuangan mendapat pengesahan RUPS maka terhadap

laporan keuangan perseroan yang termasuk dalam Pasal 68 ayat (1) UUPT wajib untuk diumumkan dalam 2 (dua) surat kabar harian.161 Terhadap laporan

keuangan yang telah mendapat pengesahan RUPS apabila ternyata ada informasi

158

Pasal 68 ayat 1 UUPT

159

Pasal 68 ayat 3 UUPT

160

Pasal 68 ayat 2 UUPT

161

yang tidak benar dan atau menyesatkan maka anggota direksi dan komisaris secara tanggung renteng bertanggung jawab terhadap pihak yang dirugikan.162

Karena laporan keuangan merupakan bentuk pertanggungjawaban direksi atas kepengurusan keuangan perseroan maka pada saat penyusunan laporan keuangan, direksi sedang menjalankan tugasnya sebagai pengurus (manajemen) dari perseroan.

Emiten (atau Persuhaan Publik) wajib menyampaikan laporan keuangan secara berkala yakni pada tengah tahun buku berjalan dan pada akhir tahun buku perseroan kepada Bapepam dan masyarakat. Laporan keuangan tersebut dalam bentuk Laporan Keuangan Tengah Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan.163

Pada saat penyampaian laporan keuangan tersebut kepada Bapepam dan masyarakat, direksi sedang menjalankan tugas sebagai wakil perseroan terhadap pihak di luar perseroan.

Pertanggungjawaban direksi atas laporan keuangan yang disampaikan kepada Bapepam dan masyarakat ditegaskan dalam angka 8 Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.7 yang menyatakan bahwa ”Manajemen Emiten atau Perusahaan Publik) bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan”. Yang dimaksud dengan manajemen dalam angka 8 Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.7 adalah Direksi Emiten. Pertanggungjawaban direksi atas laporan

162

Pasal 69 ayat 3 UUPT

163

Peraturan Bapepam Nomor X.K.2 dengan Salinan Keputusan Ketua Bapepam Nomor: KEP/36/PM/2003, tentang kewajiban Penyampaian Laporan Keuangan Berkala, Angka 1 huruf a

keuangan dipertegas dengan pembuatan Surat Pernyataan Direksi oleh Direksi Emiten yang berisi pernyataan-pernyataan:164

1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan perusahaan;

2. Laporan keuangan yang telah disusun dan disajikan sesuai dengan prinsip akutansi yang berlaku umum;

3. a. Semua informasi dalam laporan keuangan perusahaan telah dimuat secara lengkap dan benar;

b. Laporan keuangan perusahaan tidak mengandung informasi atau fakta materil yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material;

4. Bertanggung jawab atas sistem pengendalian intern dalam perusahaan. Keempat pernyataan tersebut di atas mempertegas bahwa pertanggungjawaban direksi atas laporan keuangan tidak hanya atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan tetapi juga atas kebenaran dan kelengkapan informasi dalam laporan keuangan termasuk mengenai pengendalian intern perseroan.165 Surat pernyataan direksi merupakan bentuk penegasan secara tertulis

pertanggungjawaban direksi atas kebenaran isi dalam laporan keuangan sebagaimana tercantum dalam Pasal 69 ayat (3) UUPT dan pertanggungjawaban atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan sebagaimana tercantum dalam angka 8 Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.7

Dalam angka 8 Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.7 menyatakan bahwa yang membuat Surat Pernyataan Direksi adalah Direksi Emiten. Bapepam menunjuk direksi untuk membuat Surat Pernyataan Direksi karena direksi yang

164

Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.11 dengan Salinan Keputusan Ketua Bapepam Nomor: KEP-40/PM/2003, tentang tentang Tanggung Jawa Direksi Atas Laporan Keuangan, angka 2 jo Lampiran 1

165

berwenang untuk itu sebagaimana tercantum dalam Pasal 98 UUPT bahwa

”Direksi bertanggung jawab penuh atas pengurusan perseroan untuk kepentingan dan tujuan perseroan serta mewakili perseroan baik di dalam maupun di luar

pengadilan”. Konteks direksi emiten sebagaimana tercantum dalam angka 8 Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.7 mengacu pada seluruh anggota direksi dalam suatu perseroan. Jika seluruh anggota direksi membuat Surat Pernyataan Direksi maka identitas seluruh anggota direksi tercantun dalam Surat Pernyataan Direksi tersebut. Dalam angka 5 Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.11 tentang Tanggung Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan menyatakan bahwa ”Surat Pernyataan

Direksi dilekatkan pada laporan keuangan yang disampaikan kepada Bapepam”

sehingga Surat Pernyataan Direksi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. Ditunjuknya direktur utama dan direktur keuangan untuk membuat Surat Penyataan Direksi oleh Bapepam didasarkan pada alasan bahwa kedua direktur ini memang berkaitan laporan keuangan dan mengetahui segala sesuatu yang ada kaitannya dengan laporan keuangan.166

Dalam angka 3 Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.11 tentang Tanggung Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan, yang menandatangani Surat Pernyataan Direksi adalah direktur utama dan direktur keuangan. Penandatanganan Surat Pernyataan Direksi hanya dilakukan oleh direktur utama dan direktur keuangan

166

Gunawan Widjaya, Tanggung Jawab Direksi Atas Kepailitan Perseroan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo, 2003), hlm. 53 dinyatakan bahwa “Penyebutan istilah direktur ini merupakan terjemahan dari kata Director, dan pada saat ini sudah lazim dipergunakan dalam penyebutan anggota direksi, di dalam anggaran dasar perseroan”.

didasari pada alasan bahwa yang berkaitan langsung dengan laporan keuangan dan mengetahui segala sesuatu yang ada kaitannya dengan laporan keuangan adalah direktur utama dan direktur keuangan. Jadi dengan mendasarkan pada alasan Bapepam tersebut bahwa tidak perlu seluruh direktur menandatangani Surat Pernyataan Direksi tetapi cukup diwakilkan oleh direktur utama dan direktur keuangan yang mengerti mengenai laporan keuangan (karena merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Pernyataan Direksi) atau pernyataan dalam Surat Pernyataan Direksi atau dengan apa yang ditandatangani.

Pada saat penyampaian laporan keuangan sekaligus Surat Pernyataan Direksi kepada Bapepam, direksi menjalankan tugasnya sebagai wakil perseroan terhadap pihak di luar perseroan. Dalam Pasal 98 ayat (2) UUPT menyatakan

bahwa ”Dalam hal anggota direksi terdiri dari 1 (satu) orang, yang berwenang

mewakili perseroan adalah setiap anggota direksi, kecuali ditentukan lain dalam

anggaran dasar”. Sehingga pada saat penyampaian laporan keuangan sekaligus Surat Pernyataan Direksi kepada Bapepam, direktur utama dan direktur keuangan atas nama direksi berwenang untuk mewakili perseroan.

Dalam Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.11 tentang Tanggung Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan, direktur utama dan direktur yang membawahi bidang akutansi/keuangan bertindak untuk dan atas nama direksi untuk membuat dan menandatangani Surat Pernyataan Direksi serta mewakili perseroan dalam menyampaikan Surat Pernyataan Direksi tersebut kepada Bapepam. Jadi seorang direktur dalam pembuatan dan penandatanganan Surat Pernyataan Direksi serta

mewakili perseroan dalam menyampaikan Surat Pernyataan Direksi kepada Bapepam adalah direktur yang membawahi bidang akutansi/keuangan.

Dalam peraturan Bapepam Nomor VIII.G.11 tentang Tanggung Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan menyatakan bahwa yang membuat dan menandatangani sekaligus menyampaikan Surat Pernyataan Direksi kepada Bapepam adalah direktur utama dan direktur keuangan atas nama direksi. berdasarkan pada Pasal 4 UUPT yang menyatakan bahwa ”terhadap perseroan berlaku Undang-Undang ini, Anggaran Dasar perseroan, dan peraturan perundang-undangan lainnya”, maka PT. United Capital Indonesia, Tbk. sebagai Emiten wajib tunduk pada ketentuan pasar modal dalam hal ini Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.11 tentang Tanggung Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan. Dalam Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.11 tentang Tanggung Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan bahwa dalam pembuatan dan penandatanganan sekaligus mewakili perseroan dalam penyampaian Surat Pernyataan Direksi kepada Bapepam adalah direktur utama dan direktur keuangan. Jadi PT. United Capital Indonesia, Tbk. wajib tunduk pada aturan Bapepam tersebut. Dengan berdasarkan pada alasan tersebut, Presiden Direktur dan Direktur dalam aturan Bapepam sama dengan Direktur Utama dan Direktur dalam perusahaan PT. United Capital Indonesia, Tbk. Dalam Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.11. PT United Capital Indonesia, Tbk. telah tercatat sebagai Perusahaan Tercatat di bursa maka berkaitan dengan Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.11 tentang Tanggung Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan wajib tunduk pada ketentuan III.1.5

Peraturan Nomor I-E dengan Salinan Keputusan Direksi Nomor: KEP- 306/BEJ/07-2004 yang menyatakan bahwa:

”Setiap penyampaian laporan keuangan kepada bursa sebagaimana diatur dalam peraturan ini wajib melampirkan surat pernyataan manajemen sebagaimana diatur dalam Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.11 tentang

Tanggung Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan”.

Direktur keuangan ditunjuk oleh Bapepam untuk membuat dan menandatangani surat pernyataan direksi didasari pada alasan bahwa yang benar- benar mengetahui kebenaran dan kelengkapan informasi dalam laporan keuangan maupun dari segi penyusunan dan penyajian laporan keuangan adalah direktur keuangan. Selain itu surat pernyataan direksi berkaitan dengan laporan keuangan maka Bapepam menunjuk direktur keuangan karena yang diberikan wewenang dalam intern perseroan untuk menyusun laporan keuangan adalah direktur keuangan. Ada beberapa fungsi dari surat pernyataan direksi:

1. Penegasan

Surat pernyataan direksi dibuat untuk menegaskan kembali bahwa direksi bertanggung jawab atas laporan keuangan sebagaimana yang tercantum dalam

Pasal 69 ayat 3 UUPT yang menyatakan bahwa ” dalam hal laporan keuangan

yang disediakan ternyata tidak benar atau menyesatkan, anggota direksi dan anggota dewan komisaris secara tanggung renteng bertanggung jawab

terhadap pihak yang dirugikan” dan angka 2 huruf a Peraturan Bapepam nomor VIII.G.7 yang menyatakan bahwa ”Manajemen emiten (perusahaan

surat pernyataan direksi mempertegas bahwa direksi bertanggung jawab atas laporan keuangan tidak hanya sebatas kebenaran dan kelengkapan informasi dalam laporan keuangan tetapi juga meliputi pertanggung jawaban atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Surat pernyataan direksi hanya sebagai penegasan bahwa direksi bertanggung jawab atas laporan keuangan. 2. Tambahan alat bukti

Surat pernyataan direksi berfungsi sebagai alat bukti tertulis yang dapat dijadikan salah satu dasar tuntutan pihak yang dirugikan kepada emiten dalam hal ini diwakili oleh direksi yang karena kelalaian/kesalahan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan atau terdapatnya informasi yang tidak benar dan atau menyesatkan yang menimbulkan kerugian bagi pihak lain. Dikatakan sebagai alat bukti tambahan karena surat pernyataan direksi tidak dapat dijadikan dasar tuntutan yang utama bagi pihak yang dirugikan jika mengajukan tuntutan kepada emiten karena yang tidak benar dan atau menyesatkan atau yang mengakibatkan kerugian adalah laporan keuangan bukan surat pernyataan direksi. Surat pernyataan direksi hanya sebagai bentuk penegasan secara tertulis bahwa direksi bertanggung jawab atas laporan keuangan

3. Rambu-rambu bagi emiten

Dengan adanya surat pernyataan direksi, direksi diharapkan lebih aware dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan serta dalam memberikan informasi dalam laporan keuangan supaya laporan keuangan yang

informasi yang tidak benar dan atau menyestatkan yang menimbulkan kerugian kepada pihak yang dirugikan ataukah ada perubahan dari isi laporan keuangan yang sangat substansial ataukah penyusunannya tidak sesuai dengan prinsip akutansi yang berlaku umum maka akan ada akibat hukum yang diterima oleh emiten dari Bapepam. Jadi aware mengacu pada kehati-hatian direksi dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan maupun dalam memberikan informasi dalam laporan keuangan karena ada sanksi yang akan diterima apabila laporan keuangan yang disampaikan dari sisi kebenaran informasi maupun dari segi penyusunan dan penyajian tidak benar dan merugikan pihak diluar perseroan. Pada saat menyampaikan surat pernyataan direksi, direksi menyatakan siap untuk bertanggung jawab terhadap laporan keuangan yang disampaikan dan menanggung segala kerugian pihak diluar perseroan akibat tidak benarnya informasi maupun dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan.

E. Pertanggung Jawaban Renteng Direksi Emiten Atas Pernyataan Dalam